Posts made by Salsabila Labibah

AKL A2026 -> Case

by Salsabila Labibah -
Nama : Salsabila Labibah
NPM : 2413031002

A. Peran Kerangka Konseptual PSAK/IFRS dalam Pengambilan Keputusan Akuntansi
Kerangka Konseptual PSAK/IFRS berfungsi sebagai pedoman dasar dalam penyusunan laporan keuangan ketika belum terdapat standar akuntansi yang secara khusus mengatur suatu transaksi. Dalam kasus PT Edukasi Nusantara Tbk, manajemen menggunakan Kerangka Konseptual sebagai acuan karena karakteristik bisnis digital dan aset teknologi yang dimiliki perusahaan belum diatur secara rinci dalam PSAK tertentu. Kerangka ini membantu manajemen dalam menentukan apakah suatu transaksi memenuhi definisi aset, bagaimana pengukurannya dilakukan, dan bagaimana informasi tersebut disajikan agar relevan serta dapat dipercaya oleh pengguna laporan keuangan. Selain itu, Kerangka Konseptual juga menekankan bahwa tujuan utama laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang bermanfaat bagi investor, kreditur, dan pihak lain dalam pengambilan keputusan ekonomi. Oleh karena itu, penggunaan Kerangka Konseptual menjadi penting agar kebijakan akuntansi yang dipilih tetap konsisten, logis, dan mencerminkan kondisi ekonomi perusahaan secara wajar.

B. Analisis Kritis terhadap Pengakuan Goodwill dan Pengukuran Nilai Wajar Aset Tidak Berwujud
Pengakuan goodwill atas akuisisi PT Cerdas Digital pada dasarnya dapat dianggap sesuai karena goodwill muncul ketika nilai pembelian perusahaan lebih tinggi dibandingkan nilai wajar aset neto yang dapat diidentifikasi. Dalam perusahaan digital, goodwill sering dikaitkan dengan potensi pertumbuhan bisnis, inovasi teknologi, reputasi perusahaan, serta peluang keuntungan di masa depan. Namun, penggunaan proyeksi pertumbuhan pengguna sebagai dasar penilaian goodwill memiliki tingkat subjektivitas yang tinggi karena bergantung pada estimasi manajemen. Jika asumsi yang digunakan terlalu optimistis, maka nilai goodwill dapat menjadi terlalu besar dan tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya. Selain itu, pengukuran aset tidak berwujud seperti platform digital dan basis data pengguna dengan pendekatan nilai wajar juga memiliki tantangan karena tidak adanya pasar aktif yang dapat dijadikan acuan harga. Penilaian biasanya dilakukan menggunakan estimasi arus kas masa depan atau metode penilaian lainnya yang sangat bergantung pada asumsi. Oleh sebab itu, pengakuan goodwill dan pengukuran aset tidak berwujud hanya dapat dianggap mencerminkan substansi ekonomi apabila dilakukan secara objektif, didukung data yang memadai, dan diungkapkan secara transparan dalam laporan keuangan.

C. Risiko dan Dampak Etis dari Penggunaan Professional Judgemt yang Tidak Tepat
Penggunaan professional judgment dalam akuntansi memang diperlukan karena tidak semua transaksi dapat diatur secara detail dalam standar akuntansi. Akan tetapi, apabila pertimbangan profesional digunakan secara tidak tepat atau terlalu bias, maka dapat menimbulkan berbagai risiko. Salah satu risikonya adalah laporan keuangan menjadi tidak mencerminkan kondisi perusahaan yang sebenarnya, misalnya karena nilai aset dan laba dicatat terlalu tinggi. Kondisi ini dapat menyesatkan investor, kreditur, dan pihak lain dalam mengambil keputusan ekonomi. Selain itu, kesalahan penggunaan professional judgment juga dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan dan profesi akuntansi, bahkan berpotensi menimbulkan sanksi hukum apabila terbukti terdapat manipulasi laporan keuangan. Dari sisi etika, penggunaan judgment yang tidak tepat bertentangan dengan prinsip integritas, objektivitas, dan profesionalisme yang harus dimiliki seorang akuntan. Oleh karena itu, setiap keputusan akuntansi harus dibuat secara jujur, independen, dan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan agar laporan keuangan tetap memiliki kredibilitas.

D. Pemanfaatan Kasus sebagai Media Pembelajaran Akuntansi yang Kritis dan Beretika
saya sebagai calon pendidik ekonomi, kasus PT Edukasi Nusantara Tbk dapat dijadikan contoh pembelajaran yang sangat baik untuk menanamkan pemahaman akuntansi yang kritis dan beretika kepada peserta didik. Melalui kasus ini, peserta didik dapat memahami bahwa akuntansi tidak hanya berkaitan dengan pencatatan angka, tetapi juga melibatkan analisis, pertimbangan profesional, dan tanggung jawab moral. Peserta didik dapat dilatih untuk berpikir kritis dalam menilai apakah suatu kebijakan akuntansi benar-benar mencerminkan substansi ekonomi atau hanya digunakan untuk memperlihatkan kondisi perusahaan yang lebih baik. Selain itu, kasus ini juga dapat membantu peserta didik memahami pentingnya etika dalam penyusunan laporan keuangan, terutama dalam menjaga kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas informasi keuangan. Dalam proses pembelajaran, guru dapat menggunakan metode studi kasus, diskusi kelompok, atau debat agar peserta didik lebih aktif dalam memberikan pendapat dan menganalisis suatu permasalahan secara mendalam. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memahami konsep akuntansi secara teori, tetapi juga memiliki sikap profesional dan etis dalam menghadapi persoalan ekonomi di masa depan.

EPE A2026 -> SUMMARY VIDEO

by Salsabila Labibah -
Nama : Salsabila Labibah
NPM : 2413031002

Video tersebut menjelaskan pentingnya menyadari bahwa waktu hidup manusia terbatas, sehingga setiap orang perlu menjalani hidup dengan lebih terarah dan bermakna. Banyak orang mengalami penyesalan di akhir hidup karena terlalu mengikuti harapan orang lain, terlalu sibuk bekerja, dan kurang menjaga hubungan maupun mengungkapkan perasaan. Selain itu, video menyoroti kebiasaan menunda pekerjaan dan overthinking yang dapat menghambat perkembangan diri. Oleh karena itu, seseorang dianjurkan untuk segera bertindak tanpa harus menunggu kondisi sempurna. Dijelaskan juga bahwa pekerjaan cenderung menyesuaikan dengan waktu yang tersedia, sehingga penting untuk menetapkan batas waktu agar lebih produktif.

Video ini juga mengajak untuk lebih berani mengekspresikan perasaan serta menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan hubungan sosial sebagai kunci kebahagiaan. Di sisi lain, masa lalu dan masa depan tidak sepenuhnya bisa dikendalikan, sehingga fokus utama sebaiknya pada kehidupan saat ini. Pada akhirnya, video tersebut mendorong setiap individu untuk menentukan tujuan hidupnya dan mulai melangkah dari sekarang. Keberhasilan tidak harus dimulai dari hal besar, melainkan dari keberanian untuk mengambil langkah pertama.

EPE A2026 -> Diskusi

by Salsabila Labibah -

Nama : Salsabila Labibah

NPM : 2413031002


1. Perbedaan:

  • Pengukuran merupakan proses kuantitatif yang menghasilkan angka dari hasil belajar siswa, seperti nilai ujian atau skor tes, sehingga berfokus pada data numerik.
  • Penilaian (asesmen) adalah kegiatan mengumpulkan serta mengolah berbagai informasi, baik berupa angka maupun deskripsi, untuk mengetahui perkembangan dan capaian belajar siswa secara lebih menyeluruh.
  • Evaluasi adalah proses yang lebih luas, yaitu menafsirkan hasil penilaian untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan terkait pembelajaran, seperti menentukan keberhasilan metode atau kelulusan.

2. Urgensi:

  • Pengukuran berperan penting sebagai sumber data yang objektif dan terukur.
  • Penilaian diperlukan untuk memahami kondisi dan perkembangan siswa secara komprehensif.
  • Evaluasi sangat penting karena menjadi landasan dalam menentukan langkah atau kebijakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Ketiga konsep tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Pengukuran menyediakan data, penilaian memberi makna pada data tersebut, dan evaluasi digunakan untuk menentukan tindak lanjut yang tepat.


EPE A2026 -> SUMMARY VIDEO

by Salsabila Labibah -
Nama : Salsabila Labibah
NPM : 2413031002

Video tersebut membahas perbedaan antara tes, pengukuran, asesmen, dan evaluasi dalam pembelajaran. Tes adalah alat untuk mengumpulkan data, pengukuran merupakan proses pemberian nilai dari hasil tes, sedangkan asesmen adalah pengolahan informasi untuk melihat perkembangan belajar siswa.

Evaluasi memiliki cakupan paling luas karena tidak hanya menilai hasil, tetapi juga proses pembelajaran untuk menentukan keberhasilan program pendidikan. Keempat konsep ini saling berkaitan: tes digunakan dalam pengukuran, hasilnya dianalisis dalam asesmen, lalu menjadi dasar evaluasi. Dengan memahami perbedaan dan hubungan tersebut, pendidik dapat melakukan penilaian secara lebih tepat dan objektif.