Nama: Shafa Djiana Wardani
NPM: 2413031080
Kelas: 24C
Langkah-langkah dalam siklus akuntansi
Siklus akuntansi dimulai dari terjadinya suatu transaksi hingga penyusunan laporan keuangan dan penutupan pembukuan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Identifikasi dan analisis transaksi.
Pada tahap ini, setiap kejadian ekonomi yang memengaruhi posisi keuangan perusahaan diidentifikasi dan dianalisis untuk menentukan akun apa saja yang terlibat serta bagaimana pengaruhnya terhadap aset, kewajiban, dan ekuitas.
2. Pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum.
Transaksi yang telah dianalisis kemudian dicatat secara kronologis dalam jurnal umum dengan menggunakan prinsip debit dan kredit sesuai kaidah akuntansi.
3. Posting ke buku besar.
Setiap akun yang terdapat dalam jurnal umum dipindahkan ke buku besar agar saldo masing-masing akun dapat diketahui dan dikelompokkan dengan rapi.
4. Penyusunan neraca saldo.
Setelah posting selesai, disusun neraca saldo untuk memastikan bahwa jumlah saldo debit sama dengan jumlah saldo kredit.
5. Penyusunan jurnal penyesuaian.
Pada akhir periode, dilakukan penyesuaian untuk akun akun tertentu seperti beban dibayar di muka, pendapatan yang masih harus diterima, beban yang masih harus dibayar, dan penyusutan aset tetap agar mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
6. Penyusunan neraca saldo setelah penyesuaian.
Neraca saldo ini disusun setelah jurnal penyesuaian diposting ke buku besar dan menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan.
7. Penyusunan laporan keuangan.
Laporan keuangan yang disusun meliputi laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas atau laba ditahan, neraca, dan laporan arus kas.
8. Penyusunan jurnal penutup.
Akun akun nominal seperti pendapatan, beban, dan prive atau dividen ditutup ke akun modal atau laba ditahan agar siap digunakan untuk periode berikutnya.
9. Penyusunan neraca saldo setelah penutupan.
Neraca saldo ini hanya berisi akun riil dan digunakan untuk memastikan keseimbangan saldo setelah proses penutupan dilakukan.
10. Jurnal pembalik (opsional).
Jurnal pembalik dibuat pada awal periode berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian tertentu agar memudahkan pencatatan transaksi rutin.
NPM: 2413031080
Kelas: 24C
Langkah-langkah dalam siklus akuntansi
Siklus akuntansi dimulai dari terjadinya suatu transaksi hingga penyusunan laporan keuangan dan penutupan pembukuan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Identifikasi dan analisis transaksi.
Pada tahap ini, setiap kejadian ekonomi yang memengaruhi posisi keuangan perusahaan diidentifikasi dan dianalisis untuk menentukan akun apa saja yang terlibat serta bagaimana pengaruhnya terhadap aset, kewajiban, dan ekuitas.
2. Pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum.
Transaksi yang telah dianalisis kemudian dicatat secara kronologis dalam jurnal umum dengan menggunakan prinsip debit dan kredit sesuai kaidah akuntansi.
3. Posting ke buku besar.
Setiap akun yang terdapat dalam jurnal umum dipindahkan ke buku besar agar saldo masing-masing akun dapat diketahui dan dikelompokkan dengan rapi.
4. Penyusunan neraca saldo.
Setelah posting selesai, disusun neraca saldo untuk memastikan bahwa jumlah saldo debit sama dengan jumlah saldo kredit.
5. Penyusunan jurnal penyesuaian.
Pada akhir periode, dilakukan penyesuaian untuk akun akun tertentu seperti beban dibayar di muka, pendapatan yang masih harus diterima, beban yang masih harus dibayar, dan penyusutan aset tetap agar mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
6. Penyusunan neraca saldo setelah penyesuaian.
Neraca saldo ini disusun setelah jurnal penyesuaian diposting ke buku besar dan menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan.
7. Penyusunan laporan keuangan.
Laporan keuangan yang disusun meliputi laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas atau laba ditahan, neraca, dan laporan arus kas.
8. Penyusunan jurnal penutup.
Akun akun nominal seperti pendapatan, beban, dan prive atau dividen ditutup ke akun modal atau laba ditahan agar siap digunakan untuk periode berikutnya.
9. Penyusunan neraca saldo setelah penutupan.
Neraca saldo ini hanya berisi akun riil dan digunakan untuk memastikan keseimbangan saldo setelah proses penutupan dilakukan.
10. Jurnal pembalik (opsional).
Jurnal pembalik dibuat pada awal periode berikutnya untuk membalik jurnal penyesuaian tertentu agar memudahkan pencatatan transaksi rutin.