Posts made by Eris Ana Dita

EPE A2026 -> Diskusi

by Eris Ana Dita -
Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017

Pengukuran, penilaian, dan evaluasi merupakan konsep bertingkat dalam pendidikan yang saling melengkapi untuk menilai proses belajar siswa. Pengukuran fokus pada kuantifikasi data mentah melalui tes atau instrumen misalnya seperti skor 80/100 dari ujian akuntansi, menghasilkan angka objektif tanpa interpretasi. Penilaian lebih lanjut menginterpretasikan hasil pengukuran secara kualitatif seperti "baik" berdasarkan KKM 75, dengan ruang lingkup sempit pada aspek tertentu seperti prestasi siswa, biasanya oleh guru internal. Evaluasi paling luas dan komprehensif, mengintegrasikan pengukuran serta penilaian untuk menilai keseluruhan sistem (kurikulum, metode, guru), bisa oleh pihak eksternal, dan menghasilkan keputusan perbaikan. Urgensi dalam pendidikan pwngukuran urgent sebagai dasar data empiris untuk objektivitas. Penilaian krusial untuk keputusan remedial atau pengayaan siswa, sementara evaluasi mendesak untuk perbaikan holistik seperti revisi RPP ekonomi atau gamifikasi Ludo Accounting, memastikan kualitas pembelajaran berkelanjutan.

EPE A2026 -> SUMMARY VIDEO

by Eris Ana Dita -
Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017

Dalam video tersebut menjelaskan perbedaan bertingkat yaitu seperti, tes sebagai alat pengumpulan data kuantitatif, misalnya tes tertulis atau lisan, pengukuran membandingkan hasil tes dengan kriteria untuk mendapat angka atau skala, penilaian menginterpretasikan hasil pengukuran secara kualitatif untuk keputusan, dan evaluasi paling komprehensif yang mencakup semuanya untuk menilai pencapaian tujuan secara keseluruhan. Konsep ini bersifat hierarkis dan saling terkait erat, evaluasi mencakup penilaian sebagai proses interpretatif, yang bergantung pada pengukuran hasil dari tes sebagai dasar data empiris. Tujuannya tidak hanya mengukur keberhasilan belajar siswa, tetapi juga mendeteksi kekurangan pada siswa, guru, metode pengajaran, atau kurikulum, serta merencanakan perbaikan berkelanjutan seperti revisi RPP, pengayaan bahan ajar, atau strategi remedial yang tepat.

Dalam tes matematika akuntansi siswa mendapat skor 80/100 (tes dan pengukuran), "baik" per KKM 75 (penilaian), kesimpulan "program gamifikasi efektif, tapi perlu tambah latihan kasus" (evaluasi). Berguna untuk menyusun instrumen evaluasi, desain game edukasi seperti Ludo Accounting dan pengembangan video script pembelajaran.

AKL A2026 -> Case

by Eris Ana Dita -
Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017


A). Peran Kerangka Konseptual
Kerangka Konseptual menyediakan prinsip dasar seperti relevansi, keandalan, mudah di pahami, dan substansi atas bentuk untuk menilai pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan aset seperti goodwill dan aset tidak berwujud. Ketika tidak ada standar spesifik, manajemen dapat menggunakan kerangka untuk mempertimbangkan bagaimana transaksi tersebut mencerminkan substansi ekonomi dan bagaimana efek nya terhadap laporan keuangan. Kerangka konseptual memastikan keputusan professional judgment selaras dengan tujuan pelaporan keuangan, yaitu memberikan informasi berguna bagi pengambilan keputusan pemangku kepentingan.

B). Analisis Goodwill dan Nilai Wajar
Pengakuan goodwill berdasarkan proyeksi pertumbuhan pengguna mencerminkan substansi ekonomi jika didasarkan pada sinergi akuisisi yang dapat diandalkan, sesuai PSAK 22 yang mendefinisikan goodwill sebagai excess biaya perolehan atas nilai wajar aset neto teridentifikasi. Namun, pengukuran nilai wajar aset tidak berwujud tanpa pasar aktif berisiko subyektif, karena PSAK mensyaratkan teknik level 3 (model valuasi) yang harus transparan; jika proyeksi terlalu optimis, hal ini melanggar prinsip prudent dan dapat menyesatkan investor.

C). Risiko dan Implikasi Etis Penggunaan Profesional Judgment
Penggunaan professional judgment tidak tepat berisiko menimbulkan overstating aset, manipulasi laba (earnings management), dan sanksi OJK/BPK, serta hilangnya kepercayaan stakeholder. Ketidakjelasan dalam pemilihan kebijakan akuntansi dapat mengarah pada pengelabuan informasi bagi pemangku kepentingan. Secara etis, melanggar kode etik akuntan (integritas, obyektivitas) dapat merusak reputasi perusahaan dan memicu tuntutan hukum, karena bertentangan dengan prinsip transparansi IFRS.

D). Contoh Pembelajaran untuk Pendidik Ekonomi
Kasus ini ideal untuk diskusi kelas akuntansi dengan analisis kasus yang membandingkan PSAK 22 vs IFRS 3, role-playing sebagai auditor/manajemen, dan simulasi impairment test goodwill. Gunakan untuk menanamkan berpikir kritis melalui pertanyaan "apakah substansi ekonomi terpenuhi?" dan etika via skenario dilema, lengkap dengan KPI evaluasi seperti esai analisis risiko.

AKM A2025 -> Diskusi

by Eris Ana Dita -
Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017

Urgensi Mempelajari Akuntansi Sewa
Akuntansi sewa penting karena banyak perusahaan menggunakan sewa untuk aset seperti gedung atau mesin tanpa beli langsung, sehingga laporan keuangan harus tunjukkan kewajiban ini secara transparan agar investor paham risiko nyata. Tanpa pemahaman ini, neraca bisa terlihat sehat padahal penuh utang tersembunyi, yang menyesatkan pengambilan keputusan. Di Indonesia, PSAK 73 mewajibkan pengakuan aset dan liabilitas sewa, buat studi ini urgent untuk patuh regulasi terkini.

Manfaat Akuntansi Sewa
Pemahaman akuntansi sewa bantu manajer pantau kewajiban keuangan lebih baik, rencanakan arus kas stabil, dan ambil keputusan strategis seperti ganti aset usang tanpa beban modal besar. Bagi pemakai laporan, info akurat ini tingkatkan transparansi, kurangi risiko, dan dukung analisis kinerja mendalam. Secara keseluruhan, ini efisienkan pengelolaan aset sambil patuh standar seperti IFRS 16. 

Urgensi dan Manfaat Kebijakan Akuntansi
Kebijakan akuntansi wajib dipelajari karena jadi fondasi konsistensi pelaporan, pilih metode seperti depresiasi atau pengakuan pendapatan yang tepat agar laporan kredibel dan comparable antarperusahaan. Urgensinya muncul saat audit atau investor tuntut penjelasan, hindari sanksi atau kerugian reputasi. Manfaatnya termasuk pengambilan keputusan internal lebih akurat dan bangun kepercayaan stakeholder melalui transparansi.