Posts made by Eris Ana Dita

MPPE A26 -> Diskusi 4

by Eris Ana Dita -

Nama : Eris Ana Dita

Npm : 2413031017

1. Latar Belakang Penelitian

Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola keuangan dengan baik, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, hingga mengambil keputusan keuangan. Bagi mahasiswa, literasi keuangan penting karena mereka mulai belajar mengatur uang secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan kuliah maupun kebutuhan sehari-hari.

Namun, masih ada mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang untuk ditabung. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena dapat menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi literasi keuangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) FKIP Universitas Lampung serta faktor-faktor yang berkaitan dengan pemahaman mereka dalam mengelola keuangan.

2. Jenis Penelitian

Penelitian ini dapat menggunakan metode deskriptif kuantitatif, karena bertujuan menggambarkan tingkat literasi keuangan mahasiswa berdasarkan data yang diperoleh melalui kuesioner.

3. Cara Menentukan Sampel atau Responden

Pertama, peneliti menentukan populasi, yaitu seluruh mahasiswa PSPE FKIP Universitas Lampung yang menjadi sasaran penelitian. Setelah mengetahui jumlah mahasiswa, peneliti menentukan jumlah sampel berdasarkan ukuran populasi dan metode pengambilan sampel yang digunakan.

Jika jumlah populasi diketahui, jumlah sampel dapat dihitung menggunakan rumus Slovin sebagai salah satu alternatif, dengan tingkat kesalahan yang ditetapkan sesuai kebutuhan penelitian.

4. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik yang dapat digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak berdasarkan kelompok atau angkatan mahasiswa dengan memperhatikan proporsi jumlah mahasiswa pada setiap angkatan.

Teknik ini sesuai apabila populasi terdiri dari beberapa angkatan dan peneliti ingin memastikan setiap angkatan terwakili dalam sampel.

5. Grand Theory yang Sesuai

Teori utama yang dapat digunakan adalah Theory of Financial Literacy (teori literasi keuangan), dengan mengacu pada konsep literasi keuangan dari Lusardi dan Mitchell. Konsep ini menekankan pentingnya pengetahuan keuangan dalam pengambilan keputusan keuangan sehari-hari.

Indikator yang dapat diteliti meliputi:

  • Pengetahuan dasar keuangan.
  • Pengetahuan tentang tabungan dan pinjaman.
  • Pemahaman mengenai asuransi.
  • Pengetahuan tentang investasi.

Indikator tersebut dapat disesuaikan dengan instrumen penelitian yang dipilih.


MPPE A26 -> Diskusi 3

by Eris Ana Dita -

Nama : Eris Ana Dita

Kelas : 2413031017

Menurut saya, teknik sampling dalam penelitian kuantitatif dapat dibedakan menjadi dua kelompok utama, yaitu:

1. Probability Sampling, yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara acak sehingga anggota populasi memiliki peluang untuk terpilih. Teknik ini terdiri dari:

  • Simple Random Sampling, sampel dipilih secara acak dari seluruh anggota populasi.
  • Stratified Random Sampling, populasi dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan karakteristik tertentu, kemudian sampel diambil dari setiap kelompok.
  • Cluster Sampling, sampel dipilih berdasarkan kelompok tertentu, misalnya kelas atau wilayah.
  • Systematic Sampling, sampel ditentukan menggunakan urutan atau jarak interval tertentu.

2.Non-Probability Sampling, yaitu pengambilan sampel yang tidak dilakukan secara acak, tetapi berdasarkan pertimbangan atau kemudahan tertentu. Jenisnya meliputi:

  • Purposive Sampling, memilih responden yang memenuhi kriteria penelitian.
  • Convenience Sampling, memilih responden yang mudah ditemui dan dijangkau
  • Quota Sampling, mengambil sampel sesuai jumlah yang telah ditentukan.
  • Snowball Sampling, mendapatkan responden tambahan melalui rekomendasi responden sebelumnya
  • Sampling Jenuh, menggunakan semua anggota populasi sebagai sampel penelitian

Menurut saya, teknik sampling harus dipilih sesuai dengan kondisi populasi dan tujuan penelitian agar data yang diperoleh dapat membantu menjawab permasalahan penelitian secara tepat


MPPE A26 -> Diskusi 2

by Eris Ana Dita -

Nama : Eris Ana Dita

Npm : 2413031017

Macam-macam teknik sampling yang digunakan dalam penelitian kualitatif antara lain:

  1. Purposive Sampling, yaitu memilih informan berdasarkan pertimbangan tertentu, misalnya orang yang dianggap paling memahami masalah yang diteliti.
  2. Snowball Sampling, yaitu menentukan informan awal, kemudian mendapatkan informan berikutnya melalui rekomendasi dari informan sebelumnya.
  3. Accidental Sampling, yaitu memilih informan yang kebetulan ditemui dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
  4. Quota Sampling, yaitu memilih informan berdasarkan jumlah atau kuota yang telah ditentukan.
  5. Theoretical Sampling, yaitu memilih informan berdasarkan kebutuhan pengembangan teori yang muncul selama proses penelitian.
  6. Maximum Variation Sampling, yaitu memilih informan dengan karakteristik yang beragam agar memperoleh sudut pandang yang berbeda.
  7. Typical Case Sampling, yaitu memilih informan atau kasus yang dianggap mewakili kondisi umum yang sedang diteliti.

Dalam penelitian kualitatif, teknik yang sering digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling, karena pemilihan informan lebih mengutamakan kesesuaian pengalaman, pengetahuan, dan informasi yang dibutuhkan daripada jumlah responden.

MPPE A26 -> Diskusi 1

by Eris Ana Dita -

Nama : Eris Ana Dita

Npm : 2413031017

Menurut saya, populasi adalah seluruh objek atau individu yang menjadi sasaran dalam suatu penelitian dan memiliki karakteristik sesuai dengan topik yang diteliti. Sementara itu, sampel merupakan sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan objek penelitian. Sampel digunakan agar peneliti dapat memperoleh data tanpa harus meneliti semua anggota populasi.

Contohnya, jika seorang mahasiswa ingin meneliti minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Ekonomi di Universitas Lampung, maka seluruh mahasiswa Pendidikan Ekonomi menjadi populasi, sedangkan sebagian mahasiswa yang dipilih sebagai responden merupakan sampel penelitian.

MPPE A26 -> CASE STUDY 2

by Eris Ana Dita -

Nama : Eris Ana Dita

Npm : 2413031017

1.
Teori yang Dapat digunakan
Menurut saya, ada tiga teori yang relevan untuk penelitian ini:

  • Teori Kepemimpinan Transformasional dari Bass, yang menjelaskan bagaimana pemimpin dapat mendorong karyawan melalui inspirasi, dukungan, dan motivasi untuk mencapai tujuan perusahaan.
  • Teori Dua Faktor Herzberg, yang menjelaskan bahwa motivasi kerja dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti penghargaan, pencapaian, dan tanggung jawab. Gaya pemimpin dapat berkaitan dengan bagaimana faktor tersebut diterapkan di tempat kerja.
  • Teori Kinerja dari Mangkunegara, yang menjelaskan bahwa kinerja karyawan berkaitan dengan hasil kerja yang dicapai berdasarkan kualitas dan kuantitas pekerjaan serta tanggung jawab yang diberikan.

2. Kerangka Pikir

Fluktuasi kinerja karyawan pada perusahaan startup dapat berkaitan dengan cara pemimpin mengarahkan tim, mengambil keputusan, dan memberikan dukungan kepada karyawan. Gaya kepemimpinan yang sesuai dapat membuat karyawan lebih termotivasi dan mampu bekerja secara produktif. Sebaliknya, gaya kepemimpinan yang kurang sesuai dapat menyebabkan karyawan kesulitan mencapai target.
Kerangka pikir penelitian:

Gaya Kepemimpinan (X)

Cara pemimpin mengarahkan, mengambil keputusan, dan mendukung karyawan
  \downarrow

Kinerja Karyawan (Y)

Kualitas kerja, kuantitas kerja, dan ketepatan penyelesaian tugas

Motivasi kerja dapat dijadikan variabel tambahan jika peneliti ingin mengetahui apakah motivasi menjadi perantara hubungan antara gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan.

3. Hipotesis Penelitian

  • H₀: Gaya kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan startup.
  • H₁: Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan startup.

Hipotesis tersebut dapat diuji melalui survei kepada karyawan dan analisis statistik. Dengan demikian, perusahaan dapat mengetahui apakah gaya kepemimpinan memang berkaitan dengan perubahan kinerja karyawan berdasarkan data, bukan hanya berdasarkan dugaan.