Posts made by Khatarina juwita 2454241004

Nama: Khatarina juwita
NPM: 2454241004
Kelas: NTP B


1. Huruf terakhir kata “abad” adalah “d”.


2. Imbuhan ber- pada kata berjasa bermakna ‘memiliki’.

3. Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan lepas tangan!

4. Kita perlu memperhitungkan rencana kegiatan dengan baik agar tidak melepaskan tanggung jawab.

5. Nama ilmiah buah manggis ialah Garcinia mangostana.

6. Weltanschauung bermakna ‘pandangan dunia’.

7. Ungkapan “Tut Wuri Handayani” merupakan semboyan pendidikan.

8. Istilah “men-scan” dan in corpore sano sering digunakan dalam bidang olahraga.

9. Sesuai SK, NIP Pak Adi adalah 196803202001122002.

10. Beliau dilantik menjadi pejabat di Kota Metro.

11. Setahun yang lalu Depkes RI melakukan penelitian makanan kecil yang dijual di pasar.

12. Dia bukan mahasiswa melainkan karyawan di bank swasta.

13. Pertama, peserta akan diuji satu per satu, kemudian diuji per kelompok.

14. Rapat ini dapat berlangsung jika dua per tiga anggota telah hadir.

15. Pemberangkatan jemaah haji dilepas oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

16. Setelah ia dilantik menjadi jenderal, semua temannya memberinya ucapan selamat.

17. Asam Jawa adalah sejenis asam yang tidak hanya tumbuh di Pulau Jawa.

18. Surat Bapak belum kami terima.

19. Puisi “Aku” karya Chairil Anwar dalam buku Deru Campur Debu termasuk puisi yang baik.

20. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 sampai dengan 16.00.
Judul: Pengaruh Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam Ransum terhadap Kualitas Telur dan Kesehatan Saluran Pencernaan Ayam Petelur

Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dalam ransum terhadap kualitas telur dan kesehatan saluran pencernaan ayam petelur. Sebanyak 120 ekor ayam petelur strain Lohmann Brown berumur 24 minggu digunakan dalam penelitian ini dan dibagi secara acak ke dalam empat kelompok perlakuan dengan lima ulangan. Perlakuan terdiri dari: kontrol tanpa kelor (P0), dan tiga level pemberian tepung daun kelor masing-masing 2% (P1), 4% (P2), dan 6% (P3) dalam ransum. Parameter yang diamati meliputi berat telur, indeks kuning telur, warna kuning telur, konsumsi pakan, konversi pakan, serta jumlah bakteri asam laktat dan E. coli dalam feses. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor sebesar 4% (P2) memberikan hasil terbaik, yaitu meningkatkan berat dan kualitas warna kuning telur secara signifikan (P<0,05), serta meningkatkan populasi bakteri asam laktat dan menurunkan jumlah bakteri E. coli dalam saluran pencernaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberian tepung daun kelor sebanyak 4% dalam pakan dapat meningkatkan kualitas telur dan memperbaiki kesehatan pencernaan ayam petelur secara signifikan.



Penjelasan rinci abstrak:

Judul: Informatif, menyebutkan variabel perlakuan (tepung daun kelor) dan parameter yang diamati (kualitas telur dan kesehatan pencernaan).
Pendahuluan Singkat: Mengangkat potensi Moringa oleifera sebagai bahan alami peningkat performa ternak.
Tujuan Penelitian: Menyatakan dengan jelas tujuan dari studi.
Metodologi: Menguraikan desain eksperimen, perlakuan, jenis ternak, dan parameter yang diukur.
Hasil Penelitian: Menunjukkan pengaruh signifikan pada kualitas telur dan mikroflora pencernaan.
Kesimpulan: Menyimpulkan bahwa pemberian 4% tepung daun kelor dalam ransum efektif meningkatkan performa ayam petelur.

Penggunaan pupuk organik memiliki berbagai keuntungan dibandingkan pupuk kimia dalam pertanian. Pupuk organik mampu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman. Selain itu, penggunaannya juga mengurangi pencemaran lingkungan karena tidak mengandung bahan berbahaya. Keuntungan lain adalah peningkatan kualitas hasil panen, baik dari segi rasa maupun kandungan nutrisinya. Dengan demikian, pupuk organik menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

(Paragraf deduktif – pola perincian)


Keberhasilan pertanian di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis dan iklim setempat. Daerah pegunungan dengan curah hujan tinggi sangat cocok untuk tanaman sayuran dan teh. Sebaliknya, daerah dataran rendah yang hangat sepanjang tahun lebih sesuai untuk padi dan palawija. Faktor-faktor ini menentukan jenis tanaman yang dibudidayakan serta teknik pertanian yang digunakan oleh para petani.

(Paragraf deduktif – pola sebab-akibat)