Posts made by Nadjwa Tipa Nadinta

Nama : Nadjwa Tipa Nadinta
NPM : 2456031027
Kelas : Mandiri A
Prodi : Ilmu Komunikasi

Analisis Jurnal yang berjudul “Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi Covid 19”

Bela Negara adalah kewajiban seluruh warga negara yang harus tetap dijalankan, bahkan di tengah situasi sulit seperti pandemi COVID-19. Bela Negara merupakan bentuk kesetiaan dan kecintaan terhadap negara yang diatur dalam perundang-undangan. Dalam kondisi pandemi, bela negara bisa dilakukan dengan cara tetap di rumah, menjaga kebersihan, tidak menyebarkan berita bohong, dan menjaga solidaritas sosial.

Pendidikan kewarganegaraan sangat penting karena mencerminkan cinta tanah air dan kesadaran terhadap masalah sosial di sekitar. Saat pandemi, warga diminta menaati aturan pemerintah seperti tidak mudik dan melakukan isolasi mandiri demi mencegah penyebaran virus, terutama kepada kelompok rentan. Pemerintah telah membentuk gugus tugas dan mengeluarkan berbagai kebijakan, tetapi keberhasilan semua itu sangat bergantung pada kerja sama masyarakat.

Dasar hukum bela negara tercantum dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1, serta UU No. 3 Tahun 2002. Bela Negara tidak hanya dilakukan oleh tentara, tetapi juga oleh seluruh warga melalui pengabdian sesuai profesinya masing-masing, seperti tenaga medis, relawan, dan masyarakat umum. Kesadaran bela negara menjadi kunci kekuatan bangsa, terlebih di era global dan krisis seperti saat ini.

Solidaritas juga menjadi bentuk bela negara. Masyarakat bisa membantu dengan menyumbangkan rezeki, memberikan dukungan moral kepada tenaga medis, dan tidak melakukan diskriminasi terhadap penderita COVID-19. Menjaga jarak, beribadah di rumah, dan menaati himbauan pemerintah adalah bagian dari semangat bela negara yang perlu terus dijaga agar bangsa ini tetap kuat dan bersatu.
Nama : Nadjwa Tipa Nadinta
NPM : 2456031027
Kelas : Mandiri A
Prodi : Ilmu Komunikasi

Analisis Video

Pada video yang berjudul Ketahanan Nasional oleh Fajar Kurniawan saya menganalisis bahwa Ketahanan merupakan Keuletan, keterampilan, ketangguhan & kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadopı ancaman yang datang.Ancaman itu ada beberapa sumber biasanya bersifat langsung,luar,dalam dan tidak langsung. Dari situlah munculnya tantangan hambatan dan gangguan bagi keutuhan negara.

Ancaman Unsur Trigatra
1. lokasi & posisi geografis : contoh timor timur lepas dari indonesia
2. keadaan & kekayaan alam : contohnya kapal asing memasuki wilayah indonesia mengambil ikan
3. kemampuan penduduk : contohnya warga cina masuk ke indonesia kalau tidak mampu otomatis tidak dapat bersaing

Ancaman Unsur Panca Garta
1. Ideologi : tahun 60 pada peristiwa G-30 SPKI
2. Politik : orang tidak boleh bersuara,sedikit bersuara di tangkap
3. Ekonomi : Ada supermarket di sebelah pasar dan pengunjung lebih memilih supermarket otomatis pasar tersebut tutup dan tidak laku
4. Sosbud : ancaman tradisi
5. Hankam : sekelompok masyarakat yang menanyakan keberadaan pancasila

Parwujudan Aspek Alamiah (Tri Gatra)
a. lokasi & posisi geografis : peningkatan potensi laut & darat dengan negara tetangga
b. sumber daya alam : kesadaran nasional pemanfaatan kekayaan alam
c. keadaan dan kemampuan penduduk : pendidikan

Perwujudan Aspek Sosial (Panca Gatra)
a. ideologi : rangkaian nilai mampu menampung aspirasi
b. politik : demokrasi : keseimbangan input & output
c. ekonomi : sarana,modal,TK,teknologi
d. sosbud : tradisi,pendidikan,kepemimpinan
e. hankam : partisipasi & kesadaran masyarakat
Nama : Nadjwa Tipa Nadinta
NPM : 2456031027
Kelas : Mandiri A
Prodi : Ilmu Komunikasi

Jawaban dari Analisis artikel yang diberikan
A.Artikel tersebut membahas situasi suram penegakan HAM di Indonesia tahun 2019, di mana pelanggaran HAM masih terus terjadi seperti ketidakadilan dalam penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, pembatasan kebebasan sipil, dan diskriminasi terhadap perempuan serta masyarakat Papua.Meski pemerintah dinilai gagal, gerakan masyarakat sipil dan komitmen internasional memberi harapan akan reformasi dan keadilan.

B. Demokrasi Indonesia sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu dalam budaya kita, seperti musyawarah di desa-desa. Orang Indonesia terbiasa menyelesaikan masalah bersama dan mengutamakan kebersamaan. Prinsip "Ketuhanan yang Maha Esa" dalam demokrasi Indonesia berarti setiap keputusan dan kebebasan harus dijalankan dengan tanggung jawab sesuai ajaran agama dan nilai moral.

C. Secara aturan, demokrasi Indonesia sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Tapi kenyataannya masih banyak pelanggaran, terutama soal hak asasi manusia. Banyak orang belum bebas menyampaikan pendapat, keadilan belum merata, dan masih ada diskriminasi di beberapa daerah, seperti Papua. Jadi, demokrasi kita belum berjalan sepenuhnya dengan baik.

D. Kalau anggota parlemen hanya menjalankan agenda pribadi dan bukan untuk rakyat, itu sangat mengecewakan. Mereka dipilih oleh rakyat, jadi seharusnya bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan untuk partai atau diri sendiri. Rakyat harus berani mengkritik dan tidak memilih mereka lagi jika tidak amanah.

E. Pemimpin yang pakai pengaruh tradisi atau agama untuk menggerakkan rakyat demi tujuan yang tidak jelas bisa membahayakan. Kalau rakyat sampai jadi korban, itu sudah melanggar hak asasi manusia. Dalam demokrasi sekarang, kekuasaan harus dijalankan dengan logika, keadilan, dan menghormati hak setiap orang, bukan cuma ikut emosi atau fanatisme.