Kiriman dibuat oleh Afifa Aprilia

Nama: Afifa Aprilia
NPM: 2411011121
Prodi: S1 Manajemen

Sebagai mahasiswa, saya sangat tertarik dengan artikel “Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19” karya Syahrul Kemal. Artikel ini menyadarkan saya bahwa bela negara tidak selalu identik dengan perang atau senjata, melainkan bisa diwujudkan lewat tindakan sederhana, seperti mematuhi protokol kesehatan, tidak menyebar hoaks, dan peduli terhadap sesama. Di masa pandemi, kita semua punya peran penting. Tenaga medis mungkin berada di garda terdepan, tapi masyarakat, termasuk saya sebagai mahasiswa, bisa berkontribusi dengan cara lain, seperti menyebarkan informasi yang benar, membantu yang membutuhkan, dan tetap disiplin menjalankan aturan pemerintah.

Bagi saya, artikel ini membuka wawasan bahwa bela negara bukan sekadar teori dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, melainkan sikap nyata yang harus ditanamkan sejak dini. Tindakan kecil seperti memakai masker, mendukung gerakan sosial, atau menjaga etika di media sosial pun bisa menjadi bentuk bela negara yang relevan dengan kondisi saat ini. Semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial yang tumbuh selama pandemi membuktikan bahwa cinta tanah air bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk. Dari artikel ini, saya belajar bahwa mencintai Indonesia bukan soal seragam atau senjata, tapi tentang bagaimana kita menjaga sesama dan bangsa ini agar tetap kuat menghadapi krisis.
Nama: Afifa Aprilia
NPM: 2411011121
Prodi: S1 Manajemen

Sebagai mahasiswa, saya melihat video “Ketahanan Nasional – Pendidikan Kewarganegaraan” ini sangat membuka wawasan tentang pentingnya peran seluruh rakyat, termasuk generasi muda, dalam menjaga keutuhan bangsa. Ketahanan nasional bukan hanya urusan militer atau pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.

Video ini menjelaskan bahwa ketahanan nasional dibangun dari dua aspek utama, yaitu Tri Gatra (geografi, sumber daya alam, dan penduduk) serta Panca Gatra (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan-keamanan). Semua aspek ini saling terkait dan harus dikelola dengan baik agar bangsa tetap kuat menghadapi berbagai ancaman, baik fisik seperti konflik, maupun non-fisik seperti hoaks, radikalisme, atau serangan digital.

Saya setuju bahwa pendidikan kewarganegaraan seharusnya tidak hanya teoritis, tapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan membentuk karakter mahasiswa agar peduli dan siap berkontribusi bagi negara. Di era digital ini, memperkuat identitas bangsa, menjaga moral, dan bijak dalam bermedia sosial juga merupakan bentuk bela negara yang nyata.
Nama: Afifa Aprilia
NPM: 2411011121

Assalamualaikum wr.wb. Selamat siang Pak Roy dan teman-teman semua. Izinkan saya untuk menanggapi video yang telah bapak lampirkan diatas

Video diatas membahas tentang dinamika dan tantangan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu. Pembahasannya mencakup sejarah Pancasila, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, dan bagaimana Pancasila dapat menjadi dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Video diatas sangat informatif dan bermanfaat bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang peran Pancasila dalam pengembangan ilmu. Dalam era globalisasi, Pancasila menghadapi tantangan dari nilai-nilai asing yang dapat mengikis jati diri bangsa. Penting untuk mengadaptasi dan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Video diatas menyarankan perlunya pendidikan yang menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. Melalui kurikulum yang berbasis pada Pancasila, generasi mendatang dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam bidang ilmu pengetahuan. Pancasila dapat menjadi jembatan untuk kolaborasi antar disiplin ilmu. Mengintegrasikan berbagai perspektif bisa menghasilkan solusi yang lebih holistik dan berkelanjutan. Pembahasannya mencakup bagaimana Pancasila dapat menjadi dasar dalam pengembangan diri dan karir mahasiswa. Video ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin memahami lebih dalam tentang peran Pancasila dalam kehidupan mereka.

MKU Pancasila Manajemen A -> forum tanggapan video 2

oleh Afifa Aprilia -
jNama: Afifa Aprilia
NPM: 2411011121

Vidio diatas memberikan beberapa beberapa pelajaran penting yang harusnya kita terapkan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila di era digital, yaitu:

1. Waspada terhadap informasi yang salah: Di dunia online, banyak sekali informasi yang tidak benar. Kita harus pintar-pintar memilih informasi yang akan kita percaya.
2. Sebarkan nilai-nilai positif Pancasila: Gunakan media sosial untuk menyebarkan hal-hal baik dan menginspirasi orang lain untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila.
3. Aktif di komunitas: Ikut serta dalam kegiatan-kegiatan positif di sekitar kita. Dengan begitu, kita bisa langsung menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
4. Jadilah contoh yang baik: Tunjukkan kepada orang lain bahwa kita bisa menjadi pribadi yang baik dan berguna, meskipun hidup di era digital.

Di era digital, mempertahankan ideologi Pancasila menjadi tantangan yang memerlukan langkah strategis dan kolaboratif. Sebagai dasar negara, Pancasila harus hadir dalam setiap aspek kehidupan, termasuk di ruang digital. Generasi muda, yang merupakan pengguna aktif media sosial, memiliki peran penting dalam menyebarkan konten positif, menanamkan nilai-nilai persatuan, dan memerangi hoaks. Dengan literasi digital yang kuat, kita dapat menjaga toleransi, mempromosikan keberagaman, dan melindungi Pancasila sebagai pedoman bangsa agar tetap relevan di tengah derasnya arus globalisasi.