Nama: Afifa Aprilia
NPM: 2411011121
Prodi: S1 Manajemen
Sebagai mahasiswa, saya sangat tertarik dengan artikel “Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19” karya Syahrul Kemal. Artikel ini menyadarkan saya bahwa bela negara tidak selalu identik dengan perang atau senjata, melainkan bisa diwujudkan lewat tindakan sederhana, seperti mematuhi protokol kesehatan, tidak menyebar hoaks, dan peduli terhadap sesama. Di masa pandemi, kita semua punya peran penting. Tenaga medis mungkin berada di garda terdepan, tapi masyarakat, termasuk saya sebagai mahasiswa, bisa berkontribusi dengan cara lain, seperti menyebarkan informasi yang benar, membantu yang membutuhkan, dan tetap disiplin menjalankan aturan pemerintah.
Bagi saya, artikel ini membuka wawasan bahwa bela negara bukan sekadar teori dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, melainkan sikap nyata yang harus ditanamkan sejak dini. Tindakan kecil seperti memakai masker, mendukung gerakan sosial, atau menjaga etika di media sosial pun bisa menjadi bentuk bela negara yang relevan dengan kondisi saat ini. Semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial yang tumbuh selama pandemi membuktikan bahwa cinta tanah air bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk. Dari artikel ini, saya belajar bahwa mencintai Indonesia bukan soal seragam atau senjata, tapi tentang bagaimana kita menjaga sesama dan bangsa ini agar tetap kuat menghadapi krisis.
NPM: 2411011121
Prodi: S1 Manajemen
Sebagai mahasiswa, saya sangat tertarik dengan artikel “Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19” karya Syahrul Kemal. Artikel ini menyadarkan saya bahwa bela negara tidak selalu identik dengan perang atau senjata, melainkan bisa diwujudkan lewat tindakan sederhana, seperti mematuhi protokol kesehatan, tidak menyebar hoaks, dan peduli terhadap sesama. Di masa pandemi, kita semua punya peran penting. Tenaga medis mungkin berada di garda terdepan, tapi masyarakat, termasuk saya sebagai mahasiswa, bisa berkontribusi dengan cara lain, seperti menyebarkan informasi yang benar, membantu yang membutuhkan, dan tetap disiplin menjalankan aturan pemerintah.
Bagi saya, artikel ini membuka wawasan bahwa bela negara bukan sekadar teori dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, melainkan sikap nyata yang harus ditanamkan sejak dini. Tindakan kecil seperti memakai masker, mendukung gerakan sosial, atau menjaga etika di media sosial pun bisa menjadi bentuk bela negara yang relevan dengan kondisi saat ini. Semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial yang tumbuh selama pandemi membuktikan bahwa cinta tanah air bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk. Dari artikel ini, saya belajar bahwa mencintai Indonesia bukan soal seragam atau senjata, tapi tentang bagaimana kita menjaga sesama dan bangsa ini agar tetap kuat menghadapi krisis.