Nama: Neza Agnesia
Npm: 2416031018
Kelas: Reguler B
Video ini mengulas perjalanan panjang demokrasi di Indonesia dari masa awal kemerdekaan hingga era reformasi. Pada fase Revolusi, perkembangan sistem demokrasi berjalan sangat terbatas karena perhatian utama bangsa difokuskan pada perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan stabilitas nasional.
Ketika memasuki era Demokrasi Parlementer, Indonesia mengalami kemajuan signifikan dalam pelaksanaan prinsip-prinsip demokrasi. Sistem multipartai berkembang pesat, dan kebebasan politik mulai diterapkan. Namun, dinamika politik yang diwarnai oleh dominasi kelompok ideologis serta krisis ekonomi yang terjadi justru menghambat stabilitas pemerintahan, sehingga sistem ini tidak dapat bertahan lama.
Berikutnya, pada masa Demokrasi Terpimpin, mekanisme demokrasi berubah secara drastis. Arah politik nasional ditentukan oleh tiga kekuatan besar saat itu, yaitu Presiden Soekarno, ABRI, dan PKI. Ketiganya menjadi poros utama pengambilan keputusan, yang menyebabkan ruang partisipasi publik dan oposisi semakin menyempit.
Pada masa Orde Baru, demokrasi pada awalnya diklaim bertumpu pada kehendak rakyat. Akan tetapi, praktiknya justru memperlihatkan kecenderungan sentralisasi kekuasaan. Pemerintah mengontrol ketat jalannya pemilu, membatasi kebebasan berpendapat, dan melemahkan fungsi lembaga-lembaga politik, sehingga nilai-nilai demokrasi hanya bersifat formalitas.
Setelah memasuki era Reformasi, Indonesia mulai menata kembali kehidupan demokratisnya. Demokrasi Pancasila kembali dikedepankan sebagai dasar politik negara, dan di era ini, berbagai kemajuan mulai terlihat. Kebebasan berbicara lebih dihargai, pelaksanaan pemilu menjadi lebih terbuka dan kompetitif, serta peran masyarakat sipil dalam mengawal jalannya pemerintahan semakin kuat.