Posts made by Nanda Nisa Kurnia

Nama: Nanda Nisa Kurnia npm: 2411021121
3.Apakah pertumbuhan ekonomi tinggi selalu menunjukkan kondisi masyarakat yang benar-benar sejahtera?
jawaban no 3
pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu menunjukkan masyarakat benar-benar sejahtera, inii tidak selalu mencerminkan seluruh masyarakat, seperti berapa di beberapa jurnal tentang ketimpangan pendapatan, yang dimana ketika banyaknya pendapatan hanya berputar di satu tempat, misalnya perusahaan besar atau yang berpenghasilan tinggi tetapi di lain tempat ada yang tidak merasa seperti pendapatan dibawahnya, dan masyarakat yang berpenghasilan rendah masih sulit dan tidak benar benar sejahtera *adanya ketimpangan (dikarenakan perhitungan PDB per kapita bukan berarti setiap orang benar-benar menerima jumlah tersebut. Itu hanya angka rata-rata statistik)
jadi penumbuhan Ekonomi yang menunjukkan kondisi masyarakat sejahtera Kualitas hidup tidak hanya diukur dari PDB
Kesejahteraan juga dipengaruhi oleh pendidikan, kesehatan, akses pekerjaan, lingkungan, dan stabilitas sosial, apakah masyarakat merasakan manfaatnya secara nyata (pertumbuhan yang inklusif)
1. Dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi saya sebagai mahasiswa
Menurut saya, depresiasi rupiah cukup terasa dalam kehidupan mahasiswa karena dampaknya langsung masuk ke pengeluaran sehari-hari. seperti makan, transport (seperti bensin), barang barang sehari hari. Ketika rupiah melemah, harga barang impor dan barang yang bergantung pada bahan impor cenderung naik, sehingga biaya hidup ikut terdorong naik. Hal ini bisa berpengaruh pada kebutuhan kuliah seperti laptop, HP, kuota, transportasi, hingga makanan harian, karena sebagian komponen barang tersebut berasal dari luar negeri atau dipengaruhi oleh biaya impor. Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat daya beli saya sebagai mahasiswa menjadi lebih lemah, sementara uang saku tetap sama. Jadi, secara sederhana, saya harus lebih bijak mengatur prioritas pengeluaran karena nilai uang rupiah menjadi lebih lemah dibanding sebelumnya

2. Barang atau kebutuhan yang kemungkinan mengalami kenaikan harga
Barang yang paling mungkin mengalami kenaikan harga adalah barang impor atau barang yang bahan bakunya masih bergantung pada luar negeri. Contohnya seperti elektronik, laptop, HP, dan aksesorisnya, karena produk tersebut sangat terkait dengan komponen impor. Selain itu, BBM, bahan pangan tertentu, serta barang kebutuhan industri juga bisa ikut naik karena biaya produksinya meningkat. Dalam materi yang saya pelajari, disebutkan bahwa saat rupiah terdepresiasi, harga barang impor naik dan biaya produksi perusahaan ikut meningkat, lalu kenaikan biaya itu akhirnya bisa diteruskan ke harga jual ke masyarakat. Jadi, dampaknya tidak hanya terasa pada barang mewah, tetapi juga bisa merembet ke kebutuhan pokok dan biaya hidup sehari-hari kita (yg biasa kita gunakan)

3. Dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah
Bagi UMKM, depresiasi rupiah bisa menjadi masalah serius karena banyak usaha kecil masih bergantung pada bahan baku, kemasan, mesin, atau peralatan impor. Saat nilai tukar rupiah melemah, biaya produksi meningkat, tetapi tidak semua UMKM bisa langsung menaikkan harga jual karena takut kehilangan pelanggan. Akibatnya, margin keuntungan mereka menurun dan sebagian usaha bisa kesulitan bertahan. bahkan masyarakat kelas menengah kebawah dampaknya lebih kerasa karena lebih di press untuk kebutuhan sehari hari, Saat harga naik, mereka tidak punya ruang yang luas untuk menyesuaikan pengeluaran. Jadi, depresiasi rupiah dalam jangka panjang berpotensi memperlebar tekanan ekonomi, terutama pada kelompok yang paling rentan. Menurut saya, inilah alasan kenapa stabilitas nilai tukar penting, karena kalau rupiah terus melemah, beban ekonomi tidak dirasakan secara merata, tetapi lebih berat jatuh ke UMKM dan masyarakat kecil.


jadi kesimpulan nya kalau depresiasi rupiah terus terjadi dalam jangka panjang, dampaknya bukan hanya soal angka kurs, tetapi bisa merembet ke inflasi, biaya hidup kita , daya beli, dan keberlangsungan usaha kecil. Karena itu, stabilitas rupiah penting dijaga agar kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan lebih stabil dan tidak terlalu merasa terbebani karena lonjakan harga.
Nama: Nanda Nisa
npm: 2411021121

1. Strategi mana dari 5 strategi yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.
Menurut saya, yang paling prioritas itu pemerataan infrastruktur digital dulu. Soalnya kalau sinyal masih tidak mendukung dan tidak stabil, semua yang berhubungan dengan digital pasti terhambat (lelet), UMKM mau jualan online jadi susah, pelayanan desa tidak bisa cepat, bahkan pelatihan digital juga jadi kurang maksimal. setelah infrastruktur mulai diperbaiki, harus langsung diikuti dengan peningkatan SDM digital. karena percuma juga kalau internet sudah bagus tapi masyarakatnya belum tahu cara memanfaatkannya. Jadi dua hal ini sebenarnya saling melengkapi, tapi tetap yang pertama dibenahi itu aksesnya dulu sebagai pondasi.

2. Usulkan 2 kegiatan konkret yang bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital di desa tersebut.
Pertama, desa bisa bikin pos digital desa semacam pusat bantuan di balai desa atau lewat BUMDes. Di situ warga, terutama UMKM ikan dan anyaman bambu, dibantu bikin akun jualan online, foto produk, sampai belajar promosi lewat WhatsApp atau marketplace. Jadi mereka mulai masuk ke pasar yang lebih luas, tidak hanya mengandalkan pembeli lokal.
Kedua, adakan pelatihan digital dasar untuk pemuda, nelayan, dan pelaku UMKM. Materinya jangan terlalu mendalam, tapi cukup yang langsung kepake kaya cara promosi produk, cara transaksi digital, dan cara pakai internet dengan aman, supaya mereka tau tata caranya

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan (pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus)?
Menurut saya, transformasi digital di desa harus melibatkan banyak pihak karena ini bukan pekerjaan satu pihak saja. Pemerintah desa berperan sebagai penggerak utama yang mengatur program dan menyediakan fasilitas. Pihak swasta bisa membantu dari sisi jaringan internet, platform digital, atau pendampingan usaha. Komunitas lokal seperti pemuda, nelayan, dan pelaku UMKM penting supaya program benar-benar dijalankan dan tidak hanya jadi formalitas. Sementara itu, kampus bisa berkontribusi melalui pelatihan, pendampingan, dan memberikan solusi berbasis ilmu. Jadi, kalau semua pihak ini bekerja sama, transformasi digital di desa tidak hanya jadi wacana, tapi benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Nama: Nanda Nisa
NPM: 2411021121

studi kasus 4 Fintech dan Pinjaman Online

sebelum saya menjawab persoalan saya akan menjelaskan sedikit tentang Fintech dan Pinjaman Online yang di mana ini adalah sebuah layanan pinjaman berbasis teknologi tanpa harus ke bank langsung (yg berarti tidak rumit, cepat, dan tentu saja syaratnya lebih mudah). yang berarti akses untuk mendapatkan uang itu jauh lebih longgar, di sini kita bisa lihat pada sudut pandang manusia bagaimana cara mereka menggunakan dan merencanakan pengambilan layanan pinjaman ini. secara sisi positifnya jika ada seseorang yang membutuhkan dana cepat untuk sebuah hal yang sangat urgensi, biasanya sulit dapat pinjaman dari bank. Fintech ini sebagai “jalan alternatif”. tetapi jika kita lihat dari sudut pandang dimana seseorang membutuhkan dana cepat karena dia terlilit hutang apalagi disebabkan oleh judi online orang berbondong-bondong meminjam tanpa berfikir itu sangat berdampak buruk di mana tidak semua orang paham akan bunga dan denda dan juga pasti orang-orang yang terlilit seperti ini mereka tidak mempunyai planning ke depannya maka dari itu kita harus memahami dan bisa berfikir dengan baik

-Apakah fintech membantu atau justru membebani masyarakat?
jadi di sini kita bisa lihat bahwa kita tidak bisa mengambil kesimpulan secara langsung ini membantu atau tidak tetapi ini tergantung pengguna, cara pemahamannya dan fintech nya itu sendiri. seperti yg saya jelaskan tsb sangat membantu jika ada planning ke depannya ataupun untuk sesuatu yang sekiranya itu bisa membalikkan modal atau sekiranya dia mampu untuk membayar dengan tepat tetapi juga itu bisa menjadi beban jika digunakan dengan konsumtif tetapi tidak ada kemampuan membayar

- Bagaimana regulasi melindungi konsumen dari praktik predatory?
regulasi ini datang sebagai pelindung supaya masyarakat tidak terjebak dalam permainan yang di mana terlihat itu menguntungkan tetapi ternyata itu merugikan nah andilnya regulasi ini untuk memastikan setiap perusahaan pinjaman tersebut itu dalam keadaan transparan bersih yang di mana konsumen tahu berapa total bunga jumlah dan lainnya sehingga konsumen bisa berpikir dan menimang dan dan regulasi untuk membuat batasan bunga agar tidak terlalu mencekik dan juga untuk memastikan dalam jarak aman (tidak ada penyebaran data, intimidasi dll)

- Dampak terhadap inklusi keuangan versus over-indebtedness?
seperti yang saya jelaskan tadi di mana di sini kita memiliki dampak baik dan buruknya dikarenakan semakin luasnya akses peminjaman itu juga semakin besar dampak inklusi keuangan dan over-indebtedness nya dimana ini dapat membantu pelaku usaha kecil atau individu dalam memenuhi kebutuhan dana cepat sehingga mendorong aktivitas ekonominya mereka, tapi di sisi lain, kemudahan pinjaman juga dapat menyebabkan masyarakat meminjam secara berlebihan tanpa perencanaan, dan pemahaman apalagi orang terlilit hutang judi, mereka bingung harus mendapatkan dana cepat dan mudah dari mana tanpa keterangan jelas. jika tidak diimbangi dengan kemampuan membayar dan pemahaman keuangan yang baik, bagaimana cara mengatur hal ini dapat berujung pada penumpukan utang atau over-indebtedness. Oleh karena itu, meskipun fintech berperan penting dalam memperluas akses keuangan, penggunaannya tetap harus disertai dengan kesadaran dan pengelolaan keuangan yang bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif