Nama : Elsa Pertiwi
NPM : 2411021114
Depresiasi rupiah yang terus terjadi dalam jangka panjang dapat memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat, termasuk mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat berpenghasilan rendah.
1. Dampak Depresiasi Rupiah terhadap Kehidupan Pribadi sebagai Mahasiswa?
Jawab:
Sebagai mahasiswa, depresiasi rupiah dapat memengaruhi kondisi ekonomi sehari-hari karena banyak kebutuhan yang berkaitan dengan barang impor atau produk yang menggunakan bahan baku impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, harga barang dan jasa cenderung meningkat sehingga pengeluaran menjadi lebih besar.
Beberapa dampak yang dapat dirasakan mahasiswa antara lain:
a) Harga gadget seperti laptop, iPhone, tablet, dan komponen elektronik naik karena sebagian besar masih diimpor dari luar negeri.
b) Harga BBM berpotensi naik akibat impor minyak, sehingga ongkos transportasi mahasiswa ikut meningkat.
c) Harga makanan dan kebutuhan harian ikut naik karena biaya distribusi dan produksi meningkat.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat mahasiswa lebih sulit mengatur keuangan dan harus mengurangi konsumsi tertentu.
2. Barang atau Kebutuhan yang Kemungkinan Mengalami Kenaikan Harga?
Jawab:
Depresiasi rupiah menyebabkan harga barang impor dan barang yang menggunakan bahan baku impor menjadi lebih mahal. Berdasarkan
materi, beberapa barang yang kemungkinan mengalami kenaikan harga adalah:
a) Elektronik dan gadget seperti laptop, smartphone, kamera, dan aksesoris.
b) BBM dan transportasi karena Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak.
c) Makanan impor seperti gandum, susu impor, dan produk olahan luar negeri.
d) Bahan baku industri yang kemudian menyebabkan harga produk lokal ikut naik.
Kenaikan harga barang-barang tersebut dapat memicu inflasi sehingga biaya hidup masyarakat secara umum meningkat.
3. Dampak Depresiasi Rupiah terhadap UMKM dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Jawab:
Dampak terhadap UMKM antara lain:
a) Biaya operasional meningkat karena harga bahan baku dan distribusi naik.
b) Keuntungan usaha menurun apabila pelaku usaha tidak mampu menaikkan harga produk.
c) Daya beli konsumen melemah sehingga penjualan UMKM dapat menurun.
d) Risiko pengurangan tenaga kerja meningkat apabila usaha mengalami kerugian terus-menerus.
Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah menjadi kelompok yang paling terdampak karena pendapatan mereka relatif tetap, sedangkan harga kebutuhan pokok terus meningkat. Dampaknya meliputi:
a) Pengeluaran rumah tangga bertambah akibat kenaikan harga pangan dan transportasi.
b) Daya beli menurun sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
c) Tingkat kesejahteraan menurun karena inflasi lebih cepat dibanding kenaikan pendapatan.
Kesimpulannya, depresiasi rupiah dalam jangka panjang dapat menimbulkan inflasi, kenaikan biaya hidup, penurunan daya beli, serta tekanan terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan moneter dan fiskal yang tepat agar stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah tetap terjaga.