Dikusi Pertemuan 11

Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Yohanes Novi Armunanto -
Number of replies: 52

Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan atau depresiasi terhadap dolar Amerika Serikat. Nilai tukar rupiah terhadap dollar saat ini mencapai Rp 17.376 (per tanggal 8 Mei 2026). Kondisi ini menyebabkan harga barang impor meningkat, biaya produksi naik, dan daya beli masyarakat mulai menurun. Banyak sektor usaha mengalami kenaikan biaya operasional karena bahan baku masih bergantung pada impor.

Sebagai mahasiswa ekonomi pembangunan, Anda diminta menganalisis kemungkinan dampak jika depresiasi rupiah terus terjadi dalam jangka panjang.

Pertanyaan Diskusi:

  1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
  2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
  3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?

SELAMAT MENGERJAKAN
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Nicholas Ariajaya . -
Nama: Nicholas Ariajaya
Npm : 2451021003

1.Biaya Makan dan Transportasi Harian. Melemahnya rupiah berdampak langsung pada pengeluaran harian saya sebagai mahasiswa. Harga BBM berpotensi naik karena Indonesia masih mengimpor sebagian minyak mentahnya, sehingga biaya transportasi seperti ojek online dan angkutan umum ikut meningkat. Harga makanan di warung sekitar kampus pun ikut naik karena biaya produksi dan distribusi bahan pangan yang semakin mahal.

2.BBM menyentuh hampir semua lini kehidupan ekonomi. Jika rupiah terus melemah, pemerintah akan semakin tertekan dalam menahan harga BBM. Ketika BBM naik, biaya pengiriman barang dan ongkos produksi ikut merangkak naik, yang akhirnya mendorong inflasi secara luas di berbagai sektor.

3.UMKM yang mengandalkan bahan baku impor seperti pengrajin yang menggunakan bahan kimia impor, pengusaha kuliner yang menggunakan tepung terigu atau bumbu impor, hingga konveksi yang menggunakan mesin dan bahan tekstil impor akan menghadapi kenaikan biaya produksi yang signifikan.
- Bagi masyarakat berpenghasilan rendah kondisi ini sangat terpukul karena porsi terbesar pengeluaran mereka adalah kebutuhan pokok pangan, transportasi, dan energi yang semuanya rentan terhadap pelemahan rupiah ini.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Muhammad Dhani Pradana -

Nama : Muhammad Dhani Pradana 

NPM : 2411021013


1. Dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi sebagai mahasiswa

Sejujurnya, dampaknya sangat terasa terutama di biaya operasional kuliah. Sebagai mahasiswa, kita kan sangat bergantung pada teknologi. Laptop, handphone, sampai komponen komputer itu semuanya barang impor. Kalau rupiah melemah, harga gadget dan suku cadangnya otomatis makin mahal. Saya jadi harus berpikir dua kali kalau mau servis laptop atau beli perangkat baru untuk mendukung tugas kuliah.

Selain itu, buat teman-teman yang rencana ikut program pertukaran pelajar atau lanjut studi ke luar negeri, depresiasi ini jadi beban besar karena biaya hidup di sana jadi berkali-kali lipat lebih mahal kalau dikonversi ke rupiah. Untuk yang tinggal di kos-kosan, biaya makan harian juga pasti ikut naik karena harga bahan pangan biasanya ikut menyesuaikan dengan harga BBM dan biaya transportasi yang terpengaruh dolar.

2. Barang atau kebutuhan di sekitar yang akan mengalami kenaikan harga.

Kalau saya perhatikan, barang-barang yang kemungkinan besar bakal naik harganya antara lain:

  - Barang Elektronik dan Gadget. Seperti yang saya bilang tadi, laptop dan HP  hampir semuanya berbasis harga global.

  - Makanan Olahan Berbasis Gandum dan Kedelai. Seperti mie instan dan gorengan (tahu/tempe). Perlu diingat kalau gandum itu 100% impor, dan kedelai kita juga masih banyak yang didatangkan dari luar negeri. Ini makanan wajib mahasiswa yang paling rawan naik harga.

  - Bahan Bakar Minyak (BBM). Karena Indonesia juga masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentah, kalau rupiah loyo, biaya subsidi negara membengkak. Ujung-ujungnya, harga BBM nonsubsidi atau bahkan subsidi bisa saja dinaikkan pemerintah untuk menjaga APBN.

  - Tiket Pesawat dan Transportasi. Maskapai bayar avtur dan suku cadang pakai dolar, jadi harga tiket pasti makin tidak masuk akal kalau mau pulang kampung.

3. Dampak terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah 

Ini bagian yang paling krusial. Bagi UMKM, depresiasi ini seperti dipukul dari dua arah. Pertama, biaya produksi naik drastis kalau mereka pakai bahan baku impor (seperti perajin tempe atau pedagang makanan). Kedua, mereka tidak bisa sembarangan menaikkan harga jual karena takut pelanggannya kabur. Akhirnya, margin keuntungan mereka makin tipis, dan banyak yang terancam gulung tikar kalau kondisi ini terus terjadi bertahun-tahun.

Untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dampaknya jauh lebih parah. Kelompok ini biasanya menghabiskan sebagian besar pendapatannya cuma untuk makan. Saat terjadi cost-push inflation (inflasi karena biaya produksi naik), harga kebutuhan pokok melonjak tapi gaji mereka tidak ikut naik secepat itu. Dampaknya, daya beli merosot tajam. Mereka terpaksa mengurangi konsumsi protein atau nutrisi lain demi bisa makan nasi, dan ini dalam jangka panjang bisa berdampak buruk pada kualitas kesehatan dan sumber daya manusia kita secara nasional.

Intinya, kalau depresiasi ini tidak segera ditangani dengan kebijakan moneter yang tepat (seperti yang dilakukan Bank Indonesia dengan intervensi pasar atau menaikkan suku bunga acuan), stabilitas ekonomi yang sudah dibangun bakal goyah dan memperlebar jurang kesenjangan sosial.

In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Muhamad Galang Saputra -
Nama : Muhamad Galang Saputra
Npm : 2411021077

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Depresiasi rupiah dalam jangka panjang akan terasa langsung dalam kehidupan saya sebagai mahasiswa karena biaya hidup dan biaya pendidikan cenderung meningkat. Uang saku yang jumlahnya tetap akan terasa semakin kecil karena harga berbagai kebutuhan naik, mulai dari makanan, transportasi, hingga kebutuhan kuliah. Banyak kebutuhan akademik seperti buku referensi luar negeri, software berbayar, kursus online, dan layanan digital menggunakan pembayaran dolar, sehingga ketika rupiah melemah, biaya untuk menunjang proses belajar juga ikut meningkat. Kondisi ini membuat mahasiswa harus lebih hemat, menunda pembelian barang, dan lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Jika depresiasi terus terjadi, beberapa barang di sekitar saya kemungkinan besar akan mengalami kenaikan harga, terutama barang yang berkaitan dengan impor. Gadget seperti laptop, ponsel, dan komponen komputer akan menjadi lebih mahal karena sebagian besar diproduksi di luar negeri. Selain itu, biaya transportasi berpotensi naik karena harga BBM dipengaruhi nilai tukar dolar, yang kemudian berdampak pada ongkos perjalanan dan biaya pengiriman barang. Kebutuhan sehari-hari seperti roti, mie instan, susu, dan kedelai juga bisa ikut naik karena bahan bakunya masih banyak yang diimpor. Akibatnya, pengeluaran bulanan rumah tangga akan meningkat meskipun pendapatan tidak bertambah.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
Depresiasi rupiah juga memberikan dampak besar bagi UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah. Banyak pelaku UMKM masih bergantung pada bahan baku impor, sehingga pelemahan rupiah menyebabkan biaya produksi meningkat. Namun, mereka tidak bisa menaikkan harga terlalu tinggi karena takut kehilangan pelanggan, sehingga keuntungan menurun dan usaha menjadi lebih rentan. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kenaikan harga kebutuhan pokok sangat memberatkan karena pendapatan mereka tetap, sementara biaya hidup terus meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan daya beli, mengurangi konsumsi, dan meningkatkan risiko kemiskinan serta pengangguran.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Umi Saadah - -
Nama : Umi Saadah
NPM : 2411021103

Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Kalau kondisi ini terjadi dalam jangka panjang, dampaknya bisa terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari. Soalnya Indonesia masih banyak memakai barang import dan bahan baku dari luar negeri. Saat dolar naik, biaya produksi ikut naik dan harga barang di dalam negeri juga bisa ikut meningkat.

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai pelajar?
Jawab:
Sebagai pelajar, depresiasi rupiah membuat pengeluaran sehari-hari menjadi lebih besar. Harga barang elektronik seperti laptop, HP, dan printer bisa naik karena banyak komponennya berasal dari luar negeri. Selain itu, biaya internet, aplikasi berlangganan, dan kebutuhan makan juga ikut meningkat.
Akibatnya, uang saku terasa lebih cepat habis dan kita harus lebih hemat dalam mengatur pengeluaran. Kalau kondisi ini berlangsung lama, pelajar juga bisa lebih sulit memenuhi kebutuhan belajar yang memakai teknologi atau barang impor.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Jawab:
Beberapa barang dan kebutuhan yang kemungkinan mengalami kenaikan harga antara lain:
- BBM dan angkutan transportasi
- Laptop, HP, dan aksesoris elektronik
- Makanan instan dan minuman kemasan
- Perawatan kulit dan kosmetik impor
- Obat-obatan tertentu
- Paket internet dan layanan digital
- Buku dan alat tulis tertentu
Kenaikan harga ini terjadi karena banyak barang yang masih memakai bahan baku impor atau dipengaruhi nilai tukar dolar.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat rendah?
Jawab:
Bagi UMKM, depresiasi rupiah membuat biaya produksi meningkat. Banyak pelaku usaha kecil yang masih menggunakan bahan baku impor atau alat produksi dari luar negeri. Akibatnya modal usaha bertambah dan harga jual produk ikut naik.
Kalau harga naik, pembeli bisa turun karena daya beli masyarakat menurun. Hal ini membuat keuntungan UMKM semakin kecil.
Sementara bagi masyarakat yang mempunyai tingkat hunian rendah, dampaknya lebih berat karena sebagian besar pendapatannya dipakai untuk kebutuhan pokok. Saat harga makanan, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga naik, pengeluaran jadi bertambah meski pendapatan tetap. Akibatnya masyarakat harus mengurangi konsumsi dan lebih sulit menabung.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by DEWI ROSMAYA -
Nama : Dewi Rosmaya
Npm : 2411021036

1. Menurut saya, depresiasi rupiah yang terus terjadi bukan cuma soal naiknya kurs dolar, tapi menunjukkan kalau ketahanan ekonomi Indonesia masih cukup bergantung pada impor dan aliran modal asing. Dampaknya jelas terasa sampai ke kehidupan mahasiswa. Sebagai anak kos yang sering masak sendiri dan lebih sering pakai transportasi online, kenaikan harga bahan pokok dan ongkos transportasi jadi hal yang paling langsung dirasakan. Ketika rupiah melemah, biaya impor energi dan bahan baku ikut naik, lalu efeknya menyebar ke harga pangan,sampai biaya distribusi barang. Akhirnya inflasi meningkat dan daya beli mahasiswa ikut tertekan.
 
2. Yang menarik, dampak depresiasi ini sebenarnya tidak selalu langsung terlihat dalam bentuk “harga dolar naik”, tapi lewat kenaikan pengeluaran harian. Uang bulanan tetap, sementara kebutuhan seperti beras, telur, minyak goreng, kuota internet, bahkan laptop dan HP perlahan ikut naik harga karena banyak komponen produksinya masih bergantung pada impor. Dalam kondisi seperti ini, mahasiswa jadi harus mengurangi konsumsi atau lebih selektif dalam pengeluaran.


3.Bagi UMKM, depresiasi rupiah bisa jadi tekanan serius karena biaya produksi naik sementara pasar domestik justru melemah. Banyak UMKM tidak punya kemampuan hedging atau cadangan modal yang kuat untuk menghadapi fluktuasi kurs. Akibatnya margin keuntungan makin kecil, bahkan ada usaha yang terpaksa menaikkan harga jual dengan risiko kehilangan konsumen. 
 Di sisi lain, masyarakat berpenghasilan rendah jadi kelompok paling rentan karena pendapatan mereka cenderung tetap, sedangkan inflasi terus menggerus daya beli.Kalau kondisi ini berlangsung lama, dampaknya bukan cuma ekonomi rumah tangga yang melemah, tapi juga bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional. Konsumsi masyarakat turun, UMKM melemah, pengangguran berpotensi naik, dan ketimpangan ekonomi makin besar. 
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Muhammad Emil Fattah -
Nama: Muhammad Emil Fattah
NPM: 2411021005

1. Dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi

Sebagai mahasiswa, saya mulai merasakan dampak pelemahan rupiah dalam kehidupan sehari-hari, meskipun tidak selalu disadari secara langsung, seperti kenaikan harga BBM non subsidi, dan sebagainya. Namun, yang paling terasa adalah naiknya pengeluaran untuk makan. Setiap kali membeli makanan di warung atau pedagang, saya mulai dikenakan biaya tambahan untuk kantong plastik. Ini terjadi karena bahan baku plastik sebagian besar masih diimpor, sehingga ketika rupiah melemah, harga plastik ikut naik dan akhirnya dibebankan ke konsumen.

Selain itu, saya juga mulai khawatir soal biaya perangkat untuk belajar. Laptop dan handphone yang saya gunakan setiap hari hampir seluruh komponennya berasal dari luar negeri. Jika tiba-tiba rusak dan harus diganti, harganya pasti jauh lebih mahal dari sebelumnya. Hal ini saya rasakan ketika saya menemani teman saya untuk membeli laptop baru. Harga dari laptop yang sama naik sekitar 200-300 ribu lebih mahal dibanding minggu sebelumnya, sehingga teman saya harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli laptop tersebut.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga

Kemungkinan barang yang akan naik harga terlihat pada makanan dan minuman seperti mie instan, roti, dan produk berbahan tepung terigu karena gandum masih sepenuhnya diimpor. Susu dan produk olahannya juga mengalami hal serupa. Selain itu, barang elektronik seperti HP, laptop, charger, hingga aksesoris lainnya ikut mengalami kenaikan harga karena sebagian besar komponen masih didatangkan dari luar negeri. Kondisi ini membuat kebutuhan yang sebelumnya terasa biasa menjadi semakin mahal bagi masyarakat.

Dampak pelemahan rupiah juga terasa pada sektor transportasi dan kesehatan. Harga BBM sangat dipengaruhi nilai tukar karena Indonesia masih mengimpor minyak, sehingga ketika BBM naik, tarif ojek online dan angkutan umum biasanya ikut meningkat, walaupun saat ini hanya BBM non subsidi saja yang naik harga. Bahkan barang sederhana seperti plastik dan kemasan pun terdampak. Kenaikan harga kantong plastik misalnya, ikut mendorong pedagang kecil menaikkan harga jual makanan dan minuman karena biaya operasional mereka bertambah.

3. Dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah

Bagi UMKM, kondisi ini terasa sangat berat karena mereka berada dalam posisi yang serba sulit. Di satu sisi, harga bahan baku terus naik akibat pelemahan rupiah, tetapi di sisi lain daya beli masyarakat justru menurun. Usaha kecil seperti warung makan, atau toko kelontong akhirnya terpaksa menaikkan harga agar tetap bertahan, meskipun mereka sadar bahwa keputusan tersebut bisa membuat pelanggan berkurang. Dampak yang lebih berat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagian besar pendapatan mereka digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan, transportasi, dan energi, yang justru paling cepat mengalami kenaikan harga ketika rupiah melemah. Sementara itu, pendapatan atau upah yang mereka terima tidak meningkat secepat harga barang di pasaran. Akibatnya, banyak orang harus mengurangi pengeluaran penting, mulai dari mengurangi porsi makan, menunda berobat, dan lainnya. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, tekanan ekonomi masyarakat akan semakin besar dan kesenjangan sosial antara kelompok mampu dan kurang mampu bisa semakin melebar.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Mahesa Ronal Putra Priyanto -
​Mahesa Ronal Putra Priyanto
2411021018

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Dolar yang menembus Rp17.376 bikin nilai uang saku kita otomatis menyusut drastis. Sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi di kampus, mobilitas pasti terganggu kalau harga BBM atau biaya perawatan motor (seperti harga sparepart atau ganti ban) ikut naik karena komponen impornya makin mahal. Selain itu, pengeluaran untuk kebutuhan digital seperti langganan software untuk desain, penyimpanan cloud, atau bahkan sekadar top-up hiburan game harganya pasti langsung melonjak menyesuaikan kurs dolar yang sedang tinggi.

​2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Dampaknya paling cepat terasa di pengeluaran makan sehari-hari dan minimarket sekitar fakultas. Jajanan dan makanan langganan mahasiswa—seperti ricebox, mi, udon, atau seblak—sangat rawan naik harga karena banyak bahan bakunya (seperti gandum atau daging) yang terimbas inflasi impor. Kalaupun pedagangnya menahan diri untuk tidak menaikkan harga di menu, biasanya mereka akan menyiasatinya dengan mengurangi porsi makanan.

​3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
UMKM, termasuk warung-warung makan dan tempat fotokopi di sekitar kampus, benar-benar terjepit. Biaya operasional dan bahan baku mereka bengkak, tapi mereka ragu menaikkan harga jual karena takut pelanggan mahasiswa malah lari. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, ini pukulan yang jauh lebih telak. Gaji atau pendapatan harian mereka stagnan dalam bentuk rupiah, tetapi harga barang di pasar terus merangkak naik akibat efek domino depresiasi ini, yang pada akhirnya semakin menggerus kesejahteraan dan daya beli riil mereka sehari-hari.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Elsa Pertiwi -
Nama : Elsa Pertiwi
NPM : 2411021114


Depresiasi rupiah yang terus terjadi dalam jangka panjang dapat memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat, termasuk mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat berpenghasilan rendah.

1. Dampak Depresiasi Rupiah terhadap Kehidupan Pribadi sebagai Mahasiswa?
Jawab:
Sebagai mahasiswa, depresiasi rupiah dapat memengaruhi kondisi ekonomi sehari-hari karena banyak kebutuhan yang berkaitan dengan barang impor atau produk yang menggunakan bahan baku impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, harga barang dan jasa cenderung meningkat sehingga pengeluaran menjadi lebih besar.
Beberapa dampak yang dapat dirasakan mahasiswa antara lain:
a) Harga gadget seperti laptop, iPhone, tablet, dan komponen elektronik naik karena sebagian besar masih diimpor dari luar negeri.

b) Harga BBM berpotensi naik akibat impor minyak, sehingga ongkos transportasi mahasiswa ikut meningkat.

c) Harga makanan dan kebutuhan harian ikut naik karena biaya distribusi dan produksi meningkat.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat mahasiswa lebih sulit mengatur keuangan dan harus mengurangi konsumsi tertentu.

2. Barang atau Kebutuhan yang Kemungkinan Mengalami Kenaikan Harga?
Jawab:
Depresiasi rupiah menyebabkan harga barang impor dan barang yang menggunakan bahan baku impor menjadi lebih mahal. Berdasarkan materi, beberapa barang yang kemungkinan mengalami kenaikan harga adalah:
a) Elektronik dan gadget seperti laptop, smartphone, kamera, dan aksesoris.

b) BBM dan transportasi karena Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak.

c) Makanan impor seperti gandum, susu impor, dan produk olahan luar negeri.

d) Bahan baku industri yang kemudian menyebabkan harga produk lokal ikut naik.

Kenaikan harga barang-barang tersebut dapat memicu inflasi sehingga biaya hidup masyarakat secara umum meningkat.

3. Dampak Depresiasi Rupiah terhadap UMKM dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Jawab:
Dampak terhadap UMKM antara lain:
a) Biaya operasional meningkat karena harga bahan baku dan distribusi naik.

b) Keuntungan usaha menurun apabila pelaku usaha tidak mampu menaikkan harga produk.

c) Daya beli konsumen melemah sehingga penjualan UMKM dapat menurun.

d) Risiko pengurangan tenaga kerja meningkat apabila usaha mengalami kerugian terus-menerus.

Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah menjadi kelompok yang paling terdampak karena pendapatan mereka relatif tetap, sedangkan harga kebutuhan pokok terus meningkat. Dampaknya meliputi:
a) Pengeluaran rumah tangga bertambah akibat kenaikan harga pangan dan transportasi.

b) Daya beli menurun sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

c) Tingkat kesejahteraan menurun karena inflasi lebih cepat dibanding kenaikan pendapatan.

Kesimpulannya, depresiasi rupiah dalam jangka panjang dapat menimbulkan inflasi, kenaikan biaya hidup, penurunan daya beli, serta tekanan terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan moneter dan fiskal yang tepat agar stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah tetap terjaga.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Fatra Aziz . -
1. Dampak terhadap Kehidupan Pribadi Saya sebagai Mahasiswa

Yang paling kerasa buat saya itu dibiaya makan karena Harga makan di warung sekitar kampus mulai naik karena bahan-bahan makan ikut terdampak, dan biaya transportasi saya juga terdampak karena harga bensin ikut nai
Yang paling bikin saya was-was itu uang saku tetap segitu-segitu aja tapi harga kebutuhan terus naik. Jadi secara nggak sadar, daya beli kita sebagai mahasiswa pelan-pelan turun

2. Barang yang Kemungkinan Naik Harganya

Barang-barang yang bakal naik di sekitar saya antara lain mie instan, roti, tahu, dan tempe karena bahan bakunya impor. Bensin juga berpotensi naik, yang otomatis bikin ongkos transportasi ikut meningka

3. Dampak ke UMKM dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah

UMKM yang bahan bakunya impor langsung kena dampak kenaikan biaya produksi. Mau naikkan harga takut kehilangan pelanggan, nggak dinaikkan malah rugi serba sala
Buat masyarakat berpenghasilan rendah dampaknya lebih berat, karena penghasilan tetap tapi harga kebutuhan pokok terus naik. Mereka nggak punya tabungan atau aset sebagai pelindung, jadi daya beli mereka paling cepat tergerus
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Fatra Aziz . -
1. Dampak terhadap Kehidupan Pribadi Saya sebagai Mahasiswa

Yang paling kerasa buat saya itu dibiaya makan karena Harga makan di warung sekitar kampus mulai naik karena bahan-bahan makan ikut terdampak, dan biaya transportasi saya juga terdampak karena harga bensin ikut nai
Yang paling bikin saya was-was itu uang saku tetap segitu-segitu aja tapi harga kebutuhan terus naik. Jadi secara nggak sadar, daya beli kita sebagai mahasiswa pelan-pelan turun

2. Barang yang Kemungkinan Naik Harganya

Barang-barang yang bakal naik di sekitar saya antara lain mie instan, roti, tahu, dan tempe karena bahan bakunya impor. Bensin juga berpotensi naik, yang otomatis bikin ongkos transportasi ikut meningka

3. Dampak ke UMKM dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah

UMKM yang bahan bakunya impor langsung kena dampak kenaikan biaya produksi. Mau naikkan harga takut kehilangan pelanggan, nggak dinaikkan malah rugi serba sala
Buat masyarakat berpenghasilan rendah dampaknya lebih berat, karena penghasilan tetap tapi harga kebutuhan pokok terus naik. Mereka nggak punya tabungan atau aset sebagai pelindung, jadi daya beli mereka paling cepat tergerus
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Chelilla Khalisya Putri -
Nama : Chelilla Khalisya Putri
NPM : 2411021104

1. Menurut saya, kalau rupiah terus melemah dalam jangka panjang, dampaknya bakal terasa langsung ke kehidupan saya sebagai mahasiswa. Pengeluaran pasti naik, apalagi untuk kebutuhan sehari-hari. Uang jajan atau kiriman dari orang tua jadi terasa lebih cepat habis karena harga-harga ikut naik, secara saya anak kos sekarang udah kerasa beli makanan pun sekarang udah naik harga semua, sementara pemasukan belum tentu bertambah. Harga makanan dikantin atau warung dekat kampus juga ikut naik karena bahan baku makanan nya seperti beras impor, minyak, tepung bisa ikut naik. biaya fotokopi dan print untuk tugas juga naik karena kertas masih banyak yang dari impor.

2. Untuk barang atau kebutuhan di sekitar saya yang kemungkinan naik harga, menurut saya yang paling terasa itu seperti BBM, karena Indonesia masih impor minyak. Kalau BBM naik, biasanya ongkos transportasi juga ikut naik. Selain itu, harga makanan juga bisa naik, terutama yang bahan bakunya impor seperti plastik atau tergantung pupuk dan pakan impor. Barang elektronik seperti laptop, HP juga pasti naik karena kebanyakan impor. Bahkan kebutuhan sehari-hari seperti mie instan, minuman instan atau produk kemasan bisa ikut naik karena biaya produksi meningkat. obat obatan dan vitamin di apotek juga ikut naik.

3. Kalau dilihat dari sisi UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah, menurut saya dampaknya cukup berat, karena hampir semua kebutuhan pokok naik seperti sembako dll. UMKM yang pakai bahan baku impor bakal kena kenaikan biaya produksi, jadi mereka harus pilih antara menaikkan harga atau menanggung rugi. Kalau harga dinaikkan, pembeli bisa berkurang karena daya beli masyarakat juga turun. Sementara masyarakat berpenghasilan rendah yang penghasilannya tetap, mereka yang paling terasa dampaknya karena harga kebutuhan pokok naik, tapi pendapatan tidak ikut naik. Akhirnya mereka harus mengurangi konsumsi atau menekan kebutuhan lain. Jadi menurut saya, kalau depresiasi ini terus terjadi lama, bisa bikin kondisi ekonomi masyarakat makin tertekan dan daya beli menjadi makin menurun.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Yunda Putri Kirani 2411021020 -
Nama: Yunda Putri Kirani
NPM: 2411021020

Depresiasi rupiah yang terus terjadi dalam jangka panjang tentu akan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk mahasiswa. Ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, harga barang-barang yang memiliki unsur impor akan meningkat karena diperlukan lebih banyak rupiah untuk membeli barang dari luar negeri. Kondisi ini dapat memengaruhi biaya hidup sehari-hari dan menurunkan daya beli masyarakat.

1. Bagi saya sebagai mahasiswa, dampak yang paling terasa adalah meningkatnya pengeluaran untuk kebutuhan pendidikan dan kebutuhan sehari-hari. Harga laptop, handphone, printer, hingga aplikasi atau software berbayar yang menggunakan dolar kemungkinan akan menjadi lebih mahal. Selain itu, biaya internet, paket data, hingga buku-buku impor juga dapat mengalami kenaikan harga. Jika depresiasi berlangsung lama, uang saku mahasiswa mungkin tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan yang terus naik, sehingga mahasiswa harus lebih hemat dan mengatur keuangan dengan lebih baik.

2. Barang atau kebutuhan di sekitar yang kemungkinan mengalami kenaikan harga antara lain elektronik, BBM, makanan impor, obat-obatan, kosmetik, dan berbagai barang yang bahan bakunya berasal dari luar negeri. Harga makanan juga dapat ikut naik karena biaya transportasi dan produksi meningkat akibat kenaikan harga BBM dan bahan baku impor. Bahkan barang lokal pun dapat mengalami kenaikan harga karena banyak industri di Indonesia masih bergantung pada mesin, bahan baku, atau komponen impor.

3. Bagi UMKM, depresiasi rupiah dapat menjadi beban yang cukup berat, terutama bagi usaha yang menggunakan bahan baku impor. Kenaikan biaya produksi membuat pelaku UMKM harus menaikkan harga jual produknya. Namun, jika harga dinaikkan terlalu tinggi, daya beli masyarakat bisa menurun sehingga penjualan ikut turun. Akibatnya keuntungan UMKM menjadi berkurang, bahkan ada usaha kecil yang kesulitan bertahan. Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah menjadi kelompok yang paling terdampak karena pendapatan mereka cenderung tetap, sedangkan harga kebutuhan pokok terus meningkat. Ketika harga beras, minyak goreng, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari naik, masyarakat miskin akan semakin kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika kondisi ini berlangsung lama, tingkat kesejahteraan masyarakat dapat menurun dan angka kemiskinan berpotensi meningkat.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Livia Eky Pangesti -
Nama: Livia Eky Pangesti 
NPM: 2411021056
1. Dampak terhadap Mahasiswa

Sebagai kelompok dengan pendapatan tetap (uang saku), mahasiswa akan mengalami penurunan daya beli riil.

Biaya Penunjang Akademik: Kenaikan harga pada perangkat keras (laptop/tablet) dan biaya akses referensi internasional berbasis dolar.

Efek Domino Biaya Hidup: Kenaikan harga komoditas pokok akan memaksa mahasiswa melakukan realokasi anggaran, biasanya dengan mengurangi konsumsi tersier untuk menutupi kebutuhan primer.

2. Barang di Sekitar yang Terdampak

Kenaikan harga akan paling terasa pada barang dengan komponen impor tinggi:

Produk Teknologi: Elektronik dan komponen pendukungnya.

Pangan Berbasis Gandum: Mie instan, roti, dan tepung-tepungan karena gandum 100% impor.

Logistik & Energi: BBM nonsubsidi dan biaya transportasi akibat kenaikan biaya operasional kendaraan (suku cadang impor).

3. Dampak terhadap UMKM & Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Kedua kelompok ini adalah yang paling rentan terhadap guncangan ekonomi:

UMKM: Terjepit fenomena cost-push inflation. Biaya bahan baku (seperti kedelai atau kemasan plastik) naik, namun sulit menaikkan harga jual karena risiko ditinggalkan konsumen. Hal ini berpotensi menurunkan skala usaha atau efisiensi tenaga kerja.

Masyarakat Berpenghasilan Rendah: Kelompok ini paling menderita karena porsi pengeluaran mereka didominasi oleh pangan. Kenaikan harga barang pokok tanpa diikuti kenaikan pendapatan akan langsung menurunkan tingkat kesejahteraan dan memperlebar angka kemiskinan.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Hidda Plasetya Ramadhani -
Nama : Hidda Plasetya Ramadhani
NPM : 2411021040

1.Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?

Menurut saya, pelemahan rupiah sampai Rp17.376 per dolar tentu cukup berdampak ke kehidupan sehari-hari, termasuk buat saya sebagai mahasiswa. Kalau rupiah terus melemah, otomatis harga barang-barang yang berhubungan dengan impor jadi lebih mahal. Akibatnya pengeluaran sehari-hari juga ikut naik.
Sebagai mahasiswa, saya kemungkinan bakal lebih terasa di biaya kebutuhan kuliah dan kebutuhan harian. Misalnya harga laptop, handphone, printer, atau aksesorinya bisa naik karena banyak komponennya berasal dari luar negeri. Selain itu, kuota internet, biaya transportasi, dan makanan juga bisa ikut mahal. Jadi uang bulanan yang biasanya cukup bisa terasa cepat habis, sehingga saya harus lebih hemat dan mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting. Barang atau kebutuhan di sekitar saya yang kemungkinan naik harga antara lain BBM, makanan instan, susu, roti, elektronik, obat-obatan, kosmetik, sampai biaya transportasi online. Karena harga barang naik, daya beli masyarakat juga bisa menurun.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?

Barang atau kebutuhan yang kemungkinan mengalami kenaikan harga menurut saya adalah barang-barang yang masih bergantung pada impor atau menggunakan bahan baku dari luar negeri. Contohnya seperti laptop, handphone, printer, dan aksesorinya karena sebagian besar komponennya berasal dari luar negeri. Selain itu, harga BBM juga bisa naik karena Indonesia masih melakukan impor minyak. Kebutuhan sehari-hari seperti makanan, susu, roti, mi instan, obat-obatan, dan kosmetik juga berpotensi naik karena ada bahan baku impor di dalam proses produksinya. Biaya transportasi, ongkos kirim, dan kuota internet juga kemungkinan ikut meningkat karena biaya operasional perusahaan menjadi lebih mahal akibat pelemahan rupiah. Menurut saya, kenaikan harga barang-barang tersebut akan membuat pengeluaran masyarakat semakin besar dan daya beli menjadi menurun.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?

Kalau untuk UMKM, menurut saya dampaknya cukup berat, terutama usaha kecil yang masih memakai bahan baku impor. Harga bahan baku yang naik bikin biaya produksi ikut naik. Akhirnya mereka harus memilih antara menaikkan harga jual atau mengurangi keuntungan. Kalau harga jual naik, pembeli bisa berkurang karena masyarakat juga sedang hemat. Masyarakat berpenghasilan rendah juga paling terasa dampaknya karena kebutuhan pokok makin mahal sementara pendapatan belum tentu naik. Jadi kondisi seperti ini bisa membuat ekonomi masyarakat semakin sulit kalau berlangsung lama.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Rasya Ramadhani 2411021139 -
1. Dampak bagi mahasiswa: Depresiasi ini menggerus uang saku secara riil, terutama untuk membiayai kebutuhan kuliah yang kebanyakan merupakan barang impor seperti gadget, buku , dan biaya langganan aplikasi pendukung studi.
2. Barang yang akan naik: Kenaikan harga akan sangat terasa pada komoditas pangan berbahan gandum seperti mie instan dan roti, barang elektronik, produk perawatan tubuh yang bahan bakunya impor, serta potensi kenaikan biaya transportasi akibat penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
3. Dampak bagi UMKM dan masyarakat bawah: UMKM terancam gulung tikar akibat biaya produksi yang membengkak sementara daya beli pasar lesu, sedangkan masyarakat berpenghasilan rendah akan semakin terpuruk karena inflasi pangan yang memaksa mereka menurunkan kualitas konsumsi harian.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Farhan Hidayatulloh -
Nama: Farhan Hidayatulloh
NPM: 2411021091

1. Kalau kita melihat kondisi kurs rupiah yang sudah menyentuh angka Rp17.354 per dolar AS, jujur ini bukan angka yang kecil dan dampaknya bisa langsung saya rasakan sebagai mahasiswa. Yang paling terasa pertama kali itu pasti di biaya pendidikan. Saya pakai laptop, handphone, dan berbagai perangkat elektronik untuk kuliah, semuanya itu entah barangnya langsung impor atau setidaknya komponen di dalamnya berasal dari luar negeri. Kalau rupiah terus melemah, harga perangkat elektronik baru pasti akan naik signifikan. Misalnya saya butuh ganti laptop karena rusak, yang tadinya bisa dibeli dengan harga tertentu, sekarang bisa jauh lebih mahal karena produsen menyesuaikan harga dengan kurs yang berlaku. Kemudian dari sisi biaya hidup sehari-hari. Uang saku yang saya terima nominalnya tetap dalam rupiah, tapi daya beli rupiah itu sendiri semakin mengecil. Artinya dengan jumlah uang yang sama, barang yang bisa saya beli jadi lebih sedikit. Ini persis seperti yang dijelaskan di materi, yaitu depresiasi itu menggerus kesejahteraan riil masyarakat, termasuk mahasiswa.

2. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya banyak sekali barang di sekitar kita yang harganya rawan naik saat rupiah melemah. Yang paling mudah diidentifikasi adalah barang-barang yang proses produksinya melibatkan komponen atau bahan baku impor. Elektronik dan gadget jelas yang paling kentara. Smartphone, laptop, earphone, bahkan charger, semua bergantung pada komponen dari luar negeri, terutama dari China, Korea, dan Jepang. Ketika kurs rupiah melemah, importir harus mengeluarkan lebih banyak rupiah untuk membayar dalam dolar, dan selisih itu pasti dibebankan ke konsumen. Makanan dan minuman pun tidak luput. Tepung terigu, kedelai untuk tempe dan tahu, hingga gula pasir sebagian masih diimpor. Jadi bahan makanan pokok yang selama ini terasa "murah" pun bisa ikut terkerek harganya. Bayangkan kalau harga tahu dan tempe naik, itu langsung berdampak ke meja makan masyarakat bawah sekalipun. BBM dan transportasi juga perlu diwaspadai. Bahkan terakhir sudah ada yang mengalami kenaikan harga, karena Indonesia masih mengimpor minyak mentah dalam jumlah tertentu. Kalau BBM yang lainnya ikut naik, otomatis efeknya akan langsung terasa dan menjalar ke hampir semua harga barang, karena distribusi menjadi lebih mahal.

3. Ini menurut saya bagian yang paling krusial dan memprihatinkan dari fenomena depresiasi rupiah. Dari sisi UMKM, banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang menggunakan bahan baku impor dalam proses produksinya, misalnya pedagang makanan yang menggunakan tepung atau bumbu impor. Ketika kurs rupiah melemah, biaya produksi mereka langsung naik, sementara kemampuan mereka untuk menaikkan harga jual sangat terbatas karena konsumen mereka juga sudah tertekan daya belinya. Yang lebih berat lagi, UMKM sering kali tidak bisa dengan mudah beralih ke bahan baku lokal, karena keterbatasan kualitas atau ketersediaan. Sehingga pilihan mereka sering kali hanya dua, antara menaikkan harga dan kehilangan pelanggan, atau mempertahankan harga tapi margin keuntungan habis tergerus. Sementara, dari sisi masyarakat berpenghasilan rendah juga dampaknya bahkan lebih parah lagi. Pendapatan mereka sudah terbatas dan tetap dalam nominal rupiah, sementara harga barang-barang kebutuhan pokok terus naik. Ini yang disebut sebagai penurunan daya beli riil, secara nominal penghasilan tidak berkurang, tapi secara nyata kemampuan untuk membeli barang dan jasa semakin menyusut, sehingga kenaikan harga barang-barang tersebut akan langsung menekan standar hidup mereka.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Dela Pratiwi - -
Nama : Dela Pratiwi
NPM : 2411021128

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Jawab: Menurut saya, depresiasi rupiah cukup berdampak terhadap kehidupan saya sebagai mahasiswa, terutama dalam pengeluaran sehari-hari. Ketika nilai rupiah melemah terhadap dolar Amerika, harga berbagai barang ikut mengalami kenaikan, khususnya barang yang berasal dari impor atau menggunakan bahan baku impor. Sebagai mahasiswa, saya bisa merasakan dampaknya pada kenaikan harga makanan, transportasi, BBM, kuota internet, hingga kebutuhan kuliah lainnya. Kondisi seperti ini membuat daya beli saya menjadi menurun karena uang yang sebelumnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi terasa lebih terbatas. Jadi saya harus lebih bijak untuk mengatur pengeluaran dan mulai mengurangi kebutuhan yang kurang penting supaya keuangan saya tetap stabil.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Jawab: Menurut saya, barang yang paling mungkin naik harganya di sekitar saya itu kebutuhan yang berkaitan dengan impor atau yang proses produksinya memakai bahan baku dari luar negeri. Contohnya seperti BBM, handphone, laptop, dan beberapa bahan makanan tertentu. Selain itu, saya rasa harga makanan sehari-hari juga bisa ikut naik karena biaya distribusi dan produksi meningkat. Misalnya jika harga BBM naik, ongkos pengiriman barang juga naik dan akhirnya penjual menaikkan harga barang dagangan mereka. Jadi walaupun barang itu bukan barang impor langsung, tetap saja dampaknya bisa sampai ke masyarakat.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
Jawab: Menurut saya, UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah adalah pihak yang paling terasa dampaknya ketika rupiah melemah terus-menerus. Banyak UMKM masih bergantung pada bahan baku impor, jadi biaya usaha mereka ikut naik. Akibatnya mereka kadang harus menaikkan harga jual, padahal kondisi daya beli masyarakat juga sedang menurun.
Sementara untuk masyarakat berpenghasilan rendah, kenaikan harga kebutuhan pokok pasti lebih berat dirasakan karena penghasilan mereka terbatas dan sebagian besar dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Jika harga terus naik tetapi pendapatan tetap, pasti kehidupan sehari-hari menjadi semakin sulit.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by ALFINA KHOYRIL KHOTAMI - -
Nama : Alfina khoyril khotami
Npm : 2411021024

1. Menurut saya, pelemahan rupiah terhadap dolar memberikan dampak langsung pada kehidupan saya sebagai mahasiswa. Jika nilai rupiah terus melemah, harga kebutuhan sehari-hari seperti makanan, transportasi, dan kuota internet akan ikut naik sehingga uang saku terasa semakin kurang. Selain itu, biaya untuk membeli perlengkapan kuliah seperti buku, kertas, tinta printer, hingga laptop juga bisa menjadi lebih mahal karena sebagian bahan dan komponennya berasal dari luar negeri. Kondisi ini tentu membuat mahasiswa harus lebih hemat dalam mengatur pengeluaran sehari-hari.
2. Barang atau kebutuhan di sekitar saya yang kemungkinan mengalami kenaikan harga yaitu bahan makanan, BBM, transportasi umum, kuota internet, perlengkapan kuliah, dan barang elektronik. Harga makanan bisa naik karena beberapa bahan baku masih bergantung pada impor. Selain itu, barang elektronik seperti handphone dan laptop juga berpotensi mengalami kenaikan harga karena dipengaruhi oleh kurs dolar. Jika kondisi ini berlangsung lama, maka biaya hidup masyarakat secara umum juga akan semakin meningkat.
3. Menurut saya, depresiasi rupiah sangat berdampak terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah. Banyak UMKM yang menggunakan bahan baku impor akan mengalami kenaikan biaya produksi sehingga mereka terpaksa menaikkan harga jual barang. Namun, di sisi lain daya beli masyarakat menurun sehingga penjualan bisa ikut berkurang. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kenaikan harga kebutuhan pokok tentu akan semakin memberatkan karena pendapatan mereka belum tentu ikut meningkat. Akibatnya, kondisi ekonomi masyarakat kecil bisa menjadi semakin sulit jika pelemahan rupiah terus terjadi dalam jangka panjang.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Ratu Ayu Thalia Salsabina -
Nama : Ratu Ayu Thalia Salsabina
NPM : 2411021011

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Menurut saya, jika nilai rupiah terus melemah dalam waktu yang lama, kehidupan saya sebagai mahasiswa pasti ikut terdampak. Pengeluaran sehari-hari bisa menjadi lebih besar karena harga kebutuhan kuliah dan kebutuhan pribadi ikut naik. Barang seperti laptop, handphone, dan kuota internet kemungkinan menjadi lebih mahal, sehingga saya harus lebih menghemat uang saku dan mengatur pengeluaran dengan lebih baik. Selain itu, kenaikan harga makanan dan transportasi juga dapat membuat biaya hidup sehari-hari semakin tinggi.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Barang dan kebutuhan di sekitar saya yang kemungkinan mengalami kenaikan harga yaitu elektronik, BBM, obat-obatan, makanan impor, hingga biaya transportasi. Selain itu, beberapa kebutuhan pokok juga bisa ikut naik karena biaya produksi dan distribusi menjadi lebih mahal. Akibatnya, harga barang di pasaran meningkat dan saya harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
Menurut saya, depresiasi rupiah dapat memberikan dampak yang cukup berat bagi UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah. Banyak UMKM yang menggunakan bahan baku impor akan mengalami kenaikan biaya produksi sehingga harga produk ikut naik. Jika harga terus meningkat, penjualan dapat menurun karena daya beli masyarakat melemah/. Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah akan semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena harga barang terus naik, sedangkan pendapatan yang diterima tetap sama. Kondisi tersebut dapat membuat kesejahteraan masyarakat menurun apabila berlangsung dalam jangka panjang.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Saluna Ramadhani -
Nama: Saluna Ramadhani
Npm: 2411021038

1. dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan mahasiswa, yang pertama buat elektronik itu ada laptop,handphone atau alat elektronik lainnya banyak mahasiswa yang membutuhkan itu, tapi saat terjadinya depresiasi rupiah mahasiswa jadi tidak bisa membeli atau mengeluarkan uang lebih itu karena semua barang impor jadi mahal, membuat proses pembelajaran jadi terhambat.Selain itu ada kebutuhan pangan banyak harga plastik atau wadah, bahan baku makanan ikut naik akibatnya harga makanan naik.

2. Handpone dan laptop, bahan baku makanan atau harga pangan, plastik yang harganya naik sangat jauh serta BBM.

3. Dampak depresiasi terhadap UMKM, bisa membuat biaya produksi meningkat apalagi kalau bahan baku nya masih impor contohnya umkm bakrey atau roti, umkm terpaksa menaikkan harga akibatnya usaha menurun atau usaha nya jadi sepi.
masyarakat berpenghasilan rendah, pendapatan mereka tetap, tetapi harga pangan, barang jadi mahal semua jadinya kebutuhan sehari-hari mereka tuh sulit dan tidak terpenuhi karena semuanya mahal.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Nanda meilania bardes -
Nama : Nanda Meilania Bardes
NPM : 2411021078

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?

Sebagai mahasiswa, dampaknya terasa langsung pada biaya hidup sehari-hari. Misalnya harga makan di kantin naik, ongkos transportasi bertambah, dan kebutuhan kuliah seperti laptop atau HP jadi lebih mahal. Contoh kecilnya, kalau dulu makan ayam geprek Rp12 ribu, sekarang bisa naik jadi Rp15 ribu karena harga minyak dan bahan baku naik.


2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?

Barang yang kemungkinan mengalami kenaikan harga antara lain elektronik, BBM, mie instan, roti, susu, obat-obatan, dan paket internet karena sebagian bahan atau komponennya berasal dari luar negeri. Bahkan biaya langganan aplikasi seperti Netflix atau Spotify juga bisa ikut naik karena memakai dolar.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?

Bagi UMKM, depresiasi rupiah menyebabkan biaya produksi meningkat. Misalnya usaha minuman atau makanan harus membeli bahan baku, kemasan plastik, atau mesin dengan harga yang lebih mahal. Akibatnya keuntungan mereka bisa berkurang. Jika harga jual dinaikkan, ada kemungkinan pembeli menjadi lebih sedikit karena masyarakat juga sedang menghemat pengeluaran.
Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah menjadi kelompok yang paling terdampak karena pendapatan mereka cenderung tetap, tetapi harga kebutuhan pokok terus naik. Kondisi ini dapat membuat masyarakat semakin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan risiko kemiskinan. Oleh karena itu, depresiasi rupiah dalam jangka panjang perlu dikendalikan agar tidak terlalu membebani masyarakat dan pelaku usaha kecil.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Ocha Aulia Azzahra - -
NAMA: Ocha Aulia Azzahra
NPM: 2411021140

Kalau kita lihat kondisi sekarang di mana rupiah sudah menyentuh kisaran Rp17.376 per dolar AS, dampaknya bisa kita rasakan dari tiga sisi sekaligus:

1. Dari sisi mahasiswa, yang paling kerasa itu di pengeluaran harian yang pelan-pelan membengkak. Misalnya soal makan harian, tahu dan tempe yang jadi lauk andalan kos-kosan itu bahan dasarnya kedelai impor. Begitu rupiah melemah, harga kedelai dalam rupiah otomatis naik, dan penjual terpaksa mengecilkan ukuran atau menaikkan harga. Yang tadinya Rp2.000 dapat dua potong tahu, sekarang cuma satu. Belum lagi kalau laptop rusak dan butuh ganti spare part karena komponennya mayoritas impor, biaya servis pun ikut melonjak. Ditambah lagi buat yang langganan Canva Pro, atau Spotify yang ditagih dalam dolar, tagihan bulanannya otomatis naik mengikuti kurs. Dan yang sering terlewat dari perhatian adalah soal transportasi.
Indonesia masih mengimpor minyak mentah dan BBM dalam jumlah signifikan, dan transaksinya dilakukan dalam dolar. Pemerintah juga sedang mengevaluasi dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi jika pelemahan rupiah terus berlanjut, sebab subsidi energi sangat bergantung pada stabilitas nilai tukar agar beban APBN tidak membengkak. Artinya, ketika rupiah terus melemah, tekanan untuk menaikkan harga BBM semakin besar. Buat mahasiswa yang tiap hari naik motor ke kampus, isi bensin yang tadinya Rp20.000 sudah cukup untuk seminggu, bisa jadi tidak lagi cukup. Yang naik ojol pun sama, tarif otomatis menyesuaikan ketika harga BBM naik. Pendapatan nominal mungkin tetap sama, tapi nilai riilnya berkurang sehingga kita kehilangan sebagian kemampuan membeli barang dan jasa yang sebelumnya terjangkau dengan jumlah uang yang sama. Uang jajan dari orang tua nominalnya sama, tapi isinya makin sedikit.

2. Dari sisi barang yang naik harga, hampir semua yang kita konsumsi sehari-hari terdampak, terutama yang bahan bakunya masih bergantung pada impor. Dampak pertama yang muncul adalah kenaikan harga pangan impor, bahan baku makanan, obat, alat kesehatan, elektronik, pakan ternak, dan barang kebutuhan rumah tangga. Naiknya harga BBM memperparah kondisi ini karena BBM adalah komponen biaya yang masuk ke hampir semua rantai distribusi barang. Truk pengangkut sayur dari petani ke pasar pakai solar, motor kurir pengiriman online pakai bensin, warung makan yang restock bahan baku juga kena biaya transportasi lebih tinggi sehingga semua itu ujung-ujungnya dibebankan ke harga jual. Bahkan barang yang kelihatannya ‘lokal’ pun tetap kena dampaknya karena kemasannya pun ikut terdampak. Harga plastik juga akan mengalami kenaikan, sehingga harga turunannya seperti harga makanan dan minuman ikut terimbas naik. Jadi hampir tidak ada sudut pengeluaran yang benar-benar aman dari efek depresiasi ini, apalagi kalau dibarengi kenaikan BBM.

3. Dari sisi UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah, dampaknya paling berat karena mereka kena dari dua arah sekaligus. Bagi UMKM yang bergantung pada bahan baku impor seperti kain, bahan makanan, atau mesin, kenaikan harga membuat biaya produksi melonjak, berimbas pada harga jual yang lebih mahal dan daya saing yang menurun. Kenaikan BBM memperparah kondisi ini karena biaya distribusi dan operasional ikut terseret naik. Misalnya pedagang bakso keliling, harga daging naik karena pakan ternak impor mahal, gas elpiji ikut naik, belum lagi ongkos keliling pakai motor yang kini makan bensin lebih banyak di kantong. Di saat yang sama, konsumen rumah tangga mengurangi belanja, sehingga UMKM yang bergantung pada daya beli masyarakat terkena dampak langsung, bisnis kuliner kecil misalnya bisa melihat omzetnya turun karena pelanggan menahan pengeluaran. Untuk masyarakat berpenghasilan rendah, kondisi ini bahkan lebih menekan karena mereka tidak punya tabungan atau aset sebagai pegangan. Buruh harian, petani kecil, dan pedagang pasar adalah kelompok yang paling merasakan efek berantai ini seperti penghasilan tidak naik, tapi semua pengeluaran kompak naik bersamaan. Jika rupiah bertahan di kisaran ini dalam waktu lama, masyarakat akan merasakan tekanan langsung pada biaya hidup.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Stefhanie Clara Jessica -
Nama : Stefhanie Clara Jessica
NPM : 2411021120

1. Depresiasi rupiah berdampak langsung pada meningkatnya pengeluaran pribadi, misalnya sebagai mahasiswa dengan jumlah uang saku yang tetap, kemampuan untuk membeli barang dan jasa menjadi menurun dibanding sebelumnya. Biaya transportasi dan komunikasi juga ikut naik karena masih bergantung pada komponen impor. Selain itu, kenaikan harga barang membuat nilai tabungan semakin berkurang, sementara kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi.
2. Kenaikan harga barang yang ada disekitar antara lain : harga BBM yang melonjak, alat tulis seperti kertas dan tinta printer menjadi kebih mahal karena bahan bakunya impor, harga pakaian dan sepatu merek global juga ikut meningkat, dan juga barang elektronik seperti laptop, ponsel, komputer menjadi sulit dijangkau karena kenaikan harga yang tinggi.
3. Bagi UMKM depresiasi rupiah akan menjadi tantangan besar, karena pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor harus menaikkan harga jual atau mengurangi produksi, di sisi lain daya beli masyarakat akan menurun dan yang paling terdampak masyarakat dengan pendapatan rendah.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Naila Salsabila -
Nama: Naila Salsabila
NPM: 2411021107

1. Dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi

Sebagai mahasiswa, saya mulai merasakan pengaruh pelemahan rupiah dalam aktivitas sehari-hari, walaupun dampaknya sering kali tidak terlihat secara langsung. Salah satu yang cukup terasa adalah meningkatnya pengeluaran harian, terutama untuk kebutuhan makan. Saat membeli makanan di warung atau pedagang kaki lima, kini sering ada biaya tambahan untuk kantong plastik atau kemasan. Hal ini terjadi karena sebagian bahan baku plastik masih bergantung pada impor, sehingga ketika nilai rupiah turun, biaya produksinya ikut naik dan dibebankan kepada pembeli.
Selain itu, saya juga merasa khawatir terhadap biaya kebutuhan penunjang kuliah seperti laptop dan handphone. Kedua barang tersebut memiliki banyak komponen dari luar negeri, sehingga harganya mudah naik saat rupiah melemah. Saya pernah melihat sendiri ketika teman hendak membeli laptop, harga produk yang sama naik beberapa ratus ribu rupiah dibandingkan harga sebelumnya. Kondisi seperti ini tentu memberatkan mahasiswa yang sangat bergantung pada perangkat elektronik untuk belajar.


2. Barang atau kebutuhan di sekitar yang kemungkinan mengalami kenaikan harga

Beberapa barang kebutuhan sehari-hari berpotensi mengalami kenaikan harga akibat depresiasi rupiah. Produk makanan seperti mie instan, roti, biskuit, dan makanan berbahan tepung terigu dapat menjadi lebih mahal karena bahan baku gandum masih banyak diimpor. Begitu juga susu dan produk turunannya yang harganya bisa ikut naik karena ketergantungan pada bahan baku luar negeri.
Selain makanan, barang elektronik juga sangat rentan mengalami kenaikan harga. Handphone, laptop, charger, earphone, dan berbagai aksesorinya sebagian besar masih berasal dari luar negeri atau menggunakan komponen impor. Akibatnya, ketika nilai tukar rupiah melemah, harga barang-barang tersebut ikut meningkat.
Sektor transportasi pun tidak luput dari dampak ini. Harga BBM, terutama non subsidi, sangat dipengaruhi kurs dolar karena Indonesia masih mengimpor minyak. Jika harga BBM naik, biasanya tarif transportasi seperti ojek online maupun angkutan umum ikut menyesuaikan. Bahkan kebutuhan sederhana seperti plastik dan kemasan makanan juga dapat naik harga, sehingga pedagang kecil sering menaikkan harga jual produknya.


3. Dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat

berpenghasilan rendah
Bagi pelaku UMKM, pelemahan rupiah menjadi tantangan yang cukup berat. Harga bahan baku, kemasan, dan peralatan usaha cenderung naik, terutama jika masih menggunakan barang impor. Di sisi lain, daya beli masyarakat justru menurun karena pendapatan tidak bertambah. Akibatnya, pelaku usaha kecil berada dalam posisi sulit: jika harga jual dinaikkan, pelanggan bisa berkurang, tetapi jika harga tetap, keuntungan mereka semakin menipis.
Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah merasakan dampak yang lebih besar. Sebagian besar penghasilan mereka digunakan untuk kebutuhan pokok seperti makanan, transportasi, dan energi, yang justru paling cepat mengalami kenaikan harga. Karena pendapatan tidak naik secepat harga barang, mereka terpaksa mengurangi konsumsi, menunda berobat, atau menekan pengeluaran penting lainnya. Jika kondisi ini berlangsung lama, maka tekanan ekonomi masyarakat akan semakin berat dan kesenjangan sosial dapat semakin meningkat.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by NUR AISYAH HANAFIAH -
Nama: Nur Aisyah Hanafiah
NPM: 2411021042

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Menurut saya, pelemahan rupiah bisa membuat kehidupan mahasiswa jadi lebih hemat dalam mengatur pengeluaran. Saat nilai rupiah turun terhadap dollar, harga beberapa kebutuhan ikut meningkat sehingga uang bulanan jadi lebih cepat habis. Karena itu, mahasiswa biasanya jadi lebih mempertimbangkan saat membeli sesuatu dan lebih memprioritaskan kebutuhan yang penting terlebih dahulu dibanding keinginan.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Barang dan kebutuhan di sekitar saya yang kemungkinan mengalami kenaikan harga yaitu makanan dan minuman, BBM, ongkos transportasi, kuota internet, sampai barang elektronik seperti HP dan laptop. Soalnya banyak barang atau bahan baku yang masih berasal dari luar negeri, jadi kalau nilai dollar naik maka harga barang di Indonesia juga ikut naik. Selain itu, biaya distribusi dan produksi juga jadi lebih mahal sehingga harga kebutuhan sehari-hari ikut meningkat.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
Depresiasi rupiah juga bisa bikin UMKM makin kesulitan untuk menjalankan usahanya. Karena harga bahan baku dan biaya operasional jadi lebih mahal, apalagi jika masih bergantung dengan barang dari luar negeri. Keuntungan usaha bisa berkurang karena harga barang harus dinaikkan, sementara pembeli justru malah mengurangi belanja karena kondisi ekonomi lagi sulit. Untuk masyarakat yang penghasilannya rendah, keadaan ini juga cukup berat karena pengeluaran sehari-hari jadi semakin besar sedangkan pemasukan tetap. Jadi mereka harus lebih menghemat kebutuhan agar uang yang dimiliki cukup.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Nur Rizamikijaya - -
Nama:Nur Rizamikijaya
Npm:2451021009

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Depresiasi rupiah dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan pribadi saya sebagai mahasiswa, terutama dalam meningkatnya biaya hidup dan kebutuhan pendidikan. Pelemahan nilai tukar menyebabkan harga barang impor dan barang yang menggunakan bahan baku impor menjadi lebih mahal, sehingga pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari seperti makanan, transportasi, kuota internet, hingga perlengkapan kuliah ikut meningkat. Selain itu, harga laptop, smartphone, dan buku referensi berbahasa asing juga berpotensi naik karena sebagian besar komponennya berasal dari luar negeri. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan daya beli mahasiswa dan membuat pengelolaan keuangan menjadi lebih sulit, terutama dalam memenuhi kebutuhan akademik dan biaya hidup sehari-hari.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Barang dan kebutuhan di sekitar saya yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga akibat depresiasi rupiah antara lain kebutuhan perkuliahan dan kebutuhan sehari-hari mahasiswa. Contohnya seperti laptop, smartphone, kuota internet, dan buku referensi yang sebagian besar masih menggunakan komponen atau produk impor. Selain itu, biaya transportasi juga dapat meningkat akibat kenaikan harga BBM. Kebutuhan pokok seperti makanan, susu, dan obat-obatan juga berpotensi mengalami kenaikan harga. Secara ekonomi, pelemahan rupiah menyebabkan biaya impor meningkat sehingga harga barang dan jasa di dalam negeri ikut mengalami kenaikan.

3.Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
Depresiasi rupiah dapat berdampak negatif terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah. Bagi UMKM, pelemahan rupiah menyebabkan biaya produksi meningkat karena beberapa bahan baku masih bergantung pada impor. Akibatnya, pelaku usaha harus menaikkan harga produk atau mengurangi produksi. Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah ikut terdampak karena harga kebutuhan pokok semakin naik, sedangkan pendapatan cenderung tetap. Kondisi ini menyebabkan daya beli masyarakat menurun dan kebutuhan sehari-hari menjadi lebih sulit dipenuhi.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Ni Nyoman Naisya Nandita -
Nama: Ni Nyoman Naisya Nandita
Npm: 2411021125

1. Dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi saya sebagai mahasiswa
Menurut saya, pelemahan rupiah cukup terasa dalam kehidupan saya sebagai mahasiswa karena banyak kebutuhan kuliah masih bergantung pada barang impor, seperti laptop, smartphone, printer, dan komponen elektronik lainnya. Ketika rupiah melemah, harga barang-barang tersebut ikut naik sehingga biaya servis atau membeli perangkat baru jadi lebih mahal dari sebelumnya. Selain itu, pengeluaran harian juga ikut meningkat. Harga makanan mulai naik, ongkos transportasi bertambah, dan biaya pengiriman barang juga makin mahal karena harga BBM non-subsidi ikut naik.

2. Barang atau kebutuhan di sekitar yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga
Menurut saya, barang yang paling cepat terdampak adalah barang impor dan kebutuhan yang bahan bakunya berasal dari luar negeri. Contohnya seperti laptop, HP, charger, earphone, dan gadget lainnya. Selain itu, obat-obatan tertentu juga bisa ikut naik harganya. Kebutuhan sehari-hari juga seperti mie instan, roti, susu, tahu, tempe, kopi kemasan, dan minuman di minimarket juga berpotensi naik karena bahan baku seperti gandum dan kedelai masih banyak diimpor. Transportasi seperti tiket pesawat, ojek online, dan biaya perjalanan juga ikut terdampak karena harga BBM dipengaruhi kurs dolar. Selain itu, biaya langganan aplikasi atau software yang pembayarannya menggunakan dolar sekarang juga terasa lebih mahal.

3. Dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah
Menurut saya, UMKM jadi salah satu pihak yang paling terdampak karena biaya usaha mereka ikut naik. Contohnya warung makan sekarang harus membeli minyak goreng, LPG, kemasan, dan bahan baku dengan harga lebih mahal. Tapi di sisi lain mereka juga tidak bisa langsung menaikkan harga terlalu tinggi karena takut pelanggan berkurang. Akibatnya keuntungan usaha jadi makin kecil dan beberapa UMKM bisa kesulitan bertahan kalau kondisi ini berlangsung lama. Apalagi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dampaknya lebih berat karena pendapatan mereka tetap sementara harga kebutuhan pokok terus naik. Saat harga makanan, transportasi, listrik, dan kebutuhan rumah tangga meningkat, mereka harus mengurangi pengeluaran lain supaya kebutuhan utama tetap terpenuhi. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menurunkan daya beli masyarakat dan memperbesar kesenjangan ekonomi.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Antoneo Lukas -
Nama: Antoneo Lukas
Npm: 2411021123

1. Dampak yang paling berasa itu uang saku jadi makin tipis. Karena harga-harga naik sementara jatah bulanan saya tetap, jadi saya harus lebih irit dan mulai memangkas pengeluaran yang tidak penting (misalnya mulai jarang nongkron)

2. Barang atau kebutuhan yang kemungkinan naik harga di sekitar saya antara lain bahan makanan impor atau yang menggunakan bahan baku impor, seperti mie instan, susu, roti, dan beberapa produk kemasan. Selain itu, harga BBM dan ongkos transportasi juga bisa meningkat karena pengaruh nilai tukar dolar terhadap impor minyak. Produk digital seperti langganan aplikasi atau software luar negeri juga bisa menjadi lebih mahal karena pembayarannya menggunakan dolar.


3. Bagi UMKM, depresiasi rupiah dapat menyebabkan biaya produksi meningkat karena harga bahan baku impor menjadi lebih mahal. Akibatnya, banyak UMKM harus menaikkan harga jual produknya atau mengurangi keuntungan agar tetap bertahan. Sedangkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kondisi ini akan semakin berat karena harga kebutuhan pokok naik sementara pendapatan tetap. Daya beli masyarakat menurun dan risiko kemiskinan bisa meningkat jika kondisi ini berlangsung lama.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Artikeu Damayanti -
Nama : Artikeu Damayanti
Npm : 2411021109

1. Menurut saya depresiasi rupiah bisa cukup berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari, terutama pada pengeluaran bulanan. Ketika nilai rupiah melemah terhadap dolar, harga banyak barang ikut naik karena Indonesia masih bergantung pada barang impor atau bahan baku dari luar negeri. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa besar, tetapi perlahan kebutuhan sehari-hari menjadi lebih mahal. Uang saku yang sebelumnya cukup bisa terasa cepat habis. Selain itu, mahasiswa juga bisa kesulitan saat ingin membeli kebutuhan kuliah seperti laptop, handphone, atau software tertentu karena harganya ikut meningkat. Bagi mahasiswa yang memiliki rencana kuliah atau mengikuti program di luar negeri, biaya yang harus dikeluarkan juga menjadi lebih besar karena pembayaran menggunakan dolar.

2. Barang dan kebutuhan di sekitar saya yang kemungkinan mengalami kenaikan harga cukup banyak. Contohnya seperti makanan dan minuman, karena biaya bahan baku dan distribusi ikut naik. Harga BBM juga bisa meningkat sehingga ongkos transportasi menjadi lebih mahal. Selain itu, barang elektronik seperti laptop, handphone, dan aksesorinya kemungkinan akan mengalami kenaikan harga karena sebagian besar masih berasal dari luar negeri. Kebutuhan lain seperti kuota internet, obat-obatan, skincare, dan buku impor juga dapat menjadi lebih mahal. Walaupun kenaikannya mungkin tidak langsung besar, jika terjadi terus-menerus tentu akan cukup terasa bagi mahasiswa.

3. Menurut saya, dampak depresiasi rupiah akan lebih berat dirasakan oleh UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah. Banyak UMKM masih menggunakan bahan baku impor atau alat produksi dari luar negeri, sehingga ketika rupiah melemah biaya produksi mereka ikut naik. Akibatnya, keuntungan menjadi berkurang dan beberapa pelaku usaha terpaksa menaikkan harga jual barang. Namun, jika harga terlalu mahal, pembeli juga bisa berkurang. Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah biasanya lebih sulit menyesuaikan kondisi karena pendapatan mereka tetap, tetapi harga kebutuhan pokok terus naik. Hal ini membuat daya beli menurun dan kebutuhan sehari-hari menjadi lebih sulit dipenuhi. Jika kondisi ini berlangsung lama, kesejahteraan masyarakat juga bisa ikut menurun.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Maya Kholida . -
Nama : Maya Kholida
Npm : 2411021096

1.Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Sebagai mahasiswa yang tinggal di kost dan bergantung sepenuhnya pada kiriman orang tua, depresiasi rupiah ini benar-benar memengaruhi kehidupan sehari-hari saya. Karena harga terus naik, uang kiriman bulanan tampaknya semakin tidak cukup.
Untuk makan, saya sudah terbiasa makan di warung dekat kost karena lebih murah. Namun, harga warung belakangan ini naik, jadi saya harus lebih selektif saat memilih menu. Sekarang saya harus memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting daripada jajan camilan atau minuman tambahan setelah makan.Belum lagi kebutuhan untuk fotokopi materi kuliah, Print file ,beli buku, atau membeli paket data untuk perkuliahan semua ikut terpengaruh. Saya jadi harus benar-benar cermat mengatur pengeluaran setiap harinya, dan kondisi ini cukup menekan di tengah padatnya tugas kuliah.

2.Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Dari yang saya rasakan langsung sebagai mahasiswa kost, barang-barang yang paling terasa naiknya antara lain makanan sehari-hari seperti nasi, tempe, dan tahu yang bahan bakunya banyak diimpor. Selain itu, harga paket data juga ikut naik, padahal itu kebutuhan utama saya untuk kuliah. Keperluan kuliah seperti tinta printer, kertas, hingga alat tulis pun harganya sudah mulai merangkak. Kalau sampai perlu beli laptop atau gadget untuk keperluan tugas, itu yang paling berat karena harganya bisa jauh lebih mahal dari sebelumnya.

3.Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
arung makan dan bisnis kecil di sekitar kampus yang sering melayani mahasiswa juga mengalami tekanan ini. Pemilik warung harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli bahan baku, tetapi mereka tidak bisa segera menaikkan harga karena konsumen utamanya adalah mahasiswa yang juga mengalami kesulitan. Masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak memiliki tabungan atau aset sebagai bantalan mengalami situasi serupa. Mereka hampir tidak memiliki pilihan selain mengurangi porsi makan mereka atau mengorbankan kebutuhan lain ketika harga kebutuhan pokok naik. Inilah yang membuat depresiasi rupiah menjadi lebih dari sekadar angka di berita; itu menjadi masalah dalam kehidupan nyata banyak orang.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Amelia Rahma Fauzani - -
Nama : Amelia Rahma Fauzani
NPM : 2411021118

1. Dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi sebagai mahasiswa
menurut saya, pelemahan rupiah cukup terasa untuk kehidupan mahasiswa sehari-hari. Kalau rupiah melemah, harga barang-barang yang berkaitan dengan impor ikut naik. dampaknya, pengeluaran jadi lebih besar sementara uang saku belum tentu bertambah. Mahasiswa jadi harus lebih hemat dalam mengatur kebutuhan sehari-hari. Selain itu, biaya transportasi, makan, dan kebutuhan kuliah juga bisa ikut naik karena harga barang dan bahan bakar meningkat. Bagi mahasiswa yang membeli gadget atau kebutuhan digital, harga laptop, HP, atau kuota internet juga bisa terasa lebih mahal.

2. Barang atau kebutuhan yang kemungkinan mengalami kenaikan harga
Beberapa barang yang kemungkinan naik harganya yaitu, BBM dan transportasi, makanan instan atau bahan makanan impor, laptop, HP, dan aksesoris elektronik, Buku impor atau alat tulis tertentu, Obat-obatan, Kuota internet dan layanan digital sampai Produk skincare atau kosmetik luar negeri, walaupun ada barang lokal, biasanya tetap ikut naik karena biaya produksi dan distribusi juga meningkat.

3. Dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah
bagi UMKM, pelemahan rupiah bisa membuat biaya usaha meningkat, terutama kalau bahan bakunya masih impor. misalnya usaha makanan yang memakai bahan kemasan impor atau usaha printing yang menggunakan tinta dan kertas tertentu dari luar negeri. kalo biaya naik, UMKM terpaksa menaikkan harga jual, tetapi daya beli masyarakat justru menurun. Akibatnya penjualan bisa turun dan keuntungan makin kecil.
Sedangkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dampaknya lebih berat karena harga kebutuhan pokok ikut naik sementara pendapatan tetap. Mereka jadi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. daya beli menurun dan jumlah pengeluaran untuk makan, transportasi, serta kebutuhan rumah tangga menjadi lebih besar dibanding biasanya.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Alyssa Shafa Az-Zahra -
Nama : Alyssa Shafa Az-Zahra
NPM : 2411021088
Mata Kuliah : 2411021088

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Depresiasi rupiah membuat saya sebagai mahasiswa merasa kebutuhan sehari-hari menjadi lebih mahal. Pengeluaran untuk makan, transportasi, kuota internet, dan kebutuhan kuliah meningkat, tetapi uang saku belum tentu ditambah.
2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Barang yang memungkinkan akan mengalami kenaikan harga disekitar saya adalah BBM, makanan, kuota internet, laptop, handphone, dan barang elektronik lainnya karena banyak bahan baku atau komponennya masih berasal dari luar negeri.
3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
UMKM dapat mengalami kenaikan biaya produksi sehingga keuntungan menurun. Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah akan semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pokok karena harga barang naik, sedangkan pendapatan cenderung tetap.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Kharisma Apri Irencia -
Nama : Kharisma Apri Irencia
npm : 2411021099

1. Dampak terhadap Kehidupan Pribadi sebagai Pelajar
Dampak depresiasi rupiah ini sebenarnya sudah saya rasakan sehari-hari, namun sering tidak langsung disadari dari mana asalnya. Contoh paling konkret: harga makan di warung sekitar kampus belakangan terasa lebih mahal. Seporsi nasi tempe yang dulu Rp 10.000 sekarang sudah Rp 13.000–15.000. Indonesia masih mengimpor sebagian besar kedelainya, jadi ketika rupiah melemah, harganya merambat sampai ke warung. Hal yang sama terjadi pada perangkat kuliah. Harga laptop, charger, atau headset naik cukup signifikan dibanding setahun lalu karena komponen elektronik hampir semuanya masih impor dan dihargai dalam dolar.
Yang bikin saya sadar ini serius: uang saku saya tidak berkurang, tapi rasanya makin cepat habis. Itulah yang disebut penutunan daya beli riil bukan nominalnya yang berkurang, tapi nilai yang bisa dibeli dari uang itu yang menyusut akibat cost-push inflation.

2. Barang dan Kebutuhan yang Berpotensi Naik Harga
Di sekitar kehidupan saya di Bandar Lampung, ada beberapa barang yang paling cepat terasa naiknya.
Makanan pokok berbahan baku impor seperti tahu, tempe, mie instan, dan roti adalah yang paling langsung terasa karena berbahan dasar kedelai dan gandum yang masih banyak kita impor. Lalu BBM dan transportasi Lampung sangat bergantung pada kendaraan, jadi kalau harga BBM naik akibat pelemahan rupiah, efeknya menjalar ke ongkos ojol hingga harga barang di pasar.
Yang sering luput dari perhatian adalah obat-obatan, padahal sekitar 90% bahan baku farmasi Indonesia masih diimpor. Dan khusus di Lampung, harga pupuk dan pestisida impor juga naik, yang langsung menekan biaya produksi petani kecil di sekitar kota.

3. Dampak terhadap UMKM dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Ini yang menurut saya paling penting dibicarakan karena sering tidak terlihat di permukaan.
Bayangkan ibu penjual gorengan di dekat kos. Harga minyak, tepung, dan cabai sudah naik semua. Tapi kalau dia naikkan harga gorengannya, pembeli protes atau pindah. Akhirnya dia terpaksa perkecil ukuran atau kurangi isian margin tergerus dari dua sisi sekaligus. Bedanya dengan perusahaan besar, UMKM tidak punya akses ke instrumen lindung nilai (hedging) untuk melindungi diri dari risiko kurs. Mereka sepenuhnya pasrah pada pergerakan pasar, dan kalau tidak kuat, ujungnya gulung tikar dan karyawannya kehilangan pekerjaan.
Untuk masyarakat berpenghasilan rendah, bebannya bahkan lebih mendasar. Hampir seluruh penghasilan mereka langsung habis untuk kebutuhan pokok, sehingga tidak ada ruang untuk berhemat. Upah mereka juga tidak otomatis naik mengikuti inflasi buruh harian dan pedagang kecil tidak bisa begitu saja menegosiasikan kenaikan pendapatan. Dan yang paling tidak adil secara struktural: mereka tidak punya aset pelindung inflasi seperti dolar, emas, atau properti yang justru nilainya terlindungi ketika rupiah melemah.
Dari perspektif ekonomi pembangunan, inilah yang disebut dampak regresif beban terberat justru ditanggung oleh mereka yang paling tidak mampu menanggungnya. Tanpa kebijakan yang berpihak, depresiasi yang berkepanjangan hanya akan memperlebar ketimpangan dan menjauhkan kita dari tujuan pembangunan yang inklusif.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Shabilla Darmayani -
Nama : Shabilla Darmayani
NPM : 2411021079

Sebagai mahasiswa ekonomi pembangunan, depresiasi rupiah yang mencapai Rp 17.376 per dolar AS merupakan fenomena serius yang memberikan tekanan signifikan terhadap stabilitas ekonomi makro dan kesejahteraan masyarakat.

1. Dampak Depresiasi Rupiah terhadap Kehidupan Pribadi Mahasiswa
Sebagai mahasiswa, depresiasi rupiah memiliki dampak yang sangat nyata dan langsung dirasakan dalam kegiatan akademik maupun kebutuhan sehari-hari:
Peralatan pendukung belajar seperti :Harga perangkat teknologi seperti laptop, Handphone, dan komponen elektronik lainnya akan melonjak signifikan karena produk-produk ini umumnya didatangkan dari luar negeri atau memiliki komponen impor.
Biaya Pendidikan: Bagi mahasiswa yang berencana atau sedang menempuh pendidikan di luar negeri, beban biaya akan menjadi jauh lebih berat karena nilai tukar rupiah yang melemah terhadap mata uang asing.
Biaya Transportasi: Harga BBM berpotensi naik karena Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentahnya, yang kemudian akan berdampak pada kenaikan ongkos transportasi harian mahasiswa.

2. Barang atau Kebutuhan yang Kemungkinan Mengalami Kenaikan Harga
Beberapa kategori barang di sekitar kita yang paling rentan terhadap kenaikan harga akibat pelemahan rupiah meliputi:
Barang Elektronik dan Teknologi: Termasuk laptop, handphone, dan perangkat keras komputer lainnya.
Kebutuhan Pokok dan Pangan: Produk pangan yang masih bergantung pada impor, seperti gandum (bahan baku mi instan dan roti) atau produk olahan lainnya.
Obat-obatan: Industri farmasi seringkali masih bergantung pada bahan baku impor, sehingga harga obat-obatan berisiko meningkat.
Tiket Pesawat: Maskapai penerbangan menanggung biaya operasional dan bahan bakar dalam dolar, sehingga harga tiket internasional maupun domestik dapat merangkak naik.
3. Dampak terhadap UMKM dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Depresiasi jangka panjang akan menciptakan efek bola salju yang sangat memberatkan kelompok ini:
Bagi UMKM: Banyak UMKM di Indonesia memiliki ketergantungan pada bahan baku impor. Kenaikan harga input ini akan meningkatkan biaya produksi secara drastis. Jika UMKM tidak mampu membebankan biaya tersebut kepada konsumen (melalui kenaikan harga), margin keuntungan mereka akan tergerus, yang pada akhirnya dapat mengancam keberlangsungan usaha.
Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah: Kelompok ini paling terdampak oleh penurunan daya beli. Karena pendapatan mereka tetap dalam rupiah sementara harga barang-barang (terutama pangan dan energi) terus meningkat akibat inflasi yang didorong oleh kenaikan biaya impor (cost-push inflation), kesejahteraan riil mereka akan merosot tajam.
Stabilitas Sistem: Ketidakstabilan ini dapat mengganggu kepercayaan pelaku ekonomi dan mengganggu aktivitas ekonomi secara sistemik jika tidak segera dimitigasi melalui kebijakan moneter yang tepat, seperti penyesuaian suku bunga atau intervensi pasar oleh Bank Indonesia.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Dona junica - -
NAMA: DONA JUNICA
NPM: 2411021060

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?

Menurut saya, depresiasi rupiah cukup berdampak pada kehidupan mahasiswa karena membuat biaya kebutuhan sehari-hari meningkat. Ketika rupiah melemah terhadap dolar, harga barang impor dan barang yang menggunakan bahan baku impor menjadi lebih mahal. Dampaknya bisa dirasakan langsung oleh mahasiswa, terutama dalam kebutuhan kuliah dan biaya hidup.
Contohnya, harga laptop, HP, dan aksesorinya bisa naik karena sebagian besar komponen elektronik masih berasal dari luar negeri. Padahal barang tersebut sangat penting untuk mengerjakan tugas, mengikuti kelas online, dan kegiatan perkuliahan lainnya. Jika sebelumnya mahasiswa bisa membeli laptop dengan harga tertentu, saat rupiah melemah harganya bisa naik beberapa juta rupiah.
Selain itu, pengeluaran sehari-hari juga ikut meningkat. Harga makanan di warung atau kantin bisa naik karena penjual harus membeli bahan baku dengan harga lebih mahal. Ongkos transportasi juga dapat meningkat apabila harga BBM naik akibat biaya impor minyak yang semakin tinggi. Akibatnya, uang saku mahasiswa menjadi terasa kurang karena pengeluaran lebih besar dari biasanya.
Jika kondisi ini berlangsung lama, mahasiswa harus lebih mengatur keuangan, mengurangi pengeluaran, dan lebih hemat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?

Barang yang kemungkinan mengalami kenaikan harga adalah barang yang berkaitan dengan impor atau menggunakan bahan baku dari luar negeri. Salah satu contoh yang paling jelas adalah barang elektronik seperti HP, laptop, komputer, dan sparepart karena produk tersebut diproduksi menggunakan komponen impor dan dibayar menggunakan dolar.
Selain barang elektronik, harga obat-obatan dan skincare juga dapat meningkat karena sebagian bahan bakunya masih didatangkan dari luar negeri. Produk makanan tertentu juga bisa naik, misalnya roti, mie instan, dan susu karena Indonesia masih mengimpor gandum dan beberapa bahan pangan lainnya.
Selain itu, harga plastik juga bisa mengalami kenaikan. Hal ini karena bahan baku plastik berasal dari minyak bumi dan sebagian masih dipengaruhi harga impor serta nilai dolar. Jika harga plastik naik, maka banyak usaha makanan dan minuman akan terkena dampaknya karena mereka menggunakan kantong plastik, cup, sedotan, dan mika untuk kemasan. Akibatnya harga makanan atau minuman kemasan bisa ikut naik karena biaya kemasannya menjadi lebih mahal.
Kenaikan harga juga dapat terjadi pada transportasi. Jika harga BBM naik akibat pelemahan rupiah, maka ongkos kendaraan umum, biaya ojek online, dan biaya distribusi barang ikut meningkat. Dampaknya, harga kebutuhan pokok di pasar juga dapat ikut naik karena biaya pengiriman barang menjadi lebih mahal.
Jadi, depresiasi rupiah bukan hanya memengaruhi barang mewah, tetapi juga kebutuhan sehari-hari yang sering digunakan masyarakat.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?

Depresiasi rupiah dapat memberikan dampak yang cukup berat bagi UMKM. Banyak UMKM di Indonesia masih menggunakan bahan baku impor atau alat produksi dari luar negeri. Ketika rupiah melemah, harga bahan baku menjadi lebih mahal sehingga biaya produksi meningkat.
Misalnya usaha makanan harus membeli tepung, minyak, atau bahan lain dengan harga lebih tinggi. Selain itu, kenaikan harga plastik juga sangat memengaruhi UMKM, terutama usaha makanan dan minuman. Jika harga cup plastik, kantong plastik, atau mika naik, maka biaya kemasan produk ikut meningkat. Padahal kemasan merupakan kebutuhan utama bagi banyak usaha kecil.
Usaha percetakan juga harus membeli tinta dan kertas dengan biaya lebih mahal. Akibatnya keuntungan UMKM menjadi berkurang.
Di sisi lain, UMKM juga tidak bisa langsung menaikkan harga jual terlalu tinggi karena takut pelanggan berkurang. Jika harga produk naik, masyarakat bisa mengurangi pembelian karena daya beli mereka menurun. Kondisi ini membuat usaha kecil menjadi semakin sulit berkembang.
Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dampaknya lebih berat lagi karena pendapatan mereka biasanya tetap, sedangkan harga kebutuhan terus naik. Misalnya gaji atau upah tidak bertambah, tetapi harga beras, minyak goreng, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya meningkat. Akibatnya daya beli masyarakat menurun dan kebutuhan sehari-hari menjadi lebih sulit dipenuhi.
Jika depresiasi rupiah terjadi terus-menerus dalam jangka panjang, maka kesejahteraan masyarakat bisa menurun dan jumlah masyarakat miskin berpotensi meningkat karena biaya hidup semakin tinggi.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Amanda Audila -
Amanda Audila
2411021065

1. Dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi sebagai mahasiswa

kalo rupiah terus melemah terhadap dolar, dampaknya cukup kerasa buat mahasiswa,
pengeluaran sehari-hari bisa jadi lebih besar karena banyak barang yang harganya ikut naik,
misalnya harga makanan, transportasi, kuota internet, sampe alat kuliah bisa meningkat sedikit demi sedikit

nah sebagai mahasiswa kondisi ini juga bisa ngebuat uang bulanan kerasa lebih cepet abis, kalo sebelumnya uang saku cukup buat satu bulan, sekarang mungkin harus lebih hemat karena harga kebutuhan naik, selain itu mahasiswa yang membutuhkan laptop, HP, atau software tertentu untuk kuliah juga akan lebih terbebani karena sebagian besar produk teknologi masih bergantung pada impor atau komponen luar negeri

bagu mahasiswa yang tinggal di kos, biaya hidup juga bisa ikut naik, kaya harga makan, listrik, gas, dan ongkos transportasi,
jadi secara ngga langsung depresiasi rupiah menurunkan daya beli mahasiswa.

2. Barang atau kebutuhan yang kemungkinan mengalami kenaikan harga

beberapa barang dan kebutuhan di sekitar yang kemungkinan naik harga akibat depresiasi rupiah antara lain:

-BBM dan transportasi, karena Indonesia masih ngegunain impor minyak dalam jumlah tertentu
- makanan dan minuman tertentu, terutama yang bahan bakunya impor seperti gandum, susu, atau kedelai
-elektronik kaya laptop, HP, dan aksesorinya karena banyak berasal dari luar negeri.l
- kuota internet dan layanan digital tertentu yang menggunakan server atau pembayaran dolar
-obat-obatan dan produk kesehatan yang bahan bakunya impor
- peralatan kuliah seperti printer, tinta, buku impor, dan alat elektronik lainnya

kenaikan harga ini biasanya terjadi karena biaya impor menjadi lebih mahal saat nilai dolar naik

3. dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah

bagu UMKM depresiasi rupiah bisa menjadi masalah besar, terutama usaha yang ngegunain bahan baku impor,
harga bahan baku yang naik ngebuat biaya produksi meningkat,
akibatnya pelaku usaha harus memilih antara menaikkan harga jual atau mengurangi keuntungan,
kalo harga dinaikkan terlalu tinggi, pembeli bisa berkurang

selain itu, biaya operasional seperti transportasi dan distribusi juga ikut naik,
hal ini ngebuat banyak UMKM kesulitan berkembang, bahkan ada yang mengalami penurunan pendapatan

Sementara bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dampaknya lebih berat karena pendapatan mereka biasanya tetap,
tapi harga kebutuhan pokok terus naik,
daya beli menurun dan masyarakat jadi lebih sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari,
jika kondisi berlangsung lama, jumlah kemiskinan dan pengangguran juga bisa meningkat karena usaha-usaha kecil mengalami penurunan produksi atau bahkan tutup.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by GESICA DWI ANASTASYA -
Nama: Gesica Dwi Anastasya
NPM: 2411021069

1. menurut saya sebagai mahasiswa, dampak depresiasi rupiah yang menyentuh angka Rp17.376 per dolar AS terasa cukup nyata dalam kehidupan sehari-hari. Harga kebutuhan pokok seperti makanan dan transportasi mulai merangkak naik, sementara uang saku yang diterima dari orang tua belum tentu ikut menyesuaikan. Perlengkapan kuliah seperti laptop atau alat tulis yang memiliki komponen impor pun turut mengalami kenaikan harga, sehingga pengeluaran bulanan menjadi semakin sulit untuk dikendalikan. Secara sederhana, nilai uang yang dipegang terasa semakin kecil karena daya belinya terus menurun akibat pelemahan rupiah yang berkelanjutan ini.

2. Menurut saya apabila depresiasi rupiah terus berlanjut, banyak barang yang biasa dikonsumsi mahasiswa berpotensi mengalami kenaikan harga. Produk elektronik seperti laptop dan telepon pintar akan semakin mahal karena komponen utamanya masih diimpor. Kebutuhan pangan seperti mie instan, roti, tahu, dan tempe pun ikut terdampak karena bahan bakunya gandum dan kedelai masih bergantung pada impor. Tidak hanya itu, harga bahan bakar minyak yang terikat pada harga minyak dunia berdenominasi dolar juga berpotensi naik, yang pada akhirnya akan mendorong kenaikan tarif transportasi umum. Bahkan obat-obatan dan produk perawatan diri yang bahan bakunya sebagian besar diimpor dari Tiongkok dan India turut berpotensi mengalami kenaikan harga yang cukup berarti.

3. Dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah ini cukup berat menurut saya karena kedua kelompok ini memiliki keterbatasan dalam menghadapi guncangan ekonomi. Pelaku UMKM di sektor makanan, konveksi, dan kerajinan menghadapi biaya produksi naik akibat bahan baku impor yang semakin mahal, namun mereka tidak bisa begitu saja menaikkan harga jual karena konsumen mereka pun sedang mengalami tekanan ekonomi yang serupa. Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah yang sebagian besar penghasilannya habis untuk memenuhi kebutuhan pokok akan merasakan dampak penurunan daya beli yang paling dalam. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa adanya kebijakan perlindungan yang tepat dari pemerintah seperti subsidi harga pangan atau penguatan program bantuan sosial, maka ketimpangan sosial dan angka kemiskinan berpotensi semakin meningkat dalam jangka panjang.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Riris Tamaria Simbolon -
Nama: Riris tamaria simbolon
NPM: 2411021097

1. Dampak depresiasi rupiah buat kehidupan saya sebagai mahasiswa
Kalau rupiah terus melemah, yang paling kerasa itu biaya hidup jadi makin mahal. Uang jajan atau uang bulanan bisa jadi cepet habis karena harga makan, transportasi, kuota, dan kebutuhan kuliah naik. Selain itu, barang elektronik kayak laptop, HP, atau aksesoris juga makin mahal karena banyak yang masih impor. Jadi sebagai mahasiswa harus lebih hemat dan pintar ngatur pengeluaran.
2. Barang atau kebutuhan yang kemungkinan naik harga
Menurut saya, barang yang bakal naik itu seperti:
-Makanan dan minuman
-BBM dan ongkos transportasi
-Kuota internet
-Laptop, HP, dan aksesoris elektronik
-Skincare atau kosmetik luar negeri
-Obat-obatan
-Alat tulis dan perlengkapan kuliah tertentu
Karena banyak barang atau bahan bakunya masih bergantung dari luar negeri, jadi kalau dolar naik harga ikut naik juga.

3. Dampak depresiasi rupiah buat UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah
Buat UMKM, pelemahan rupiah bikin biaya usaha makin besar, apalagi kalau bahan bakunya impor. Akibatnya mereka bisa naikkin harga barang atau malah untungnya jadi kecil. Kalau harga barang naik terus, pembeli juga bisa berkurang karena daya beli masyarakat turun.

Sedangkan masyarakat berpenghasilan rendah pasti lebih berat lagi karena harga kebutuhan sehari-hari naik, tapi penghasilan belum tentu ikut naik. Jadi mereka harus lebih hemat dan kadang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Riris Tamaria Simbolon -
Nama: Riris tamaria simbolon
NPM: 2411021097

1. Dampak depresiasi rupiah buat kehidupan saya sebagai mahasiswa
Kalau rupiah terus melemah, yang paling kerasa itu biaya hidup jadi makin mahal. Uang jajan atau uang bulanan bisa jadi cepet habis karena harga makan, transportasi, kuota, dan kebutuhan kuliah naik. Selain itu, barang elektronik kayak laptop, HP, atau aksesoris juga makin mahal karena banyak yang masih impor. Jadi sebagai mahasiswa harus lebih hemat dan pintar ngatur pengeluaran.
2. Barang atau kebutuhan yang kemungkinan naik harga
Menurut saya, barang yang bakal naik itu seperti:
-Makanan dan minuman
-BBM dan ongkos transportasi
-Kuota internet
-Laptop, HP, dan aksesoris elektronik
-Skincare atau kosmetik luar negeri
-Obat-obatan
-Alat tulis dan perlengkapan kuliah tertentu
Karena banyak barang atau bahan bakunya masih bergantung dari luar negeri, jadi kalau dolar naik harga ikut naik juga.

3. Dampak depresiasi rupiah buat UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah
Buat UMKM, pelemahan rupiah bikin biaya usaha makin besar, apalagi kalau bahan bakunya impor. Akibatnya mereka bisa naikkin harga barang atau malah untungnya jadi kecil. Kalau harga barang naik terus, pembeli juga bisa berkurang karena daya beli masyarakat turun.

Sedangkan masyarakat berpenghasilan rendah pasti lebih berat lagi karena harga kebutuhan sehari-hari naik, tapi penghasilan belum tentu ikut naik. Jadi mereka harus lebih hemat dan kadang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Lindi Yana Puspita - -
Nama : Lindi Yana Puspita
Npm : 2411021130

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Menurut saya, depresiasi rupiah cukup berpengaruh terhadap kehidupan mahasiswa karena biaya hidup sehari-hari menjadi lebih mahal. Harga makanan, transportasi, kuota internet, dan kebutuhan kuliah bisa ikut naik. Selain itu, barang elektronik seperti laptop atau handphone juga menjadi lebih mahal karena sebagian besar komponennya masih berasal dari impor. Kondisi ini bisa membuat pengeluaran mahasiswa semakin besar, apalagi jika uang saku dari orang tua terbatas. Jika pelemahan rupiah terjadi terus-menerus, mahasiswa juga harus lebih hemat dalam mengatur keuangan sehari-hari.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Beberapa barang yang kemungkinan mengalami kenaikan harga yaitu bahan makanan tertentu seperti mie instan, susu, roti, dan makanan kemasan karena ada bahan baku impor di dalamnya. Selain itu, BBM dan ongkos transportasi juga bisa naik sehingga biaya pergi ke kampus menjadi lebih mahal. Barang elektronik seperti laptop, handphone, dan aksesorinya juga biasanya ikut naik harga karena dipengaruhi nilai tukar dollar. Tidak hanya itu, biaya langganan aplikasi digital atau software yang menggunakan pembayaran dollar juga bisa menjadi lebih mahal.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
Bagi UMKM, depresiasi rupiah dapat menyebabkan biaya produksi meningkat, terutama usaha yang masih menggunakan bahan baku impor. Akibatnya, keuntungan usaha bisa menurun karena harga bahan baku naik, sedangkan daya beli masyarakat sedang melemah. Banyak pelaku UMKM akhirnya harus menaikkan harga jual atau mengurangi produksi agar usaha tetap berjalan. Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling terdampak karena pendapatan mereka tetap, tetapi harga kebutuhan pokok terus meningkat. Hal ini membuat daya beli masyarakat menurun dan kebutuhan sehari-hari menjadi lebih sulit dipenuhi.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Nico Prathama -
Nama: Nico Prathama
NPM: 2411021012

1. Dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi sebagai mahasiswa

Kalau pribadi saya, kalau depresiasi rupiah masih berlangsung dalam jangka panjang dampaknya cukup terasa ke kehidupan pribadi saya sebagai mahasiswa, terutama di pengeluaran sehari-hari. Contohnya yang paling terasa itu biaya makan. Banyak pedagang makanan masih memakai bahan atau perlengkapan yang berkaitan dengan impor, misalnya plastik kemasan. Karena harga plastik naik, otomatis harga makanan juga ikut naik walaupun cuma seribu atau dua ribu. Tapi kalau terjadi terus-menerus tetap bikin pengeluaran bulanan saya makin besar.

Selain itu, saya juga cukup terdampak di biaya transportasi karena kendaraan yang saya pakai adalah mobil diesel yang pakai BBM nonsubsidi Pertamina Dex. Dulu harganya sekitar Rp14 ribu per liter, sekarang harganya sekitar Rp28 ribu per liter. Kenaikan ini cukup berat bagi saya karena biaya transportasi jadi naik hampir dua kali lipat. Sebagai mahasiswa kondisi seperti ini membuat uang bulanan lebih cepat habis karena harus membagi pengeluaran antara kebutuhan kuliah, makan, dan biaya kendaraan.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga

Kemungkinan yang bakal naik sih tarif ojek online. Tarif ojol kemungkinan bakal naik kalau depresiasi rupiah terus terjadi. Soalnya biaya operasional driver ikut meningkat, terutama karena harga BBM naik. Selain itu, harga sparepart motor seperti oli, ban, rantai, dan kampas rem juga ikut mahal karena banyak yang masih bergantung pada impor atau bahan baku luar negeri.

3. Dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah

Dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah sudah pasti merasakan dampakya. Contohnya UMKM seperti toko kelontong, harga produk dari distributor juga meningkat akibat naiknya biaya impor, transportasi, dan bahan baku yang semakin mahal. Barang-barang seperti minyak goreng, mie instan, minuman, sabun, gas, hingga plastik kemasan perlahan-lahan mengalami kenaikan harga. Akibatnya, pemilik warung harus mengeluarkan lebih banyak modal untuk merestorasi barang dibandingkan biasanya. Sebaliknya, kekuatan daya beli masyarakat mengurang kurang karena biaya harian semakin meningkat. Akibatnya, pembeli jadi mengurangi pengeluaran atau hanya membeli barang yang diperlukan. Keadaan ini menyebabkan penurunan keuntungan UMKM dan memperlambat perputaran uang.

Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, depresiasi rupiah menyebabkan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup semakin tinggi, sementara pendapatan mereka belum tentu naik juga. Harga makanan, biaya transportasi, bahan bakar, dan sebagainya aja naik. Akibatnya masyarakat menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan perlu lebih berhemat dalam pengeluaran. Kalo situasi ini berlangsung lama, ya kesejahteraan masyarakat akan menurun dan tingkat kemiskinan pun bertambah.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Farida Fauziah Salsabila - -
Nama : Farida Fauziah Salsabila
NPM : 2411021132

1. Dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi sebagai mahasiswa

Menurut saya, Depresiasi rupiah akan berdampak langsung pada peningkatan biaya hidup mahasiswa. Kenaikan harga barang dan jasa membuat pengeluaran sehari-hari menjadi lebih besar, sementara pemasukan (uang saku) cenderung tetap. Hal ini dapat menyebabkan mahasiswa harus melakukan penyesuaian pola konsumsi, seperti mengurangi pengeluaran non prioritas.

Selain itu, kebutuhan penunjang pendidikan seperti laptop, buku referensi, dan akses internet berpotensi mengalami kenaikan harga karena sebagian besar masih bergantung pada komponen impor. Jadi, depresiasi rupiah dapat menurunkan kemampuan mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan akademik secara optimal.

2. Barang atau kebutuhan yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga

Beberapa barang dan kebutuhan yang berpotensi mengalami kenaikan harga antara lain bahan bakar minyak (BBM) karena masih bergantung pada impor, serta produk pangan berbasis impor seperti gandum yang memengaruhi harga mie instan dan roti. Selain itu, barang elektronik seperti handphone, laptop, dan perangkat pendukung lainnya juga cenderung mengalami kenaikan harga. Kebutuhan lain seperti obat-obatan dan alat kesehatan, pupuk, serta pakan ternak juga terdampak, yang pada akhirnya dapat mendorong kenaikan harga bahan pangan. Tidak hanya itu, barang konsumsi sehari-hari pun ikut mengalami kenaikan akibat meningkatnya biaya distribusi dan penggunaan bahan baku impor.

3. Dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah

Menurut saya, Depresiasi rupiah memberikan tekanan yang cukup besar terhadap UMKM, terutama yang menggunakan bahan baku impor. Kenaikan biaya produksi tidak selalu dapat diimbangi dengan kenaikan harga jual, sehingga margin keuntungan menurun. Dalam kondisi tertentu, UMKM dapat mengalami penurunan produksi, bahkan berpotensi mengurangi tenaga kerja.

Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dampaknya lebih signifikan karena kenaikan harga kebutuhan pokok tidak diikuti dengan peningkatan pendapatan. Hal ini menyebabkan daya beli menurun dan berpotensi meningkatkan tingkat kerentanan ekonomi. Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, maka dapat memperlebar kesenjangan sosial dan menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Putri Asyiah Rahmadita -
Putri Asyiah Rahmadita 2411021046

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Menurut saya, depresiasi rupiah cukup berdampak ke kehidupan mahasiswa sehari-hari. Soalnya pas rupiah melemah, banyak kebutuhan jadi ikut naik harganya. Sebagai mahasiswa, saya ngerasa pengeluaran jadi lebih boros walaupun uang bulanan tetap sama. Selain itu, harga barang elektronik juga makin mahal, padahal kebutuhan mahasiswa sekarang banyak bergantung sama laptop, HP, dan internet buat kuliah atau ngerjain tugas. Jadi kondisi ini bikin daya beli mahasiswa perlahan menurun.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Menurut saya, barang yang kemungkinan naik itu kaya BBM, makanan impor, skincare, gadget, laptop, sampai biaya internet atau kuota. Soalnya banyak barang di Indonesia yang masih bergantung sama bahan baku impor atau transaksi dolar. Dalam kehidupan sehari-hari aja udah mulai terasa, misalnya harga makanan, minuman, atau barang di minimarket perlahan naik. Kalo kondisi rupiah terus melemah dalam jangka panjang, kemungkinan biaya transportasi dan kebutuhan kuliah juga bakal ikut meningkat.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
Menurut saya, dampaknya cukup berat terutama buat UMKM yang masih bergantung sama bahan baku impor. Pas harga bahan baku naik, biaya produksi otomatis ikut naik. Tapi di sisi lain, mereka juga ga bisa langsung menaikkan harga terlalu tinggi karena takut pembeli berkurang. Buat masyarakat berpenghasilan rendah, depresiasi rupiah bikin daya beli makin turun karena harga kebutuhan pokok naik sementara pendapatan tetap. Jadi masyarakat harus lebih hemat dan mengurangi pengeluaran tertentu. Kalo kondisi ini berlangsung lama, kesejahteraan masyarakat juga bisa ikut menurun.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Putri Asyiah Rahmadita -
Putri Asyiah Rahmadita 2411021046

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Menurut saya, depresiasi rupiah cukup berdampak ke kehidupan mahasiswa sehari-hari. Soalnya pas rupiah melemah, banyak kebutuhan jadi ikut naik harganya. Sebagai mahasiswa, saya ngerasa pengeluaran jadi lebih boros walaupun uang bulanan tetap sama. Selain itu, harga barang elektronik juga makin mahal, padahal kebutuhan mahasiswa sekarang banyak bergantung sama laptop, HP, dan internet buat kuliah atau ngerjain tugas. Jadi kondisi ini bikin daya beli mahasiswa perlahan menurun.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Menurut saya, barang yang kemungkinan naik itu kaya BBM, makanan impor, skincare, gadget, laptop, sampai biaya internet atau kuota. Soalnya banyak barang di Indonesia yang masih bergantung sama bahan baku impor atau transaksi dolar. Dalam kehidupan sehari-hari aja udah mulai terasa, misalnya harga makanan, minuman, atau barang di minimarket perlahan naik. Kalo kondisi rupiah terus melemah dalam jangka panjang, kemungkinan biaya transportasi dan kebutuhan kuliah juga bakal ikut meningkat.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
Menurut saya, dampaknya cukup berat terutama buat UMKM yang masih bergantung sama bahan baku impor. Pas harga bahan baku naik, biaya produksi otomatis ikut naik. Tapi di sisi lain, mereka juga ga bisa langsung menaikkan harga terlalu tinggi karena takut pembeli berkurang. Buat masyarakat berpenghasilan rendah, depresiasi rupiah bikin daya beli makin turun karena harga kebutuhan pokok naik sementara pendapatan tetap. Jadi masyarakat harus lebih hemat dan mengurangi pengeluaran tertentu. Kalo kondisi ini berlangsung lama, kesejahteraan masyarakat juga bisa ikut menurun.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Bagas Sandika Prayoga -
Nama: Bagas Sandika Prayoga
Npm: 2411021034


1. Sebagai mahasiswa, depresiasi rupiah berdampak langsung maupun tidak langsung pada kehidupan sehari-hari. Secara langsung, biaya hidup bulanan meningkat karena harga kebutuhan pokok ikut terkerek naik. Mahasiswa yang menggunakan laptop, smartphone, atau perangkat elektronik untuk belajar akan merasakan lonjakan harga jika harus membeli atau memperbaiki perangkat tersebut, mengingat komponen elektronik mayoritas diimpor. Lalu untuk dampak yang tidak langsung juga, contohnya seperti ketika uang kiriman dari orang tua yang berprofesi sebagai petani, pedagang kecil, atau karyawan swasta berpotensi tidak mencukupi karena daya beli keluarga ikut melemah. Tekanan psikologis pun meningkat akibat ketidakpastian ekonomi, yang dapat memengaruhi konsentrasi dan produktivitas belajar.

2. Barang atau kebutuhan yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga yaitu kalo saya lihat dari segi elektronik, pangan, lalu BBM dan energi, obat²an, dan juga dari segi transportasi akan mengalami kenaikan harga. Dari kategori yang saya sebutkan ada 2 kebutuhan yang konsumsinya tidak dapat ditunda konsumsinya, yaitu ada BBM / energi dan juga pangan.

3. Dampak bagi UMKM, kita tau bahwa UMKM merupakan kelompok paling rentan karena keterbatasan modal dan tidak memiliki akses hedging (lindung nilai).
• biaya produksi naik, ketika bahan baku impor seperti tepung, kain, dan resin menjadi lebih mahal, sehingga margin keuntungan semakin tipis.

•Kredit makin mahal, bank Indonesia cenderung menaikkan suku bunga untuk menstabilkan rupiah, membuat pinjaman modal usaha semakin memberatkan.

•Omzet turun, daya beli konsumen melemah sehingga penjualan UMKM ikut tertekan.

Dan dampak bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah yaitu pertama, sebagian besar pengeluaran mereka dialokasikan untuk pangan, sehingga kenaikan harga bahan pokok langsung menggerus daya beli. Kedua, mereka tidak memiliki aset pelindung seperti simpanan dolar atau properti. Ketiga, ketika perusahaan memangkas produksi akibat biaya impor membengkak, buruh kontrak dan pekerja informal menjadi yang pertama terkena PHK. Secara keseluruhan, depresiasi rupiah yang berkepanjangan berpotensi mendorong lebih banyak keluarga jatuh ke bawah garis kemiskinan jika tidak diimbangi dengan penguatan jaring pengaman sosial dari pemerintah.
In reply to Bagas Sandika Prayoga

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Tantri Nurtika Dewi - -
Nama : Tantri Nurtika Dewi
NPM : 2411021137

1. Dampak depresiasi rupiah bagi saya sebagai mahasiswa?
Jika rupiah semakin terus melemah, hidup sebagai mahasiswa terutama yang belum bekerja akan jadi lebih berat. Mulai dari harga makanan, ongkos transportasi, kuota internet, dan peralatan kuliah bisa naik. Laptop, HP, dan buku juga jadi lebih mahal karena banyak barang berasal dari luar negeri. Yang menyebabkan uang saku terasa cepat habis dan rasa ingin membeli menurun karena harganya semua naik.

2. Barang yang kemungkinan naik harga?
Barang yang paling mungkin naik saat krisis seperti ini adalah kebutuhan yang masih memakai bahan impor. Contohnya seperti BBM, laptop, HP, makanan instan, susu, obat-obatan, buku, dan biaya transportasi. Barang lokal juga bisa ikut naik karena biaya produksi bertambah. Seperti yang sudah terjadi saat ini harga plastik mengalami kenaikan karena salah satu bahan bakunya terdiri dari bahan impor minyak yang mengalami kenaikan akibat gejolak energi global perang Iran-Amerika yang menyebabkan penjual atau UMKM yang menggunakan plastik sebagai alat pendukung penjualan kini harganya bersaing dengan bahan baku produk yang mereka jual.

3. Dampak bagi UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
UMKM merasa kesulitan karena bahan baku jadi mahal dan biaya usaha naik. Kalau harga jual dinaikkan, pembeli bisa berkurang. Masyarakat berpenghasilan rendah juga paling terasa dampaknya karena harga kebutuhan pokok naik sementara pendapatan mereka tetap. Akibatnya daya beli masyarakat menurun dan perekonomi keluarga menjadi lebih berat. Namun jika UMKM tidak menaikkan harga jual saat rupiah melemah seperti saat ini, maka keuntungan usaha yang mereka dapatkan akan menurun karena biaya produksi terus meningkat.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Jesica Laurensia - -
Nama : Jesica Laurensia
NPM : 2411021048

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Sebagai mahasiswa, saya merasakan depresiasi rupiah membuat pengeluaran sehari-hari menjadi lebih besar. Harga makanan, transportasi, dan kebutuhan kuliah perlahan naik sehingga uang saku terasa lebih cepat habis. Selain itu, harga paket internet, biaya fotokopi, buku, dan kebutuhan sehari-hari juga bisa ikut meningkat. Dengan kondisi ini membuat saya sebagai mahasiswa harus lebih hemat dan lebih pintar mengatur pengeluaran agar kebutuhan tetap terpenuhi.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Beberapa kebutuhan yang kemungkinan naik harga menurut saya adalah BBM, bahan makanan, paket internet, obat-obatan, plastik, dan barang elektronik seperti handphone. Soalnya banyak barang yang masih dipengaruhi harga dolar atau memakai bahan baku dari luar negeri. Plastik misalnya, banyak bahan dasarnya berasal dari minyak dan sebagian masih berkaitan dengan impor, jadi ketika rupiah melemah harganya juga bisa ikut naik. Selain itu, kenaikan BBM juga membuat biaya transportasi dan distribusi barang menjadi lebih mahal sehingga harga kebutuhan sehari-hari ikut meningkat.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
Bagi UMKM, depresiasi rupiah bisa membuat biaya produksi menjadi lebih tinggi, terutama untuk usaha yang masih menggunakan bahan baku impor. Akibatnya, pelaku usaha kadang harus menaikkan harga jual atau mengurangi keuntungan supaya usaha tetap berjalan. Di sisi lain, daya beli masyarakat yang menurun juga bisa membuat penjualan ikut berkurang. Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah biasanya menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Harga kebutuhan pokok ikut naik, sedangkan pendapatan belum tentu bertambah. Kondisi ini membuat masyarakat harus lebih menghemat pengeluaran dan mengurangi kebutuhan yang tidak terlalu penting agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Nanda Nisa Kurnia -
1. Dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi saya sebagai mahasiswa
Menurut saya, depresiasi rupiah cukup terasa dalam kehidupan mahasiswa karena dampaknya langsung masuk ke pengeluaran sehari-hari. seperti makan, transport (seperti bensin), barang barang sehari hari. Ketika rupiah melemah, harga barang impor dan barang yang bergantung pada bahan impor cenderung naik, sehingga biaya hidup ikut terdorong naik. Hal ini bisa berpengaruh pada kebutuhan kuliah seperti laptop, HP, kuota, transportasi, hingga makanan harian, karena sebagian komponen barang tersebut berasal dari luar negeri atau dipengaruhi oleh biaya impor. Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat daya beli saya sebagai mahasiswa menjadi lebih lemah, sementara uang saku tetap sama. Jadi, secara sederhana, saya harus lebih bijak mengatur prioritas pengeluaran karena nilai uang rupiah menjadi lebih lemah dibanding sebelumnya

2. Barang atau kebutuhan yang kemungkinan mengalami kenaikan harga
Barang yang paling mungkin mengalami kenaikan harga adalah barang impor atau barang yang bahan bakunya masih bergantung pada luar negeri. Contohnya seperti elektronik, laptop, HP, dan aksesorisnya, karena produk tersebut sangat terkait dengan komponen impor. Selain itu, BBM, bahan pangan tertentu, serta barang kebutuhan industri juga bisa ikut naik karena biaya produksinya meningkat. Dalam materi yang saya pelajari, disebutkan bahwa saat rupiah terdepresiasi, harga barang impor naik dan biaya produksi perusahaan ikut meningkat, lalu kenaikan biaya itu akhirnya bisa diteruskan ke harga jual ke masyarakat. Jadi, dampaknya tidak hanya terasa pada barang mewah, tetapi juga bisa merembet ke kebutuhan pokok dan biaya hidup sehari-hari kita (yg biasa kita gunakan)

3. Dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah
Bagi UMKM, depresiasi rupiah bisa menjadi masalah serius karena banyak usaha kecil masih bergantung pada bahan baku, kemasan, mesin, atau peralatan impor. Saat nilai tukar rupiah melemah, biaya produksi meningkat, tetapi tidak semua UMKM bisa langsung menaikkan harga jual karena takut kehilangan pelanggan. Akibatnya, margin keuntungan mereka menurun dan sebagian usaha bisa kesulitan bertahan. bahkan masyarakat kelas menengah kebawah dampaknya lebih kerasa karena lebih di press untuk kebutuhan sehari hari, Saat harga naik, mereka tidak punya ruang yang luas untuk menyesuaikan pengeluaran. Jadi, depresiasi rupiah dalam jangka panjang berpotensi memperlebar tekanan ekonomi, terutama pada kelompok yang paling rentan. Menurut saya, inilah alasan kenapa stabilitas nilai tukar penting, karena kalau rupiah terus melemah, beban ekonomi tidak dirasakan secara merata, tetapi lebih berat jatuh ke UMKM dan masyarakat kecil.


jadi kesimpulan nya kalau depresiasi rupiah terus terjadi dalam jangka panjang, dampaknya bukan hanya soal angka kurs, tetapi bisa merembet ke inflasi, biaya hidup kita , daya beli, dan keberlangsungan usaha kecil. Karena itu, stabilitas rupiah penting dijaga agar kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan lebih stabil dan tidak terlalu merasa terbebani karena lonjakan harga.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Rahmad Alpin -
1. Dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi saya sebagai mahasiswa:

Sebagai mahasiswa, depresiasi rupiah berdampak langsung pada pengeluaran sehari-hari. Uang saku yang biasanya cukup untuk makan, transportasi, dan kebutuhan kuliah menjadi cepat habis karena harga barang naik. Saya harus lebih pintar mengatur keuangan, misalnya mengurangi jajan di kantin atau memilih naik angkutan umum yang lebih murah. Selain itu, biaya tidak langsung seperti fotokopi materi, print tugas, beli kuota internet, dan naik ojek online ikut melonjak karena harga kertas, BBM, dan perangkat elektronik yang komponennya impor menjadi mahal. Tabungan yang saya kumpulkan juga tergerus nilainya karena daya beli uang menurun. Jadi, hidup sebagai mahasiswa menjadi lebih berat karena harus beradaptasi dengan kenaikan harga hampir di semua lini.



2. Barang atau kebutuhan di sekitar saya yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga:

Di sekitar saya, banyak barang yang harganya pasti naik akibat depresiasi ini. Pertama, makanan dan minuman kemasan seperti mi instan, biskuit, kopi sachet, susu, dan minuman bersoda karena bahan bakunya seperti gandum, biji kopi, dan gula banyak yang impor. Kedua, alat tulis dan elektronik seperti buku tulis, pulpen, kertas HVS, laptop, printer, dan flashdisk karena bahan baku kertas dan komponen elektronik didatangkan dari luar negeri. Ketiga, perlengkapan mandi dan kebersihan seperti sabun, sampo, pasta gigi, dan deterjen karena bahan kimia dasarnya impor. Keempat, pakaian dan sepatu, terutama yang berbahan katun atau sintetis, karena industri tekstil kita masih bergantung pada bahan baku impor. Terakhir, biaya transportasi seperti tarif angkot, bus, dan ojek online ikut naik karena harga BBM dan suku cadang kendaraan yang impor meningkat. Semua barang ini benar-benar dekat dengan keseharian saya sebagai mahasiswa.


3. Dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah:

Untuk UMKM, dampaknya sangat terasa karena biaya produksi melonjak drastis, terutama bagi usaha yang menggunakan bahan baku impor seperti kedelai untuk tahu tempe, tepung terigu untuk kue, kain untuk konveksi, atau barang dagangan untuk toko kelontong. Akibatnya, UMKM terpaksa menaikkan harga jual, namun di sisi lain daya beli konsumen sedang turun, sehingga penjualan merosot dan banyak UMKM yang merugi bahkan bangkrut. Selain itu, suku bunga kredit yang biasanya naik untuk mengendalikan inflasi membuat UMKM sulit mendapatkan pinjaman modal. Sementara untuk masyarakat berpenghasilan rendah, depresiasi berkepanjangan adalah bencana karena mereka sudah hidup pas-pasan. Harga kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan sayuran ikut naik sehingga mereka harus mengurangi porsi makan, mengganti dengan bahan yang lebih murah, atau bahkan melewatkan waktu makan. Dana yang seharusnya untuk biaya sekolah anak atau berobat terpaksa dialihkan untuk makan sehari-hari. Dalam jangka panjang, mereka sangat rentan jatuh ke jurang kemiskinan karena inflasi tinggi tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Salsa Ramadhini Patra -
Nama: Salsa Ramadhini Patra
NPM : 2451021019

1.Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
= Menurut saya sebagai mahasiswa, kalau rupiah terus melemah, dampaknya cukup terasa di kehidupan sehari-hari. Pengeluaran pasti jadi lebih besar, terutama buat kebutuhan yang ada kaitannya sama barang impor. Misalnya biaya internet, gadget, atau aplikasi berbayar yang pakai dolar bisa jadi lebih mahal. Selain itu, uang saku jadi terasa “lebih cepat habis” karena harga barang naik, sementara pemasukan tetap. Jadi mau nggak mau harus lebih hemat dan pintar dalam mengatur keuangan.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
= Beberapa barang di sekitar yang kemungkinan naik itu seperti elektronik (HP, laptop), karena sebagian besar masih impor. Terus bahan makanan tertentu seperti gandum (roti, mie instan), susu, dan produk olahan juga bisa ikut naik. BBM juga berpotensi naik, yang akhirnya bikin biaya transportasi ikut mahal. Bahkan barang sederhana seperti sabun, skincare, dan alat tulis pun bisa terdampak kalau bahan bakunya impor.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
= Bagi UMKM, depresiasi rupiah bikin biaya produksi naik karena bahan baku mahal. Akhirnya mereka harus pilih antara menaikkan harga (yang bisa bikin pembeli berkurang) atau tetap jual murah tapi untungnya kecil. Ini cukup berat.
Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah paling terdampak karena daya beli mereka turun. Harga kebutuhan pokok naik tapi pendapatan tetap, jadi makin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan bisa meningkatkan angka kemiskinan kalau kondisi ini berlangsung lama.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Kartika Ayu Purnomo ‎ -
1. Dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi sebagai mahasiswa
>Menurut saya, pelemahan rupiah sangat berpengaruh pada kehidupan mahasiswa, terutama dalam hal biaya hidup. Harga makanan, transportasi, kuota internet, dan kebutuhan kuliah bisa ikut naik karena banyak barang masih bergantung pada bahan impor. Akibatnya, uang bulanan terasa lebih cepat habis dan mahasiswa harus lebih hemat dalam mengatur pengeluaran.
Selain itu, kondisi ini juga bisa menambah tekanan pikiran. Mahasiswa yang ekonominya pas-pasan mungkin harus mencari kerja sampingan atau mengurangi kebutuhan tertentu agar tetap bisa memenuhi biaya kuliah dan hidup sehari-hari.

2. Barang atau kebutuhan yang kemungkinan mengalami kenaikan harga
Beberapa kebutuhan yang kemungkinan naik harga antara lain:
-BBM dan ongkos transportasi
-Makanan dan minuman
-Laptop, HP, dan elektronik
-Kuota internet
-Buku, alat tulis, dan biaya percetakan
-Obat-obatan
Walaupun tidak semuanya barang impor, banyak produk menggunakan bahan baku dari luar negeri sehingga harga ikut terdorong naik.

3. Dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah :
Bagi UMKM, pelemahan rupiah membuat biaya produksi semakin mahal. Harga bahan baku naik, sementara penjual sulit menaikkan harga terlalu tinggi karena takut kehilangan pembeli. Akibatnya keuntungan menjadi lebih kecil.

Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya karena pendapatan mereka tetap, tetapi harga kebutuhan pokok terus naik. Jika kondisi ini berlangsung lama, daya beli masyarakat bisa melemah dan kesenjangan ekonomi semakin terlihat.

Menurut saya, kondisi ini menjadi pengingat bahwa Indonesia perlu memperkuat produksi dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada barang impor dan nilai tukar asing.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Depresiasi Nilai Tukar (Kurs)

by Atika Ramadhani ‎ -
Nama : Atika Ramadhani
NPM : 2411021131

Jawaban Studi Kasus: Dampak Depresiasi Rupiah

1. Dampak dari depresiasi Rupiah terhadap kehidupan pribadi mahasiswa seperti, ketika rupiah melemah, harga barang-barang impor otomatis naik karena dibutuhkan lebih banyak rupiah untuk mendapatkan barang tersebut sehingga membuat harga barang lain meningkat mulai dari makan(karena bahan bakunya masih banyak bergantung dengan impor seperti tepung gandum), transportasi, internet dan perlengkapan kuliah, sementara uang yang diterima dari orang tua nominalnya tetap sama, membuat uang seperti uang saku kita menurun karena harga pada naik.
Selain itu, kebutuhan akan perangkat penunjang kuliah seperti laptop, smartphone, harganya ikut naik karena seluruh komponennya berasal dari luar negeri.

2. Barang dan Kebutuhan yang Kemungkinan Mengalami Kenaikan Harga seperti Kebutuhan pangan seperti tahu, tempe, mie instan, roti, dan minyak goreng sangat rentan naik karena bahan bakunya seperti kedelai dan gandum masih didominasi impor dari luar negeri. Kebutuhan lain yang yaitu obat-obatan dan suplemen kesehatan, karena bahan baku farmasi Indonesia masih banyak diimpor, sehingga harganya sangat sensitif terhadap pergerakan kurs. Perangkat elektronik seperti HP, laptop, charger, dan aksesoris belajar lainnya juga pasti naik karena seluruh komponennya berasal dari luar negeri. Barang seperti pakaian, sabun, sampo, dan produk perawatan diri pun ikut terdampak karena bahan kimia dan bahan bakunya banyak yang diimpor. Dan juga transportasi serta BBM karena indonesia masi mengimpor sebagian munyak mentah sehingga membuat biaya produksi serta transportasi pun ikut meningkat.

3. Bagi pelaku UMKM, depresiasi rupiah membuat tekanan. Sebagaimana dijelaskan dalam materi, kenaikan biaya input impor mendorong produsen menaikkan harga jual yang pada akhirnya memicu inflasi dan menekan kesejahteraan masyarakat. Ditambah lagi, ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk menstabilkan rupiah, bunga pinjaman modal usaha ikut naik sehingga UMKM semakin kesulitan mengakses kredit.
Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah menjadi kelompok yang paling berat menanggung dampaknya karena mereka tidak memiliki cadangan finansial sama sekali. Mereka menghabiskan sebagian besar pendapatannya hanya untuk pangan, sehingga ketika harga bahan makanan naik, membuat pendapatannya terlihat semakin kecil karena mereka tidak bisa berhemat lahi dari kebutuhan lainnya. Pendapatan masyarakat tetap dalam rupiah sementara harga barang terus meningkat sehingga menggerus kesejahteraan riil masyarakat.