Nama : Muhamad Galang Saputra
Npm : 2411021077
Pertanyaan Diskusi Studi Kasus :
1. Strategi Mana Dari 5 Strategi Diatas Yang Paling Prioritas Untuk Desa Ini? Beri Alasan.
Menurut saya, strategi yang paling prioritas untuk Desa Tambakrejo adalah pemerataan infrastruktur digital. Masalah utama desa ini sebenarnya berada pada fondasi, yaitu akses internet yang masih 3G dan tidak stabil. Selama konektivitas masih lemah, strategi lain seperti pelatihan digital, UMKM go online, atau pelayanan publik berbasis aplikasi akan sulit berjalan maksimal. UMKM tidak bisa konsisten berjualan di marketplace, pemuda tidak punya peluang kerja digital, dan pemerintah desa tetap harus mengandalkan layanan manual. Karena itu, langkah pertama yang paling masuk akal adalah memperkuat jaringan internet sebagai pondasi sebelum strategi lain dijalankan secara lebih luas. buat dengan bahasa pribadi
2. Usulkan 2 Kegiatan Konkret Yang Bisa Dilakukan Dalam 6 Bulan Kedepan Untuk Memulai Transformasi Digital Didesa Tersebut.
Untuk memulai transformasi digital di Desa Tambakrejo dalam enam bulan ke depan, dua kegiatan konkret yang bisa dilakukan adalah:
a. Bangun “Pojok Digital Desa”
Saya usulin sediain WiFi terpusat di balai desa. Taruh 2–3 komputer/laptop sederhana buat warga. Jadikan balai desa sebagai tempat akses internet, belajar, dan promosi usaha. Digunakan buat bantu UMKM bikin akun marketplace dan akses info pasar.
b. Adain pelatihan praktis UMKM dan pemuda desa
Materi pelatihannya fokus praktik langsung, kayak cara foto produk menarik pake HP, bikin akun Shopee/Tokopedia plus kelola toko online, promosi lewat WhatsApp Business dan Instagram, serta edukasi keamanan digital biar warga percaya transaksi online.
Transformasi digital desa ngga bisa jalan sendirian, harus libatkan banyak pihak. Pemerintah desa jadi penggerak awal dengan nyediain fasilitas dan dukungan kebijakan. Pemerintah daerah sama Kominfo bantu tingkatin jaringan dan pelatihan digital. Swasta seperti provider internet, marketplace, dan bank dukung jaringan, pemasaran, plus pembayaran digital. Kampus bisa kontribusi lewat KKN atau pengabdian masyarakat buat dampingi pelatihan dan kelola media digital desa. Plus, pemuda desa saya libatkan sebagai relawan digital biar mereka punya peluang kerja baru tanpa harus merantau.
3. Siapa Saja Pihak Yang Harus Dilibatkan (Pemerintah Desa, Swasta, Komunitas, Kampus)?
Transformasi digital desa perlu libatkan banyak pihak biar nggak berhenti di tengah jalan dan bisa berkelanjutan. Berikut pihak-pihak yang sebaiknya dilibatkan beserta perannya:
a. Pemerintah Desa
Menjadi penggerak utama program digital desa.
Saya saranin sediain tempat (balai desa) buat Pojok Digital.
Alokasiin dana desa buat internet, pelatihan, dan perangkat awal.
Mulai sederhanain layanan administrasi desa secara digital.
b. Pemerintah Daerah & Kominfo
Bantu peningkatan jaringan internet (BTS/WiFi desa).
Sediain program pelatihan literasi digital dan UMKM go digital.
Kasih pendampingan kebijakan dan program desa digital.
c. Pihak Swasta
Provider internet: bantu penguatan jaringan dan pemasangan WiFi desa.
Marketplace (Shopee, Tokopedia, dll): onboarding UMKM desa biar bisa langsung jualan online.
Perbankan/fintech: sediain pembayaran digital (QRIS, mobile banking, agen bank).
d. Kampus / Mahasiswa
Lewat program KKN tematik digital di desa.
Latih UMKM bikin toko online dan konten promosi.
Bantu bikin website atau media sosial resmi desa.
Jadi pendamping teknis selama masa awal transformasi.
e. Komunitas & Pemuda Desa
Jadi relawan atau “duta digital desa”.
Kelola media sosial desa dan promosi produk lokal.
Bantu warga yang masih gaptek pake teknologi.
Kolaborasi semua pihak ini penting banget biar transformasi digital nggak cuma program sesaat, tapi beneran jadi perubahan jangka panjang buat desa.