Diskusi Studi Kasus Pertemuan 10

Studi Kasus Pertemuan 10

Studi Kasus Pertemuan 10

by Yohanes Novi Armunanto -
Number of replies: 50

Studi Kasus: 
Desa Tambakrejo di pesisir selatan Jawa punya potensi ikan laut dan kerajinan anyaman bambu. Namun, sinyal internet hanya 3G, banyak pemuda merantau karena tidak ada lapangan kerja digital, UMKM belum bisa jual online karena gaptek, dan perizinan kios nelayan masih bolak-balik ke kota.

Pertanyaan diskusi:

1.     Strategi mana dari 5 strategi di atas yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.

2.     Usulkan 2 kegiatan konkret yang bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital di desa tersebut.

3.     Siapa saja pihak yang harus dilibatkan (pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus)?


In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Naila Salsabila -
Nama: Naila Salsabila
NPM: 2411021107

1. Strategi yang paling prioritas adalah Strategi 1: Infrastruktur Digital.
Hal ini karena Desa Tambakrejo masih memiliki keterbatasan jaringan internet yang hanya 3G dan tidak stabil. Kondisi tersebut menjadi hambatan utama dalam penerapan digitalisasi, baik untuk UMKM, pelayanan publik, maupun peningkatan keterampilan masyarakat. Tanpa infrastruktur yang memadai, strategi lain tidak dapat berjalan optimal, sehingga pembangunan akses internet menjadi prioritas utama.

2. Dua kegiatan konkret dalam 6 bulan ke depan:
Pertama, peningkatan akses internet desa melalui penyediaan BTS 4G atau WiFi desa di titik strategis seperti balai desa dan pusat kegiatan ekonomi. Hal ini bertujuan untuk mendukung aktivitas digital masyarakat.
Kedua, pelatihan digital bagi UMKM dan masyarakat, seperti penggunaan marketplace, media sosial untuk pemasaran, serta sistem pembayaran digital. Kegiatan ini juga perlu disertai pendampingan agar hasilnya lebih efektif.

3. Pihak yang harus dilibatkan:
Pemerintah, terutama pemerintah desa dan instansi terkait seperti Kominfo, dalam penyediaan infrastruktur dan kebijakan.
Sektor swasta, seperti penyedia layanan internet dan platform digital, dalam mendukung teknologi dan akses pasar.
Komunitas lokal, seperti karang taruna dan pelaku UMKM, sebagai pelaksana di lapangan.
Kampus atau perguruan tinggi, melalui program KKN atau pengabdian masyarakat, untuk memberikan pelatihan dan pendampingan.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Yunda Putri Kirani 2411021020 -
1. Strategi yang paling prioritas menurut saya adalah pemerataan infrastruktur digital
Yang paling utama tetap infrastruktur (internet)
Alasannya sederhana yaitu, semua strategi lain butuh internet.
Di Desa Tambakrejo masalahnya jelas, sinyal masih 3G dan tidak stabil, UMKM belum bisa jual online, pemuda tidak punya peluang kerja digital
Kalau internet masih lemah, marketplace tidak bisa dipakai dengan lancar, pelatihan digital jadi percuma karena praktiknya susah, layanan pemerintah online juga tidak jalan
Jadi, infrastruktur itu pondasi awal.
Setelah internet membaik (minimal 4G stabil atau ada WiFi desa), baru strategi lain seperti UMKM go digital dan e-government bisa efektif.

2. Dua kegiatan konkret (6 bulan ke depan)
1. Program “UMKM Go Digital Desa” (Pelatihan + Pendampingan)
Tidak cukup hanya pelatihan sekali, tapi harus didampingi.
Kegiatan:
Bulan 1–2: pelatihan dasar (cara pakai HP untuk bisnis, foto produk, buat akun marketplace)
Bulan 3–4: praktik langsung (upload produk ikan olahan dan anyaman bambu)
Bulan 5–6: pendampingan (cara balas chat pembeli, pengiriman, dan promosi)
Hasil yang diharapkan yaitu, minimal beberapa UMKM sudah punya toko online, produk desa mulai dikenal di luar daerah, ada tambahan penghasilan warga
2. Pembuatan “Pojok Internet Desa” (WiFi + Pusat Aktivitas Digital)
Karena jaringan masih terbatas, solusi cepatnya adalah membuat akses internet terpusat.
Kegiatan:
-Pasang WiFi di balai desa atau tempat umum
-Sediakan beberapa perangkat (komputer/laptop sederhana)
-Jadwalkan penggunaan (untuk UMKM, pelajar, pemuda)
Fungsinya adalah untik tempat jualan online, tempat belajar digital, tempat urus administrasi online
Dampaknya, warga tidak lagi bergantung pada sinyal pribadi, aktivitas digital mulai terbentuk di desa

3. Pihak yang harus dilibatkan
a. Pemerintah Desa:
-Menyediakan tempat (balai desa)
-Mengalokasikan dana desa untuk WiFi dan pelatihan
-Mengatur program dan jadwal kegiatan

b. Pemerintah Daerah / Pusat (misalnya Kominfo):
-Membantu pembangunan BTS atau jaringan
-Memberikan program pelatihan digital gratis
-Mendukung program desa digital

c. Pihak Swasta:
-Provider internet, pasang jaringan atau WiFi
-Marketplace (Tokopedia, Shopee, dll), bantu pelatihan UMKM
-Perusahaan logistik mempermudah pengiriman barang dari desa

d. Kampus / Mahasiswa
-KKN atau pengabdian masyarakat
-Mengajarkan langsung (praktik, bukan teori)
-Mendampingi UMKM sampai bisa mandiri

e. Komunitas & Pemuda Desa
-Jadi penggerak utama (admin marketplace, promosi online)
-Membantu orang tua yang masih gaptek
-Mengembangkan ide usaha digital baru
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Amelia Rahma Fauzani - -
Nama : Amelia Rahma Fauzani
NPM : 2411021118

1. Strategi paling prioritas
menurutku yang paling penting adalah sektor keuangan, seperti penggunaan dompet digital dan adanya agen bank di desa. Soalnya masalah utama desa ini ada di ekonomi, UMKM belum bisa jualan luas dan transaksi masih terbatas. Kalau sudah ada pembayaran digital, nelayan dan pengrajin bisa jual langsung ke luar daerah tanpa ribet. Walaupun internet masih 3G, itu masih cukup untuk transaksi sederhana. jadi dampaknya bisa cepat dirasakan warga.

2. Dua kegiatan konkret dalam 6 bulan kedepan
Pertama, pelatihan keuangan digital dan jualan online. Dimulai dari warga diajari cara pakai e-wallet, QRIS, terus jual produk lewat WhatsApp atau marketplace. Biar mereka tidak gaptek dan bisa langsung praktek.
Kedua, buat agen keuangan desa dan pusat layanan digital. Misalnya ada BRILink di desa dan satu tempat di balai desa yang ada WiFi untuk bantu transaksi dan urus perizinan online, jadi tidak perlu ke kota lagi.

3. Pihak yang dilibatkan
yang terlibat itu pemerintah desa sebagai penggerak utama, pemerintah daerah memberikan dukungan kebijakan dan jaringan, swasta kayak bank dan provider internet, terus komunitas atau pemuda desa sebagai pendamping, dan juga kampus untuk membantu pelatihan.

Intinya tuh, mulai dari keuangan dulu karena paling cepat bantu ekonomi warga, baru nanti berkembang ke yang lainnya.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Amanda Audila -
1. Strategi mana yang paling prioritas?

kalo liat kondisi desa tambakrejo… jujur, yang paling mendasar itu bukan langsung UMKM go digital atau e-government

masalah utamanya kan jelas: internetnya aja masih 3G dan nggak stabil

jadi menurut saya, strategi yang paling prioritas itu pemerataan infrastruktur digital dulu,
soalnya kalo sinyal masih jelek, mau diajarin jualan online juga bakal susah, mau pake aplikasi juga pasti bakalan tetep kehambat

baru setelah itu, masuk ke strategi lain kayak peningkatan SDM atau UMKM go digital

jadi urutannya tuh kayak:
akses dulu → baru kemampuan → baru pemanfaatan.

2. Dua kegiatan konkret dalam 6 bulan ke depan

kalo cuma teori doang ngga bakal cukup, jadi menurut aku yang realistis buat dilakuin:

1) pelatihan dasar digital untuk UMKM & warga desa
bukan yang ribet, tapi basic dulu:

-cara pake HP buat usaha
- cara foto produk yang menarik
- cara jualan lewat WhatsApp atau marketplace

karena masalahnya kan “gaptek”, jadi harus mulai dari hal paling sederhana dulu

2) pilot project: satu kelompok UMKM go digital
jangan semua langsung, jadi pilih beberapa pelaku usaha dulu (misalnya nelayan atau pengrajin bambu), terus didampingi:

- dibuatin akun marketplace
- diajarin upload produk
- dibantu promosi awal

jadi ada contoh nyatanya, kalo berhasil yang lain biasanya bakal ikut

3. Pihak yang harus dilibatkan

manurut saya ini ngga bisa jalan kalau cuma satu pihak, harus ada kolaborasi

- pemerintah desa → sebagai penggerak utama dan penyedia fasilitas
- pemerintah pusat/daerah (Kominfo, dll) → untuk bantu infrastruktur & program digital
- swasta (provider internet, marketplace) → dukung jaringan dan akses pasar
- kampus → mahasiswa bisa turun langsung, bantu pelatihan dan pendampingan
- komunitas lokal → biar programnya diterima dan berkelanjutan
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Alyssa Shafa Az-Zahra -
Nama : Alyssa Shafa Az-Zahra
NPM : 2411021088

1. Strategi mana dari 5 strategi di atas yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.
Menurut saya, strategi yang paling prioritas dari 5 strategi tersebut adalah strategi pertama, yaitu pemerataan infrastruktur digital, karena masalah utama di Desa Tambakrejo itu ada di jaringan internet yang masih 3G. Kondisi ini membuat kegiatan digital jadi terbatas. Akibatnya UMKM jalan di tempat, pemuda memilih merantau, dan layanan publik tidak efisien karena belum bisa dialihkan ke sistem online.

2. Usulkan 2 kegiatan konkret yang bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital di desa tersebut.
1. Wifi desa dipasang di titik strategis agar warga punya akses internet yang mudah dan bisa langsung dimanfaatkan sehingga membuka peluang usaha dan informasi yang sebelumnya terbatas.
2. Uji coba QRIS yang dilakukan pada beberapa UMKM sebagai contoh. Transaksi menjadi lebih praktis dan efisien. Langkah ini menjadi pemicu perubahan ke arah yang lebih modern.

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan (pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus)?
Pihak yang harus dilibatkan yang pertama adalah pemerintah desa sebagai pengelola yang mengatur langsung dilapangan. Pihak swasta seperti penyedia internet dan platform digital bisa membantu dari sisi akses dan penggunaan teknologi. Warga, terutama pemuda dan pelaku usaha, harus ikut terlibat agar program yang dijalankan tidak berhenti di tengah jalan. Kampus membantu lewat mahasiswa KKN melalui pelatihan dan pendampingan UMKM jualan online.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Mahesa Ronal Putra Priyanto -
Nama : Mahesa Ronal Putra Priyanto
NPM : 2411021018

1. infrastruktur, tapi yang spesifik seperti akses internet di titik ekonomi nelayan, bukan seluruh desa dulu. Soalnya masalah Tambakrejo itu bukan sekadar “tidak ada internet”, tapi internet yang ada tidak nyambung ke aktivitas utama (jual ikan dan kerajinan). Kalau nelayan masih harus ke kota buat urus izin dan tidak tahu harga pasar real-time, mereka tetap jadi price taker. Jadi infrastruktur di sini harus langsung diarahkan untuk memotong rantai distribusi dan birokrasi, bukan cuma pemerataan akses.

2. kegiatan 6 bulan kedepannya
Pertama, pasang WiFi stabil di balai desa atau tempat nelayan + sediakan 1 orang pendamping yang bantu urus izin online dan akses informasi harga.
Kedua, pilih beberapa UMKM (ikan olahan dan anyaman bambu), lalu dampingi sampai benar-benar bisa jual keluar desa, minimal lewat seperti WhatsApp Business atau marketplace lah atau sebagainya dan dapat transaksi, bukan sekadar diajari.

3. Libatin semuanya kenapa engga?
Pemerintah desa menyediakan tempat dan jalanin programnya, swasta bantu internet dan akses pasar, kampus kirim pendamping lapangan, dan pemuda desa jadi operatornya. Intinya, pemuda lokal yang harus pegang kalau engga, program ga akan jalan lama.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Ratu Ayu Thalia Salsabina -
Nama : Ratu Ayu Thalia Salsabina
NPM : 2411021011

1. Strategi mana dari 5 strategi di atas yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.
Menurut saya, strategi yang paling tepat adalah menggabungkan pemerataan infrastruktur digital dengan peningkatan SDM digital. Alasannya, kalau hanya fokus ke infrastruktur tanpa meningkatkan kemampuan masyarakat, teknologi yang sudah tersedia tidak akan dimanfaatkan secara maksimal. Sebaliknya, kalau hanya meningkatkan SDM tanpa didukung jaringan yang memadai, masyarakat juga tetap kesulitan untuk mengakses teknologi.
Jadi, kedua strategi diatas harus berjalan bersamaan agar hasilnya lebih efektif dan tidak timpang/berat sebelah.

2. Usulkan 2 kegiatan konkret yang bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital di desa tersebut.
1). Penyediaan akses internet terbatas tapi stabil (titik WiFi di desa)
Misalnya dipusatkan di balai desa atau tempat umum yang bisa dijangkau oleh masyarakat setempat. Tidak harus langsung merata, yang penting ada satu lokasi dengan koneksi yang bisa digunakan dengan baik sebagai pusat aktivitas digital.

2). Pelatihan dan pendampingan digital secara bertahap
Setelah ada akses, masyarakat terutama UMKM dan pemuda dilatih mulai dari hal dasar seperti penggunaan internet, promosi sederhana, hingga cara menjual produk secara online. Pendampingan ini penting supaya mereka tidak hanya paham teori, tapi juga bisa langsung praktik.

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan (pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus)?
1). Pemerintah desa sebagai pelaksana dan penyedia fasilitas
2). Pemerintah daerah/pusat mendukung pembangunan jaringan dan program pelatihan di desa TambakRejo
3). Provider atau pihak swasta membantu penyediaan akses internet
4). Mahasiswa atau kampus memberikan pelatihan dan pendampingan secara langsung
5). Masyarakat desa sebagai pihak yang menjalankan dan memanfaatkan program
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Kharisma Apri Irencia -
Nama : Kharisma Apri Irencia
NPM : 2411021099

1. Strategi paling prioritas
Menurut saya yaitu pemerataan infrastruktuur digital. Alasannya, desa ini masih terkendala sinyal internet yang tidak stabil, sehingga akses dasar menjadi syarat utama sebelum program digital lain dijalankan. Setelah itu, perlu dilanjutkan dengan literasi digital agar warga mampu menggunakan teknologi secara aman dan efektif.

2. Dua kegiatan konkret dalam 6 bulan ke depan
Pertama, melakukan pemetaan titik sinyal dan menyediakan pusat internet desa di lokasi strategis seperti balai desa atau sentra UMKM. Kedua, mengadakan pelatihan digital dasar untuk warga, khususnya tentang penggunaan marketplace, WhatsApp Business, foto produk, dan keamanan digital.

3. Pihak yang harus dilibatkan
Pihak yang perlu dilibatkan adalah pemerintah desa, swasta, komunitas lokal, dan kampus. Pemerintah desa berperan sebagai koordinator, swasta membantu dari sisi jaringan dan fasilitas, komunitas lokal memastikan partisipasi warga, sedangkan kampus dapat mendampingi pelatihan dan evaluasi programnya.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Livia Eky Pangesti -
Nama: Livia Eky Pangesti
NPM : 2411021056

Menjawab Studi Kasus: Desa Tambakrejo

Pertanyaan diskusi:
1). Strategi mana dari 5 strategi yang paling prioritas untuk desa ini?
jawab:
Menurut saya, strategi yang paling prioritas adalah pemerataan infrastruktur digital. Alasannya karena internet merupakan dasar utama dalam transformasi digital. Jika jaringan masih 3G dan tidak stabil, maka masyarakat akan sulit mengakses marketplace, belajar digital, melakukan promosi online, maupun mengurus pelayanan publik secara daring.
Tanpa akses internet yang baik, strategi lain seperti pelatihan SDM, UMKM go digital, maupun pelayanan digital tidak akan berjalan maksimal. Jadi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperkuat jaringan internet di desa tersebut.

2). Usulkan 2 kegiatan konkret dalam 6 bulan kedepan untuk memulai transformasi digital!
Jawab:
memasang WiFi publik desa, atau memperkuat jaringan internet di titik-titik penting seperti balai desa, pasar, dan sentra UMKM.
Tujuannya agar masyarakat memiliki akses internet yang lebih cepat dan stabil.
Kemudian Mengadakan pelatihan sederhana bagi pelaku UMKM dan pemuda desa tentang cara menggunakan marketplace, promosi di media sosial, fotografi produk, dan pembayaran digital seperti QRIS.
Tujuannya agar produk ikan laut dan anyaman bambu bisa dipasarkan lebih luas, tidak hanya di sekitar desa.

3). siapa saja pihak yang harus terlibat?
Jawab:
a. Pemerintah Desa
Berperan sebagai penggerak utama program, menyediakan fasilitas, serta mengatur kebijakan desa.
b. Pemerintah Daerah / Kominfo
Membantu pembangunan infrastruktur internet dan program literasi digital.
c. Pihak Swasta / Provider
Menyediakan jaringan internet, dukungan teknologi, dan kerja sama pemasaran digital.
d. Kampus / Mahasiswa
Memberikan pendampingan, pelatihan UMKM, pembuatan konten promosi, dan membantu digitalisasi administrasi desa.
e. Komunitas Masyarakat dan Pemuda Desa
Menjadi pelaksana langsung agar program berjalan berkelanjutan.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Dela Pratiwi - -
Nama : Dela Pratiwi
NPM : 2411021128

Studi Kasus
1. Strategi mana dari 5 strategi di atas yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.
Jawab : Menurut sata, strategi yang paling prioritas untuk Desa Tambakrejo adalah pemerataan infrastruktur digital. Karena dari masalah yang ada, terlihat jelas jika internet di desa tersebut masih 3G dan tidak stabil. Jika jaringan saja belum memadai, strategi lain seperti UMKM go digital atau e-government juga akan sulit berjalan.
Jadi menurut saya, infrastruktur itu menjadi fondasi utama. Jika internet sudah lancar, baru masyarakat bisa memulai untuk belajar jualan online, akses informasi, dan menggunakan layanan digital lainnya. Selain itu, dengan adanya internet yang lebih baik, desa juga bisa membuka peluang kerja digital seperti bisnis online atau pekerjaan berbasis internet, sehingga pemuda tidak perlu merantau ke kota untuk mencari pekerjaan.

2. Usulkan 2 kegiatan konkret dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital.
Jawab: Jika melihat kondisi yang seperti ini, saya akan mengusulkan kegiatan konkret, yaitu;
Pertama saya akan mengadakan pelatihan dasar digital untuk UMKM dan warga desa, seperti cara menggunakan marketplace, media sosial untuk berjualan, dan pembayaran digital. Ini penting agar masyarakat tidak gaptek (gagap teknologi) lagi dan mulai berani mencoba.
Kedua, saya akan mendorong pembuatan pusat internet desa atau WiFi bersama yang bisa digunakan warga. Jadi walaupun jaringan belum sempurna, tetap ada titik akses yang bisa dimanfaatkan untuk belajar, jualan online, atau mengurus administrasi desa.
Dengan dua langkah ini, menurut saya perubahan sudah bisa mulai terasa dalam waktu 6 bulan.

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan: pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus?
Jawab: Menurut saya, transformasi digital ini tidak bisa jalan sendiri, jadi harus melibatkan banyak pihak. Pemerintah desa mempunyai peran penting dalam menyediakan fasilitas dan mengatur kebijakan. Pihak swasta, seperti provider internet atau platform digital, bisa membantu dari sisi teknologi dan pelatihan.
Selain itu, komunitas dan masyarakat juga harus aktif, karena mereka yang akan menjalankan langsung. Dan yang tidak kalah penting, kampus juga bisa ikut terlibat, misalnya mahasiswa turun langsung memberikan edukasi digital atau membantu membuat sistem sederhana untuk desa.
Jadi menurut saya, kolaborasi semua pihak ini yang akan membuat transformasi digital benar-benar berjalan.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Artikeu Damayanti -
Nama : Artikeu Damayanti
NPM : 2411021109

1. Strategi paling prioritas
Strategi yang paling prioritas untuk Desa Tambakrejo adalah Pemerataan Infrastruktur Digital. Alasannya karena semua strategi lain tidak akan bisa berjalan kalau sinyal internet di desa tersebut masih jelek dan tidak stabil. Percuma mengajari warga jualan online kalau buka aplikasi saja susah karena jaringan 3G yang sering putus. Jadi, memperbaiki infrastruktur internet adalah langkah pertama yang harus dilakukan sebelum strategi lainnya bisa dijalankan

2. Dua kegiatan konkret dalam 6 bulan kedepan
Kegiatan pertama yang bisa dilakukan adalah mengajukan pemasangan WiFi gratis di balai desa melalui program Desa Digital dari Kominfo. Dengan adanya pusat internet gratis di balai desa, warga bisa mulai mengurus perizinan secara online sehingga tidak perlu lagi bolak-balik ke kota hanya untuk urusan administrasi sederhana.
Kegiatan kedua adalah mengadakan pelatihan jualan online bagi pelaku UMKM, terutama para pengrajin anyaman bambu dan nelayan yang ingin menjual hasil tangkapannya. Pelatihan ini bisa dilakukan dengan mengundang mahasiswa KKN atau relawan untuk mengajari warga cara mendaftar dan berjualan di marketplace seperti Shopee atau Tokopedia, termasuk cara membuat foto produk yang menarik agar produk desa bisa laku di pasaran yang lebih luas.

3. Pihak yang Harus Dilibatkan
Transformasi digital di Desa Tambakrejo tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus melibatkan banyak elemen. Pemerintah desa berperan menyediakan tempat dan menggerakkan warga untuk ikut serta. Pemerintah daerah dan Kominfo bertugas membantu pengajuan program infrastruktur internet dan pendanaan. Pihak swasta seperti Shopee, Tokopedia, dan GoPay bisa memberikan pelatihan gratis serta subsidi ongkir bagi UMKM yang baru memulai. Karang taruna dan pemuda lokal bisa menjadi penggerak sekaligus pendamping warga yang belum melek digital. Terakhir, pihak kampus mengirim mahasiswa KKN untuk membantu mengajarkan literasi digital dan membuatkan akun marketplace bagi warga desa.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Putri Asyiah Rahmadita -
Putri Asyiah Rahmadita 2411021046

Studi Kasus: Desa Tambakrejo
1. Strategi mana dari 5 strategi yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.
Menurut pendapat saya, strategi yang paling prioritas itu pemerataan infrastruktur digital. Soalnya di PPT dijelasin kalo di desa ini sinyal masih 3G dan ga stabil. Kalo infrastruktur aja belum memadai, strategi lain kaya UMKM go digital atau e-government juga bakal susah jalan. Jadi menurut saya, fondasi utamanya harus dibenerin dulu, baru setelah itu strategi lain bisa ikut berkembang.

2. Usulkan 2 kegiatan konkret dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital.
Menurut saya ada dua kegiatan yang realistis:
1)Pelatihan digital dasar untuk UMKM dan warga desa
Misalnya ngajarin cara jualan online, pakai marketplace, sama pembayaran digital. Soalnya di PPT juga disebutkan banyak UMKM masih gaptek.
2)Penyediaan akses internet desa (WiFi publik atau BTS tambahan)
Ini penting banget biar masyarakat bisa langsung praktik dari pelatihan tadi. Jadi ga cuma teori tapi langsung dipakai.

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan?
Menurut saya, transformasi digital ini ga bisa jalan sendiri, harus kolaborasi:
1)Pemerintah desa: sebagai penggerak utama dan pengambil kebijakan
2)Pemerintah pusat/Kominfo: bantu infrastruktur dan program digital
3)Swasta: dukungan teknologi dan platform
4)Kampus/mahasiswa: edukasi, pendampingan, dan literasi digital
5)Komunitas lokal: biar programnya diterima dan berkelanjutan
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Chelilla Khalisya Putri -
Nama : Chelilla Khalisya Putri
NPM : 2411021104

Menurut saya strategi yang paling prioritas itu meningkatkan infrastruktur digital dan literasi digitalnya dulu bukan langsung bikin marketplace atau aplikasi, karena didesa itu sinyal masih 3g artinya lemot terus UMKM gaptek kalau dipaksa jual online padahal sinyal lelet dan orangnya gabisa upload foto produk ya percuma. jadi sinyal dulu dan kemampuan orangnya baru urusan perizinan online dan lapangan kerja digital bisa menyusul.

Dua kegiatan konkret dalam 6 bulan ke depan kegiatan pertama ngurus sinyal ke provider atau dinas kominfo misalnya bikin surat usulan dari desa minta upgrade tower 4G dan pasang wifi publik dibalai desa. kegiatan kedua pelatihan yang mengajarkan ibu-ibu pengrajin atau bapak-bapak nelayan pake whatsapp bisnis cukup foto produk pakai hp seadanya terus terima order lewat WA dalam 6 bulan targetnya sudah bisa terima pesanan online walaupun masih sederhana.

Pihak yang harus dilibatkan pertama pemerintah desa, karena yang punya anggaran dana desa dan koordinasi, yang kedua provider internet yang bisa bangun tower, dan yang ketiga dari kampus misalnya mahasiswa KKN bisa membantu pelatihan dan riset kecil-kecilan soal harga ikan dan kerajinan dipasar online. Dan komunitas pemuda desa diajak biasanya mereka lebih paham dan cepet nangkep teknologi. kalau semua pihak gerak bersama dalam setahun desa itu sudah bisa mulai lepas dari ketergantungan pada kota.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Nanda meilania bardes -
Nama : Nanda Meilania Bardes
NPM : 2411021078

1. menurut saya yang paling prioritas adalah strategi 1 dan 2, yaitu infrastruktur dan SDM digital. soalnya masalah utama desa ini ada di sinyal yang masih 3G dan kemampuan masyarakat yang masih gaptek. kalau internet belum memadai dan warganya belum paham digital, program lain seperti UMKM online juga sulit berjalan

2. dalam 6 bulan, menurut saya bisa dimulai dari penyediaan WiFi desa di balai desa supaya akses internet lebih stabil, lalu dilanjutkan dengan pendampingan UMKM untuk mulai jualan di marketplace serta diadakan pelatihan digital sederhana untuk pemuda dan pelaku usaha

3. pihak yang harus terlibat meliputi pemerintah desa dan Kominfo, provider internet dan marketplace, serta kampus dan komunitas sebagai pendamping
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Nicholas Ariajaya . -
Nama: Nicholas Ariajaya
NPM: 2451021003

1.Strategi yang paling yang paling prioritas adalah strategi 1 Pemerataan Infrastruktur Digital :
Karena desa ini masih bergantung pada sinyal 3G yang tidak stabil.Tanpa internet yang kuat, kegiatan lain seperti pelatihan digital, pemasaran online UMKM, atau layanan publik berbasis aplikasi tidak akan bisa berjalan dengan baik.Jadi sebelum pakai strategi yang lain lebih baik perbaiki strategi infrastruktur digital dulu.

2.Dua kegiatan konkret dalam 6 bulan ke depan untuk desa Tambakrejo :
Pertama, membuat wifi desa dan pojok digital sebagai pusat akses internet bersama agar warga, UMKM, dan pemuda dapat mulai terhubung dan belajar teknologi secara langsung.
Kedua, Mengadakan pelatihan praktis UMKM dan nelayan untuk berjualan online dengan fokus pada keterampilan aplikasi seperti membuat akun marketplace dan memberikan bimbingan langsung agar pelaku usaha desa benar-benar mampu memasarkan produknya secara digital.

3.Pihak yang perlu di libatkan :
Pemerintah desa menjadi penggerak utama, pemerintah pusat/daerah menyediakan dukungan infrastruktur dan pelatihan, swasta membantu melalui jaringan internet dan platform penjualan, kampus memberikan pendampingan teknis, dan komunitas lokal menjadi pelaksana serta penerima manfaat langsung.Pihak pihak inilah yang perlu dilibatkan untuk membantu di desa.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Elsa Pertiwi -
Nama : Elsa Pertiwi
NPM : 2411021114

1. Strategi yang paling prioritas

Strategi yang paling prioritas untuk Desa Tambakrejo adalah pemerataan infrastruktur digital. Hal ini dikarenakan kondisi utama desa menunjukkan bahwa akses internet masih terbatas pada jaringan 3G yang tidak stabil. Keterbatasan ini menjadi hambatan mendasar dalam pelaksanaan transformasi digital.
Tanpa infrastruktur yang memadai, berbagai upaya lain seperti digitalisasi UMKM, peningkatan literasi digital, maupun penerapan e-government tidak dapat berjalan secara optimal. Oleh karena itu, pembangunan dan peningkatan kualitas jaringan internet menjadi langkah awal yang sangat krusial sebagai fondasi bagi strategi transformasi digital lainnya.

1. Dua usulan konkret yang dapat dilakukan dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital di desa Tambakrejo

1) Pengembangan akses internet desa
Kegiatan ini dapat dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah dan penyedia layanan telekomunikasi untuk membangun atau meningkatkan jaringan internet, seperti pemasangan BTS atau penyediaan WiFi desa di titik-titik strategis (balai desa, area nelayan, dan sentra UMKM).
Langkah ini bertujuan untuk memastikan masyarakat memiliki akses internet yang memadai sebagai dasar dalam menjalankan aktivitas digital.

2) Pelatihan dan pendampingan UMKM GO Digital
Kegiatan ini berupa pelatihan bagi pelaku UMKM terkait penggunaan platform digital, seperti marketplace, media sosial, dan sistem pembayaran digital. Selain itu, perlu dilakukan pendampingan secara berkelanjutan agar pelaku UMKM mampu mengelola usahanya secara digital.
Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya jumlah UMKM yang mampu memasarkan produknya secara online, sehingga dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan.

3. Pihak - pihak yang perlu dilibatkan

1) Pemerintah desa
Berperan sebagai fasilitator dan koordinator dalam pelaksanaan program, termasuk menyediakan sarana, data, serta dukungan kebijakan di tingkat lokal.

2) Pemerintah pusat dan daerah
Melalui instansi terkait, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, berperan dalam penyediaan infrastruktur digital serta program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.

3) Pihak swasta
Meliputi perusahaan telekomunikasi dan platform digital (marketplace), yang berperan dalam menyediakan teknologi, akses jaringan, serta dukungan ekosistem digital bagi masyarakat.

4) Komunitas lokal
Seperti kelompok pemuda, nelayan, dan pelaku UMKM, yang berperan sebagai penggerak utama dalam implementasi program serta menjaga keberlanjutan transformasi digital di tingkat desa.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Nur Rizamikijaya - -
Nama:Nur Rizamikijaya
NPM:2451021009
1. Strategi mana dari 5 strategi di atas yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.
:Strategi yang paling prioritas yaitu pemerataan infrastruktur digital. Hal ini karena masalah utama desa terletak pada akses internet yang masih lemah dan tidak stabil, sehingga menghambat digitalisasi UMKM, peluang kerja digital, serta layanan publik yang masih manual. Infrastruktur menjadi fondasi utama karena tanpa jaringan yang memadai, strategi lain tidak akan berjalan optimal.

2. Usulkan 2 kegiatan konkret yang bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital di desa tersebut.
: Dalam enam bulan ke depan, terdapat dua inisiatif utama. Pertama, program WiFi Desa yang disertai pelatihan literasi digital melalui penyediaan akses internet dan pelatihan penggunaan marketplace serta media sosial bisnis untuk meningkatkan kemampuan digital masyarakat.
Kedua, onboarding UMKM ke marketplace digital melalui pendataan dan pendampingan mulai dari pembuatan akun hingga pengunggahan produk, yang dilakukan bertahap untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan penjualan.

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan (pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus)?
: Transformasi digital desa melibatkan beberapa pihak utama. Pemerintah desa dan daerah berperan dalam kebijakan, anggaran, serta kerja sama dengan Kominfo/BAKTI. Sektor swasta berkontribusi dalam penyediaan infrastruktur dan pelatihan. Komunitas lokal menjadi pelaksana utama sekaligus menjaga keberlanjutan program. Sementara itu, perguruan tinggi berperan melalui pelatihan, pendampingan UMKM, serta pengembangan sistem digital sederhana.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Umi Saadah - -
Nama: Umi Saadah
NPM: 2411021103

1. Strategi Prioritas
Kalau dilihat dari kondisi Desa Tambakrejo, menurut saya yang paling utama itu tetap pemerataan infrastruktur digital. Soalnya, dengan kondisi internet yang masih 3G dan sering tidak stabil, mau melakukan aktivitas digital apa pun jadi terbatas. Di materi juga sempat dijelaskan kalau ketimpangan infrastruktur memang jadi salah satu hambatan utama dalam transformasi digital di Indonesia.
Jadi menurut saya, sebelum bicara jauh soal UMKM go digital atau pelayanan online, hal dasar seperti jaringan internet ini harus dibereskan dulu. Karena kalau aksesnya saja belum mendukung, program lain juga pasti tidak akan berjalan maksimal.

2. Usulan Kegiatan (6 Bulan ke Depan)
a.) Pelatihan dan pendampingan UMKM untuk jualan online
Menurut saya, UMKM di desa ini sebenarnya punya potensi, apalagi ada hasil laut dan kerajinan bambu. Tapi masalahnya masih belum terbiasa dengan digital. Jadi, perlu ada pelatihan yang tidak cuma teori, tapi juga didampingi langsung. Misalnya mulai dari bikin akun di marketplace, belajar foto produk yang menarik, sampai cara mengelola pesanan.

b.) Program literasi digital untuk masyarakat desa
Selain UMKM, masyarakat umumnya juga perlu dikenalkan dengan penggunaan teknologi. Bisa dimulai dari hal sederhana seperti penggunaan smartphone untuk usaha, cara transaksi digital, sampai edukasi soal keamanan biar tidak mudah kena penipuan. Karena kenyataannya, masih banyak yang belum terbiasa dan bahkan ragu menggunakan teknologi.

3. Pihak yang Perlu Dilibatkan
Kalau menurut saya, program seperti ini tidak bisa jalan sendiri, jadi memang perlu kerja sama beberapa pihak. Pemerintah desa tentu berperan sebagai fasilitator di lapangan. Lalu pemerintah pusat atau daerah dibutuhkan terutama untuk mendukung pembangunan jaringan internet.
Selain itu, pihak swasta seperti marketplace atau perusahaan digital bisa membantu dari sisi pelatihan dan akses pasar. Perguruan tinggi juga bisa ikut berperan, misalnya lewat kegiatan KKN atau pengabdian masyarakat. Dan yang tidak kalah penting, komunitas lokal seperti pemuda desa atau kelompok nelayan, karena mereka yang nantinya menjalankan program tersebut secara langsung.

Kesimpulan:
Menurut saya, transformasi digital di Desa Tambakrejo memang tidak bisa langsung instan. Harus dimulai dari perbaikan infrastruktur dulu, baru setelah itu diikuti dengan peningkatan kemampuan masyarakat lewat pelatihan UMKM dan literasi digital. Kalau semua pihak bisa bekerja sama, kemungkinan besar program ini bisa berjalan dan benar-benar berdampak ke masyarakat.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Nico Prathama -
Nico Prathama
2411021012

1. Strategi mana dari 5 strategi di atas yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.
Strategi yang paling prioritas dari 5 strategi diatas sudah pasti Strategi 1 yaitu Pemerataan Infrastruktur Digital. Di dalam kasus Desa Tambakrejo disebutkan internet masih menggunakan jaringan 3G dan nggak stabil. Kalau nggak ada internet yang memuaskan, yang ada UMKM nggak bisa jualan via online, pelayanan digitalnya nggak bisa beroperasi, terus lliterasi digitalnya susah diterapkan. Jadi, strategi lain seperti SDM, UMKM digital, E-Government nggak bakal efektif kalaau belum ada fondasinya. Fondasinya ya Infrastruktur Digital itu sendiri.

2. Usulkan 2 kegiatan konkret yang bisa dilakukan dalam 6 bulan kedepan untuk memulai transformasi digital di desa tersebut.
Mungkin kegiatan pertama bisa meningkatkan akses internet desa melalui pemasangan Wi-Fi di titik strategis desa seperti di balai desa, pusat UMKM, dll. Bisa kerja sama dengan Provider seperti IndiHome atau Biznet. Output 6 bulan yang bisa dihasilkan adalah beberapa titik wilayah desa mendapatkan jaringan internet yang stabil dan cepat dan warga desa bisa menikmati internet yang stabil dan cepat itu untuk mengakses marketplace & informasi. Kegiatan kedua bisa memberi pelatihan UMKM digital kepada pelaku UMKM di desa tersebut dengan mengajarkan cara berjualan via marketplace, cara pakai e-wallet, dan yang paling terpenting fokus ke penjualan produk laut seperti ikan laut dan kerajinan buatan, kerajinan bambu.

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan (pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus)?
Kalau ngomongin siapa aja yang harus dilibatin, jelas nggak bisa cuma satu pihak. Pemerintah desa harus jadi penggerak awal, misalnya nyediain tempat dan dukungan dana. Terus pemerintah pusat atau daerah kayak Kominfo bantu soal internet dan pelatihan. Dari swasta juga penting, misalnya marketplace atau provider buat bantu akses dan jualan online. Kampus bisa turun lewat mahasiswa yang lagi KKN buat ngajarin dan dampingin warga. Yang paling penting itu komunitas lokal kayak karang taruna atau kelompok nelayan, karena mereka yang bakal jalanin langsung di lapangan. Jadi intinya, semua harus kerja bareng, nggak bisa jalan sendiri-sendiri.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Hidda Plasetya Ramadhani -
Nama: Hidda Plasetya Ramadhani
NPM : 2411021040

1. Strategi mana dari 5 strategi di atas yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.

Menurut saya, yang paling prioritas itu tetap perbaikan infrastruktur digital, khususnya internet. Intinya, kalau sinyal masih 3G dan tidak stabil, semua rencana digital bakal susah berkembang. Mau jualan online, promosi produk, sampai belajar teknologi juga jadi terbatas. Jadi sebelum masuk ke hal lain, akses internet yang lebih cepat dan stabil itu harus dibenahi dulu, karena itu jadi fondasi utama biar desa bisa mulai masuk ke ekonomi digital.

2. Usulkan 2 kegiatan konkret yang bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital di desa tersebut.

Untuk 6 bulan ke depan, menurut saya bisa mulai dari langkah yang sederhana tapi realistis. Pertama, ngadain pelatihan literasi digital untuk UMKM, khususnya nelayan dan pengrajin bambu. Intinya, mereka diajarin cara pakai HP buat hal produktif, kayak foto produk yang menarik, bikin caption sederhana, sampai cara upload ke media sosial atau marketplace. Kedua, bikin akun bersama sebagai etalase digital desa, misalnya di Instagram atau marketplace. Intinya, semua produk desa dikumpulin dalam satu akun biar lebih rapi dan mudah dipromosikan, jadi walaupun masih awal, desa sudah mulai punya “toko online” sendiri.

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan (pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus)?

Menurut saya, pihak yang harus dilibatkan itu nggak bisa satu dua aja, tapi harus kolaborasi. Pemerintah desa jadi penggerak utama biar programnya jelas dan terarah. Pemerintah daerah penting untuk bantu soal infrastruktur internet dan juga mempermudah perizinan yang selama ini ribet. Pihak swasta seperti provider internet bisa bantu jaringan, dan platform digital bisa bantu pembinaan UMKM. Selain itu, anak muda atau karang taruna di desa juga penting banget karena mereka biasanya lebih cepat adaptasi sama teknologi dan bisa jadi penggerak di lapangan. Terakhir, kampus juga perlu dilibatkan buat bantu pelatihan dan pendampingan. Intinya, semua pihak harus kerja bareng supaya transformasi digital di desa bisa benar-benar jalan dan nggak cuma rencana aja.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Riris Tamaria Simbolon -
Nama: Riris tamaria simbolon
NPM: 2411021097

Strategi paling prioritas: Pemerataan Infrastruktur Digital

Menurut saya yang paling penting itu infrastruktur dulu. Soalnya di kasus desa ini, sinyal masih 3G dan tidak stabil. Kalau internet aja belum memadai, mau pelatihan digital, jualan online, atau pelayanan online juga pasti susah jalan. Jadi ini kayak pondasi utama, kalau ini belum beres, strategi lain juga tidak akan maksimal.
contoh yang paling dekat itu ketika nelayan mau jual hasil tangkapan lewat marketplace, tapi karena sinyal lemot, upload foto aja susah akhirnya tetap jual ke tengkulak dengan harga lebih murah.

Dua kegiatan konkret (6 bulan ke depan):
-Pembuatan WiFi desa di balai desa atau titik tertentu supaya warga punya akses internet yang lebih stabil. Ini bisa jadi tempat belajar dan mulai aktivitas digital.
-Pelatihan dan pendampingan UMKM go digital, misalnya ngajarin cara jualan di marketplace, foto produk, sampai transaksi. Jadi bukan cuma teori, tapi sampai mereka benar-benar bisa jualan online.

Pihak yang harus dilibatkan:
-Pemerintah
karena pemerintah itu ibarat yang buka jalan, karena mereka yang nyediain internet dan program digitalnya.
-pemuda desa
itu yang jalanin dan ngembangin, soalnya mereka yang bakal pakai dan manfaatin teknologinya sehari-hari.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Lindi Yana Puspita - -
Nama : Lindi Yana Puspita
Npm : 2411021130

1. Strategi paling prioritas + alasan

Menurut saya, strategi yang paling prioritas adalah pemerataan infrastruktur digital. Hal ini karena kondisi desa masih memiliki jaringan internet yang tidak stabil (hanya 3G), sehingga jadi hambatan utama dalam proses digitalisasi.

Masalah ini sebenarnya mencerminkan kesenjangan digital antara desa dan kota, di mana akses teknologi belum merata. Padahal, internet itu jadi fondasi utama untuk semua aktivitas digital, seperti pemasaran online, akses informasi, sampai pelayanan publik.

Kalau infrastrukturnya belum siap, strategi lain seperti digitalisasi UMKM atau layanan berbasis teknologi juga akan sulit berjalan. Setelah itu, baru dilanjutkan dengan peningkatan kemampuan atau literasi digital masyarakat, karena masih banyak yang belum terbiasa menggunakan teknologi.

2. Dua kegiatan konkret dalam 6 bulan ke depan yaitu :

- Penyediaan akses internet desa
Misalnya dengan memasang WiFi di balai desa atau titik pusat aktivitas warga. Ini penting supaya masyarakat punya akses internet yang lebih stabil dan bisa mulai memanfaatkan teknologi.
- Pelatihan digital untuk UMKM dan pemuda
Kegiatannya bisa berupa pelatihan jualan di marketplace, promosi lewat media sosial, serta penggunaan teknologi dasar. Tujuannya agar UMKM bisa mulai masuk ke pasar digital dan pemuda punya keterampilan yang lebih relevan.

3. Pihak yang harus dilibatkan
Agar program berjalan maksimal, perlu kerja sama dari beberapa pihak:

- Pemerintah desa : sebagai penggerak utama dan penyedia fasilitas
- Pemerintah pusat/daerah : mendukung dari sisi program dan infrastruktur
- Pihak swasta : seperti penyedia internet dan platform digital
- Masyarakat dan pelaku UMKM : sebagai pengguna sekaligus pelaksana
- Kampus/mahasiswa : membantu dalam edukasi dan pendampingan
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Ni Nyoman Naisya Nandita -
Nama: Ni Nyoman Naisya Nandita
Npm: 2411021125

1. Menurut saya, kalau melihat kondisi Desa Tambakrejo, strategi yang paling prioritas adalah penguatan infrastruktur digital, khususnya akses internet. Soalnya, hampir semua masalah yang ada di desa itu sebenarnya berakar dari keterbatasan jaringan. Ketika sinyal masih 3G, wajar kalau UMKM belum bisa jualan online, pemuda lebih memilih merantau karena tidak melihat peluang kerja digital, dan pelayanan seperti perizinan jadi ribet karena harus bolak-balik ke kota. Jadi, sebelum bicara soal pelatihan atau inovasi digital, yang paling mendasar harus dibenahi dulu adalah aksesnya. Kalau internet sudah lebih stabil dan cepat, baru strategi lain bisa jalan dengan maksimal.

2. -Menurut saya, kegiatan pertama bisa berupa “Inkubasi Ekonomi Digital Pesisir” yang terbuka untuk seluruh warga, terutama pemuda dan pelaku usaha. Kegiatannya bukan hanya belajar jualan online, tapi lebih ke pendampingan menyeluruh, mulai dari penggunaan aplikasi digital sehari-hari, pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan usaha, sampai cara menerima pembayaran digital seperti QRIS. Selain itu, peserta juga dibimbing untuk mulai memanfaatkan platform digital sesuai kebutuhan mereka. Jadi hasilnya bukan cuma bisa jualan, tapi juga lebih paham cara mengelola aktivitas ekonomi secara lebih rapi dan modern.
-Kegiatan kedua adalah “Layanan Satu Pintu Digital Desa”, yaitu pusat layanan di balai desa yang membantu berbagai kebutuhan digital masyarakat. Di sini warga bisa mengurus administrasi secara online, mendapatkan bantuan penggunaan aplikasi, konsultasi ringan soal usaha atau keuangan, sampai edukasi keamanan transaksi digital. Tempat ini juga menyediakan akses internet yang lebih stabil dan pendamping yang siap membantu, sehingga masyarakat yang belum terbiasa dengan teknologi tetap bisa ikut memanfaatkannya.

3. 1) pemerintah desa sebagai penggerak utama, Mereka yang paling tahu kondisi masyarakat dan punya peran dalam menyediakan fasilitas seperti balai desa, mengatur program, dan mengoordinasikan kegiatan. Tanpa peran aktif dari pemerintah desa, program biasanya sulit berjalan konsisten.
2) pemerintah daerah atau pusat yang berperan dalam dukungan kebijakan dan infrastruktur. Misalnya dalam peningkatan jaringan internet, penyederhanaan layanan perizinan online, serta bantuan program digitalisasi desa. Ini penting karena desa tidak bisa bergerak sendiri untuk hal-hal yang sifatnya besar.
3) pihak swasta, terutama penyedia layanan internet dan platform digital. Mereka bisa membantu dari sisi teknologi, seperti penyediaan jaringan yang lebih baik, serta pelatihan penggunaan platform digital. Peran mereka penting karena mereka punya sumber daya dan teknologi yang dibutuhkan.
4) komunitas dan pemuda desa, Ini justru kunci keberlanjutan. Pemuda biasanya lebih cepat beradaptasi dengan teknologi, jadi bisa menjadi penggerak di lapangan. Kalau mereka dilibatkan, program digitalisasi tidak hanya berjalan sementara, tapi bisa terus berkembang.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by DEWI ROSMAYA -
Nama : Dewi Rosmaya
Npm : 2411021036

1. Strategi yang paling prioritas
Menurut saya, yang paling utama tetap pembangunan infrastruktur digital, tapi harus lebih terarah. Masalah di Desa Tambakrejo itu bukan cuma soal sinyal yang lemah, tapi juga karena akses internet belum mendukung kegiatan ekonomi utama seperti perikanan dan kerajinan. Akibatnya, nelayan masih kesulitan akses informasi harga dan perizinan, jadi posisi mereka masih lemah di pasar.
Jadi, pembangunan infrastruktur seharusnya difokuskan dulu ke area yang langsung berkaitan dengan aktivitas ekonomi, supaya bisa mempercepat distribusi dan mempermudah akses pasar, bukan sekadar pemerataan jaringan saja.

2. Kegiatan dalam 6 bulan ke depan
Pertama, menyediakan akses internet yang lebih stabil di lokasi strategis seperti balai desa atau area nelayan,Jadi warga bisa akses internet lebih stabil walaupun sinyal masih 3G.
Sekalian jadi tempat belajar digital bareng (semacam co-working desa kecil).
dan didukung dengan pendamping yang membantu masyarakat dalam penggunaan layanan digital, terutama untuk perizinan dan informasi pasar.
Kedua, melakukan pendampingan intensif ke beberapa UMKM terpilih, misalnya produk olahan ikan dan anyaman bambu, sampai mereka benar-benar bisa melakukan penjualan secara online.bikin akun marketplace (Shopee, Tokopedia), dan promosi lewat WhatsApp.
Bisa juga ajarin foto produk yang bagus (ikan atau kerajinan bambu).
Ini sesuai dengan strategi peningkatan SDM digital dan literasi digital.

3. Pihak yang dilibatkan
Menurut saya perlu kerja sama dari berbagai pihak:
Pemerintah desa sebagai pengelola dan koordinator
Pemerintah pusat/daerah untuk dukungan infrastruktur dan program
Pihak swasta untuk akses pasar dan teknologi
Kampus sebagai pendamping dan edukator
Masyarakat lokal, terutama pemuda sebagai pelaksana di lapangan
Intinya, keterlibatan masyarakat lokal itu penting supaya programnya bisa berlanjut dan tidak berhenti di awal saja dan juga Anak muda desa bisa jadi “agent of change” supaya tidak semua anak muda di desa itu merantau.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Stefhanie Clara Jessica -
1. Strategi prioritas: Strategi 1 (Pemerataan Infrastruktur Digital)
Menurut saya, yang paling mendesak adalah pemerataan infrastruktur digital. Masalah utama desa tersebut ada di sinyal yang masih 3G. Selama akses internet belum memadai, strategi lain seperti UMKM go digital atau pelatihan SDM tidak akan berjalan optimal. Infrastruktur adalah fondasi, jadi harus didahulukan agar aktivitas digital bisa benar-benar dilakukan.

2. Dalam enam bulan ke depan, langkah awal yang bisa dilakukan adalah menghadirkan akses internet yang lebih stabil, misalnya melalui penyediaan WiFi publik di titik strategis seperti balai desa. Setelah itu, perlu diikuti dengan pelatihan dasar digital bagi UMKM dan pemuda desa, terutama terkait cara berjualan di marketplace dan penggunaan media sosial, agar mereka bisa langsung memanfaatkan akses internet yang sudah tersedia.

3. Pihak yang perlu dilibatkan menurut saya meliputi pemerintah desa dan daerah sebagai penggerak utama kebijakan dan fasilitator program. Selain itu, peran swasta seperti penyedia layanan internet dan platform marketplace penting untuk mendukung infrastruktur dan akses pasar. Keterlibatan masyarakat lokal juga diperlukan sebagai pelaku utama, sementara kampus dapat berperan dalam memberikan pendampingan melalui pelatihan dan kegiatan pengabdian masyarakat.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Farida Fauziah Salsabila - -
Nama : Farida Fauziah Salsabila
NPM : 2411021132


1. Strategi mana dari 5 strategi di atas yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.

Menurut pendapat saya, strategi yang harus diprioritaskan adalah penguatan infrastruktur digital sekaligus peningkatan literasi masyarakat. Alasannya, kondisi sinyal yang masih 3G jelas menjadi hambatan utama untuk aktivitas digital, termasuk jual beli online. Di sisi lain, kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi juga masih terbatas. Jadi, sebelum masuk ke tahap yang lebih jauh seperti pemasaran digital atau pengembangan usaha berbasis online, fondasi dasarnya harus diperkuat terlebih dahulu. Dengan internet yang lebih stabil dan masyarakat yang mulai paham teknologi, program digitalisasi akan lebih mudah dijalankan dan tidak berhenti di tengah jalan.

2. Usulkan 2 kegiatan konkret yang bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital di desa tersebut.

Pertama, mengadakan pelatihan digital praktis untuk UMKM dan pemuda desa. Pelatihan ini sebaiknya fokus pada hal-hal sederhana tapi langsung bisa dipakai, seperti cara memotret produk yang menarik, membuat akun di marketplace, memanfaatkan WhatsApp sebagai media jualan, hingga cara berkomunikasi dengan pembeli. Pendekatannya harus lebih banyak praktik daripada teori, supaya peserta benar-benar bisa menerapkannya.

Kedua, membentuk program percontohan UMKM go digital. Misalnya, dipilih beberapa pelaku usaha (pengolah ikan dan pengrajin anyaman bambu) untuk didampingi secara intensif sampai mereka benar-benar memiliki toko online yang aktif. Bisa juga dibuat satu identitas atau brand desa agar promosi lebih kuat dan terarah. Program ini penting sebagai contoh nyata, sehingga bisa memicu pelaku usaha lain untuk ikut berkembang.

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan (pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus)?

Transformasi ini tidak bisa dilakukan sendiri, jadi perlu kolaborasi beberapa pihak. Pemerintah desa berperan sebagai penggerak utama dan pengambil inisiatif. Pemerintah daerah dibutuhkan untuk membantu peningkatan infrastruktur jaringan serta menyederhanakan proses perizinan. Dari sisi swasta, penyedia layanan internet dan platform digital bisa dilibatkan untuk mendukung akses dan pelatihan.

Selain itu, kampus dapat berkontribusi melalui program pengabdian masyarakat atau KKN sebagai pendamping lapangan. Yang tidak kalah penting adalah komunitas lokal dan pemuda desa, karena mereka yang nantinya menjadi pelaku utama. Dengan melibatkan pemuda, peluang kerja di desa bisa terbuka, sehingga keinginan untuk merantau bisa berkurang.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by NUR AISYAH HANAFIAH -
Nama: Nur Aisyah Hanafiah
NPM: 2411021042

1. Strategi yang paling prioritas buat Desa Tambakrejo itu perbaikan infrastruktur digital, terutama jaringan internet. Soalnya kalau sinyal masih 3G, semua kegiatan digital jadi terhalang. UMKM juga sulit untuk jualan online, pemuda desa juga sulit untuk cari peluang kerja digital, dan urusan perizinan masih ribet karena harus ke kota. Jadi internet yang bagus itu jadi dasar utama sebelum masuk ke strategi lain.

2. Dua kegiatan yang bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan:

- Pertama, ngadain pelatihan digital untuk UMKM dan nelayan, misalnya cara jualan online di Shopee atau Tokopedia, cara promosi lewat media sosial, dan cara pakai pembayaran digital seperti QRIS. Agar mereka nggak gaptek lagi dan bisa mulai usaha secara online.

- Kedua, mengubah pelayanan desa yang lebih digital, misalnya pengurusan izin kios nelayan dibantu lewat balai desa. Jadi warga nggak perlu bolak-balik ke kota, cukup dibantu dari desa supaya lebih cepat dan gampang.

3. Pihak yang harus dilibatkan yaitu pemerintah desa, karena mereka yang mengatur programnya. Lalu pemerintah daerah seperti dinas terkait buat bantu jaringan dan pelatihan. Pihak swasta seperti provider internet dan marketplace juga penting untuk mendukungan internet dan pemasaran. Selain itu ada karang taruna, komunitas UMKM, dan kampus yang bisa bantu pendampingan dan pelatihan di Desa Tambakrejo.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Muhammad Dhani Pradana -
Nama : Muhammad Dhani Pradana
NPM : 2411021013

1. Strategi mana dari lima strategi yang paling prioritas untuk desa ini serta
berikan alasannya.

Prioritas utamanya adalah Strategi 1 mengenai infrastruktur
dan Strategi 5 tentang literasi digital. Hal ini dikarenakan kendala mendasar di
Desa Tambakrejo adalah sinyal yang masih 3G dan tidak stabil serta kondisi warga
yang masih gaptek. Tanpa sinyal yang mumpuni, layanan digital lain tidak akan
bisa diakses, sementara literasi diperlukan agar warga paham manfaat teknologi
dan berani mulai berjualan secara online.

2. Usulkan dua kegiatan konkret dalam enam bulan ke depan untuk memulai
transformasi digital.

Kegiatan pertama adalah pengadaan titik WiFi publik gratis
di balai desa atau area pelelangan ikan melalui program Desa Digital untuk
mengatasi keterbatasan sinyal seluler. Kegiatan kedua adalah pelatihan praktis
pembuatan akun marketplace bagi perajin anyaman bambu agar mereka bisa mulai
memasarkan produk ke luar daerah secara mandiri tanpa tergantung pada perantara
konvensional.

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan baik dari pemerintah desa, swasta,
komunitas, maupun kampus.

Pemerintah desa berperan sebagai penggerak utama dalam
pengalokasian dana dan kebijakan lokal, sedangkan pihak swasta dari provider
internet dibutuhkan untuk upgrade jaringan ke 4G atau 5G. Selain itu,
keterlibatan mahasiswa dari kampus sangat penting untuk melakukan pendampingan
teknis langsung kepada warga, sementara komunitas seperti Siberkreasi bisa
dilibatkan untuk memberikan edukasi mengenai cara bertransaksi digital yang aman
agar warga terhindar dari penipuan online.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Shabilla Darmayani -
Nama: Shabilla Darmayani
NPM: 2411021079

1. Strategi Prioritas: Pemerataan Infrastruktur Digital
Strategi 1 merupakan prioritas utama yang harus segera dilakukan di Desa Tambakrejo. Alasan utamanya adalah kondisi eksisting desa yang hanya memiliki sinyal 3G yang tidak stabil. Ketimpangan infrastruktur ini merupakan akar masalah yang menciptakan "jurang digital".
Tanpa adanya konektivitas broadband (4G/5G) yang stabil, strategi lain seperti UMKM Go Digital atau E-Government tidak akan bisa berjalan secara optimal. Infrastruktur adalah fondasi, sebelum melatih UMKM berjualan online, mereka harus memiliki akses internet yang memadai terlebih dahulu untuk bisa mengunggah produk dan berkomunikasi dengan pembeli.

2. Dua Kegiatan Konkret (Jangka Waktu 6 Bulan)
Untuk memulai transformasi digital secara realistis, dapat dilakukan dua kegiatan berikut:
Penyediaan Titik WiFi Desa Gratis (Program Desa Digital): Dalam 3 bulan pertama, pemerintah desa bekerja sama dengan penyedia layanan atau program pemerintah (seperti BAKTI Kominfo) dapat menyediakan WiFi gratis di pusat kegiatan warga, seperti balai desa atau area perajin anyaman bambu. Hal ini memberikan akses internet langsung kepada warga tanpa harus menunggu pembangunan BTS besar selesai.
Program "Makin Cakap Digital" dan On-boarding UMKM: Setelah akses internet tersedia, dilakukan pelatihan literasi digital massal bagi nelayan dan pengrajin. Fokusnya adalah mengajarkan mereka cara menggunakan aplikasi marketplace (seperti Shopee atau Tokopedia) dan manajemen pembayaran digital sederhana agar produk anyaman bambu mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

3. Pihak-Pihak yang Harus Dilibatkan
Keberhasilan transformasi ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor atau pentahelix:
Pemerintah (Pemerintah Desa & Kominfo/BAKTI): Bertanggung jawab dalam penyediaan infrastruktur dasar (WiFi desa/BTS) dan mengintegrasikan perizinan nelayan ke dalam sistem digital seperti aplikasi pelaporan atau website desa sederhana.
Swasta (Penyedia Jaringan & Marketplace): Perusahaan telekomunikasi untuk peningkatan sinyal, serta platform seperti Tokopedia atau Shopee untuk membantu pendampingan produk lokal.
Komunitas (Siberkreasi/Mafindo): Berperan penting dalam memberikan edukasi literasi digital agar warga terhindar dari hoax, penipuan online, dan paham cara menjaga keamanan data pribadi saat mulai bertransaksi digital.
Kampus (Dosen & Mahasiswa): Mahasiswa melalui program pengabdian atau KKN dapat menjadi pendamping langsung (fasilitator) bagi warga desa, membantu pengrajin mengambil foto produk yang menarik, atau membantu perangkat desa membangun sistem informasi desa.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Rahmad Alpin -
1. Strategi Prioritas dan Alasannya

Menurut saya, strategi yang paling mendesak untuk didahulukan adalah pembangunan infrastruktur internet yang stabil dibarengi dengan pelatihan dasar teknologi bagi warga desa. Alasannya cukup jelas, sinyal 3G di tahun 2026 ini sudah sangat tertinggal untuk mendukung aplikasi bisnis zaman sekarang yang serba cepat dan butuh kirim banyak foto atau video produk. Infrastruktur internet ini adalah fondasi utamanya; tanpa akses yang bagus, potensi besar dari ikan laut dan kerajinan anyaman bambu tadi akan terus terisolasi dan sulit dikenal orang luar. Jadi, perbaikan sinyal adalah pembuka jalan, sedangkan pelatihan warga adalah kunci agar teknologi tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi mereka.

2. Dua Kegiatan Konkret dalam 6 Bulan
Dalam jangka waktu enam bulan,

saya mengusulkan dua kegiatan nyata agar perubahan segera terasa.

Pertama, membentuk tim "Pemuda Penggerak Digital" pada tiga bulan awal, di mana anak-anak muda desa yang melek teknologi ditugaskan menjadi mentor bagi para pengrajin anyaman untuk membantu memasarkan produk di media sosial. Ini juga menjadi solusi agar anak muda punya peran penting di desa dan tidak terburu-buru merantau.

Kedua, pada bulan keempat hingga keenam, desa perlu membuat "Pojok Layanan Digital" di balai desa khusus untuk membantu nelayan mengurus perizinan secara daring. Dengan adanya bantuan admin desa di tempat ini, nelayan tidak perlu lagi membuang waktu produktif dan biaya transportasi hanya untuk bolak-balik ke kota demi urusan administratif.

3. Pihak-Pihak yang Harus Dilibatkan
Agar transformasi ini benar-benar berjalan, menurut saya kita perlu melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak yang saling mengisi. Pemerintah desa berperan penting dalam menyediakan anggaran melalui Dana Desa untuk fasilitas internet, sementara pihak kampus bisa memberikan bimbingan mengenai manajemen bisnis dan desain kemasan agar produk desa punya nilai jual lebih tinggi. Selain itu, pihak swasta (seperti penyedia sinyal dan platform jualan) harus diajak kerja sama untuk membuka akses pasar yang lebih luas. Terakhir, keterlibatan aktif dari komunitas lokal dan Karang Taruna sangat krusial sebagai penggerak di lapangan, supaya teknologi yang masuk bisa benar-benar diterima dan digunakan secara berkelanjutan oleh seluruh warga desa.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Muhamad Galang Saputra -
Nama : Muhamad Galang Saputra
Npm : 2411021077

Pertanyaan Diskusi Studi Kasus :

1. Strategi Mana Dari 5 Strategi Diatas Yang Paling Prioritas Untuk Desa Ini? Beri Alasan.
Menurut saya, strategi yang paling prioritas untuk Desa Tambakrejo adalah pemerataan infrastruktur digital. Masalah utama desa ini sebenarnya berada pada fondasi, yaitu akses internet yang masih 3G dan tidak stabil. Selama konektivitas masih lemah, strategi lain seperti pelatihan digital, UMKM go online, atau pelayanan publik berbasis aplikasi akan sulit berjalan maksimal. UMKM tidak bisa konsisten berjualan di marketplace, pemuda tidak punya peluang kerja digital, dan pemerintah desa tetap harus mengandalkan layanan manual. Karena itu, langkah pertama yang paling masuk akal adalah memperkuat jaringan internet sebagai pondasi sebelum strategi lain dijalankan secara lebih luas. buat dengan bahasa pribadi

2. Usulkan 2 Kegiatan Konkret Yang Bisa Dilakukan Dalam 6 Bulan Kedepan Untuk Memulai Transformasi Digital Didesa Tersebut.
Untuk memulai transformasi digital di Desa Tambakrejo dalam enam bulan ke depan, dua kegiatan konkret yang bisa dilakukan adalah:

a. Bangun “Pojok Digital Desa”
Saya usulin sediain WiFi terpusat di balai desa. Taruh 2–3 komputer/laptop sederhana buat warga. Jadikan balai desa sebagai tempat akses internet, belajar, dan promosi usaha. Digunakan buat bantu UMKM bikin akun marketplace dan akses info pasar.

b. Adain pelatihan praktis UMKM dan pemuda desa
Materi pelatihannya fokus praktik langsung, kayak cara foto produk menarik pake HP, bikin akun Shopee/Tokopedia plus kelola toko online, promosi lewat WhatsApp Business dan Instagram, serta edukasi keamanan digital biar warga percaya transaksi online.

Transformasi digital desa ngga bisa jalan sendirian, harus libatkan banyak pihak. Pemerintah desa jadi penggerak awal dengan nyediain fasilitas dan dukungan kebijakan. Pemerintah daerah sama Kominfo bantu tingkatin jaringan dan pelatihan digital. Swasta seperti provider internet, marketplace, dan bank dukung jaringan, pemasaran, plus pembayaran digital. Kampus bisa kontribusi lewat KKN atau pengabdian masyarakat buat dampingi pelatihan dan kelola media digital desa. Plus, pemuda desa saya libatkan sebagai relawan digital biar mereka punya peluang kerja baru tanpa harus merantau.

3. Siapa Saja Pihak Yang Harus Dilibatkan (Pemerintah Desa, Swasta, Komunitas, Kampus)?
Transformasi digital desa perlu libatkan banyak pihak biar nggak berhenti di tengah jalan dan bisa berkelanjutan. Berikut pihak-pihak yang sebaiknya dilibatkan beserta perannya:

a. Pemerintah Desa
Menjadi penggerak utama program digital desa.
Saya saranin sediain tempat (balai desa) buat Pojok Digital.
Alokasiin dana desa buat internet, pelatihan, dan perangkat awal.
Mulai sederhanain layanan administrasi desa secara digital.

b. Pemerintah Daerah & Kominfo
Bantu peningkatan jaringan internet (BTS/WiFi desa).
Sediain program pelatihan literasi digital dan UMKM go digital.
Kasih pendampingan kebijakan dan program desa digital.

c. Pihak Swasta
Provider internet: bantu penguatan jaringan dan pemasangan WiFi desa.
Marketplace (Shopee, Tokopedia, dll): onboarding UMKM desa biar bisa langsung jualan online.
Perbankan/fintech: sediain pembayaran digital (QRIS, mobile banking, agen bank).

d. Kampus / Mahasiswa
Lewat program KKN tematik digital di desa.
Latih UMKM bikin toko online dan konten promosi.
Bantu bikin website atau media sosial resmi desa.
Jadi pendamping teknis selama masa awal transformasi.

e. Komunitas & Pemuda Desa
Jadi relawan atau “duta digital desa”.
Kelola media sosial desa dan promosi produk lokal.
Bantu warga yang masih gaptek pake teknologi.

Kolaborasi semua pihak ini penting banget biar transformasi digital nggak cuma program sesaat, tapi beneran jadi perubahan jangka panjang buat desa.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Jesica Laurensia - -
Nama: Jesica Laurensia
NPM: 2411021048

1. Strategi mana yang paling prioritas?
Menurut saya, yang paling prioritas itu tetap perbaikan infrastruktur digital, terutama internet. Soalnya, kalau sinyal masih 3G, program lain seperti pelatihan atau jualan online juga tidak akan maksimal. Percuma diajarkan marketplace kalau upload saja susah. Tapi di sisi lain, tidak bisa juga hanya fokus ke internet tanpa menyiapkan SDM. Jadi menurut saya, internet tetap jadi langkah awal, tapi harus mulai dibarengi pelan-pelan dengan peningkatan kemampuan masyarakat.

2. Dua kegiatan konkret dalam 6 bulan
Menurut saya, pertama bisa mulai dari pelatihan digital dasar yang sederhana dan langsung praktik, misalnya cara foto produk yang bagus dan jualan lewat WhatsApp atau media sosial. Jangan terlalu teori, karena masalah utamanya memang di kebiasaan dan kepercayaan diri pakai teknologi. Kedua, bisa dibuat pusat digital desa, misalnya di balai desa ada wifi dan satu-dua orang yang bisa bantu warga. Ini penting supaya warga tidak merasa sendirian belajar, dan ada tempat untuk tanya atau minta bantuan.

3. Pihak yang harus dilibatkan
Menurut saya, tidak cukup hanya pemerintah desa. Pemerintah daerah tetap penting untuk urusan jaringan dan perizinan. Lalu pihak swasta seperti provider internet bisa bantu akses jaringan. Komunitas lokal seperti karang taruna juga penting karena mereka biasanya lebih cepat adaptasi teknologi dan bisa jadi penggerak. Kampus juga bisa dilibatkan untuk pelatihan dan pendampingan. Intinya, kalau jalan sendiri-sendiri biasanya tidak akan berhasil, jadi memang harus kerja sama dari beberapa pihak.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Salsa Ramadhini Patra -
1. Strategi yang paling prioritas
Menurut saya yang paling prioritas itu adalah perbaikan infrastruktur digital+peningkatan literasi digital pada masyarakat.Karna,sia-sia jika kita membicarakan penjualan online atau digitalasi,jika:
-> Internetnya masih 3G -> jaringan yang lemot untuk mengupload suatu produk)
-> Warga,terutama UMKM,ada beberapa yang masih belum paham caranya untuk memakai teknologi di zaman sekarang
Masalah didalam desa ini sebenarnya sangat basic karna -> akses dan kemampuan
Kalau 2 ini belum selesai,strategi lain seperti e-commerce atau digital marketing akan susah untuk jalan.
Jadi,logikanya selesaikan dulu + ajarkan orangnya -> lalu baru bisa masuk kedalam ekonomi digital.

2. Dua kegiatan konkret -> ( dalam 6 bulan kedepan)
(1) Pelatihan digital untuk UMKM & pemuda desa
Dapat dimulai dari hal yang sederhana,contohnya:
-> Cara jualan lewat WhatsApp Business
-> Cara foto produk yang menarik
-> Bikin aakun di shoope/Tokopedia
-> Cara promosi di Instagram
Tetapi agar ngga cuma teori,maka harus ada pendampingan juga,Jadi,setelah pelatihan,tetap dibimbing.Targetnya -> UMKM mulai jualan online dan pemuda desa bisa
jadi "tim digital"

3. Pihak yang harus dilibatkan:
Menurut saya,yang harus dilibatkan harus berkolaborasi dengan banyak pihak seperti:
Pemerintah desa -> sediakan tempat & dukung program
Dinas pemerintah -> bantu pelatihan & jaringan
Swasta (provider& marketplace) -> internet + edukasi jualan online
Kampus -> mahasiswa KKN bisa bantu mendampingi masyarakat
Pemuda desa -> ini penting banget karna mereka yang bakal jalaninke depannya

Jadi,intinya ini bukan ngga punya potensi,tapi belum siap secara digital.Jadi yang paling penting itu bangun dulu akses ke internetnya dan kemampuan masyarakatnya,baru pelan-pelan masuk ke jualan online dan ekonomi digital.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Antoneo Lukas -
Nama: Antoneo Lukas
Npm: 2411021123

1.Strategi prioritas
Menurut saya, yang perlu diutamakan adalah perbaikan infrastruktur digital, terutama kualitas jaringan internet. Selama koneksi masih terbatas di 3G, berbagai aktivitas berbasis digital akan sulit berkembang. Kegiatan seperti pemasaran online, promosi produk, hingga pembelajaran teknologi jadi terhambat. Jadi, memperkuat akses internet harus jadi langkah awal karena itu menjadi dasar bagi perkembangan digital desa.

2.Dua kegiatan konkret (6 bulan ke depan)
Menurut saya, dalam waktu dekat bisa dimulai dari langkah yang sederhana namun berdampak. Pertama, menyelenggarakan pelatihan digital dasar bagi UMKM agar mereka mampu memanfaatkan teknologi untuk usaha, seperti membuat konten produk dan berjualan online. membentuk tim digital desa dari anak muda/karang taruna yang bertugas membantu UMKM memasarkan produk secara online, jadi warga yang masih gaptek tetap bisa ikut terlibat lewat bantuan tim ini.

3.Pihak yang dilibatkan
Menurut saya, pihak yang perlu dilibatkan adalah beberapa unsur yang saling melengkapi. Pemerintah desa berperan sebagai penggerak dan pengatur program. Pemerintah daerah membantu dari sisi infrastruktur dan penyederhanaan perizinan. Pihak swasta seperti provider internet dan platform digital mendukung jaringan dan pemasaran. Komunitas atau pemuda desa jadi pelaksana di lapangan karena lebih paham teknologi. Terakhir, kampus berperan dalam pelatihan dan pendampingan. Kolaborasi ini penting supaya program bisa berjalan nyata dan berkelanjutan.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Saluna Ramadhani -
Nama: Saluna Ramadhani
NPM: 2411021038

1. Strategi yang paling prioritas untuk Desa Tambakrejo yaitu Pemerataan Infrastruktur Digital, karena masalah utama desa ini sinyal internet yang hanya 3G atau masih tersendat-sendat, jadi tanpa internet yang stabil masyarakat tidak bisa memanfaatkan teknologi secara optimal, UMKM tidak bisa menjual produk secara online, pelatihan tidak efektif, dan pelayanan publik tetap manual.
2. 2 kegiatan konkret yang bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan, - yang pertama yaitu penyediaan WIFI desa di titik strategis agar masyarakat Tambakrejo mendapatkan akses internet, - yang kedua yaitu mengadakan pelatihan kepada UMKM tentang bagaimana cara menjual di marketplace dan pembayaran digital agar produl ikan laut dan anyaman bambu bisa dipasarkan lebih luas.
3. pihak yang harus dilibatkan, yang pertama yaitu pemerintah desa yaitu yang berperan untuk sebagai penggerak utama yang menyediakan fasilitas WIFI dan pelatihan untuk mengkoordinasikan masyarakat, yang kedua yaitu pihak swasta seperti perusahaan telekomunikasi (PT Telkom Indonesia) dan platform makretplace (Tokopedia, shopee) yang mendukung dari sisi teknologi dan akses pasar, yang ketiga dan keempat yaitu komunitas dan kampus berperan sebagai pendamping, memberikan arahan kepada UMKM di lapangan.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Ocha Aulia Azzahra - -
NAMA: Ocha Aulia Azzahra
NPM: 2411021140

1. Kalau dari studi kasus Desa Tambakrejo ini, menurut saya strategi yang paling prioritas itu ada dua, yaitu Strategi 1. infrastruktur digital dan 3. UMKM go digital.
Prioritas utama yaitu infrastruktur nya dulu, karena di kasusnya jelas banget kalau sinyal internet di desa tambakrejo masih 3G dan nggak stabil. Jadi kalau internet aja susah, mau jualan online atau pakai aplikasi juga pasti akan terhambat. Jadi ini bisa jadi pondasi awalnya. Kemudian setelah infrastruktur itu langsung ke UMKM go digital, karena Desa Tambakrejo sebenarnya sudah punya produk nyata kayak ikan laut dan anyaman bambu, jadi yang dibutuhkan itu bukan produksi lagi tapi akses pasar. Begitu masuk ke marketplace, dampaknya bisa langsung kerasa ke pendapatan warga. Kalau SDM didahulukan, biasanya skill belum kepakai karena belum ada ekosistemnya, ujung-ujungnya tetap memilih merantau.

2. Kalau untuk kegiatan konkretnya dalam 6 bulan ke depan, saya usul dua hal:
Pertama, pemerintah desa bisa koordinasi sama Kominfo daerah buat ngajuin pemasangan BTS 4G lewat program BAKTI Kominfo atau Desa Digital. Ini harus jalan duluan karena semua kegiatan berikutnya bergantung sama sinyal yang stabil. Begitu sinyal udah bagus selanjutnya yaitu, pelatihan digital untuk UMKM dan pemuda desa. Isinya simpel tapi aplikatif, seperti cara jualan di marketplace, foto produk yang menarik, sama cara promosi lewat WhatsApp atau media sosial. Jadi mereka bisa langsung praktik.

3. Untuk pihak yang dilibatkan, menurut saya ini harus ada kolaborasi dari berbagai pihak seperti:
Dari pemerintah desa, perannya penting untuk nyediain tempat dan ngatur program.
Dari pemerintah pusat atau daerah, terutama Kominfo, bisa bantu infrastruktur dan pelatihan.
Dari swasta, seperti provider internet dan marketplace, bisa bantu jaringan dan pemasaran.
Dari kampus, mahasiswa bisa turun langsung lewat KKN buat ngasih pelatihan dan pendampingan.
Dan dari pihak komunitas lokal kayak karang taruna bisa jadi penggerak di lapangan.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Farhan Hidayatulloh -
Nama: Farhan Hidayatulloh
NPM: 2411021091

1. Menurut saya, strategi yang paling prioritas untuk Desa Tambakrejo ini adalah strategi yang ke-1 yaitu mengenai pemerataan infrastruktur digital. Alasannya karena masalah utama di desa ini terletak pada sinyal internet yang masih 3G dan tidak stabil. Jika jaringan internet saja masih lemah, maka strategi lain seperti mencetak SDM digital, UMKM go digital, E-Government, maupun Keamanan & literasi digital akan sangat sulit untuk berjalan secara maksimal. Karena menurut saya, disini Infrastruktur merupakan fondasi utama dari mulainya transformasi digital. Ketika akses internet sudah baik dan stabil, maka masyarakat akan lebih mudah belajar teknologi, memasarkan produk secara online, serta mengakses layanan pemerintah tanpa harus datang bolak-balik ke kota. Jadi, pembangunan infrastruktur digital menjadi langkah awal yang paling penting/prioritas untuk desa ini.

2. Dua kegiatan konkret yang bisa dilakukan untuk memulai transformasi digital di desa tersebut dalam 6 bulan ke depan, menurut saya yang pertama adalah pemasangan WiFi desa dan penguatan jaringan internet. Yang dimana pada kegiatan ini bisa dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah atau provider internet. Dengan adanya akses internet yang lebih baik akan menjadi sarana dasar bagi masyarakat untuk belajar, berkomunikasi, dan mulai menjalankan usaha secara digital. Titik WiFi bisa ditempatkan di balai desa, pasar, atau area publik agar mudah diakses warga. Kemudian, yang kedua adalah pelatihan UMKM dan pemuda desa mengenai pemasaran digital. Pada kegiatan ini, masyarakat bisa diajarkan bagaimana cara menggunakan marketplace, membuat akun media sosial bisnis, mempromosikan produk, hingga memakai pembayaran digital. Selain itu, melalui kegiatan ini pemuda desa juga bisa diberi pelatihan desain, editing, atau pengelolaan toko online supaya punya peluang kerja baru tanpa harus merantau ke kota.

3. Menurut saya, supaya program transformasi digital di Desa Tambakrejo bisa berjalan maksimal, perlu melibatkan beberapa pihak sekaligus. Soalnya, program seperti ini tidak akan efektif kalau hanya dijalankan satu pihak saja, tetapi harus ada kerja sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Yang paling utama tentu pemerintah desa, karena punya peran sebagai penggerak utama dalam menjalankan program ini. Lalu pihak swasta seperti provider internet, marketplace, atau bank digital juga penting untuk membantu jaringan, pelatihan, dan akses pasar bagi UMKM. Selain itu, komunitas masyarakat perlu ikut terlibat untuk mengajak warga berpartisipasi dan menjaga keberlanjutan program. Sedangkan kampus bisa membantu lewat mahasiswa atau dosen yang memberikan pelatihan, pendampingan, serta solusi digital sederhana untuk desa. Jadi disini, menurut saya pemerintah desa dan swasta menjadi pihak utama, sedangkan komunitas dan kampus berperan sebagai pendukung agar program bisa berjalan maksimal.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Fatra Aziz . -
Nama : Fatra Aziz
NPM : 2411021080

1. Menurut saya pemerataan infrastruktur digital adalah prioritas utama karena internet adalah dasar dari semua aktivitas digital. Tanpa internet yang stabil, program seperti UMKM go digital atau e-government tidak akan berjalan maksimal

2. Saya menyarankan pemasangan internet di titik strategis seperti di pusat perekonomian desa seperti (pasar, tempat wisata) agar masyarakat bisa langsung mengakses internet. Lalu saya mengusulkan pelatihan sederhana bagi nelayan dan pengrajin, seperti cara foto produk, jualan di marketplace, dan transaksi digital yang aman

3.
- Pemerintah desa
karena berperan dalam penyediaan fasilitas (di bantu pihak swasta) dan pemangku kebijakan
- Pihak Swasta
Saya menyarankan kerja sama dengan provider internet dan marketplace untuk dukungan teknis dan pelatihan.
- Komunitas/Pemuda
Menurut saya pemuda penting sebagai penggerak literasi digital di masyarakat
- Kampus
Saya menyarankan keterlibatan mahasiswa untuk pendampingan dan edukasi langsung di desa
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Kartika Ayu Purnomo ‎ -
Nama : kartika ayu purnomo
NPM : 2451021007

1. Strategi prioritas: bangun “perantara digital” (bukan langsung digitalisasi massal).
Kebanyakan orang lompat ke pelatihan atau infrastruktur. Itu penting, tapi di desa ini utamanya adalah gaptek + minim kepercayaan diri + pasar belum kebentuk. Jadi prioritasnya: bentuk aktor lokal (semacam broker digital desa) yang jadi jembatan antara warga dan dunia online.
Tanpa ini, WiFi cuma jadi tempat nonton, dan pelatihan cuma jadi seremonial.
Kenapa ini lebih tajam:
Realistis: nggak semua warga harus langsung melek digital.
Cepat berdampak: cukup 5–10 orang kompeten, efeknya bisa ke puluhan UMKM.
Ngurangin risiko “proyek gagal karena ditinggal”.

2. Dua kegiatan konkret (6 bulan):
Program “Agen Digital Desa” (pilot kecil tapi serius)
Rekrut pemuda lokal (yang tadinya mau merantau), kasih insentif + target jelas: tiap orang wajib onboard 5–10 UMKM (foto produk, buka akun, handle chat, kirim barang).
Ini bukan pelatihan umum—ini tenaga operasional ekonomi digital.
Model jualan kolektif (bukan individu)
Daripada tiap UMKM jualan sendiri (biasanya gagal), buat satu brand/payung desa (misal: produk laut & anyaman dikurasi).
Fokus ke 2–3 produk unggulan dulu sampai benar-benar laku, bukan semua produk dipaksa online.
Ini lebih penting daripada sekadar “masuk marketplace”.

3. Pihak yang dilibatkan (dengan peran nyata, bukan formalitas):
Pemdes: bukan cuma fasilitator—harus berani “memilih produk unggulan” (ini sering dihindari karena politis).
Swasta (provider & marketplace): jangan cuma CSR, tapi kasih akses pasar & insight (produk apa yang laku, bukan asal jual).
Komunitas pemuda: jadi operator ekonomi, bukan peserta pelatihan.
Kampus: jangan cuma KKN laporan—harus bantu desain model bisnis & ukur dampak.
Dinas: fokus potong birokrasi izin (kalau masih ribet, digitalisasi jadi kosmetik).

Kesimpulannya
Masalah desa ini bukan sekadar “kurang internet” atau “kurang pelatihan”, tapi tidak ada aktor yang menjembatani perubahan. Kalau itu nggak dibangun, semua solusi digital cuma jadi proyek jangka pendek yang kelihatan bagus di laporan tapi mati di lapangan
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Rasya Ramadhani 2411021139 -
1. Strategi yang paling prioritas: pembangunan infrastruktur digital dan peningkatan SDM digital.

Alasannya, tanpa internet yang memadai, masyarakat sulit masuk ke ekonomi digital. Sinyal yang masih 3G membuat UMKM susah jualan online, promosi produk terbatas, dan layanan administrasi jadi lambat. Selain itu, masyarakat yang masih gaptek perlu pelatihan agar bisa memanfaatkan teknologi.

2. Dua kegiatan konkret dalam 6 bulan ke depan:

Pelatihan digital UMKM dan nelayan
Mengadakan pelatihan penggunaan smartphone, pemasaran di marketplace, media sosial, dan pembayaran digital bagi pelaku usaha lokal.
Pusat layanan digital desa
Membuat posko atau ruang layanan di kantor desa untuk membantu perizinan online, promosi produk desa, dan pendampingan masyarakat yang belum paham teknologi.

3. Pihak yang harus dilibatkan:

1. Pemerintah desa, menyiapkan kebijakan, fasilitas, dan anggaran desa.
2. Pemerintah daerah, membantu jaringan internet, perizinan, dan program UMKM.
Swasta/provider internet, memperkuat jaringan dan akses internet.
3. Komunitas pemuda, menjadi penggerak literasi digital dan pelaksana.
4. mahasiswa, memberi pendampingan, pelatihan, dan inovasi pemasaran digital.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by GESICA DWI ANASTASYA -
Nama: Gesica Dwi Anastasya
NPM : 2411021069

1. menurut saya strategi yang paling prioritas yaitu pemerataan infrastruktur digital. karena kondisi desa tambakrejo yang cuma punya sinyal 3G dan tidak stabil itu hambatan utama. tanpa sinyal broadband (4G/5G), strategi lain seperti on-boarding UMKM ke marketplace atau e-government mustahil bisa jalan. jadi kita harus perbaiki dulu jalannya supaya data bisa lewat dengan lancar.

2. 2 kegiatan konkret yang bisa dilakukan dalam 6 bulan yaitu
1). penyediaan Wi-Fi desa gratis (program desa digital)
sesuai strategi 1, desa bisa segera mengaktifkan titik Wi-Fi gratis di balai desa atau area publik. ini solusi cepat supaya warga dan UMKM punya akses internet stabil untuk belajar transaksi online tanpa harus nunggu pembangunan tower besar selesai.
2). pelatihan digital hero buat anak muda
supaya pemuda nggak pada merantau, kita tantang mereka jadi admin digital desa lewat semangat 1.000 startup. mereka dilatih pake program digital talent scholarship (dts) buat bantu umkm jualan online dan operasionalkan sistem lapor atau perizinan biar nelayan tidak perlu bolak-balik ke kota lagi. jadi, anak muda punya kerjaan keren di desa sendiri.

3. pihak yang berkolaborasi yaitu pemerintah desa harus gercep pake dana desa buat fasilitas internet dan mulai terapin layanan surat online. pihak swasta (provider & marketplace) harus mau turun buat benerin sinyal dan kasih pendampingan khusus buat umkm pesisir. jangan lupa peran kampus, dimana mahasiswa harus mau turun langsung ke desa buat ngajarin nelayan dan pengrajin anyaman soal teknologi, sesuai pesan di penutup materi. terakhir, komunitas seperti siberkreasi perlu masuk buat ngasih edukasi lewat program makin cakap digital supaya warga aman dari hoax atau penipuan saat transaksi digital.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Nanda Nisa Kurnia -
Nama: Nanda Nisa
npm: 2411021121

1. Strategi mana dari 5 strategi yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.
Menurut saya, yang paling prioritas itu pemerataan infrastruktur digital dulu. Soalnya kalau sinyal masih tidak mendukung dan tidak stabil, semua yang berhubungan dengan digital pasti terhambat (lelet), UMKM mau jualan online jadi susah, pelayanan desa tidak bisa cepat, bahkan pelatihan digital juga jadi kurang maksimal. setelah infrastruktur mulai diperbaiki, harus langsung diikuti dengan peningkatan SDM digital. karena percuma juga kalau internet sudah bagus tapi masyarakatnya belum tahu cara memanfaatkannya. Jadi dua hal ini sebenarnya saling melengkapi, tapi tetap yang pertama dibenahi itu aksesnya dulu sebagai pondasi.

2. Usulkan 2 kegiatan konkret yang bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital di desa tersebut.
Pertama, desa bisa bikin pos digital desa semacam pusat bantuan di balai desa atau lewat BUMDes. Di situ warga, terutama UMKM ikan dan anyaman bambu, dibantu bikin akun jualan online, foto produk, sampai belajar promosi lewat WhatsApp atau marketplace. Jadi mereka mulai masuk ke pasar yang lebih luas, tidak hanya mengandalkan pembeli lokal.
Kedua, adakan pelatihan digital dasar untuk pemuda, nelayan, dan pelaku UMKM. Materinya jangan terlalu mendalam, tapi cukup yang langsung kepake kaya cara promosi produk, cara transaksi digital, dan cara pakai internet dengan aman, supaya mereka tau tata caranya

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan (pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus)?
Menurut saya, transformasi digital di desa harus melibatkan banyak pihak karena ini bukan pekerjaan satu pihak saja. Pemerintah desa berperan sebagai penggerak utama yang mengatur program dan menyediakan fasilitas. Pihak swasta bisa membantu dari sisi jaringan internet, platform digital, atau pendampingan usaha. Komunitas lokal seperti pemuda, nelayan, dan pelaku UMKM penting supaya program benar-benar dijalankan dan tidak hanya jadi formalitas. Sementara itu, kampus bisa berkontribusi melalui pelatihan, pendampingan, dan memberikan solusi berbasis ilmu. Jadi, kalau semua pihak ini bekerja sama, transformasi digital di desa tidak hanya jadi wacana, tapi benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Dona junica - -
NAMA:DONA JUNICA
NPM: 2411021060

1.Strategi mana dari 5 strategi yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.

Menurut saya, yang paling penting itu pemerataan infrastruktur digital. Soalnya semua hal yang berkaitan dengan digital pasti butuh internet yang stabil. Kalau sinyalnya masih jelek, UMKM nggak bisa jualan online, pelatihan digital juga nggak efektif, dan nelayan tetap harus bolak-balik ke kota karena belum bisa akses layanan online. Selain itu, pemuda juga jadi memilih merantau karena di desa belum ada peluang kerja berbasis digital. Jadi menurut saya, langkah pertama yang harus dilakukan itu memperbaiki dulu jaringan internetnya.

2.Strategi mana dari 5 strategi yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.

Menurut saya, ada dua kegiatan yang bisa dilakukan. Pertama, memperbaiki akses internet dengan bekerja sama dengan pemerintah desa dan BAKTI Kominfo, misalnya dengan pemasangan WiFi desa atau pembangunan BTS 4G. Kalau belum memungkinkan, bisa mulai dari pos internet sederhana di balai desa. Dengan begitu, warga termasuk nelayan bisa mulai mengurus perizinan secara online dan pemuda juga punya akses untuk mulai kegiatan digital.

Kedua, mengadakan pelatihan digital dasar untuk UMKM dan warga. Pelatihannya cukup yang sederhana seperti cara foto produk, cara jualan di marketplace seperti Tokopedia atau Shopee, dan cara menggunakan dompet digital seperti Dana atau OVO. Selain itu, nelayan juga bisa diajarkan cara mengakses layanan perizinan online supaya tidak perlu bolak-balik ke kota lagi, dan perangkat desa bisa dilatih supaya bisa membantu warga dalam proses tersebut. Sementara itu, untuk pemuda, pelatihan ini bisa jadi awal buat mereka mengenal peluang kerja digital, jadi mereka nggak harus selalu merantau karena sebenarnya ada peluang yang bisa dikembangkan dari desa.

3.Siapa saja pihak yang harus dilibatkan: pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus?

Program ini harus melibatkan beberapa pihak supaya bisa berjalan dengan maksimal. Pemerintah desa punya peran penting untuk mengusulkan program, menyediakan tempat seperti balai desa, dan mengajak masyarakat supaya ikut terlibat. Pemerintah pusat atau instansi terkait dibutuhkan untuk mendukung dari sisi infrastruktur dan program digital, terutama dalam penyediaan jaringan internet. Selain itu, pihak swasta seperti provider internet bisa membantu memperkuat jaringan, dan platform seperti Tokopedia atau Shopee bisa ikut memberikan pelatihan kepada UMKM. Kampus dan mahasiswa juga bisa berperan langsung lewat kegiatan KKN dengan memberikan edukasi digital ke masyarakat. Di sisi lain, masyarakat desa sendiri, terutama pemuda, harus ikut aktif belajar dan mencoba, karena mereka yang nantinya akan menjalankan dan memanfaatkan teknologi tersebut.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Maya Kholida . -
Nama : Maya Kholida
Npm : 2411021096

Jawaban diskusi
1. Strategi mana dari 5 strategi di atas yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.
Menurut saya yang paling mendesak adalah Strategi 1, Pembangunan infrastruktur dulu. Alasannya sederhana yaitu sinyal 3G yang tidak stabil itu jadi biang masalah semuanya. UMKM tidak bisa jualan online bukan melulu karena gaptek, tapi koneksinya memang tidak ngedukung. Pemuda merantau juga wajar, karena kerja remote atau jualan digital dari desa itu mustahil kalau loading aja lama.
Strategi lain tidak akan efektif kalau fondasinya belum ada. Mau pelatihan marketplace? Percuma kalau upload foto produk aja timeout. Mau e-government? Percuma kalau warga tidak bisa akses situsnya dari rumah.
Tapi ada satu catatan dimana setelah sinyal masuk, literasi digital yg merupakan bagian dari Strategi 5 harus langsung nyusul. Pengalaman di banyak desa, begitu internet masuk yang meningkat duluan malah konsumsi YouTube dan TikTok, bukan produktivitas. Jadi dua strategi ini idealnya jalan barengan.

2 Usulkan 2 kegiatan konkret yang bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital di desa tersebut.
Kegiatan pertama: Pasang titik internet di balai desa
Sambil proses pengajuan ke BAKTI Kominfo berjalan, desa bisa pakai dana APBDes untuk pasang internet satelit sementara di balai desa. Minimal warga punya satu titik akses yang stabil dulu untuk urusan produktif.

Kegiatan kedua: Pelatihan jualan online yang praktis, bukan seminar
Yang sering salah dari pelatihan digital di desa itu formatnya terlalu formal seperti presentasi panjang, banyak teori, peserta pulang tidak bisa apa-apa. Usulnya sederhana: adakan sesi pendampingan kecil, 5-10 orang per kelompok, langsung praktik bareng. Hari pertama belajar foto produk yang layak jual pakai HP sendiri. Hari berikutnya bikin akun marketplace dan upload produk pertama. Seminggu kemudian ada sesi tanya jawab lagi ada kendala apa, didampingi lagi. Modelnya seperti belajar bareng, bukan menggurui. Dengan begitu nelayan dan pengrajin anyaman lebih percaya diri karena langsung coba sendiri, bukan cuma lihat slide presentasi.

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan (pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus)?
Pemerintah Desa dan BUMDes berperan sebagai penggerak utama, mengurus pengajuan program ke Kominfo, mengelola titik internet desa, dan memastikan kegiatan ini berlanjut jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten dan Dinas Kominfo dibutuhkan untuk memfasilitasi pengajuan infrastruktur ke pusat dan menyederhanakan perizinan kios nelayan agar bisa diurus secara online.
Pihak swasta seperti platform marketplace dan jasa kurir perlu dilibatkan sejak awal. Platform marketplace bisa membantu proses onboarding UMKM, sementara jasa kurir perlu dipastikan mau menjangkau wilayah pesisir ini.
Komunitas lokal khususnya ketua kelompok nelayan dan pengurus kelompok pengrajin anyaman menjadi jembatan kepercayaan. Warga desa lebih mudah diajak bergerak kalau yang mengajak adalah orang yang mereka kenal.
Kampus bisa berkontribusi melalui program pengabdian masyarakat, membantu pendampingan pelatihan digital dan branding produk lokal agar punya daya saing di pasar yang lebih luas.
In reply to Maya Kholida .

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Tantri Nurtika Dewi - -
Nama : Tantri Nurtika Dewi
NPM : 2411021137

Studi Kasus:
Desa Tambakrejo di pesisir selatan Jawa punya potensi ikan laut dan kerajinan anyaman bambu. Namun, sinyal internet hanya 3G, banyak pemuda merantau karena tidak ada lapangan kerja digital, UMKM belum bisa jual online karena gaptek, dan perizinan kios nelayan masih bolak-balik ke kota.

Pertanyaan diskusi:

1. Strategi mana dari 5 strategi di atas yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.
Jawab : Strategi yang paling prioritas adalah pemerataan infrastruktur digital. Alasannya, tanpa jaringan internet yang stabil, program lain seperti pelatihan digital atau penjualan online tidak akan berjalan maksimal. Sinyal 3G yang lemah membuat masyarakat sulit mengakses marketplace, belajar digital, atau mengurus layanan secara online.

2. Usulkan 2 kegiatan konkret yang bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital di desa tersebut.
Jawab : Dua kegiatan konkret yang bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan:
- Mengadakan pelatihan sederhana untuk UMKM dan nelayan tentang cara menggunakan smartphone untuk jualan online, seperti foto produk, membuat akun marketplace, dan penggunaan WhatsApp Business.
- Membuat satu titik pusat internet desa (WiFi bersama) di balai desa atau tempat umum agar warga bisa belajar dan mencoba langsung penggunaan teknologi digital.

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan (pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus)?
Jawab : Pihak yang perlu dilibatkan antara lain:
- Pemerintah desa untuk dukungan kebijakan dan fasilitas.
- Pemerintah daerah atau Kominfo untuk bantuan infrastruktur dan program pelatihan.
- Pihak swasta seperti provider internet atau marketplace untuk dukungan teknologi dan pendampingan.
- Komunitas lokal (karang taruna) untuk membantu pelaksanaan di lapangan.
- Kampus atau mahasiswa untuk memberikan edukasi dan pendampingan digital secara langsung kepada warga.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by yosa salwa destasari -
YOSA SALWA DESTASARI
2411021092

1. Strategi mana dari 5 strategi yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.
Jawaban:
Strategi yang paling prioritas adalah peningkatan infrastruktur dan akses internet. Kondisi saat ini menunjukkan bahwa sinyal internet di desa masih terbatas pada 3G dan tidak stabil, sehingga menjadi hambatan utama dalam pengembangan digital. Tanpa koneksi internet yang memadai, berbagai upaya seperti pemasaran online, pelatihan keterampilan digital, hingga digitalisasi layanan publik tidak akan berjalan efektif. Dengan adanya akses internet yang cepat dan stabil, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi, membuka peluang usaha berbasis digital, serta meningkatkan kualitas layanan administrasi desa. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur internet menjadi fondasi utama sebelum menjalankan strategi lainnya.

2. Usulkan 2 kegiatan konkret dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital.
Jawaban:
a. Mengadakan pelatihan literasi digital bagi UMKM dan pemuda desa secara bertahap dan berkelanjutan. Materi pelatihan mencakup penggunaan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, strategi pemasaran melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, serta pemanfaatan pembayaran digital. Selain itu, peserta juga dapat diajarkan cara membuat konten promosi yang menarik agar produk lokal seperti hasil laut dan kerajinan bambu memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

b. Membangun pusat internet desa atau digital hub yang dilengkapi dengan WiFi publik di balai desa atau lokasi strategis lainnya. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai akses internet, tetapi juga sebagai tempat belajar bersama, pelatihan, dan pengembangan usaha digital. Dalam jangka pendek, fasilitas ini dapat membantu masyarakat yang belum memiliki akses internet pribadi, sekaligus mendorong munculnya aktivitas ekonomi berbasis digital di desa.

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan: pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus?
Jawaban:
Transformasi digital desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah desa berperan sebagai pengambil kebijakan, pengelola program, serta penyedia fasilitas dasar. Pemerintah daerah dan pusat diperlukan untuk memberikan dukungan anggaran serta pembangunan infrastruktur, khususnya jaringan internet. Pihak swasta seperti penyedia layanan internet, perusahaan teknologi, dan platform marketplace dapat berkontribusi dalam penyediaan jaringan, pelatihan, serta membuka akses pasar bagi produk desa. Komunitas lokal seperti karang taruna dan pelaku UMKM menjadi pelaksana utama yang akan menggerakkan program di lapangan. Sementara itu, kampus dapat memberikan pendampingan melalui kegiatan pengabdian masyarakat, pelatihan, serta riset yang membantu merancang strategi pengembangan desa berbasis digital secara berkelanjutan.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by ALFINA KHOYRIL KHOTAMI - -
NAMA: ALFINA KHOYRIL KHOTAMI
NPM: 2411021024

1. Strategi paling prioritas:
Strategi yang paling prioritas adalah Strategi 1: Pemerataan Infrastruktur Digital.
Alasannya karena masalah utama desa ini adalah sinyal internet yang masih 3G dan terbatas. Tanpa jaringan yang memadai, strategi lain seperti UMKM go digital atau pelatihan SDM tidak akan berjalan optimal. Jadi, infrastruktur jadi fondasi utama supaya akses internet lancar, baru setelah itu pengembangan lain bisa maksimal.

2. Dua kegiatan konkret (6 bulan ke depan):
Pertama, pemasangan WiFi desa atau peningkatan jaringan (Desa Digital) di titik-titik strategis seperti balai desa dan pasar nelayan. Ini supaya warga langsung bisa akses internet untuk belajar dan usaha.

Kedua, pelatihan dasar digital untuk UMKM dan pemuda seperti cara jualan di marketplace, penggunaan media sosial, dan pembayaran digital. Ini penting supaya setelah ada internet, warga langsung bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan pendapatan.

3. Pihak yang harus dilibatkan:
Yang harus dilibatkan adalah pemerintah desa (sebagai penggerak utama program dan penyedia fasilitas), pemerintah pusat/Kominfo atau BAKTI (untuk dukungan infrastruktur jaringan), pihak swasta seperti provider internet atau marketplace (untuk teknologi dan pelatihan), serta kampus dan komunitas (untuk pendampingan, pelatihan, dan edukasi masyarakat). Kolaborasi ini penting supaya program berjalan efektif dan berkelanjutan.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Muhammad Emil Fattah -
Nama: Muhammad Emil Fattah
NPM: 2411021005

1. Prioritas strategi:
Strategi 1 (Infrastruktur Digital) jadi yang paling mendesak. Alasannya karena tanpa internet yang stabil, strategi lain (UMKM go digital, e-government, bahkan pelatihan) tidak akan jalan optimal. Masalah utama desa ini ada di akses dulu, bukan skill.

2. Dua kegiatan konkret (6 bulan):

a. Program WiFi Desa + titik hotspot publik
Pasang 2-3 titik WiFi di balai desa & area nelayan. Ini bisa dilakukan agar warga langsung bisa akses internet stabil.

b. Pelatihan jualan online dan pendampingan
Fokus ke 10-20 UMKM (ikan olahan & anyaman bambu) kemudian buka toko di marketplace, belajar foto produk & copywriting sederhana, didampingi sampai benar-benar bisa untuk berjalan sendiri.

3. Pihak yang dilibatkan:

a. Pemerintah desa: fasilitator, penyedia tempat, data UMKM

b. Pemerintah pusat/daerah (Kominfo): infrastruktur & program pelatihan

c. Swasta (Telkom/marketplace): jaringan dan bantuan untuk UMKM

d. Kampus: pendampingan (lewat KKN)
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Atika Ramadhani ‎ -
Nama : Atika Ramadhani
NPM : 2411021131

1. Menurut saya, strategi yang paling prioritas untuk Desa Tambakrejo adalah Strategi 1 yaitu Pemerataan Infrastruktur Digital karena kondisi sinyal di Desa Tambakrejoi hanya 3G dan tidak stabil, dan juga pemerataan infrastruktur internet ini sangat dasar, sehingga semua strategi lain tidak akan bisa berjalan tanpa internet yang memadai untuk melanjutkan ke strategi selanjutnya.

2. Setelah strategi dasar sudah diterapkan seperti pemerataan infrastruktur digital maka kegiatan selanjutnya yaitu pertama yang bisa dilakukan adalah mengadakan pelatihan sederhana bagi pelaku UMKM lokal, khususnya nelayan dan pengrajin anyaman bambu, untuk dapat memulai berjualan di marketplace seperti Shopee atau Tokopedia. Pelatihannya cukup ajarkan pembuatan akun setelah itu cara foto produk yang baik, buat deskripsi, dan pakai dompet digital untuk terima pembayaran.
Kegiatan kedua adalah membantu perangkat desa membuat sistem perizinan yang lebih mudah, misalnya lewat WhatsApp resmi desa atau Google Form, supaya nelayan tidak usah bolak-balik ke kota untuk urusan izin kios. Sekalian bisa dibuatkan media sosial atau website desa sebagai sumber informasi harga ikan dan pengumuman warga.


3. Pihak pertama yang harus dilibatkan tentu saja pemerintah desa, karena yang paling dekat dengan warga desa dan lebih tau kondisi desa serta mengurus terkait pelatihan yang akan diadakan oleh kerja sama dati pihak luar. Selain itu, pemerintah daerah dan Kominfo juga perlu ikut terlibat untuk mendorong peningkatan jaringan internet di wilayah tersebut melalui program BAKTI Kominfo. Dari pihak swasta, marketplace dan penyedia dompet digital bisa dilibatkan untuk mendukung pelatihan UMKM lokal. Lalu mahasiswa komunitas kampus juga dibutuhkan untuk langsung mendampingi warga, seperti mengedukasi terkait lietrasi digital untuk pendampingan ke masyarakat desa.
In reply to Yohanes Novi Armunanto

Re: Studi Kasus Pertemuan 10

by Bagas Sandika Prayoga -
1. Strategi yang paling prioritas
Menurut saya, yang paling prioritas adalah peningkatan infrastruktur dan literasi digital. Karena internet di desa masih 3G dan masyarakat masih kurang paham teknologi. Jika internet dan kemampuan digital masyarakat sudah lebih baik, maka UMKM bisa mulai jualan online dan pemuda punya peluang kerja digital tanpa harus merantau.

2. Dua kegiatan konkret dalam 6 bulan ke depan
Pelatihan digital untuk UMKM dan pemuda
Misalnya pelatihan cara jualan di marketplace, promosi lewat media sosial, dan penggunaan pembayaran digital.
Penyediaan WiFi desa
Membuat WiFi publik di balai desa agar masyarakat lebih mudah mengakses internet untuk belajar dan berjualan online.

3. Pihak yang harus dilibatkan
Pemerintah desa  itu mengatur program dan anggaran.
Pemerintah daerah itu  membantu jaringan internet dan pelatihan.
swasta/provider internet itu menyediakan akses internet.
Komunitas dan karang taruna itu membantu mengajak masyarakat ikut program.
Kampus/mahasiswa itu memberi pelatihan dan pendampingan digital.