Posts made by Muhammad Rafi Raya Rabane S

Nama: Muhammad Rafi Raya Rabane S
NPM: 2451012008

1. Proyek digital adalah kegiatan sementara berbasis teknologi dengan tujuan, waktu, anggaran, dan hasil yang jelas.

2. Manajemen proyek berfungsi mengatur proyek agar efisien, tepat waktu, hemat biaya, dan berkualitas.

3. Meliputi penentuan tujuan, jadwal, anggaran, pembagian tugas, dan sumber daya.

4. Meliputi pelaksanaan rencana, pengendalian, pemantauan, dan evaluasi hasil proyek.

5. Risiko meliputi teknologi, keamanan, biaya, dan keterlambatan. Pengelolaannya melalui identifikasi, pencegahan, dan pemantauan.

6. Manajemen proyek mendukung digitalisasi bisnis untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, dan kualitas layanan.

Technopreneur 2026 -> RESPONSI SESI 6 -> responsi 6 -> Re: responsi 6

by Muhammad Rafi Raya Rabane S -
Nama: Muhammad Rafi Raya Rabane S
NPM: 2451012008

1. Dengan membagi fungsi masing-masing saluran. Online bisa digunakan untuk promosi, pemesanan, dan menjangkau pelanggan lebih luas, sedangkan offline digunakan untuk pengalaman langsung, konsultasi, atau mengambil produk. Keduanya juga harus terintegrasi, misalnya pelanggan pesan melalui online lalu mengambil barang di toko.

2. Technopreneur sebaiknya hanya mengumpulkan data yang benar-benar diperlukan dan menjelaskan kepada pelanggan bagaimana data tersebut digunakan. Data juga harus disimpan dengan aman dan tidak disalahgunakan atau dibagikan tanpa izin. Jadi, kebutuhan bisnis tetap terpenuhi tanpa mengabaikan hak privasi pelanggan.

3. Influencer marketing sering lebih efektif dalam engagement karena terasa lebih personal dan dekat dengan audiens. Pengikut biasanya lebih mudah berinteraksi dengan konten influencer yang mereka percaya. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kecocokan influencer dengan target pasar dan produk.

4. Jangan hanya melihat jumlah views atau likes. Ukur juga conversion rate, jumlah penjualan, jumlah pelanggan baru, biaya promosi, dan ROI. Dengan begitu, perusahaan bisa mengetahui apakah promosi tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan.

5. Perusahaan dapat menyesuaikan harga dan produk dengan kemampuan masyarakat, misalnya menyediakan ukuran lebih kecil, harga lebih terjangkau, atau sistem cicilan. Selain itu, produk juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan lokal agar masyarakat merasa produk tersebut memang bermanfaat bagi mereka.

6. Perusahaan harus membuat konten yang konsisten dan bermanfaat, tidak hanya berisi promosi. Selain itu, perusahaan perlu aktif merespons komentar dan keluhan, memahami kebutuhan pelanggan, serta memberikan apresiasi seperti promo khusus atau loyalty program. Dengan begitu, media sosial menjadi sarana membangun hubungan, bukan hanya menjual produk.
Nama: Muhammad Rafi Raya Rabane S
NPM: 2451012008

1. Konsep dan pentingnya studi kelayakan bisnis
Studi kelayakan bisnis adalah proses untuk menilai apakah suatu ide atau rencana usaha layak dijalankan atau tidak. Penilaian dilakukan dengan melihat berbagai aspek, seperti pasar, teknis, manajemen, keuangan, serta dampak sosial dan lingkungan.
Studi kelayakan penting sebelum memulai usaha karena dapat:
Mengurangi risiko kerugian dan kegagalan.
Mengetahui apakah produk atau jasa memiliki pasar.
Menghitung kebutuhan modal dan potensi keuntungan.
Membantu menentukan strategi usaha yang tepat.
Menjadi dasar dalam mengambil keputusan, apakah usaha dilanjutkan, diperbaiki, atau dibatalkan.

2. Aspek yang dianalisis dalam studi kelayakan
Beberapa aspek utama yang perlu dianalisis adalah:
Aspek pasar: melihat kebutuhan konsumen, target pasar, jumlah pesaing, tren pasar, harga, serta peluang penjualan.
Aspek teknis: menentukan lokasi usaha, teknologi, peralatan, bahan baku, kapasitas produksi, dan proses operasional.
Aspek manajemen: menilai struktur organisasi, kemampuan sumber daya manusia, pembagian tugas, serta kemampuan pengelola menjalankan usaha.
Aspek finansial: menghitung kebutuhan modal, biaya operasional, pendapatan, keuntungan, arus kas, serta waktu pengembalian modal.
Aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan: melihat manfaat usaha bagi masyarakat dan perekonomian serta dampaknya terhadap lingkungan, seperti limbah, penggunaan sumber daya, dan penciptaan lapangan kerja.

3. Cara menganalisis kelayakan ide bisnis secara komprehensif
Analisis dapat dilakukan secara bertahap. Pertama, tentukan ide bisnis dan masalah konsumen yang ingin diselesaikan. Kedua, lakukan riset pasar untuk mengetahui kebutuhan pelanggan, pesaing, dan peluang pasar. Ketiga, analisis aspek teknis dan manajemen untuk memastikan usaha dapat dijalankan dengan sumber daya yang tersedia.
Selanjutnya, buat perhitungan keuangan dengan memperkirakan modal, biaya, pendapatan, keuntungan, dan risiko kerugian. Setelah itu, perhatikan dampak sosial dan lingkungan serta peraturan yang berlaku. Terakhir, lakukan analisis risiko dan buat beberapa skenario, misalnya kondisi optimis, normal, dan pesimis.
Dengan cara tersebut, keputusan bisnis tidak hanya berdasarkan perkiraan atau intuisi, tetapi berdasarkan data dan pertimbangan yang lebih menyeluruh.

4. Cara mengembangkan keterampilan menilai potensi usaha
Keterampilan tersebut dapat dikembangkan dengan beberapa cara, yaitu:
Rajin melakukan riset pasar dan mengamati perubahan kebutuhan konsumen.
Mempelajari dasar-dasar keuangan, pemasaran, manajemen, dan kewirausahaan.
Berlatih membuat analisis SWOT dan studi kelayakan dari berbagai ide bisnis.
Mengikuti perkembangan tren teknologi dan perilaku konsumen.
Belajar dari pengalaman pengusaha lain, baik dari keberhasilan maupun kegagalannya.
Membiasakan diri mengambil keputusan berdasarkan data, bukan hanya perkiraan.
Melakukan evaluasi secara rutin terhadap hasil usaha dan memperbaiki strategi jika diperlukan.

Technopreneur 2026 -> responsi 3 -> responsi 3 -> Re: responsi 3

by Muhammad Rafi Raya Rabane S -
2411012002 M. Radinka Albasith
2411012060 M Farrel alghifari
2451012029 M hafidz mubarok
2451012019 M fikry alghifari s
2451012008 Muhammad Rafi Raya Rabane S

1.Untuk memahami kebutuhan dan peluang usaha dilakukan dengan cara melihat permasalahan yang nyata bagi masyarakat atau konsumen kemudian melihat apakah permasalahan tersebut dapat menjadi peluang bisnis.

Seperti bisnis kelompok kami, kami menemukan bahwa individu atau UMKM membutuhkan desain yang mudah digunakan, dapat terus digunakan dan terjangkau

Jadi kita dapat menangkap bahwa bisnis menjuak template digital dapat menjadi peluang bisnis kelompok kami.

2.ide usaha kami ditemukan dengan mencari solusi bagi permasalah konsumen. Nah setelah kami dapet ide kami mengevalusi ide tersebut

1) Evaluasi Target pasar
Melihat apakah individu dan UMKM benar benar membutuhkan desain mensarik, cepat, terjangkau melalui obeservasi kecil

2) Evaluasi sumber daya
Bisnis kelompok kami pasti akan membutuhkan tim yang expert di bidang desain di tools canva.

3) Evaluasi biaya
Kelompok kami melihat bisnis ini memerlukan biaya apa sajs untuk oprasional, seperti canva pro dan internet sebagai biaya utana yang perlu dikeluarkan

4) Evaluasi resiko
Kelompok kami melihat beberapa resiko di dalam bisnis ini, salah satunya adalah berkaitan dengan perlindungan karya, karena bisa saja desain yang kami jual di perjuak belikan kembali


3.Dari memahami kebutuhan dan menciptakan ide selanjutnya kami melakukan tahap pembuatan produk. Langkah awal yang kami lakukan adalah:
1) Membuat produk berupa template desain menggunakan Canva Pro.
2) Membuat etalase digital menggunakan Lynk.id untuk menampilkan dan menjual produk template.
3) Menyediakan WhatsApp Business sebagai media komunikasi dan customer service.
4) Melakukan pemasaran secara online melalui media sosial dan kanal digital yang sesuai dengan target pasar.
5) Mengumpulkan feedback pelanggan untuk mengetahui kekurangan dan kebutuhan desain yang belum tersedia.
6) Mengembangkan variasi template berdasarkan kebutuhan pelanggan dan tren desain.

Untuk pengembangan jangka panjang, bisnis kami tidak hanya berfokus pada penjualan template digital. Kami berencana mengembangkan bisnis menjadi layanan custom desain secara offline melalui store, sehingga pelanggan dapat datang secara langsung apabila membutuhkan desain yang lebih spesifik.

4.1) Canva pro sebagai tools utama untuk membuat desain atau template
2) Lynk.id digunakan untuk etalase digital, menampilkan produk, dan fitur pembayaran konsumen
3) Sosial media sebagai digunakan sebagai pemasaran dan membangun brand
4)whatsapp business sebagai alat komunikasi dengan oembeli atau bisa dikatakan sebagai custumer service