Posts made by Dela Pratiwi -

Nama : Dela Pratiwi
NPM : 2411021128

3. Apakah pertumbuhan ekonomi tinggi selalu menunjukkan kondisi masyarakat yang benar-benar sejahtera?
Jawab:
Menurut saya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu masyarakat benar-benar sejahtera. Karena meskipun ekonomi tumbuh, belum tentu semua masyarakat merasakan dampaknya secara langsung. Bisa saja pertumbuhan tinggi, tetapi harga kebutuhan pokok tetap mahal, pengangguran masih ada, dan pendapatan masyarakat belum membaik secara merata. Jadi, kesejahteraan tidak hanya dilihat dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Dela Pratiwi
NPM : 2411021128

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Jawab: Menurut saya, depresiasi rupiah cukup berdampak terhadap kehidupan saya sebagai mahasiswa, terutama dalam pengeluaran sehari-hari. Ketika nilai rupiah melemah terhadap dolar Amerika, harga berbagai barang ikut mengalami kenaikan, khususnya barang yang berasal dari impor atau menggunakan bahan baku impor. Sebagai mahasiswa, saya bisa merasakan dampaknya pada kenaikan harga makanan, transportasi, BBM, kuota internet, hingga kebutuhan kuliah lainnya. Kondisi seperti ini membuat daya beli saya menjadi menurun karena uang yang sebelumnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi terasa lebih terbatas. Jadi saya harus lebih bijak untuk mengatur pengeluaran dan mulai mengurangi kebutuhan yang kurang penting supaya keuangan saya tetap stabil.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Jawab: Menurut saya, barang yang paling mungkin naik harganya di sekitar saya itu kebutuhan yang berkaitan dengan impor atau yang proses produksinya memakai bahan baku dari luar negeri. Contohnya seperti BBM, handphone, laptop, dan beberapa bahan makanan tertentu. Selain itu, saya rasa harga makanan sehari-hari juga bisa ikut naik karena biaya distribusi dan produksi meningkat. Misalnya jika harga BBM naik, ongkos pengiriman barang juga naik dan akhirnya penjual menaikkan harga barang dagangan mereka. Jadi walaupun barang itu bukan barang impor langsung, tetap saja dampaknya bisa sampai ke masyarakat.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
Jawab: Menurut saya, UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah adalah pihak yang paling terasa dampaknya ketika rupiah melemah terus-menerus. Banyak UMKM masih bergantung pada bahan baku impor, jadi biaya usaha mereka ikut naik. Akibatnya mereka kadang harus menaikkan harga jual, padahal kondisi daya beli masyarakat juga sedang menurun.
Sementara untuk masyarakat berpenghasilan rendah, kenaikan harga kebutuhan pokok pasti lebih berat dirasakan karena penghasilan mereka terbatas dan sebagian besar dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Jika harga terus naik tetapi pendapatan tetap, pasti kehidupan sehari-hari menjadi semakin sulit.
Nama : Dela Pratiwi
NPM : 2411021128

Studi Kasus
1. Strategi mana dari 5 strategi di atas yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.
Jawab : Menurut sata, strategi yang paling prioritas untuk Desa Tambakrejo adalah pemerataan infrastruktur digital. Karena dari masalah yang ada, terlihat jelas jika internet di desa tersebut masih 3G dan tidak stabil. Jika jaringan saja belum memadai, strategi lain seperti UMKM go digital atau e-government juga akan sulit berjalan.
Jadi menurut saya, infrastruktur itu menjadi fondasi utama. Jika internet sudah lancar, baru masyarakat bisa memulai untuk belajar jualan online, akses informasi, dan menggunakan layanan digital lainnya. Selain itu, dengan adanya internet yang lebih baik, desa juga bisa membuka peluang kerja digital seperti bisnis online atau pekerjaan berbasis internet, sehingga pemuda tidak perlu merantau ke kota untuk mencari pekerjaan.

2. Usulkan 2 kegiatan konkret dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital.
Jawab: Jika melihat kondisi yang seperti ini, saya akan mengusulkan kegiatan konkret, yaitu;
Pertama saya akan mengadakan pelatihan dasar digital untuk UMKM dan warga desa, seperti cara menggunakan marketplace, media sosial untuk berjualan, dan pembayaran digital. Ini penting agar masyarakat tidak gaptek (gagap teknologi) lagi dan mulai berani mencoba.
Kedua, saya akan mendorong pembuatan pusat internet desa atau WiFi bersama yang bisa digunakan warga. Jadi walaupun jaringan belum sempurna, tetap ada titik akses yang bisa dimanfaatkan untuk belajar, jualan online, atau mengurus administrasi desa.
Dengan dua langkah ini, menurut saya perubahan sudah bisa mulai terasa dalam waktu 6 bulan.

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan: pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus?
Jawab: Menurut saya, transformasi digital ini tidak bisa jalan sendiri, jadi harus melibatkan banyak pihak. Pemerintah desa mempunyai peran penting dalam menyediakan fasilitas dan mengatur kebijakan. Pihak swasta, seperti provider internet atau platform digital, bisa membantu dari sisi teknologi dan pelatihan.
Selain itu, komunitas dan masyarakat juga harus aktif, karena mereka yang akan menjalankan langsung. Dan yang tidak kalah penting, kampus juga bisa ikut terlibat, misalnya mahasiswa turun langsung memberikan edukasi digital atau membantu membuat sistem sederhana untuk desa.
Jadi menurut saya, kolaborasi semua pihak ini yang akan membuat transformasi digital benar-benar berjalan.
Nama : Dela Pratiwi
NPM : 2411021128

STUDI CASE 1 (QRIS DAN UMKM)

1. Apakah QRIS benar-benar meningkatkan inklusi keuangan?
Jawab : Menurut saya, iya. karena QRIS untuk saat ini sangat membantu UMKM untuk mulai menggunakan sistem keuangan digital dengan cara yang lebih praktis. Jadi cukup dengan satu kode QR saja, mereka sudah bisa menerima pembayaran dari konsumen tanpa harus memberikan kembalian. Jadi UMKM tidak perlu banyak menyediakan uang tunai karena pembayaran bisa langsung dilakukan secara non-tunai. Tapi di sisi lain, mereka tetap bisa menerima pembayaran tunai seperti biasa, jadi tidak harus langsung beralih sepenuhnya ke digital. Menurut saya, hal seperti ini membuat UMKM punya pilihan yang lebih fleksibel untuk melayani konsumen, sekaligus lebih mudah mengikuti perkembangan transaksi yang sekarang semakin banyak menggunakan sistem digital.

2. Apakah UMKM mendapatkan peningkatan pendapatan nyata?
Jawab : Kalau soal peningkatan pendapatan, menurut saya hal ini tidak bisa disamaratakan ya pak.
Yang saya lihat QRIS ini memang bisa membantu dari sisi kemudahan transaksi, yang membuat konsumen jadi lebih nyaman dan akhirnya menjadi sering beli, apalagi sekarang banyak orang yang cenderung memilih belanja ke pedagang yang sudah bisa QRIS dibanding yang masih hanya menerima uang tunai. Tapi saya rasa, QRIS ini lebih ke alat bantu, bukan faktor utama yang langsung menaikkan pendapatan.
Jadi, kalau pelaku UMKM nya tidak mengembangkan usahanya, misal dari segi pemasaran atau kualitas produk yang mereka jual, ya dampaknya ke pendapatan juga belum tentu terasa.

3. Apa risiko ketergantungan pada sistem digital?
Jawab: Menurut saya, ketika UMKM terlalu bergantung pada QRIS juga memiliki risiko, jika misalnya terjadi gangguan seperti jaringan internet atau sistem error, yang akhirnya tidak bisa melakukan transaksi digital menggunakan QRIS.
Dari hal seperti itu, maka penting untuk UMKM mempunyai alternatif lain, misalnya tetap menyediakan pembayaran tunai. Jadi ketika ada kendala seperti itu, transaksi tetap bisa berjalan dan tidak sepenuhnya bergantung pada QRIS saja.