Posts made by Maya Kholida .

Nama : Maya Kholida
Npm : 2411021096

jawaban no 3
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu mencerminkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Di Q1 2026, pertumbuhan 5,61% kita sebagian besar didorong lonjakan belanja pemerintah sebesar 21,81%. Kalau stimulus itu dikurangi, pertumbuhannya pun ikut turun artinya fondasinya masih rapuh.Belum lagi masih banyak pekerja informal yang tidak punya jaminan sosial. Bagi mereka, angka pertumbuhan tidak banyak mengubah kehidupan sehari-hari.Jadi pertumbuhan tinggi itu perlu, tapi yang lebih penting adalah seberapa merata manfaatnya dirasakan
Nama : Maya Kholida
Npm : 2411021096

1.Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Sebagai mahasiswa yang tinggal di kost dan bergantung sepenuhnya pada kiriman orang tua, depresiasi rupiah ini benar-benar memengaruhi kehidupan sehari-hari saya. Karena harga terus naik, uang kiriman bulanan tampaknya semakin tidak cukup.
Untuk makan, saya sudah terbiasa makan di warung dekat kost karena lebih murah. Namun, harga warung belakangan ini naik, jadi saya harus lebih selektif saat memilih menu. Sekarang saya harus memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting daripada jajan camilan atau minuman tambahan setelah makan.Belum lagi kebutuhan untuk fotokopi materi kuliah, Print file ,beli buku, atau membeli paket data untuk perkuliahan semua ikut terpengaruh. Saya jadi harus benar-benar cermat mengatur pengeluaran setiap harinya, dan kondisi ini cukup menekan di tengah padatnya tugas kuliah.

2.Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Dari yang saya rasakan langsung sebagai mahasiswa kost, barang-barang yang paling terasa naiknya antara lain makanan sehari-hari seperti nasi, tempe, dan tahu yang bahan bakunya banyak diimpor. Selain itu, harga paket data juga ikut naik, padahal itu kebutuhan utama saya untuk kuliah. Keperluan kuliah seperti tinta printer, kertas, hingga alat tulis pun harganya sudah mulai merangkak. Kalau sampai perlu beli laptop atau gadget untuk keperluan tugas, itu yang paling berat karena harganya bisa jauh lebih mahal dari sebelumnya.

3.Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
arung makan dan bisnis kecil di sekitar kampus yang sering melayani mahasiswa juga mengalami tekanan ini. Pemilik warung harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli bahan baku, tetapi mereka tidak bisa segera menaikkan harga karena konsumen utamanya adalah mahasiswa yang juga mengalami kesulitan. Masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak memiliki tabungan atau aset sebagai bantalan mengalami situasi serupa. Mereka hampir tidak memiliki pilihan selain mengurangi porsi makan mereka atau mengorbankan kebutuhan lain ketika harga kebutuhan pokok naik. Inilah yang membuat depresiasi rupiah menjadi lebih dari sekadar angka di berita; itu menjadi masalah dalam kehidupan nyata banyak orang.
Nama : Maya Kholida
Npm : 2411021096

Jawaban diskusi
1. Strategi mana dari 5 strategi di atas yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.
Menurut saya yang paling mendesak adalah Strategi 1, Pembangunan infrastruktur dulu. Alasannya sederhana yaitu sinyal 3G yang tidak stabil itu jadi biang masalah semuanya. UMKM tidak bisa jualan online bukan melulu karena gaptek, tapi koneksinya memang tidak ngedukung. Pemuda merantau juga wajar, karena kerja remote atau jualan digital dari desa itu mustahil kalau loading aja lama.
Strategi lain tidak akan efektif kalau fondasinya belum ada. Mau pelatihan marketplace? Percuma kalau upload foto produk aja timeout. Mau e-government? Percuma kalau warga tidak bisa akses situsnya dari rumah.
Tapi ada satu catatan dimana setelah sinyal masuk, literasi digital yg merupakan bagian dari Strategi 5 harus langsung nyusul. Pengalaman di banyak desa, begitu internet masuk yang meningkat duluan malah konsumsi YouTube dan TikTok, bukan produktivitas. Jadi dua strategi ini idealnya jalan barengan.

2 Usulkan 2 kegiatan konkret yang bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital di desa tersebut.
Kegiatan pertama: Pasang titik internet di balai desa
Sambil proses pengajuan ke BAKTI Kominfo berjalan, desa bisa pakai dana APBDes untuk pasang internet satelit sementara di balai desa. Minimal warga punya satu titik akses yang stabil dulu untuk urusan produktif.

Kegiatan kedua: Pelatihan jualan online yang praktis, bukan seminar
Yang sering salah dari pelatihan digital di desa itu formatnya terlalu formal seperti presentasi panjang, banyak teori, peserta pulang tidak bisa apa-apa. Usulnya sederhana: adakan sesi pendampingan kecil, 5-10 orang per kelompok, langsung praktik bareng. Hari pertama belajar foto produk yang layak jual pakai HP sendiri. Hari berikutnya bikin akun marketplace dan upload produk pertama. Seminggu kemudian ada sesi tanya jawab lagi ada kendala apa, didampingi lagi. Modelnya seperti belajar bareng, bukan menggurui. Dengan begitu nelayan dan pengrajin anyaman lebih percaya diri karena langsung coba sendiri, bukan cuma lihat slide presentasi.

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan (pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus)?
Pemerintah Desa dan BUMDes berperan sebagai penggerak utama, mengurus pengajuan program ke Kominfo, mengelola titik internet desa, dan memastikan kegiatan ini berlanjut jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten dan Dinas Kominfo dibutuhkan untuk memfasilitasi pengajuan infrastruktur ke pusat dan menyederhanakan perizinan kios nelayan agar bisa diurus secara online.
Pihak swasta seperti platform marketplace dan jasa kurir perlu dilibatkan sejak awal. Platform marketplace bisa membantu proses onboarding UMKM, sementara jasa kurir perlu dipastikan mau menjangkau wilayah pesisir ini.
Komunitas lokal khususnya ketua kelompok nelayan dan pengurus kelompok pengrajin anyaman menjadi jembatan kepercayaan. Warga desa lebih mudah diajak bergerak kalau yang mengajak adalah orang yang mereka kenal.
Kampus bisa berkontribusi melalui program pengabdian masyarakat, membantu pendampingan pelatihan digital dan branding produk lokal agar punya daya saing di pasar yang lebih luas.
Nama : Maya Kholida
Npm : 2411021096

Tipe Studi Kasus 2

1. Apakah gig economy meningkatkan kesejahteraan pekerja?
Menurut pendapat saya, pertanyaan ini jawabannya relatif, tergantung dari perspektif mana kita melihatnya. Dari sisi positif, gig economy membuka lapangan kerja dengan cepat bagi masyarakat yang membutuhkan, tidak memerlukan pendidikan tinggi sebagai syarat utama, serta menawarkan fleksibilitas waktu karena pekerja bisa mengatur jadwal kerja sendiri. Namun dari sisi kritis, saya berpendapat bahwa pendapatan dalam gig economy sangat tidak stabil, tidak ada jaminan sosial yang tetap seperti halnya pekerja formal, serta seluruh risiko seperti kerusakan kendaraan dan gangguan kesehatan ditanggung sendiri oleh pekerja. Dengan demikian, kesimpulan saya adalah gig economy meningkatkan akses terhadap pekerjaan, tetapi belum tentu menjamin kesejahteraan dalam jangka panjang.

2. Bagaimana perlindungan tenaga kerja digital?
Di Indonesia, tenaga kerja digital masih sangat kurang dilindungi, menurut pendapat saya.Status hukum mereka sebagai "mitra", bukan karyawan, adalah masalah utama. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, mereka tetap diatur oleh platform, diberi target, dan dihukum jika melanggar aturan aplikasi. Mereka dianggap bukan pekerja tetap, jadi mereka tidak memiliki hak-hak seperti jaminan sosial, cuti, atau pesangon.Meskipun saya menyadari bahwa perusahaan platform memiliki alasan tersendiri untuk skema kolaborasi ini, saya merasa skema ini tidak adil bagi para pengemudi yang telah memainkan peran penting dalam keberhasilan perusahaan.Oleh karena itu, saya percaya bahwa regulasi baru diperlukan yang lebih menguntungkan pekerja digital tanpa menghilangkan fleksibilitas yang sudah ada.

3.Apakah ini bentuk fleksibilitas atau eksploitasi?
Menurut pendapat saya, ekonomi usaha menawarkan fleksibilitas pada awalnya, tetapi jika tidak diatur dengan benar, dapat berubah menjadi eksploitasi. Pekerja memiliki kebebasan untuk memilih waktu kerja mereka sendiri, yang menunjukkan fleksibilitas. Namun, banyak karyawan harus bekerja berjam-jam setiap hari untuk mendapatkan gaji yang cukup. Artinya, kebebasan seringkali tidak terlihat bahwa pekerja menanggung semua risiko kerja, seperti kecelakaan, kerusakan kendaraan, dan penurunan permintaan, sementara platform memperoleh keuntungan dari setiap transaksi. Akibatnya, hubungan tersebut cenderung tidak seimbang jika keuntungan perusahaan lebih besar dan risiko dibebankan kepada pekerja.Eksploitasi sangat mungkin terjadi jika keuntungan perusahaan lebih besar daripada risiko ditanggung oleh pekerja.