Nama : Maya Kholida
Npm : 2411021096
Tipe Studi Kasus 2
1. Apakah gig economy meningkatkan kesejahteraan pekerja?
Menurut pendapat saya, pertanyaan ini jawabannya relatif, tergantung dari perspektif mana kita melihatnya. Dari sisi positif, gig economy membuka lapangan kerja dengan cepat bagi masyarakat yang membutuhkan, tidak memerlukan pendidikan tinggi sebagai syarat utama, serta menawarkan fleksibilitas waktu karena pekerja bisa mengatur jadwal kerja sendiri. Namun dari sisi kritis, saya berpendapat bahwa pendapatan dalam gig economy sangat tidak stabil, tidak ada jaminan sosial yang tetap seperti halnya pekerja formal, serta seluruh risiko seperti kerusakan kendaraan dan gangguan kesehatan ditanggung sendiri oleh pekerja. Dengan demikian, kesimpulan saya adalah gig economy meningkatkan akses terhadap pekerjaan, tetapi belum tentu menjamin kesejahteraan dalam jangka panjang.
2. Bagaimana perlindungan tenaga kerja digital?
Di Indonesia, tenaga kerja digital masih sangat kurang dilindungi, menurut pendapat saya.Status hukum mereka sebagai "mitra", bukan karyawan, adalah masalah utama. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, mereka tetap diatur oleh platform, diberi target, dan dihukum jika melanggar aturan aplikasi. Mereka dianggap bukan pekerja tetap, jadi mereka tidak memiliki hak-hak seperti jaminan sosial, cuti, atau pesangon.Meskipun saya menyadari bahwa perusahaan platform memiliki alasan tersendiri untuk skema kolaborasi ini, saya merasa skema ini tidak adil bagi para pengemudi yang telah memainkan peran penting dalam keberhasilan perusahaan.Oleh karena itu, saya percaya bahwa regulasi baru diperlukan yang lebih menguntungkan pekerja digital tanpa menghilangkan fleksibilitas yang sudah ada.
3.Apakah ini bentuk fleksibilitas atau eksploitasi?
Menurut pendapat saya, ekonomi usaha menawarkan fleksibilitas pada awalnya, tetapi jika tidak diatur dengan benar, dapat berubah menjadi eksploitasi. Pekerja memiliki kebebasan untuk memilih waktu kerja mereka sendiri, yang menunjukkan fleksibilitas. Namun, banyak karyawan harus bekerja berjam-jam setiap hari untuk mendapatkan gaji yang cukup. Artinya, kebebasan seringkali tidak terlihat bahwa pekerja menanggung semua risiko kerja, seperti kecelakaan, kerusakan kendaraan, dan penurunan permintaan, sementara platform memperoleh keuntungan dari setiap transaksi. Akibatnya, hubungan tersebut cenderung tidak seimbang jika keuntungan perusahaan lebih besar dan risiko dibebankan kepada pekerja.Eksploitasi sangat mungkin terjadi jika keuntungan perusahaan lebih besar daripada risiko ditanggung oleh pekerja.