Nama : Debora Dinantiamala
NPM : 2456031031
Kelas : Mandiri A
Prodi : Ilmu Komunikasi
Berdasarkan Jurnal “Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi Covid-19” karya Syahrul Kemal.
Yang membahas dan menjelaskan bahwa bela negara bukan hanya soal angkat senjata, tetapi juga tindakan sederhana yang lahir dari kesadaran dan kepedulian, seperti mematuhi protokol kesehatan, tidak menyebarkan hoaks, dan mendukung tenaga kesehatan. Ini adalah bentuk aktualisasi nilai kebangsaan di tengah krisis. Meski disusun secara ilmiah, jurnal ini menggunakan pendekatan yang sangat membumi dan mudah dicerna oleh masyarakat awam. Salah satu kekuatan tulisan ini adalah upayanya menegaskan bahwa bela negara adalah tugas semua orang, tidak terbatas profesi atau status sosial. Misalnya, disebutkan bahwa seorang dokter, influencer, atau bahkan masyarakat biasa di lingkungan kecil pun bisa berkontribusi sesuai kapasitasnya.
terlihat bahwa penulis tidak hanya mengutip dasar hukum bela negara yang tertuang dalam UUD 1945 dan UU No. 3 Tahun 2002, namun juga menekankan sisi kemanusiaan dan nilai-nilai solidaritas. Di tengah situasi yang penuh tekanan, di mana banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan mengalami ketidakpastian ekonomi, penulis justru mengajak kita untuk tidak larut dalam kepanikan, tetapi tetap peduli pada lingkungan sekitar. Ia juga mengapresiasi berbagai peran profesi dalam membela negara, mulai dari tenaga medis, influencer, hingga masyarakat biasa yang membantu dengan cara sederhana.
Secara garis besar, penulis menyampaikan bahwa jurnal ini bukan sekadar kajian akademik, melainkan seruan moral yang mengingatkan bahwa bela negara bisa dimulai dari hal kecil, dan dilakukan oleh siapa saja, kapan saja.
NPM : 2456031031
Kelas : Mandiri A
Prodi : Ilmu Komunikasi
Berdasarkan Jurnal “Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi Covid-19” karya Syahrul Kemal.
Yang membahas dan menjelaskan bahwa bela negara bukan hanya soal angkat senjata, tetapi juga tindakan sederhana yang lahir dari kesadaran dan kepedulian, seperti mematuhi protokol kesehatan, tidak menyebarkan hoaks, dan mendukung tenaga kesehatan. Ini adalah bentuk aktualisasi nilai kebangsaan di tengah krisis. Meski disusun secara ilmiah, jurnal ini menggunakan pendekatan yang sangat membumi dan mudah dicerna oleh masyarakat awam. Salah satu kekuatan tulisan ini adalah upayanya menegaskan bahwa bela negara adalah tugas semua orang, tidak terbatas profesi atau status sosial. Misalnya, disebutkan bahwa seorang dokter, influencer, atau bahkan masyarakat biasa di lingkungan kecil pun bisa berkontribusi sesuai kapasitasnya.
terlihat bahwa penulis tidak hanya mengutip dasar hukum bela negara yang tertuang dalam UUD 1945 dan UU No. 3 Tahun 2002, namun juga menekankan sisi kemanusiaan dan nilai-nilai solidaritas. Di tengah situasi yang penuh tekanan, di mana banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan mengalami ketidakpastian ekonomi, penulis justru mengajak kita untuk tidak larut dalam kepanikan, tetapi tetap peduli pada lingkungan sekitar. Ia juga mengapresiasi berbagai peran profesi dalam membela negara, mulai dari tenaga medis, influencer, hingga masyarakat biasa yang membantu dengan cara sederhana.
Secara garis besar, penulis menyampaikan bahwa jurnal ini bukan sekadar kajian akademik, melainkan seruan moral yang mengingatkan bahwa bela negara bisa dimulai dari hal kecil, dan dilakukan oleh siapa saja, kapan saja.