Nama : Kholifah Wulandari
NPM : 2415061079
Kelas : PSTI D
Jurnal ini menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai normatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila dianggap sebagai pedoman untuk memastikan pengembangan IPTEK tidak menyimpang dari nilai budaya, agama, dan identitas bangsa.
1. Pancasila sebagai Sistem Nilai:
- Nilai dasar: Universal, abstrak, dan tetap.
- Nilai instrumental: Penjabaran operasional nilai dasar sesuai konteks zaman.
- Nilai praktis: Implementasi konkret nilai instrumental dalam kehidupan.
2. Peran Pancasila dalam IPTEK
- Menghindari dampak negatif seperti dehumanisasi, sekularisme, dan eksploitasi lingkungan.
- Memastikan pengembangan IPTEK selaras dengan identitas bangsa melalui indegenisasi ilmu.
3. Relevansi sosial dan Politik:
- Sebagai pedoman moralitas dan etika IPTEK, terutama terkait isu kemanusiaan dan lingkungan.
- Dijabarkan dalam Pembukaan UUD 1945 dan kebijakan politik Indonesia.
Kelebihan
- Relevan dengan tantangan modernisasi dan globalisasi IPTEK.
- Menyediakan landasan filosofis bagi pengembangan IPTEK berbasis nilai lokal.
Kekurangan
- Tidak ada data empiris atau contoh aplikasi konkret.
- Pendekatan terlalu normatif tanpa strategi implementasi yang jelas.
Kesimpulan
Pancasila harus dijadikan pedoman normatif dalam pengembangan IPTEK untuk menjaga moralitas, etika, dan identitas bangsa Indonesia. Namun, jurnal ini memerlukan studi kasus dan implementasi kebijakan untuk memperkuat argumennya.
NPM : 2415061079
Kelas : PSTI D
Jurnal ini menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai normatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila dianggap sebagai pedoman untuk memastikan pengembangan IPTEK tidak menyimpang dari nilai budaya, agama, dan identitas bangsa.
1. Pancasila sebagai Sistem Nilai:
- Nilai dasar: Universal, abstrak, dan tetap.
- Nilai instrumental: Penjabaran operasional nilai dasar sesuai konteks zaman.
- Nilai praktis: Implementasi konkret nilai instrumental dalam kehidupan.
2. Peran Pancasila dalam IPTEK
- Menghindari dampak negatif seperti dehumanisasi, sekularisme, dan eksploitasi lingkungan.
- Memastikan pengembangan IPTEK selaras dengan identitas bangsa melalui indegenisasi ilmu.
3. Relevansi sosial dan Politik:
- Sebagai pedoman moralitas dan etika IPTEK, terutama terkait isu kemanusiaan dan lingkungan.
- Dijabarkan dalam Pembukaan UUD 1945 dan kebijakan politik Indonesia.
Kelebihan
- Relevan dengan tantangan modernisasi dan globalisasi IPTEK.
- Menyediakan landasan filosofis bagi pengembangan IPTEK berbasis nilai lokal.
Kekurangan
- Tidak ada data empiris atau contoh aplikasi konkret.
- Pendekatan terlalu normatif tanpa strategi implementasi yang jelas.
Kesimpulan
Pancasila harus dijadikan pedoman normatif dalam pengembangan IPTEK untuk menjaga moralitas, etika, dan identitas bangsa Indonesia. Namun, jurnal ini memerlukan studi kasus dan implementasi kebijakan untuk memperkuat argumennya.