Posts made by Nabila Alya Chalisa 2415061010

Nama : Nabila Alya Chalisa
NPM : 2415061010
Kelas : PSTI C

A. hoaks di media sosial adalah masalah serius yang bisa merusak tatanan sosial dan kepercayaan publik, dalam konteks politik. Hoaks mudah menyebar karena media sosial memungkinkan informasi viral dalam waktu singkat. Hal ini diperburuk oleh argumen dari banyak orang, termasuk yang berpendidikan tinggi, kesulitan membedakan berita hoaks dan berita yang valid. yang saya lakukan agar tidak terjadi hoaks adalah mengecek kebenaran informasi sebelum menyebarkan informasi, berfikir kritis terhadap informasi yang dibaca, dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas,

B. Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat menyebabkan penyalahgunaan teknologi yang berdampak negatif contohnya penggunaan media sosial untuk menyebarkan hoaks, penipuan online, atau eksploitasi data pribadi. Jika teknologi berkembang tanpa mempertimbangkan nilai-nilai Pancasila yang mengedepankan gotong royong, keadilan sosial, dan kemanusiaan, maka dapat menimbulkan ketimpangan sosial, konflik, dan kerusakan mental. Solusi untuk pengembangan IPTEK yang lebih baik sesuai dengan nilai Pancasila yaitu : melakukan pendidikan dalam beretika menggunakan teknologi seperti pentingnya tanggung jawab, pemerintah melindungi masyarakat dari dampak buruk teknologi tanpa membatasi inovasi, dengan menekankan pada keamanan, privasi, dan perlindungan data, menciptakan produk dan sistem teknologi yang lebih humanis dan bermanfaat untuk masyarakat.

C. Solusi nya adalah menciptakan produk yang sesuai dengan konteks indonesia, pelatihan di bidang coding, AI pengembangan perangkat keras dapat menciptakan generasi inovator di Indonesia. mendorong Kemitraan antara Start-up Lokal dan Perusahaan Teknologi Besar Pemerintah dan sektor swasta dapat memfasilitasi kemitraan yang menguntungkan antara perusahaan teknologi besar dengan start-up lokal untuk menciptakan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Pemerintah memberikan dukungan berupa kebijakan yang mendukung produk teknologi lokal, termasuk perlindungan terhadap produk lokal dari dominasi perusahaan asing dan mendorong konsumsi produk dalam negeri.
Nama : Nabila Alya Chalisa
NPM : 2415061010
Kelas : PSTI C

Berikut ini adalah hasil analisis saya :
Jurnal yang berjudul "Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK" karya Ika Setyorini membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menekankan bahwa Pancasila bukan hanya sebagai ideologi dasar negara, tetapi juga sebagai landasan moral yang dapat mengarahkan perkembangan IPTEK agar sesuai dengan kebutuhan sosial, budaya, dan etika bangsa Indonesia.

Dalam jurnal ini, Setyorini mengkaji bagaimana nilai-nilai Pancasila seperti Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Keadilan Sosial, dan Persatuan dapat membentuk arah pengembangan teknologi yang bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengangkat isu tentang relevansi Pancasila di tengah pesatnya perkembangan IPTEK global, serta tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengintegrasikan kedua bidang tersebut.

Pancasila terdiri dari 3 jenis yaitu :
1. Nilai Dasar : bersifat universal dan menjadi landasan moral.
2. Nilai Instrumental : penjabaran atau dari nilai dasar berbentuk peraturan dan kebijakan.
3. Nilai Praktis : implementasi nilai instrumental dalam kehidupan sehari hari

Penulis juga mengkritisi kurangnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan dan praktik IPTEK saat ini, serta menyarankan perlunya kesadaran kolektif di kalangan pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman utama dalam setiap aspek pengembangan IPTEK.

Kesimpulannya, Pancasila perlu ditegaskan kembali sebagai dasar pengembangan IPTEK untuk memastikan bahwa teknologi yang berkembang di Indonesia tidak hanya maju, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang menjadi prinsip negara.
Nama : Nabila Alya Chalisa
NPM : 2415061010
Kelas : PSTI C

A. Etika perilaku politik di Indonesia masih jauh dari ideal, meskipun Pancasila seharusnya menjadi pedoman utama. Berikut kesesuaian dengan nilai Pancasila :
1. Ketuhanan yang Maha Esa : Politisi harus bertindak jujur dan adil, namun sering kali kita melihat penyalahgunaan agama untuk kepentingan politik.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab : Banyak politisi yang lebih mementingkan kepentingan pribadi, menyebabkan ketidakadilan dalam pelayanan publik.
3. Persatuan Indonesia : Polarisasi politik yang tajam sering mengancam kesatuan bangsa.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan : Keputusan politik seringkali lebih dipengaruhi oleh kepentingan kelompok, bukan musyawarah.
5. Keadilan Sosial : Kebijakan politik seringkali menguntungkan elite, bukan rakyat.
sistem etika politik di Indonesia belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila, dengan banyaknya perilaku yang mengabaikan prinsip keadilan, persatuan, dan kesejahteraan rakyat.

B. di tempat saya tinggal etika generasi muda lebih ke individualistik, kurang peduli dengan lingkungan sekitar, dan memiliki ketergantungan terhadap teknologi yang seharusnya tidak boleh dilakukan karena tidak mencerminkan etika dan nilai yang di anut oleh bangsa indonesia. solusi yang dapat diberikan untuk permasalahan ini adalah :
1. pendidikan karakter
2. menggunakan teknologi untuk hal positif
3. penguatan peran keluarga
4. meningkatan kualitas kepemimpinan
5. memperbanyak edukasi untuk generasi muda
Nama : Nabila Alya Chalisa
NPM : 2415061010
Kelas : PSTI C

Jurnal berjudul "Penanaman Nilai-Nilai Pancasila melalui Kontrol Sosial oleh Media Massa untuk Menekan Kejahatan di Indonesia" karya Ariesta Wibisono Anditya membahas pentingnya peran media massa dalam menyebarkan nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari upaya menanggulangi kejahatan di Indonesia. Dalam konteks ini, media massa berfungsi sebagai agen kontrol sosial yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat dengan menyebarkan norma-norma sosial yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Pancasila. Penelitian ini mengemukakan bahwa media massa, baik dalam bentuk televisi, radio, surat kabar, maupun platform digital, memiliki potensi besar dalam mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai moral, hukum, dan sosial yang terkandung dalam Pancasila, seperti keadilan, kemanusiaan, dan persatuan. Media massa tidak hanya bertugas sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana pembentuk karakter sosial yang mendukung terciptanya masyarakat yang lebih aman dan harmonis. Jurnal ini menyoroti bagaimana media dapat membantu menekan angka kejahatan dengan menyampaikan pesan-pesan positif yang memperkuat kesadaran hukum dan moral publik. Selain itu, penulis mengkritisi beberapa kekurangan media massa dalam hal penyajian informasi yang kadang-kadang bersifat sensasional atau tidak objektif, yang justru dapat memperburuk persepsi masyarakat tentang kejahatan. Oleh karena itu, jurnal ini merekomendasikan agar media massa lebih proaktif dalam menjalankan fungsi edukasi dan kontrol sosial, sehingga dapat berperan lebih efektif dalam menekan kejahatan dan membangun kesadaran kolektif yang mendalam tentang pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Media massa diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan dalam menciptakan masyarakat yang lebih beradab, adil, dan bebas dari kejahatan.