Nama : Edbert Frederick
NPM : 2415061114
Kelas : PSTI_D
Berikut adalah tanggapan saya terhadap Materi "Pancasila sebagai Sistem Filsafat"
Dalam video pembelajaran tersebut, dijelaskan mengenai pentingnya memahami Pancasila sebagai sistem filsafat bagi mahasiswa. Materi tersebut menekankan bahwa Pancasila bukan hanya rangkaian sila yang dihafal, tetapi juga merupakan landasan filosofis yang membentuk cara berpikir dan bertindak sebagai warga negara Indonesia. Pancasila diperkenalkan dalam dua konsep utama, yaitu sebagai philosofische grondslag (dasar filsafat negara) dan weltanschauung (pandangan hidup). Konsep pertama bersifat teoritis dan abstrak, mendalam dalam mencari kebenaran. Sedangkan, konsep kedua bersifat praktis, mencerminkan pandangan hidup yang berakar pada budaya dan nilai-nilai luhur bangsa.
Materi ini juga mencatat pentingnya memahami sejarah perumusan Pancasila oleh founding fathers Indonesia, seperti Soekarno, untuk menghargai nilai-nilai yang diwariskan oleh nenek moyang. Mahasiswa diajak untuk lebih kontemplatif dalam mempelajari Pancasila agar dapat menerapkan nilai-nilai filosofis tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi pribadi yang mampu berpikir komprehensif.
Selain itu, terdapat dinamika Pancasila dalam menghadapi tantangan dari ideologi lain seperti kapitalisme dan komunisme. Kedua ideologi ini dianggap bertentangan dengan Pancasila karena keduanya mengancam keseimbangan hidup sosial masyarakat. Kapitalisme, dengan individualisme berlebihan, dapat melahirkan monopoli dan gaya hidup konsumtif. Sedangkan, komunisme, dengan kontrol negara yang terlalu besar, mengancam kebebasan individu dan peran masyarakat dalam kehidupan bernegara.
Keuntungan dalam Pembelajaran Pancasila sebagai Sistem Filsafat
Pembelajaran Pancasila sebagai sistem filsafat memberikan banyak manfaat, terutama dalam membentuk karakter mahasiswa sebagai generasi muda. Di antaranya:
1. Menguatkan Identitas Nasional: Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa membantu mahasiswa memahami dan menghargai jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Hal ini penting untuk membangun kesadaran berbangsa yang solid di tengah globalisasi yang semakin pesat.
2. Membentuk Pola Pikir Komprehensif: Dengan memahami Pancasila sebagai filsafat, mahasiswa dilatih untuk berpikir mendalam dan komprehensif. Ini akan membantu mereka menghadapi masalah secara bijak, mengutamakan nilai-nilai moral dan etika dalam pengambilan keputusan.
3. Menumbuhkan Sikap Kritis terhadap Tantangan Ideologis: Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa Pancasila harus terus dipertahankan di tengah berbagai tantangan, seperti kapitalisme dan komunisme. Sikap kritis ini penting agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh ideologi asing yang dapat merusak keutuhan bangsa.
4. Menanamkan Nilai Filosofis dalam Kehidupan Sehari-hari: Pancasila memberikan panduan filosofis yang dapat diterapkan mahasiswa dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila mendorong mahasiswa untuk bersikap adil, menghargai kemanusiaan, dan mengutamakan persatuan.
Dengan pembelajaran Pancasila yang mendalam, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami Pancasila secara tekstual tetapi juga mampu menghayati dan menerapkannya dalam kehidupan nyata sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap bangsa dan negara.
NPM : 2415061114
Kelas : PSTI_D
Berikut adalah tanggapan saya terhadap Materi "Pancasila sebagai Sistem Filsafat"
Dalam video pembelajaran tersebut, dijelaskan mengenai pentingnya memahami Pancasila sebagai sistem filsafat bagi mahasiswa. Materi tersebut menekankan bahwa Pancasila bukan hanya rangkaian sila yang dihafal, tetapi juga merupakan landasan filosofis yang membentuk cara berpikir dan bertindak sebagai warga negara Indonesia. Pancasila diperkenalkan dalam dua konsep utama, yaitu sebagai philosofische grondslag (dasar filsafat negara) dan weltanschauung (pandangan hidup). Konsep pertama bersifat teoritis dan abstrak, mendalam dalam mencari kebenaran. Sedangkan, konsep kedua bersifat praktis, mencerminkan pandangan hidup yang berakar pada budaya dan nilai-nilai luhur bangsa.
Materi ini juga mencatat pentingnya memahami sejarah perumusan Pancasila oleh founding fathers Indonesia, seperti Soekarno, untuk menghargai nilai-nilai yang diwariskan oleh nenek moyang. Mahasiswa diajak untuk lebih kontemplatif dalam mempelajari Pancasila agar dapat menerapkan nilai-nilai filosofis tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi pribadi yang mampu berpikir komprehensif.
Selain itu, terdapat dinamika Pancasila dalam menghadapi tantangan dari ideologi lain seperti kapitalisme dan komunisme. Kedua ideologi ini dianggap bertentangan dengan Pancasila karena keduanya mengancam keseimbangan hidup sosial masyarakat. Kapitalisme, dengan individualisme berlebihan, dapat melahirkan monopoli dan gaya hidup konsumtif. Sedangkan, komunisme, dengan kontrol negara yang terlalu besar, mengancam kebebasan individu dan peran masyarakat dalam kehidupan bernegara.
Keuntungan dalam Pembelajaran Pancasila sebagai Sistem Filsafat
Pembelajaran Pancasila sebagai sistem filsafat memberikan banyak manfaat, terutama dalam membentuk karakter mahasiswa sebagai generasi muda. Di antaranya:
1. Menguatkan Identitas Nasional: Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa membantu mahasiswa memahami dan menghargai jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Hal ini penting untuk membangun kesadaran berbangsa yang solid di tengah globalisasi yang semakin pesat.
2. Membentuk Pola Pikir Komprehensif: Dengan memahami Pancasila sebagai filsafat, mahasiswa dilatih untuk berpikir mendalam dan komprehensif. Ini akan membantu mereka menghadapi masalah secara bijak, mengutamakan nilai-nilai moral dan etika dalam pengambilan keputusan.
3. Menumbuhkan Sikap Kritis terhadap Tantangan Ideologis: Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa Pancasila harus terus dipertahankan di tengah berbagai tantangan, seperti kapitalisme dan komunisme. Sikap kritis ini penting agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh ideologi asing yang dapat merusak keutuhan bangsa.
4. Menanamkan Nilai Filosofis dalam Kehidupan Sehari-hari: Pancasila memberikan panduan filosofis yang dapat diterapkan mahasiswa dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila mendorong mahasiswa untuk bersikap adil, menghargai kemanusiaan, dan mengutamakan persatuan.
Dengan pembelajaran Pancasila yang mendalam, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami Pancasila secara tekstual tetapi juga mampu menghayati dan menerapkannya dalam kehidupan nyata sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap bangsa dan negara.