Silahkan disimak dan dipahami dengan baik video berikut lalu analisis lah menggunakan kalimat anda minimal 2 paragraf.
Silahkan disimak dan dipahami dengan baik video berikut lalu analisis lah menggunakan kalimat anda minimal 2 paragraf.
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
Filsafat dari bahasa Yunani "Philosophia" terdiri dari kata Phile artinya Cinta dan Sophia artinya Kebijaksanaan. Berikut merupakan aliran-aliran filsafat:
1. Berfilsafat Rationalisme mengagungkan akal.
2. Berfilsafat Materialisme mengagungkan materi.
3. Berfilsafat Individualisme mengagungkan individualitas.
4. Berfilsafat Hedonisme mengagungkan kesenangan.
Manfaat mempelajari filsafat adalah sebagai berikut:
1. Memperoleh kebenaran yang hakiki,
2. Melatih kemampuan berfikir logis,
3. Melatih berpikir dan bertindak bijaksana,
4. Melatih berpikir rasional dan komprehensif,
5. Menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup, menghasilkan tindakan yang bijaksana.
Filsafat pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, yang bertujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. Sebagai sistem filsafat, pancasila memiliki komponen-komponen yang saling berhubungan dan berfungsi untuk mencapai tujuan tertentu dalam konteks budaya bangsa.
Kajian filsafat meliputi tiga aspek utama:
1. Ontologis yang membahas tentang hakikat keberadaan.
2. Epistemologis yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.
3. aksiologis yang menganalisis nilai dan kegunaan dari suatu tindakan.
Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, bukan hanya sekumpulan nilai semata, tetapi juga merupakan sebuah sistem filsafat yang mendalam. Filsafat Pancasila merupakan hasil renungan mendalam para pendiri bangsa terhadap permasalahan mendasar manusia dalam hubungannya dengan diri sendiri, sesama, masyarakat, bangsa, dan negara. Berikut adalah alasan mengapa pancasila dapat digunakan sebagai sistem filsfat:
nama : hafni dzaki haniyah
npm : 2415061061
pengertian filsafat, pengertian menurut arti katanya kata filsafat dalam Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Yunani "philosophia" terdiri dara kata "phile" yang artinya CINTA dan "sophia" yang artinya KEBIJAKSANAAN.
cinta artinya hasrat yang besar dan berkobar-kobar sedangkan kebijaksanaan adalah kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya.
ada beberapa aliran filsafat, yaitu berfilsafat rasionalisme yang mengedepankan akal, berfilsafat materialisme yang mengedepankan materi, berfilsafat individualisme yang mengedepankan individualitas, dan berfilsafat hedonisme yang mengedepankan kesenangan.
apabila kita mempelajari filsafat kita mendapat beberapa manfaat, yaitu : 1. Memperoleh kebenaran yang hakiki,
2. melatih kemampuan berfikir logis,
3. melatih berpikir dan bertindak bijaksana,
4. melatih berpikir rasional dan komprehensif,
5. menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup, Menghasilkan tindakan yang bijaksana.
filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.
wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis :
ontologis adalah ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafisika.
epistemologis adalah cabang fisafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.
aksiologi, Istilah aksiologi berasal dari kata Yunani axios yang artinya nilai, manfaat, dan logos yang artinya pikiran, ilmu atau teori
M. Zinedine Zidane 2415061082 PSTI D
falsafat berasal dari Bahasa Yunani yaitu Philosophia yang terdiri dari dua kata yaitu Phile berarti cinta dan Sophia berarti kebijaksanaan. Filsafat Pancasila yaitu sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok pokok pengertian mendasar dan menyeluruh.
Pancasila sebagai sistem filsafat yaitu sebagai satu kesatuan dari bagian bagian atau unsur atau elemen atau komponen yang memiliki fungsinya sendiri dan saling berhubungan juga berkegantungan yntuk mencapai tujuan Negara Indonesia.
Wawasannya meliputi bidang/aspek penyediaan :
1. Ontologis yaitu menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada keberadaan atau eksistensi dan disamaratakan artinya dengan metafisika
2. Epistemologis yaitu menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validasi ilmu pengetahuan
3. Aksiologis yaitu niat, manfaat, dan logos yang artinya pikiran ilmu atau teori
jadi, Wawasan Filsafat Pancasila meliputu sesuatu tentang keberadaan, menyelidiki asal dan syarat juga susunan dan manfaat, juga sebagai ilmu, atau pikiran mengenai cita cita bangsa Indonesia dan merupakan pedoman hidup Bangsa Indonesia
Filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu “Philosophia” yang terdiri dari kata Phie yang berarti cinta dan Sophia yang berarti kebijaksanaan. Makna cinta yang dimaksud adalah hasrat yang besar atau yang berkobar atau yang bersungguh-sungguh. Sedangkan kebijaksanaan adalah kebenaran sejati atau yang sesungguhnya.
Filsafat memiliki beberapa aliran diantaranya : (1) berfilsafat rationalisme mengagungkan akal, (2) berfilsafat materialisme mengagungkan materi, (3) berfilsafat individualisme menganggungkan individualitas dan (4) berfilsafat hedonism mengagungkan kesenengan. Filsafat memberikan manfaat diantaranya memperoleh kebenaran yang hakiki, melatih kemampuan berpikir logis, melatih berpikir dan bertindak bijaksana, melatih berpikir rasional dan komprehensif, menyeimbangkan antara pertimbangan dan Tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup, dan menghasilkan Tindakan yang bijaksana.Filsafat, yang berasal dari kata Yunani "philosophia" yang berarti cinta kebijaksanaan, adalah studi mendalam tentang pertanyaan-pertanyaan fundamental mengenai eksistensi, moralitas, dan tujuan hidup manusia. Filsafat mengusung berbagai aliran pemikiran yang memberikan pandangan yang berbeda-beda. Misalnya, rasionalisme mengutamakan akal sebagai sumber utama kebenaran; materialisme fokus pada materi sebagai landasan realitas; individualisme menekankan peran penting individu; dan hedonisme memandang kesenangan sebagai tujuan hidup. Dengan mempelajari filsafat, seseorang dapat mengembangkan kemampuan berpikir logis, bijaksana, dan kritis, serta menemukan keseimbangan dalam pengambilan keputusan sehari-hari.
Filsafat Pancasila, sebagai landasan pemikiran yang menjadi dasar negara Indonesia, mengajak kita untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila secara mendalam. Sebagai sistem filsafat, Pancasila mencakup beberapa aspek yang saling terkait dan berfungsi bersama dalam membentuk arah dan tujuan bangsa. Aspek-aspek tersebut meliputi wawasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis; aspek ontologis membahas hakikat keberadaan, epistemologis mengeksplorasi asal usul dan validitas pengetahuan, sedangkan aksiologis menilai nilai serta manfaat tindakan dalam kehidupan. Dengan pemahaman menyeluruh ini, diharapkan masyarakat mampu menghargai dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat harmoni sosial, serta mewujudkan budaya bangsa yang berkarakter.
Nama: Jihan Fatimah Az Zahra
NPM: 2415061027
Kelas: PSTI C
---------
Filsafat dalam Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani yaitu "Philosophia" yang terdiri dari kata "Phile" berarti Cinta dan "Sophia" artinya Kebijasanaan. Cinta sendiri yang artinya hasrat yang besar dan bersungguh-sungguh, kemudian kebijaksanaan yang berarti kebenaran yang sesungguhnya.
Dalam filsafat terdapat aliran-aliran didalamnya, seperti berfilsafat rasionalisme mengagungkan akal, berfilsafat materialisme mengagungkan materi, berfilsafat individualisme mengagungkan individualitas, dan yang terakhir berfilsafat hedonisme mengagungkan kesenangan. Ada beberapa manfaat saat kita mempelajari filsafat, yang pertama kita memperoleh kebenaran yang hakiki, melatih kemampuan berfikir logis dan rasional, bertindak bijaksana, menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga nantinya akan diperoleh keselarasan hidup, serta menghasilkan tindakan yang bijaksana.
Filsafat Pancasila didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu yang pertama suatu kesatuan bagian-bagian komponen, dimana bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri, yang sebenarnya saling berhubungan dan saling ketergantungan, keseluruhannya yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu yang terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks.
Kemudian terdapat wawasan filsafat yang meliputi aspek berikut ini, yang pertama Ontologis yang merupakan ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang adanya sesuatu, keberadaan atau eksistensi. Kemudian ada Epistemologis yang merupakan cabang filsafat berhubungan tentang penyelidikan seperti asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan. Dan terakhir Aksiologis, yang berhubungan dengan nilai, manfaat, pikiran, ilmu dan teori.
Nama : Pandu Sahala Sitanggang
NPM : 2415061089
kata filsafat dalam Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani "Philosophia" terdiri dari kata Phile artinya Cinta dan Sophia artinya Kebijaksanaan. cinta artinya hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar, dan atau yang sungguh-sungguh.Kebijaksan. artinya, Kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya.
aliran-aliran filsafat :
1. Berfilsafat Rationalisme mengagungkan akal
2. Berfilsafat Materialisme mengagungkan materi
3. Berfilsafat Individualisme mengagungkan individualitas
4. Berfilsafat Hedonisme mengagungkan kesenangan
Filsafat Pancasila secara ringkas dapat diartikan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai Pancasila sebagai dasar negara dan realitas budaya bangsa, dengan tujuan untuk memahami pokok-pokok pengertian yang mendasar dan menyeluruh. Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. "Sistem" memiliki ciri-ciri berikut:
Kesatuan dari bagian-bagian/unsur/elemen/komponen, Setiap bagian memiliki fungsi masing-masing, Saling berhubungan dan bergantung satu sama lain, Keseluruhannya bertujuan untuk mencapai maksud tertentu (tujuan sistem), dan berlangsung dalam lingkungan yang kompleks.
Wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis.
Ontologis: menurut Aristoteles adalah imu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafiska.
Epistemologis: adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas imu pengetahuan.
Aksiologis: Istiah aksiologi berasal dari kata Yunani axios yang artinya niai, manfaat, dan logos yang artinya pikiran, imu atau teori
Filsafat dalam Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Yunani, yaitu “Philosophia” terdiri dari kata Phile dan Sophia yang artinya cinta dan kebijaksanaan. Cinta artinya kemauan yang besar, berkobar-kobar, dan yang sungguh-sungguh. Kebijaksanaan artinya kebenaran sejati, atau kebenaran yang sesungguhnya. Dalam filsafat, terdapat beberapa aliran, yaitu berfilsafat Rasionalisme yang menekankan pada akal, materialism yang menekankan pada nilai materi, Individualisme yang menekankan nilai Individualitas, serta Hedonisme yang menekankan pada nilai kesenangan.
Dalam mempelajari filsafat, kita juga mendapatkan banyak manfaat, yaitu filsafat membantu seseorang memperoleh pemahaman akan kebenaran yang hakiki, mendorong seseorang untuk berpikir secara mendalam dan logis sehingga mengembangkan pola berpikir kritis. Filsafat juga melatih orang untuk bertindak dan berpikir dengan bijaksana, yakni mempertimbangkan berbagai sudut pandang sebelum mengambil Keputusan. Filsafat melatih untuk berpikir secara rasional (masuk akal) dan komprehensif (melihat secara menyeluruh). Filsafat menyeimbangkan pemikiran dan Tindakan sehingga seseorang bisa melakukan tindakan yang bijak dan bermanfaat.
Filsafat Pancasila merupakan kajian
kritis dan rasional terhadap Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan
cerminan budaya bangsa, serta berfungsi untuk memahami makna dan dasar dari
setiap sila Pancasila, sehingga dapat diterapkan sebagai panduan bernegara dan
bermasyarakat. Bidang kajian filsafat yaitu ontology (keberadaan
atau eksistensi), epistemologi (asal, syarat, susunan, metode, serta validitas
ilmu pengetahuan), dan aksiologi (pikiran, ilmu atau teori).
Pengertian Filsafat:
Filsafat berasal dari kata Yunani "Philosophia," terdiri dari "Phile" (cinta) dan "Sophia" (kebijaksanaan). Kebijaksanaan mengacu pada kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya.
Aliran-Aliran Filsafat:
Rasionalisme: Mengutamakan akal.
Materialisme: Mengutamakan materi.
Individualisme: Mengutamakan individu.
Hedonisme: Mengutamakan kesenangan.
Manfaat Mempelajari Filsafat:
Memperoleh kebenaran hakiki.
Melatih berpikir logis dan bijaksana.
Berpikir rasional dan komprehensif.
Menyeimbangkan pertimbangan dan tindakan.
Menghasilkan tindakan yang bijaksana.
Filsafat Pancasila:
Didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa. Pancasila sebagai sistem filsafat adalah kesatuan dari bagian-bagian yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu.
Aspek Filsafat:
Ontologi: Mempelajari hakikat keberadaan atau eksistensi.
Epistemologi: Mempelajari asal dan validitas ilmu pengetahuan.
Aksiologi: Mempelajari nilai, manfaat, dan teori.
Mempelajari filsafat memiliki banyak manfaat penting. Pertama, filsafat membantu kita memperoleh kebenaran yang hakiki, sehingga kita dapat memahami realitas dengan lebih baik. Selain itu, belajar filsafat melatih kita untuk berpikir logis dan kritis, yang sangat berguna dalam menghadapi berbagai masalah. Filsafat juga mengajarkan kita untuk berpikir dan bertindak bijaksana, serta menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan.
Filsafat Pancasila dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan budaya bangsa. Pancasila sebagai sistem filosofi memiliki ciri-ciri tertentu, seperti kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan dan memiliki fungsi masing-masing untuk mencapai tujuan tertentu.Selain itu, terdapat berbagai aliran filsafat, seperti rasionalisme yang mengagungkan akal, materialisme yang menekankan materi, individualisme yang menghargai individualitas, dan hedonisme yang mengutamakan kesenangan.
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
Filsafat
Filsafat berasal dari bahasa Yunani "Philosophia" yang berarti cinta dan kebijaksanaaan. Filsafat adalah ilmu yang mempelajari hal dalam kehidupan, mengaji sikap dan nilai nilai yang luhur, melahirkan kebijaksanaan.
Aliran-aliran filsafat
1. Berfilsafat Rationalisme mengagungkan akal
2. Berfilsafat Materialisme mengagungkan materi
3. Berfilsafat Individualisme mengagungkan individualitas
4. Berfilsafat Hedonisme mengagungkan kesenangan
Manfaat mempelajari filsafat
1. Memperoleh kebenaran yang hakiki
2. Melatih kemampuan berfikir logis
3. Melatih berpikir rasional dan komprehensif
4. Melatih berpikir rasional dan komprehensif
5. Menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup
6. Menghasilkan tindakan yang bijaksana
Filsafat Pancasila
Pancasila sebagai sistem filsafat adalah bagaimana pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, agar mendapatkan pengertian dan hal mendasar pancasila secara menyeluruh.
Wawasan filsafat meliputi aspek:
1. Ontologis, ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau keberadaan atau eksistensi dan disamakan dengan metafisika
2. Epistemologis, cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan
3. Aksiologis, dari bahasa yunani yang artinya nilai dan manfaat dari pikiran dan ilmu atau teori
Kata filsafat dalam Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani "Philosophia yang terdiri dari kata Phile yang artinya Cinta dan Sophia yang artinya Kebijaksanaan. Aliran-aliran dalam filsafat meliputi rationalism, materialisme, individualisme dan hedomisme. Dengan mempelajari filsafaat, kita mendapatkan manfaat seperti :
1. Memperoleh kebenaran yang hakiki,
2. Melatih kemampuan berfikir logis
3. Melatih berpikir dan bertindak bijaksana
4. Melatih berpikir rasional dan komprehensif
5. Menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup, Menghasilkan tindakan yang bijaksana
Fisafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasia sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Suatu kesatuan bagian-bagian/unsur/elemen/komponen
2. Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri
3. Saling berhubungan dan saling ketergantungan
4. Keseluruhannya dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu (tujuan sistem)
5. Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks
Wawasan dalam filsafat meliputi ontologis (ilmu yang menyelidiki tentang keberadaan/eksistensi), epistemologis (menyelidiki syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan), aksiologis (pikiran ilmu/teori).
Nama: Riffa Yudika Permana
NPM: 2415061091
Kelas: TI D
Aliran-aliran Filsafat:
Rasionalisme: Mengutamakan akal. Materialisme: Mengutamakan materi. Individualisme: Mengutamakan individu. Hedonisme: Mengutamakan kesenangan.
Manfaat Mempelajari Filsafat:
Memperoleh kebenaran hakiki. Melatih kemampuan berpikir logis. Melatih berpikir dan bertindak bijaksana. Melatih berpikir rasional dan komprehensif. Menyeimbangkan pertimbangan dan tindakan. Menghasilkan tindakan yang bijaksana.
Pengertian Filsafat Pancasila: Filsafat Pancasila adalah refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan budaya bangsa. Pancasila sebagai sistem filsafat terdiri dari unsur-unsur yang berfungsi sendiri-sendiri namun saling berhubungan.
Wawasan Filsafat:
Ontologis: Menyelidiki hakikat sesuatu atau eksistensi.
Epistemologis: Menyelidiki asal dan validitas ilmu pengetahuan.
Aksiologis: Menyelidiki nilai dan manfaat ilmu atau teori.