Posts made by NUR AISYAH HANAFIAH

Nama: Nur Aisyah Hanafiah
NPM:2411021042

1. Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,41%, dampak apa yang akan dirasakan oleh masyarakat Indonesia terutama dari sisi rumah tangga?
Kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,41%, dampak yang paling terasa buat rumah tangga biasanya pendapatan masyarakat jadi lebih lambat meningkat karena aktivitas ekonomi tidak terlalu kuat, lapangan kerja bisa makin susah. Selain itu, daya beli masyarakat juga jadi menurun karena orang-orang lebih milih hemat dan fokus ke kebutuhan penting aja. Jadi banyak rumah tangga yang kemungkinan bakal lebih hati-hati mengatur keuang dan mikir dua kali kalau mau beli sesuatu yang bukan kebutuhan utama.
Nama: Nur Aisyah Hanafiah
NPM: 2411021042

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Menurut saya, pelemahan rupiah bisa membuat kehidupan mahasiswa jadi lebih hemat dalam mengatur pengeluaran. Saat nilai rupiah turun terhadap dollar, harga beberapa kebutuhan ikut meningkat sehingga uang bulanan jadi lebih cepat habis. Karena itu, mahasiswa biasanya jadi lebih mempertimbangkan saat membeli sesuatu dan lebih memprioritaskan kebutuhan yang penting terlebih dahulu dibanding keinginan.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Barang dan kebutuhan di sekitar saya yang kemungkinan mengalami kenaikan harga yaitu makanan dan minuman, BBM, ongkos transportasi, kuota internet, sampai barang elektronik seperti HP dan laptop. Soalnya banyak barang atau bahan baku yang masih berasal dari luar negeri, jadi kalau nilai dollar naik maka harga barang di Indonesia juga ikut naik. Selain itu, biaya distribusi dan produksi juga jadi lebih mahal sehingga harga kebutuhan sehari-hari ikut meningkat.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
Depresiasi rupiah juga bisa bikin UMKM makin kesulitan untuk menjalankan usahanya. Karena harga bahan baku dan biaya operasional jadi lebih mahal, apalagi jika masih bergantung dengan barang dari luar negeri. Keuntungan usaha bisa berkurang karena harga barang harus dinaikkan, sementara pembeli justru malah mengurangi belanja karena kondisi ekonomi lagi sulit. Untuk masyarakat yang penghasilannya rendah, keadaan ini juga cukup berat karena pengeluaran sehari-hari jadi semakin besar sedangkan pemasukan tetap. Jadi mereka harus lebih menghemat kebutuhan agar uang yang dimiliki cukup.
Nama: Nur Aisyah Hanafiah
NPM: 2411021042

1. Strategi yang paling prioritas buat Desa Tambakrejo itu perbaikan infrastruktur digital, terutama jaringan internet. Soalnya kalau sinyal masih 3G, semua kegiatan digital jadi terhalang. UMKM juga sulit untuk jualan online, pemuda desa juga sulit untuk cari peluang kerja digital, dan urusan perizinan masih ribet karena harus ke kota. Jadi internet yang bagus itu jadi dasar utama sebelum masuk ke strategi lain.

2. Dua kegiatan yang bisa dilakukan dalam 6 bulan ke depan:

- Pertama, ngadain pelatihan digital untuk UMKM dan nelayan, misalnya cara jualan online di Shopee atau Tokopedia, cara promosi lewat media sosial, dan cara pakai pembayaran digital seperti QRIS. Agar mereka nggak gaptek lagi dan bisa mulai usaha secara online.

- Kedua, mengubah pelayanan desa yang lebih digital, misalnya pengurusan izin kios nelayan dibantu lewat balai desa. Jadi warga nggak perlu bolak-balik ke kota, cukup dibantu dari desa supaya lebih cepat dan gampang.

3. Pihak yang harus dilibatkan yaitu pemerintah desa, karena mereka yang mengatur programnya. Lalu pemerintah daerah seperti dinas terkait buat bantu jaringan dan pelatihan. Pihak swasta seperti provider internet dan marketplace juga penting untuk mendukungan internet dan pemasaran. Selain itu ada karang taruna, komunitas UMKM, dan kampus yang bisa bantu pendampingan dan pelatihan di Desa Tambakrejo.
Nama: Nur Aisyah Hanafiah
NPM: 2411021042

Studi Kasus 3: E-Commerce vs Toko Tradisional

Kalau menurut saya, digitalisasi tuh bener-bener berngaruh ke kebiasaan orang dalam belanja. Dulu tuh kalau mau beli barang harus ke toko langsung, tapi sekarang orang- orang lebih sering belanja online. Sekarang lebih milih beli lewat marketplace kayak Tokopedia atau Shopee. Karena lebih gampang, bisa belanja dari rumah aja tanpa harus ribet keluar. Selain itu, pilihan barangnya juga beragam, dan sering ada diskon sama promo yang bikin harganya jadi lebih murah. Jadi wajar kalau sekarang banyak orang beralih ke belanja online, karena lebih praktis dan menguntungkan juga.

Digitalisasi itu matiin usaha kecil offline atau nggak, menurut saya tidak. Kadang ada yang penjualannya turun karena kalah saing, apalagi dari segi harga sama kemudahan. Tapi toko offline juga masih punya kelebihan, kayak pembeli bisa langsung liat barangnya, nggak perlu nunggu, sama bisa ngobrol langsung sama penjual. Jadi sebenernya bukan digitalisasinya doang, tapi lebih ke usaha itu mau untuk beradaptasi atau nggak.

Agar UMKM bisa bertahan, UMKM harus mulai ngikutin perubahan. Misalnya jualan jangan hanya offline store aja, tapi sekalian masuk ke online juga. Terus bisa promosi lewat sosmed, bikin produk yang punya ciri khas biar nggak cuma perang harga, sama ningkatin pelayanan biar pelanggan tetep balik lagi.

Kalau soal monopoli, sebenernya belum bisa dibilang monopoli banget, tapi emang platform besar punya pengaruh besar. UMKM jadi agak bergantung sama aturan, biaya admin, dan sistem dari platform. Kadang juga harus ikut perang harga yang bikin untungnya tipis. Tapi di sisi lain, platform itu juga ngebantu banget buat jangkauan pasar jadi lebih luas.