Kiriman dibuat oleh DEWI ROSMAYA

Nama : Dewi Rosmaya
Npm : 2411021036

Saya memilih pertanyaan nomor 3.
Menurut saya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu menunjukkan masyarakat benar-benar sejahtera. Karena dalam kenyataannya, kenaikan pertumbuhan ekonomi kadang hanya terlihat bagus secara angka, tetapi manfaatnya belum dirasakan merata oleh masyarakat.

Contohnya, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia Q1 2026 mencapai 5,61%, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan harga kebutuhan pokok naik, lapangan kerja sulit, dan daya beli yang belum stabil. Artinya, pertumbuhan ekonomi belum otomatis meningkatkan kesejahteraan semua kelompok masyarakat.

Selain itu, jika pertumbuhan lebih banyak didorong oleh belanja pemerintah atau konsumsi musiman seperti Ramadan dan Idulfitri, maka efeknya bisa bersifat sementara. Jadi menurut saya, yang lebih penting bukan hanya tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi ketimpangan ekonomi.
Nama : Dewi Rosmaya
Npm : 2411021036

1. Menurut saya, depresiasi rupiah yang terus terjadi bukan cuma soal naiknya kurs dolar, tapi menunjukkan kalau ketahanan ekonomi Indonesia masih cukup bergantung pada impor dan aliran modal asing. Dampaknya jelas terasa sampai ke kehidupan mahasiswa. Sebagai anak kos yang sering masak sendiri dan lebih sering pakai transportasi online, kenaikan harga bahan pokok dan ongkos transportasi jadi hal yang paling langsung dirasakan. Ketika rupiah melemah, biaya impor energi dan bahan baku ikut naik, lalu efeknya menyebar ke harga pangan,sampai biaya distribusi barang. Akhirnya inflasi meningkat dan daya beli mahasiswa ikut tertekan.
 
2. Yang menarik, dampak depresiasi ini sebenarnya tidak selalu langsung terlihat dalam bentuk “harga dolar naik”, tapi lewat kenaikan pengeluaran harian. Uang bulanan tetap, sementara kebutuhan seperti beras, telur, minyak goreng, kuota internet, bahkan laptop dan HP perlahan ikut naik harga karena banyak komponen produksinya masih bergantung pada impor. Dalam kondisi seperti ini, mahasiswa jadi harus mengurangi konsumsi atau lebih selektif dalam pengeluaran.


3.Bagi UMKM, depresiasi rupiah bisa jadi tekanan serius karena biaya produksi naik sementara pasar domestik justru melemah. Banyak UMKM tidak punya kemampuan hedging atau cadangan modal yang kuat untuk menghadapi fluktuasi kurs. Akibatnya margin keuntungan makin kecil, bahkan ada usaha yang terpaksa menaikkan harga jual dengan risiko kehilangan konsumen. 
 Di sisi lain, masyarakat berpenghasilan rendah jadi kelompok paling rentan karena pendapatan mereka cenderung tetap, sedangkan inflasi terus menggerus daya beli.Kalau kondisi ini berlangsung lama, dampaknya bukan cuma ekonomi rumah tangga yang melemah, tapi juga bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional. Konsumsi masyarakat turun, UMKM melemah, pengangguran berpotensi naik, dan ketimpangan ekonomi makin besar. 
Nama : Dewi Rosmaya
Npm : 2411021036

1. Strategi yang paling prioritas
Menurut saya, yang paling utama tetap pembangunan infrastruktur digital, tapi harus lebih terarah. Masalah di Desa Tambakrejo itu bukan cuma soal sinyal yang lemah, tapi juga karena akses internet belum mendukung kegiatan ekonomi utama seperti perikanan dan kerajinan. Akibatnya, nelayan masih kesulitan akses informasi harga dan perizinan, jadi posisi mereka masih lemah di pasar.
Jadi, pembangunan infrastruktur seharusnya difokuskan dulu ke area yang langsung berkaitan dengan aktivitas ekonomi, supaya bisa mempercepat distribusi dan mempermudah akses pasar, bukan sekadar pemerataan jaringan saja.

2. Kegiatan dalam 6 bulan ke depan
Pertama, menyediakan akses internet yang lebih stabil di lokasi strategis seperti balai desa atau area nelayan,Jadi warga bisa akses internet lebih stabil walaupun sinyal masih 3G.
Sekalian jadi tempat belajar digital bareng (semacam co-working desa kecil).
dan didukung dengan pendamping yang membantu masyarakat dalam penggunaan layanan digital, terutama untuk perizinan dan informasi pasar.
Kedua, melakukan pendampingan intensif ke beberapa UMKM terpilih, misalnya produk olahan ikan dan anyaman bambu, sampai mereka benar-benar bisa melakukan penjualan secara online.bikin akun marketplace (Shopee, Tokopedia), dan promosi lewat WhatsApp.
Bisa juga ajarin foto produk yang bagus (ikan atau kerajinan bambu).
Ini sesuai dengan strategi peningkatan SDM digital dan literasi digital.

3. Pihak yang dilibatkan
Menurut saya perlu kerja sama dari berbagai pihak:
Pemerintah desa sebagai pengelola dan koordinator
Pemerintah pusat/daerah untuk dukungan infrastruktur dan program
Pihak swasta untuk akses pasar dan teknologi
Kampus sebagai pendamping dan edukator
Masyarakat lokal, terutama pemuda sebagai pelaksana di lapangan
Intinya, keterlibatan masyarakat lokal itu penting supaya programnya bisa berlanjut dan tidak berhenti di awal saja dan juga Anak muda desa bisa jadi “agent of change” supaya tidak semua anak muda di desa itu merantau.
Nama : Dewi Rosmaya
NPM : 2411021036

STUDI KASUS 3 E-Commerce vs Toko Tradisional

Menurut saya, digitalisasi sekarang memang sangat terasa sekali dalam mengubah kebiasaan masyarakat untuk berbelanja. Terutama saya sendiri sebagai mahasiswa yang sudah merasakannya, Kalau dulu orang atau saya sendiri biasanya pergi langsung ke toko untuk membeli barang, sekarang kebanyakan orang lebih memilih belanja lewat marketplace seperti Tokopedia, Shopee, atau Lazada. karena lebih praktis, kita bisa membeli barang dari rumah tanpa repot harus keluar. pilihan produknya juga lebih banyak trus sering ada promo atau harga yang lebih murah.

1. Apakah digitalisasi mematikan usaha kecil offline?
Kalau menurut saya tidak selalu. Memang ada beberapa toko offline yang pembelinya jadi berkurang karena banyak orang beralih ke belanja online. Tetapi di sisi lain, digitalisasi juga bisa menjadi peluang bagi usaha kecil.Kalau mereka ikut memanfaatkan penjualan online, justru pasar mereka bisa lebih luas dan nggak hanya bergantung pada pembeli yang datang langsung ke toko.
2. Bagaimana strategi adaptasi UMKM menghadapi perubahan?
Menurut saya, UMKM perlu mulai menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Misalnya bisa mulai menjual produknya itu di marketplace, menggunakan media sosial untuk promosi, dan juga meningkatkan kualitas produk serta pelayanan supaya pembeli tetap tertarik pada produknya.
3. Apakah terjadi monopoli platform yang merugikan?
Menurut saya kemungkinan itu memang ada, karena beberapa platform digital bisa menjadi sangat besar dan menguasai pasar. Jika tidak ada pengaturan yang jelas, ini bisa membuat pelaku usaha kecil lebih sulit untuk bersaing. Oleh karena itu menurut saya perlu ada aturan agar persaingan di pasar digital tetap sehat dan tidak merugikan pihak tertentu.