གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Muhamad Galang Saputra

Nama : Muhamad Galang Saputra
Npm : 2411021077

Pertanyaan :

3. Apakah pertumbuhan ekonomi tinggi selalu menunjukkan kondisi masyarakat yang benar-benar sejahtera?
Jawab : Pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum bisa membuat semua orang hidupnya jadi sejahtera. Pertumbuhan ekonomi boleh dibilang tumbuh, tapi kenyataannya tidak semua orang merasakan manfaat yang sama. Ada yang gajinya naik, tapi banyak juga yang tetap kesulitan karena harga-harga kebutuhan sehari-hari ikut naik, jadi penghasilan terasa tetap pas-pasan. Karena itu, kesejahteraan tidak cukup dinilai dari angka pertumbuhan ekonomi saja, tapi juga dari apakah orang itu mudah mencari kerja, punya penghasilan yang cukup untuk hidup layak, dan tidak terus-menerus terbebani oleh biaya hidup yang makin mahal.
Nama : Muhamad Galang Saputra
Npm : 2411021077

1. Apa dampak depresiasi rupiah terhadap kehidupan pribadi Anda sebagai mahasiswa?
Depresiasi rupiah dalam jangka panjang akan terasa langsung dalam kehidupan saya sebagai mahasiswa karena biaya hidup dan biaya pendidikan cenderung meningkat. Uang saku yang jumlahnya tetap akan terasa semakin kecil karena harga berbagai kebutuhan naik, mulai dari makanan, transportasi, hingga kebutuhan kuliah. Banyak kebutuhan akademik seperti buku referensi luar negeri, software berbayar, kursus online, dan layanan digital menggunakan pembayaran dolar, sehingga ketika rupiah melemah, biaya untuk menunjang proses belajar juga ikut meningkat. Kondisi ini membuat mahasiswa harus lebih hemat, menunda pembelian barang, dan lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan.

2. Barang atau kebutuhan apa saja di sekitar Anda yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga?
Jika depresiasi terus terjadi, beberapa barang di sekitar saya kemungkinan besar akan mengalami kenaikan harga, terutama barang yang berkaitan dengan impor. Gadget seperti laptop, ponsel, dan komponen komputer akan menjadi lebih mahal karena sebagian besar diproduksi di luar negeri. Selain itu, biaya transportasi berpotensi naik karena harga BBM dipengaruhi nilai tukar dolar, yang kemudian berdampak pada ongkos perjalanan dan biaya pengiriman barang. Kebutuhan sehari-hari seperti roti, mie instan, susu, dan kedelai juga bisa ikut naik karena bahan bakunya masih banyak yang diimpor. Akibatnya, pengeluaran bulanan rumah tangga akan meningkat meskipun pendapatan tidak bertambah.

3. Bagaimana dampak depresiasi rupiah terhadap UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah?
Depresiasi rupiah juga memberikan dampak besar bagi UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah. Banyak pelaku UMKM masih bergantung pada bahan baku impor, sehingga pelemahan rupiah menyebabkan biaya produksi meningkat. Namun, mereka tidak bisa menaikkan harga terlalu tinggi karena takut kehilangan pelanggan, sehingga keuntungan menurun dan usaha menjadi lebih rentan. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kenaikan harga kebutuhan pokok sangat memberatkan karena pendapatan mereka tetap, sementara biaya hidup terus meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan daya beli, mengurangi konsumsi, dan meningkatkan risiko kemiskinan serta pengangguran.
Nama : Muhamad Galang Saputra
Npm : 2411021077

Pertanyaan Diskusi Studi Kasus :

1. Strategi Mana Dari 5 Strategi Diatas Yang Paling Prioritas Untuk Desa Ini? Beri Alasan.
Menurut saya, strategi yang paling prioritas untuk Desa Tambakrejo adalah pemerataan infrastruktur digital. Masalah utama desa ini sebenarnya berada pada fondasi, yaitu akses internet yang masih 3G dan tidak stabil. Selama konektivitas masih lemah, strategi lain seperti pelatihan digital, UMKM go online, atau pelayanan publik berbasis aplikasi akan sulit berjalan maksimal. UMKM tidak bisa konsisten berjualan di marketplace, pemuda tidak punya peluang kerja digital, dan pemerintah desa tetap harus mengandalkan layanan manual. Karena itu, langkah pertama yang paling masuk akal adalah memperkuat jaringan internet sebagai pondasi sebelum strategi lain dijalankan secara lebih luas. buat dengan bahasa pribadi

2. Usulkan 2 Kegiatan Konkret Yang Bisa Dilakukan Dalam 6 Bulan Kedepan Untuk Memulai Transformasi Digital Didesa Tersebut.
Untuk memulai transformasi digital di Desa Tambakrejo dalam enam bulan ke depan, dua kegiatan konkret yang bisa dilakukan adalah:

a. Bangun “Pojok Digital Desa”
Saya usulin sediain WiFi terpusat di balai desa. Taruh 2–3 komputer/laptop sederhana buat warga. Jadikan balai desa sebagai tempat akses internet, belajar, dan promosi usaha. Digunakan buat bantu UMKM bikin akun marketplace dan akses info pasar.

b. Adain pelatihan praktis UMKM dan pemuda desa
Materi pelatihannya fokus praktik langsung, kayak cara foto produk menarik pake HP, bikin akun Shopee/Tokopedia plus kelola toko online, promosi lewat WhatsApp Business dan Instagram, serta edukasi keamanan digital biar warga percaya transaksi online.

Transformasi digital desa ngga bisa jalan sendirian, harus libatkan banyak pihak. Pemerintah desa jadi penggerak awal dengan nyediain fasilitas dan dukungan kebijakan. Pemerintah daerah sama Kominfo bantu tingkatin jaringan dan pelatihan digital. Swasta seperti provider internet, marketplace, dan bank dukung jaringan, pemasaran, plus pembayaran digital. Kampus bisa kontribusi lewat KKN atau pengabdian masyarakat buat dampingi pelatihan dan kelola media digital desa. Plus, pemuda desa saya libatkan sebagai relawan digital biar mereka punya peluang kerja baru tanpa harus merantau.

3. Siapa Saja Pihak Yang Harus Dilibatkan (Pemerintah Desa, Swasta, Komunitas, Kampus)?
Transformasi digital desa perlu libatkan banyak pihak biar nggak berhenti di tengah jalan dan bisa berkelanjutan. Berikut pihak-pihak yang sebaiknya dilibatkan beserta perannya:

a. Pemerintah Desa
Menjadi penggerak utama program digital desa.
Saya saranin sediain tempat (balai desa) buat Pojok Digital.
Alokasiin dana desa buat internet, pelatihan, dan perangkat awal.
Mulai sederhanain layanan administrasi desa secara digital.

b. Pemerintah Daerah & Kominfo
Bantu peningkatan jaringan internet (BTS/WiFi desa).
Sediain program pelatihan literasi digital dan UMKM go digital.
Kasih pendampingan kebijakan dan program desa digital.

c. Pihak Swasta
Provider internet: bantu penguatan jaringan dan pemasangan WiFi desa.
Marketplace (Shopee, Tokopedia, dll): onboarding UMKM desa biar bisa langsung jualan online.
Perbankan/fintech: sediain pembayaran digital (QRIS, mobile banking, agen bank).

d. Kampus / Mahasiswa
Lewat program KKN tematik digital di desa.
Latih UMKM bikin toko online dan konten promosi.
Bantu bikin website atau media sosial resmi desa.
Jadi pendamping teknis selama masa awal transformasi.

e. Komunitas & Pemuda Desa
Jadi relawan atau “duta digital desa”.
Kelola media sosial desa dan promosi produk lokal.
Bantu warga yang masih gaptek pake teknologi.

Kolaborasi semua pihak ini penting banget biar transformasi digital nggak cuma program sesaat, tapi beneran jadi perubahan jangka panjang buat desa.
Nama : Muhamad Galang Saputra
Npm : 2411021077

Studi Kasus 1

1. Apakah QRIS benar-benar meningkatkan inklusi keuangan?
Jawab : Menurut saya iya, QRIS sangat membantu meningkatkan inklusi keuangan yang ada di Indonesia. Dulu banyak pedagang kecil sulit menerima pembayaran digital karena biaya dan syaratnya cukup rumit, tetapi sekarang cukup dengan satu kode QR mereka bisa menerima pembayaran dari bank maupun e-wallet. Ini membuat pedagang kaki lima, warung, dan pasar tradisional lebih mudah masuk ke sistem keuangan formal. Selain itu, transaksi juga jadi tercatat dan bisa membuka peluang untuk akses modal di kemudian hari.

2. Apakah UMKM mendapatkan peningkatan pendapatan nyata?
Jawab : Menurut saya, peningkatan pendapatan memang tidak langsung terasa, tetapi peluangnya selalu ada. Pembayaran digital membuat konsumen lebih mudah belanja karena praktis dan tidak perlu uang tunai, sehingga pembelian bisa meningkat. QRIS juga membantu UMKM menjangkau pembeli yang sudah terbiasa cashless, terutama anak muda. Namun, hasilnya tetap bergantung pada kemampuan UMKM beradaptasi, seperti promosi online dan menjaga kualitas produk.

3. Apa risiko ketergantungan pada sistem digital?
Jawab : Jadi menurut saya, risiko utamanya ada pada ketergantungan pada internet dan sistem teknologi. Kalau jaringan bermasalah, transaksi bisa ikut terganggu. Selain itu, ada juga risiko biaya layanan, keamanan data, dan penipuan digital. Jadi, meskipun QRIS bermanfaat, pedagang tetap perlu punya literasi digital yang baik.

Kesimpulan Studi Kasus 1 :
QRIS memang sangat membantu UMKM karena transaksi jadi lebih mudah, pasar bisa lebih luas, dan akses ke layanan keuangan juga makin terbuka. Tapi, di sisi lain, ada juga risiko seperti ketergantungan pada teknologi, keamanan data, dan kurangnya pemahaman digital. Jadi, QRIS memang bermanfaat, tetapi tetap harus digunakan dengan kesiapan dan pengetahuan yang cukup.