NAMA: Giska D E Simanullang
NPM: 2416041021
KELAS: Reguler A
PRODI: Ilmu Administrasi Negara
Hasil analisis saya dari vidio tentang "ketahanan nasional" adalah, keuletan, keterampilan, ketangguhan, dab kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang akan datang. Ancaman itu terbagi menjadi beberapa sumber yaitu ancaman langsung, ancaman tidak langsung, ancaman dari luar dan ancaman dari dalam. Ancaman tersebut terbagi menjadi 2 unsur yaitu:
1. Ancaman unsur Trigatra
- Lokasi dan posisi geografis, potensi ancaman yang dapat timbul akibat letak geografisnya yang strategis.
- Keadaan dan kekayaan alam, berupa kerusakan lingkungan dan ketidakseimbangan alam.
- Kemampuan penduduk, yaitu hal-hal yang dapat menghambat atau menurunkan kualitas dan potensi dari suatu kelompok penduduk.
2. Ancaman unsur Pancagatra
- Ideologi: ancaman G30 S PKI, ingin mengganti ideologi pancasila menjadi komunis.
- Politik: tidak bebas berpendapat
- Ekonomi: warga negara yang ingin membuka usaha susah
- Sosbud: Tradisi
- Hankam: sekelompok masyarakat tanya tentang keberadaan pancasila, seperti keadilan, kemanusiaan.
1. Perwujudan Aspek Alamiah (Tri Gatra)
Lokasi dan Posisi Geografis: Indonesia memiliki posisi geografis yang strategis, baik di laut maupun darat. Peningkatan potensi sumber daya laut dan darat harus dimaksimalkan untuk memperkuat ketahanan. Kerjasama dengan negara tetangga juga penting untuk menjaga stabilitas regional.
Sumber Daya Alam: Kesadaran nasional dalam pemanfaatan kekayaan alam sangat diperlukan. Sumber daya alam yang dikelola dengan baik dapat mendukung perekonomian dan memberikan keuntungan strategis bagi negara.
Keadaan dan Kemampuan Penduduk: Pendidikan menjadi faktor utama dalam meningkatkan kemampuan penduduk. Masyarakat yang terdidik akan lebih mampu berkontribusi terhadap ketahanan nasional melalui inovasi dan partisipasi aktif dalam pembangunan.
2. Perwujudan Aspek Sosial (Panca Gatra)
Ideologi: Ideologi bangsa harus mampu menampung aspirasi masyarakat. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia berperan penting dalam menyatukan berbagai perbedaan dan membangun
identitas nasional.
Politik: Demokrasi yang sehat diperlukan untuk menciptakan kesimbangan antara input dan output dalam sistem pemerintahan. Partisipasi aktif masyarakat dalam proses politik akan memperkuat legitimasi pemerintah.
Ekonomi: Ketahanan ekonomi harus dibangun melalui penyediaan sarana, modal, dan teknologi. Pengembangan sektor ekonomi yang berkelanjutan akan membantu negara menghadapi krisis ekonomi.
Sosial Budaya: Melestarikan tradisi dan meningkatkan pendidikan serta kepemimpinan adalah kunci untuk membangun masyarakat yang tangguh. Kesadaran akan nilai-nilai budaya dapat memperkuat jati diri bangsa.
Pertahanan dan Keamanan: Partisipasi masyarakat dalam pertahanan dan keamanan sangat penting. Kesadaran akan pentingnya bela negara harus ditanamkan sejak dini agar setiap individu siap berkontribusi saat dibutuhkan.