Posts made by Helma Amelia Putri Utomo

Nama: Helma Amelia Putri Utomo
Npm: 2416041031
Kelas: Regular A
Prodi: Ilmu Administrasi Negara

Dalam analisis saya terhadap video berjudul "Perkembangan Konstitusi yang Berlaku di Indonesia" yang dipresentasikan oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, dapat dikatakan bahwa konstitusi pertama yang diterapkan di Indonesia adalah UUD 1945, yang secara resmi disahkan pada 18 Agustus 1945. Konstitusi ini berfungsi sebagai landasan hukum bagi negara Republik Indonesia yang baru saja didirikan. Seiring berjalannya waktu, UUD 1945 telah mengalami beberapa perubahan yang signifikan, terutama setelah reformasi pada tahun 1998. Perubahan-perubahan ini mencerminkan kebutuhan masyarakat serta dinamika politik yang terus berkembang.

Beberapa Tahapan Perkembangan KonstitusiUUD 1945 (Asli): UUD 1945 menegaskan kedaulatan rakyat sebagai prinsip utama dalam penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia, di mana semua kekuasaan berasal dari rakyat dan dilaksanakan oleh wakil-wakilnya. Pembagian kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta peran Mahkamah Konstitusi dalam menjaga konstitusionalitas undang-undang adalah elemen penting dalam mewujudkan pemerintahan yang demokratis dan akuntabilitas.Penerapan Konstitusi: UUD 1945 menetapkan struktur dan fungsi lembaga-lembaga negara, termasuk eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Setiap lembaga memiliki kewenangan dan tanggung jawab yang jelas untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Konstitusi memberikan hak-hak dasar kepada warga negara serta kewajiban kepada pemerintah untuk melindungi hak-hak tersebut.

Prof. Jimly Asshiddiqie menekankan adanya perbedaan signifikan antara UUD 1945 versi asli dan versi yang berlaku saat ini. Perubahan tersebut mencakup penambahan pasal-pasal baru serta pengaturan yang lebih rinci mengenai hak asasi manusia. Dalam video tersebut, ditekankan pentingnya kesadaran hukum di kalangan masyarakat agar dapat memahami dan menghormati konstitusi sebagai hukum tertinggi. Kesadaran ini menjadi kunci dalam mendukung stabilitas politik dan sosial di Indonesia.
Nama: Helma Amelia Putri Utomo
Npm: 2416041031
Kelas: Regular A
Prodi: Ilmu Administrasi Negara

Analisis saya pada jurnal yang berjudul “ SEMANGAT BELA NEGARA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 (THE NATIONAL SPIRIT OF DEFENSE IN THE MIDDLE OF THE COVID-19 PANDEMIC) yang ditulis oleh Syahrul Kemal

Bahwa penulis menekankan pentingnya semangat bela negara di tengah tantangan yang dihadapi akibat pandemi COVID-19. Konsep bela negara diartikan sebagai kewajiban setiap warga negara untuk menunjukkan cinta dan kesetiaan terhadap negara, terutama dalam situasi krisis.
Bela negara adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap warga negara. Ini bukan hanya diatur dalam undang-undang, tetapi juga merupakan wujud dari kesetiaan kepada negara. Penulis menekankan bahwa bela negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab individu di dalam masyarakat.
Penulis mengungkapkan bahwa meskipun menghadapi situasi sulit seperti pandemi COVID-19, semangat untuk membela negara harus terus dipertahankan. Beberapa contoh konkret dari bentuk bela negara selama pandemi ini antara lain:
• Menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri.
• ⁠Menghindari kegiatan yang tidak penting di luar rumah.
• ⁠Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi mencegah timbulnya kepanikan di masyarakat.

Betapa pentingnya solidaritas dan gotong royong sebagai solusi untuk menghadapi masalah bersama yang ditimbulkan oleh pandemi. Dalam hal ini, bela negara juga mengandung makna saling mendukung satu sama lain, terutama bagi mereka yang mengalami dampak ekonomi akibat kehilangan pekerjaan.
Jurnal tersebut mengulas tantangan ekonomi yang dialami masyarakat sebagai dampak pandemi, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penurunan pendapatan. Penulis menekankan bahwa semangat bela negara dapat diaktualisasikan melalui upaya kolektif untuk mendukung perekonomian lokal serta membantu satu sama lain.

Penulis menegaskan betapa pentingnya solidaritas dan gotong royong sebagai solusi untuk menghadapi masalah bersama yang ditimbulkan oleh pandemi. Dalam hal ini, bela negara juga mengandung makna saling mendukung satu sama lain, terutama bagi mereka yang mengalami dampak ekonomi akibat kehilangan pekerjaan.
Nama: Helma Amelia Putri Utomo
Npm: 2416041031
Kelas: Regular A
Prodi: Ilmu Administrasi Negara

Analisis saya pada video tersebut yang berjudul Ketahanan Nasional.
Bahwa ketahanan nasional yaitu keuletan, keterampilan, ketangguhan dan kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang datang,atau bisa disebut juga Ketahanan nasional merujuk pada kemampuan suatu negara untuk menjaga keberadaannya dari berbagai ancaman, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Konsep ini melibatkan berbagai aspek, termasuk politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.
Ancaman ada beberapa sumber yaitu bersifat langsung,luar, dalam, dan tidak langsung.
Dari beberapa ancaman tersebut, merekan akan menyerang bagian dari negara kita yaitu
• Integritas kewibawaan negara
• ⁠Identitas sebagai warganegara
• ⁠Kelangsungan Hidup Bangsa
• ⁠Perjuangan Mencapai Tujuan Nasional.
Itulah yang disebut ketahanan nasional untuk menghadapi ancaman nasional, dengan memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasional.
Ancaman terbagi menjadi 2 yaitu:
1. Ancaman Unsur Tri gatra
yang diancam yaitu:
• Lokasi dan posisi geografis
• ⁠Keadaan dan kekayaan alam
• ⁠Kemampuan Penduduk

2. Ancaman Unsur Panca Gatra
yang diancam yaitu:
• Ideologi
• ⁠Politik
• ⁠Ekonomi
• ⁠Sosial Budaya
• ⁠Pertahanan dan Keamanan

Ancaman tersebut harus kita hadapi dengan cara merawat dengan konsep tersebut atau yang bisa disebut dengan
1. Perwujudan Aspek Alamiah (Tri gatra)
• Lokasi dan Posisi Geografis: Peningkatan potensi laut dan darat,kemudian kemampuan posisi dengan negara tetangga.
• ⁠Sumber Daya Alam: Kesadaran nasional pemanfaatan kekayaan alam.
• ⁠Keadaan dan Kemampuan Penduduk: Pendidikan.

2. Perwujudan Aspek Sosial (Panca Gatra)
• Ideologi: Rangkaian nilai mampu menampung aspirasi
• ⁠Politik: Demokrasi; kesembajan input dan output
• ⁠Ekonomi: Sarana, Modal, Teknologi
• ⁠Sosial Budaya: Melestarikan Tradisi, Meningkatkan Pendidikan, Kepemimpinan
• ⁠Pertahanan dan Keamanan: Partisipasi dan Kesadaran Masyarakat.