Kiriman dibuat oleh Carissa Hepy Maharani

NAMA: CARISSA HEPY MAHARANI
NPM: 2416041051
KELAS: REGULER B
PRODI: ADM NEGARA

Analisis Kasus II
1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut? Artikel tersebut menyoroti buruknya kinerja Indonesia dalam penegakan HAM, terutama terkait pelanggaran HAM berat, diskriminasi, dan pembatasan kebebasan. Pemerintah lambat dalam mengatasi isu-isu penting seperti keadilan bagi korban pelanggaran HAM masa lalu, rasisme di Papua, dan diskriminasi gender. Namun, ada hal positif yang dapat diambil, seperti komitmen untuk meratifikasi perjanjian HAM internasional dan kebangkitan gerakan masyarakat sipil serta mahasiswa sebagai kontrol sosial. Ini memberi harapan bahwa meski jalannya lambat, perubahan tetap mungkin terjadi melalui tekanan publik.

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia!  Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa? Demokrasi Indonesia yang berakar pada nilai adat istiadat mencerminkan musyawarah dan mufakat sebagai cara pengambilan keputusan. Prinsip ini menunjukkan harmoni dan kebersamaan, tetapi sering kali belum diterapkan secara maksimal dalam praktik modern. Demokrasi yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa menunjukkan bahwa nilai spiritual dan moral tetap menjadi landasan. Menurutku saya prinsip ini sangat baik, tetapi harus dengan menghormati HAM, agar keadilan dan kemanusiaan tidak diabaikan.

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia? Saat ini, demokrasi Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Banyak kebijakan pemerintah yang dianggap tidak menjunjung tinggi nilai-nilai HAM, seperti pembatasan kebebasan berpendapat atau diskriminasi terhadap kelompok tertentu. Demokrasi yang seharusnya berpihak pada rakyat sering kali terjebak dalam kepentingan elit politik.

4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat? Ketika ada anggota parlemen mewakili rakyat namun hanya mengejar kepentingan politik pribadi, hal ini merusak kepercayaan publik. Saya merasa mereka harus lebih bertanggung jawab dan transparan. Masyarakat juga harus terus kritis dan aktif mengawasi kinerja wakilnya, misalnya melalui petisi/aksi damai, agar suara rakyat benar-benar menjadi prioritas.

5. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini? Pemimpin dengan kekuasaan karismatik dari tradisi atau agama memang bisa mempengaruhi rakyat secara emosional. Namun, jika digunakan untuk kepentingan yang tidak jelas dan mengorbankan hak rakyat, itu melanggar prinsip HAM. Dalam demokrasi, kekuasaan seperti ini harus dibatasi agar tidak menjadi alat manipulasi yang merugikan. Demokrasi modern harus melindungi individu dari tindakan otoriter dan memastikan kebebasan tetap dihormati.
NAMA: CARISSA HEPY MAHARANI
NPM: 2416041051
KELAS: REGULER B
PRODI: ADM NEGARA

Analisis Kasus I
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut? Artikel ini sangat jelas menggambarkan kronologi, penyebab dan upaya penyelesaian tentang konflik perbatasan Indonesia-Timor Leste yang memprihatinkan. Hal ini mencerminkan perlunya kerja sama diplomatik yang lebih intensif untuk menyelesaikan permasalahan batas negara secara damai. Hal positif yang dapat diambil adalah pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan dan hubungan diplomasi antarnegara untuk menjaga stabilitas kawasan. Selain itu, pendekatan kearifan lokal dapat menjadi solusi dalam meredakan konflik, mengingat kedekatan historis antara Indoensia-Timor Leste

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang  terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara? Tanpa wawasan nusantara, Indonesia bisa kehilangan kesatuan wilayah dan identitas nasional. Tanpa wawasan nusantara, bisa memicu konflik internal di antara masyarakat yang beragam serta melemahkan posisi negara dalam menghadapi ancaman luar. Selain itu, sulit mengelola sumber daya alam yang tersebar diseluruh pelosok akhirnya berdampak pada ketahanan nasional.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas? Wawasan Nusantara mencegah konflik perbatasan dengan mengutamakan prinsip persatuan wilayah, diplomasi damai, dan penghormatan terhadap hukum internasional. Pendekatan ini memastikan zona netral dikelola sesuai kesepakatan bersama, mendorong kerja sama lintas negara, dan memperkuat persatuan melalui kearifan lokal. Edukasi wawasan kebangsaan bagi masyarakat perbatasan juga penting untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kedaulatan NKRI. Dengan penerapan Wawasan Nusantara, konflik dapat dicegah melalui pendekatan yang integratif, damai, dan berkeadilan.
NAMA: CARISSA HEPY MAHARANI
NPM: 2416041051
KELAS: REGULER B
PRODI: ADM NEGARA

Memahami geopolitik Indonesia sangat penting karena berkaitan dengan cara kita menjaga persatuan dan kedaulatan.
Indonesia memandang geopolitik bukan hanya tentang wilayah, tetapi lebih kepada bagaimana membangun kesatuan bangsa dalam keragaman. Prinsip ini tercermin dalam Wawasan Nusantara yang menekankan bahwa seluruh wilayah Indonesia adalah satu kesatuan utuh. Sebagai negara kepulauan, Indonesia harus memandang dirinya sebagai satu kesatuan agar tidak ada daerah yang merasa terpinggirkan, baik dalam pembangunan politik maupun ekonomi. Seperti yang ditegaskan dalam pasal 1 ayat 1 UUD 1945 bahwa Indonesia adalah negara kesatuan.

Indonesia memiliki banyak keunggulan seperti jumlah penduduk yang besar, keberagaman budaya yang kaya, dan letak strategis di jalur perdagangan internasional antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Potensi ini menjadi kekuatan besar untuk pembangunan nasional dan hubungan internasional. Namun, tantangan seperti ketimpangan pembangunan antarwilayah dan ancaman perbatasan juga perlu dihadapi dengan bijak.

Sebagai negara yang kaya akan potensi, Indonesia perlu memanfaatkan sumber daya alam dan pembangunan infrastruktur secara merata untuk memperkuat posisinya. Wawasan Nusantara mengajarkan kita untuk menghargai keberagaman dan bersatu.