FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

Number of replies: 92
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Fharas Tika Anggunan Muli 2410041050 -
NAMA: Fharas Tika Anggunan Muli
NPM: 2416041050
KELAS: Reguler B
PRODI: FISIP (Ilmu Administrasi Negara)

Analisis Kasus 1
1)Bagaimana tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut....
Jawaban:
Secara menyeluruh berdasarkan yang saya baca, artikel tersebut mengangkat masalah konflik perbatasan yang ada di Indodesia dengan Timor Leste tepatnya warga nelu indonesia dengan warga leolbatan timor leste, keduanya memiliki statement masing-masing terkait siapa yang berhak atas wilayah tanah tersebut. Aksi ini diikuti pula dengan lempar batu dan kayu antar warga yang mana hal ini juga menimbulkan ketegangan di antara warga yang ada di sana. Sebenarnya hal ini terjadi karena belum adanya kejelasan terkait dengan penentuan garis wilayah yang ada serta masyarakat yang memiliki pandangan dan penilaian terhadap masing-masing negara yang menganggap paham mereka adalah yang paling benar dan mereka memiliki hak atas wilayah tersebut.
Dari sepenggal ulasan saya tadi, jika ditanya soal hal positif apa yang bisa diambil setelah membaca artikel tersebut, mungkin sulit untuk bisa dirasakan adanya sebuah dampak positifnya karena pada kenyataannya artikel tersebut secara presentase yang dapat kita lihat dan imajinasikan dalam akal kita maka yang akan sangat nampak adalah banyaknya dampak negatif salah satunya yaitu belum adanya kejelasan tentang penentuan batas wilayah, artinya disini peran pemerintah Indonesia maupun pemerintah Timor belum cukup tegas, kemudian juga paham masyarakat yang masih saja menganggap bahwa pandangan mereka adalah yang paling benar tanpa mau berfikir lebih dalam dan realistis tentang perebutan wilayah, alhasil yang beginilah timbul masalah antar warga.

2)Bagaimanakah menurut pendapatmu dari apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsep wawasan nusantara...
Jawaban:
Wawasan nusantara sendiri merupakan cara pandang serta bagaimana bangsa indonesia ini melihat dirinya sendiri, lingkungan, dan apa tujuannya sebagai negara kepulauan. Hal ini berarti seluruh wilayah di indonesia baik yang di daratan maupun lautan serta keberagaman suku, budaya agama merupakan suatu kesatuan yang utuh dan tak terpecahkan. Artinya menanamkan konsep wawasan nusantara dalam setiap warga indonesia itu penting untuk dilakukan, karena jika konsep wawasan nusantara ini ditiadakan dan diabaikan maka dampaknya secara sederhana akan menimbulkan sebuah perpecahan dan keretakan antar warga negara, pada esensi nya negara kita adalah negara yang sangat kaya akan keberagaman yang harus diikat dalam suatu paham dan pemikiran seperti wawasan nusantara tadi sehingga mampu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan setiap warga negara harus merasa memilki tanggung jawab bersama dalam menjaga keutuhan bangsa indonesia.

3)Bagaimana konsep wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas...
Jawaban:
Dalam esensinya seperti yang sudah saya cantumkan dalam point nomor dua tadi, konsep wawasan nusantara sendiri berperan untuk mengikat setiap perbedaan dan keberagaman yang ada di wilayah NKRI, di mana wawasan nusantara mampu mencegah timbulnya konflik perebutan sebuah daerah wilayah dengan cara memberikan serta menanamkan sebuah perspektif atau sebuah kerangka berfikir yang mengedepankan adanya rasa persatuan, keadilan, dan integrasi nasional. Kemudian cara konsep ini bekerja untuk mencegah adanya konflik tadi dapat direalisasikan dengan cara menanamkan pemahaman integrasi wilayah, adanya penguatan identitas nasional, dan yang paling penting yaitu memberikan pendidikan dan sosialisasi wawasan nusantara sedini mungkin.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Klara Aurelia Maharani -
Nama : Klara Aurelia Maharani
NPM : 2416041010
Kelas : Reg A
Prodi : Ilmu Adm Negara

Analisis Kasus 1
Konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste disebabkan oleh berbagai faktor historis, sosial, dan ekonomi. Penyelesaiannya memerlukan pendekatan pemberdayaan ekonomi, rekonsiliasi sosial, dan pemecahan sengketa wilayah.
1. Bagaimanakah tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tsb?
isi artikel tersebut menjelaskan "Konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste disebabkan oleh berbagai masalah kurang lebih seperti : delimitasi perbatasan( penetapan) dan demarkasi batas serta maraknya aktivitas lintas batas ilegal. Bisa dikatakan jarang sekali terjadi kekerasan antar warga. Oleh karena itu, analisis terhadap konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut penting untuk dilakukan, agar Indonesia dapat membuat langkah antisipasi sehingga kejadian serupa , interpretasi zona netral, da sentimen sosial budaya. Di sisi lain, warga Indonesia melihat warga Timor Leste sebagai orang-orang yang tidak berterima kasih, apalagi banyak anggota kelompok prointegrasi yang memilih mengungsi ke wilayah Indonesia pasca referendum. Sentimen negatif ini semakin menguat ketika masyarakat kedua negara sama-sama dalam kondisi miskin dan mereka terlibat perebutan sumberdaya seperti lahan kebun dan sapi. Konflik ini juga memberi informasi bahwa pentingnya upaya dalam penyelesaian diplomatik dan kesadaran sosial.
>> Hal positif yang dapat diambil dari artikel tsb
a) Perlu adanya kesadaran dalam konteks penegakkan hukum
b) Adanya sifat yang bisa membangun hubungan sosial yang baik antar warga
c) Pentingnya kerja sama dalam hal apapun yang mencakup kebersamaan

2. bagaimana Pendapatmu dan dampak jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
wawasan nusantara adalah paduan penting bagi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan, kedaulatan dan integritas wilayah. Nah jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan pasti akan menimbulkan beberapa hal seperti :
1) Penyebaran ketegangan, dimana kesadaran akan pentingnya persatuan dalam keragaman pasti akan melonjak turun, bahkan memperburuk potensi konflik antar kelompok.
2) Lemahnya integritas wilayah, sudah kalian ketahui bahwa wawasan nusantara ini penting untuk integritas, jika integritas nya lemah akan ada wilayah yang terabaikan serta memperburuk ketegangan.
3) kurangnya pembangunan merata, tanpa ini wilayah' bisa tertinggal dan akan memicu komunal

3. bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah konflik seperti artikel diatas, berikut beberapa cara wawasan nusantara dlm mencegah konflik :
1) Penguatan indentitas nasional, dengan memperkuat indentitas pastinya masyarakat di perbatasan akan lebih menghargai keragaman dan mengurangi konflik berbasis identitas
2) Pemerataan pembangunan, guna memicu adanya ketegangan dan konflik yang dapat kita minimalisir kan
3) pertahanan dan keamanan, Indonesia tentu memandang pentingnya dalam keutuhan wilayah negara secara disiplin, dengan adanya penekanan sektor pertahanan & keamanan di perbatasan dapat mencegah gangguan konflik komunal
4) Pendidikan multikultural, guna mengedepankan nilai nilai kebhinekaan serta dapat mengurangi intoleransi antar kelompok yang sering kali menimbulkan konflik
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Amir solihin -
Nama : Amir solihin
Npm : 2416041044
Kelas : Regular B
Prodi : Administrasi Negara
1. Tanggapan terhadap Isi Artikel dan Hal Positif yang Dapat Diambil

•Setelah membaca artikel tentang konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste, saya merasa bahwa isu ini sangat kompleks dan memerlukan perhatian serius. Artikel ini memberikan gambaran yang jelas mengenai kronologi konflik, faktor penyebab, dan dampak yang ditimbulkan. Salah satu hal positif yang bisa diambil adalah pentingnya dialog dan kerjasama antara kedua negara. Konflik ini menunjukkan bahwa meskipun ada hubungan sejarah yang erat antara masyarakat di kedua sisi perbatasan, ketegangan masih bisa muncul akibat kesalahpahaman dan perbedaan interpretasi mengenai batas wilayah.
Dari artikel ini juga bisa belajar bahwa penyelesaian masalah batas wilayah harus dilakukan dengan hati-hati dan melibatkan semua pihak terkait. Ini penting untuk mencegah terulangnya konflik serupa di masa depan.

2. Pendapat tentang Wilayah dan Bangsa Indonesia Tanpa Konsepsi Wawasan Nusantara

•Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, saya khawatir akan ada banyak masalah yang muncul. Pertama, tanpa pemahaman yang kuat tentang keberagaman, masyarakat bisa terpecah belah berdasarkan etnis atau budaya, yang berpotensi memicu konflik. Kedua, ketidakstabilan politik bisa meningkat, karena tanpa identitas nasional yang kuat, masyarakat mungkin merasa tidak terhubung dengan negara mereka.
Selain itu, wilayah perbatasan bisa terabaikan, dan kondisi sosial serta ekonomi di daerah tersebut bisa semakin memburuk. Tanpa wawasan nusantara, perebutan sumber daya seperti lahan dan air juga bisa meningkat, seperti yang terlihat dalam konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Semua ini menunjukkan betapa pentingnya wawasan nusantara dalam menjaga persatuan dan stabilitas bangsa.

3. Konsepsi Wawasan Nusantara dalam Mencegah Konflik

•Konsepsi wawasan nusantara memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Pertama, wawasan nusantara membantu membangun identitas nasional yang kuat, yang sangat penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman. Dengan memahami dan menghargai perbedaan budaya, masyarakat bisa lebih toleran dan mengurangi ketegangan.
Kedua, wawasan nusantara mendorong dialog dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Ini bisa membantu menciptakan saling pengertian dan mengurangi kesalahpahaman yang sering menjadi pemicu konflik. Selain itu, dengan fokus pada pembangunan yang merata di seluruh wilayah, termasuk daerah perbatasan, kita bisa mengurangi kesenjangan ekonomi yang sering kali menjadi sumber konflik.
Terakhir, pendidikan tentang wawasan nusantara di kalangan masyarakat sangat penting. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan dan toleransi, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih damai dan harmonis. Semua ini menunjukkan bahwa wawasan nusantara bukan hanya sekadar konsep, tetapi juga alat yang efektif untuk menciptakan stabilitas dan perdamaian di Indonesia.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by sinta nopiana -
Nama: sinta nopiana
Npm: 2456041009
Kelas: MAN A
prodi: Ilmu administrasi negara

Analisis kasus 1
1)Bagaimana tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut..
Jawab:
Tanggapan terhadap Isi Artikel dan Hal Positif yang Bisa DiambilArtikel ini memberikan gambaran yang mendalam mengenai ketegangan komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste, serta upaya-upaya yang telah dilakukan untuk menyelesaikan konflik di daerah tersebut. Hal positif yang bisa diambil dari artikel ini adalah penekanan pada pentingnya kerjasama bilateral, pendekatan lintas batas, dan pembangunan sosial-ekonomi dalam menciptakan kedamaian di perbatasan. Ini menunjukkan bahwa penyelesaian masalah tidak hanya bergantung pada aspek politik atau hukum semata, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat lokal dan pemanfaatan sumber daya untuk menciptakan kesejahteraan bersama. Konsep pendekatan lintas batas untuk mendorong interaksi sosial antar-komunitas dan penyelesaian masalah bersama-sama adalah pelajaran penting yang dapat diterapkan di banyak kawasan perbatasan lainnya.

2.Bagaimanakah menurut pendapatmu dari apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsep wawasan nusantara.....
Jawab:
Pendapat Mengenai Tanpa Konsep Wawasan Nusantara
Jika Indonesia tidak memiliki konsep Wawasan Nusantara, yang menekankan pada pemahaman tentang persatuan dan kesatuan bangsa, pengaruhnya bisa sangat besar terhadap stabilitas dan keutuhan wilayah negara ini. Wawasan Nusantara mengajarkan bahwa seluruh wilayah Indonesia adalah satu kesatuan yang harus dijaga dan dipertahankan, baik secara politik, sosial, maupun budaya. Tanpa konsep ini, kita bisa membayangkan munculnya potensi pemecahan wilayah berdasarkan etnis, agama, atau kepentingan lokal yang bisa memperburuk ketegangan, seperti yang terjadi di beberapa wilayah perbatasan. Misalnya, tanpa adanya kesadaran akan pentingnya keragaman sebagai kekuatan, bisa saja muncul sentimen separatisme atau ketegangan antar-komunitas yang tidak dapat diselesaikan secara damai. Konsep Wawasan Nusantara adalah pondasi yang mengingatkan kita bahwa Indonesia adalah bangsa yang bersatu dalam keberagaman, dan tanpa prinsip ini, pemecahan atau disintegrasi bangsa bisa saja terjadi.

3.Bagaimana konsep wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas...
Jawaban:
Peran Konsep Wawasan Nusantara dalam Mencegah Konflik Konsep Wawasan Nusantara berperan sangat penting dalam mencegah timbulnya konflik di wilayah perbatasan atau daerah lainnya yang memiliki potensi ketegangan. Wawasan Nusantara mendorong kita untuk melihat Indonesia sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan, dengan batas negara yang harus dihormati dan dijaga bersama. Dalam konteks perbatasan Indonesia-Timor Leste, konsep ini membantu mendorong persatuan dan kerjasama antar-komunitas di kedua negara, mengurangi potensi gesekan yang mungkin timbul akibat perbedaan etnis, agama, atau kepentingan lokal.

Selain itu, dengan wawasan ini, dialog dan negosiasi yang konstruktif antara Indonesia dan Timor Leste dapat tercipta lebih mudah, karena kedua negara memandang pentingnya keutuhan dan stabilitas regional. Ini juga berfungsi untuk mendorong masyarakat di perbatasan untuk hidup berdampingan secara harmonis, saling menghargai perbedaan, dan bekerja sama dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi dan budaya. Wawasan Nusantara juga menekankan pentingnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang berada di perbatasan, agar mereka merasa dihargai dan memiliki akses yang sama terhadap sumber daya dan peluang. Dengan demikian, Wawasan Nusantara memberikan dasar yang kokoh untuk membangun identitas nasional yang inklusif dan menciptakan rasa memiliki terhadap negara, yang pada gilirannya dapat mengurangi potensi konflik.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Clarisya Bunga Kristi -
NAMA: Clarisya Bunga Kristi
NPM: 2416041063
KELAS: Reguler B
PRODI: FISIP (Ilmu Administrasi Negara)

Artikel ini mengangkat isu penting mengenai konflik komunal di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, yang terjadi karena masalah batas wilayah yang belum selesai. Artikel ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana ketegangan dapat terjadi di wilayah perbatasan, meskipun kedua belah pihak telah memiliki sejarah hubungan yang panjang dan kompleks. Ketegangan ini tidak hanya bersifat fisik tetapi juga dipicu oleh faktor sosial dan budaya yang melibatkan identitas nasional dan interpretasi yang berbeda mengenai zona netral. Penggunaan contoh-contoh konkret, seperti pembangunan jalan yang melanggar kesepakatan dan sengketa lahan, memberikan gambaran yang jelas mengenai potensi konflik di wilayah perbatasan.

1. Artikel ini menunjukkan pentingnya diplomasi dan kesepakatan antarnegara, terutama yang terkait dengan delimitasi wilayah. Dengan memahami faktor penyebab konflik ini, Indonesia dapat memperkuat strategi pencegahan dan penanganan konflik di masa depan. Selain itu, pentingnya dialog antarbudaya dan pemahaman bersama antara masyarakat yang tinggal di perbatasan juga menjadi poin positif yang perlu diperhatikan untuk menjaga stabilitas wilayah.

2. Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi Wawasan Nusantara, besar kemungkinan konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste akan lebih sering terjadi. Wawasan Nusantara adalah pandangan geopolitik yang menekankan pentingnya kesatuan wilayah, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Tanpa pandangan ini, integritas nasional Indonesia akan terancam, dan kesadaran akan pentingnya persatuan dalam keragaman mungkin akan menurun. Hal ini bisa memicu terjadinya konflik internal dan antarwarga yang berujung pada ketidakstabilan nasional.

3. Wawasan Nusantara memiliki peran signifikan dalam mencegah konflik seperti yang digambarkan dalam artikel. Pandangan ini menekankan pentingnya integrasi nasional, kesadaran kolektif akan persatuan bangsa, dan pemahaman bersama mengenai batas-batas kedaulatan negara. Jika konsep ini diterapkan dengan baik, Indonesia akan lebih siap dalam menyelesaikan sengketa wilayah melalui cara-cara diplomatis yang menghormati nilai-nilai Pancasila. Kesatuan dalam wawasan kebangsaan membantu meredam ketegangan antarwarga dan meminimalisir potensi konflik, karena adanya pemahaman bersama akan pentingnya keutuhan wilayah dan kesejahteraan bersama.

Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa pentingnya memahami dan menginternalisasi konsep Wawasan Nusantara di setiap elemen masyarakat Indonesia agar konflik perbatasan dapat dicegah dan diselesaikan dengan cara damai.

In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Flora Magdalena Sitohang -
NAMA : Flora Magdalena Sitohang
NPM : 2416041045
KELAS : Reguler B
PRODI : Ilmu Administrasi Negara

1. Konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste melibatkan ketegangan antar kelompok masyarakat yang bisa disebabkan oleh perebutan wilayah. Hal positif yang bisa diambil dari hal ini adalah pentingnya membangun dialog dan saling pengertian antar warga, serta kerja sama antara kedua negara untuk menciptakan perdamaian. Ini menunjukkan bahwa pembangunan yang adil dan saling menghargai sangat penting untuk menyelesaikan konflik dengan cara damai.

2. Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi Wawasan Nusantara, maka negara ini bisa kehilangan arah dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Wawasan Nusantara mengajarkan kita untuk melihat Indonesia sebagai satu kesatuan yang terdiri dari banyak pulau, suku, dan budaya yang berbeda, namun tetap harus saling menghormati dan bekerja sama. Tanpa konsep ini, bisa muncul ketegangan antar daerah, pemisahan antar suku atau budaya, dan bahkan perpecahan yang mengancam keutuhan bangsa. Jadi, Wawasan Nusantara sangat penting untuk menjaga Indonesia tetap bersatu dan berkembang sebagai negara yang maju.

3. Konsepsi Wawasan Nusantara sangat penting dalam mencegah timbulnya konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste karena mengajarkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Wawasan Nusantara menganggap Indonesia sebagai satu kesatuan yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, dan pulau. Dengan konsep ini, masyarakat di perbatasan diharapkan untuk lebih mengutamakan kepentingan bersama daripada perbedaan yang ada. Di perbatasan Indonesia-Timor Leste, dengan memahami dan menerapkan Wawasan Nusantara, masyarakat dan pemerintah bisa lebih fokus pada kerjasama antarwarga, toleransi, dan saling menghargai perbedaan. Hal ini juga memperkuat solidaritas antar wilayah, meminimalkan potensi ketegangan, dan menjaga hubungan baik antara Indonesia dan Timor Leste. Selain itu, pendekatan ini bisa mendorong pembangunan yang merata, yang mengurangi ketidakpuasan yang seringkali menjadi pemicu konflik.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Diva Febriana Putri -
NAMA: Diva Febriana Putri
NPM: 2416041042
KELAS: Reguler B
PRODI: FISIP (Ilmu Administrasi Negara)

1. Tanggapan mengenai artikel diatas dan hal positifnya
Jadi, akar atau awal dari konflik ini karena adanya perbedaan pemahaman atas kesepatakan batasan wilayah yaitu dimana zona bebas atau zona netral itu dokosongkan dan tidak milik Indonesia maupun Timor Leste tetapi, Timor Leste menganggap bahwa itu tanah miliknya dan bahkan membangun bangunan disana, sedangkan Indonesia menanggap itu bukan milik keduanya. Konflik ini terjadi juga karena sengketa tanah, perbedaan kepentingan dan budaya, dan ketidakjelasan tentang kesepakatan wilayah. Oleh karena itu yang menyelesaikan konlfik ini tidak hanya pemerintah namun dibutuhkan juga masyarakat yang tinggal disana, agar lebih bisa dibicarakan atau dimusyawarahkan dengan baik dan nantinya pemerintah akan mempertimbangkan.
Untuk hal positifnya mungkin dengan adanya konflik ini masyarakat akan lebih bekerja sama untuk menyelesaikan konflik dan membuat masyarakat sadar untuk mencari solusi yang adil tidak berat sebelah dan akan mendamaikan keduanya.

2. Pendapat dan apa yang terjadi dengan wilayah indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara
Seperti yang kita tahu bahwa wawasan nusantara ini mengedepankan persatuan, kesatuan, dan integrasi walaupun banyak suku, ras, agama, dan antargolongan, wawasan nusantara ini menjaga persatuan bangsa dan menjaga dari ancaman luar negri. tentunya kalau Inonesia tidak memiliki konsep wawasan nusantara akan terjadi perpecahan, ancaman bagi keutuhan negara, disintegrasi, dan ketidakpedulian dengan keberagaman yang ada di Indonesia.

3. Bagaimana konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas
yaitu dengan mengedepankan persatuan untuk membangun rasa menghargai terhadap perbedaan, membangun rasa kebersamaan di perbatasan, lebih memahami lagi konsep integrasi yaitu persatuan, dan memberikan kesadaran seberapa indahnya jika kita bersatu dan tidak ada konflik.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Revalina Maharani -
NAMA : Revalina Maharani
NPM : 2416041068
KELAS : Reguler B
PRODI : Ilmu Administrasi Negara

1. Tanggapan terhadap artikel "Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya":
Artikel ini memberikan wawasan yang mendalam tentang konflik komunal yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste, yang disebabkan oleh faktor sejarah, perbedaan etnis, dan masalah batas wilayah. Upaya penyelesaiannya yang melibatkan diplomasi, penguatan hubungan antarwarga, serta peran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan adalah langkah positif. Hal positif yang bisa diambil adalah pentingnya pendekatan yang holistik, menggabungkan penyelesaian diplomatik dengan pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan pemahaman budaya untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas di wilayah perbatasan.

2. Pendapat tentang Wilayah dan Bangsa Indonesia Tanpa Konsepsi Wawasan Nusantara:
Tanpa konsepsi Wawasan Nusantara, Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari beragam etnis, budaya, dan agama bisa mengalami kesulitan dalam menjaga kesatuan dan keutuhan wilayah. Tanpa pemahaman yang mendalam tentang pentingnya integrasi wilayah dan keragaman, bisa terjadi fragmentasi sosial dan politik yang merugikan stabilitas nasional. Konsepsi Wawasan Nusantara, yang mengutamakan persatuan, kesatuan, dan kesejahteraan bersama, menjadi landasan dalam menjaga integrasi nasional serta mempererat ikatan antarwarga negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

3. Konsepsi Wawasan Nusantara dalam Mencegah Konflik seperti yang Dibahas dalam Artikel:
Konsepsi Wawasan Nusantara berperan penting dalam mencegah terjadinya konflik, seperti yang tercermin dalam artikel mengenai konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Wawasan Nusantara menekankan pentingnya pemahaman terhadap keberagaman budaya, sosial, dan agama sebagai bagian dari identitas nasional. Dengan wawasan ini, masyarakat dan pemerintah dapat lebih bijaksana dalam menangani potensi konflik, memprioritaskan dialog dan kerja sama lintas budaya, serta memperkuat solidaritas antarwarga negara. Selain itu, penguatan kesejahteraan sosial dan ekonomi di wilayah perbatasan juga merupakan bagian dari implementasi Wawasan Nusantara untuk mencegah ketegangan yang bisa berkembang menjadi konflik.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Kristin febrianti -
NAMA : Kristin febrianti
NPM : 2456041013
KELAS : MANDIRI A
PRODI: ilmu administrasi negara
Analisis kasus 1
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawab 1. Tanggapan dan Hal Positif
Artikel ini sangat penting karena memberikan analisis mendalam mengenai konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste, yang jarang terjadi di perbatasan Indonesia lainnya. Artikel ini menunjukkan kompleksitas hubungan antarwarga, aspek sosial budaya, dan sengketa batas wilayah. Hal positif yang bisa diambil adalah pentingnya diplomasi bilateral dan penguatan kerja sama lintas negara dalam mengelola konflik perbatasan, termasuk perlunya pendekatan yang melibatkan masyarakat setempat untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawab
menurut saya Dampak Tanpa Wawasan Nusantara
Tanpa wawasan nusantara, Indonesia akan kehilangan panduan untuk menjaga kesatuan wilayah, integrasi bangsa, dan kedaulatan negara. Ketidakhadiran konsepsi ini dapat menyebabkan lemahnya pengelolaan konflik perbatasan, memicu perpecahan di antara masyarakat, serta melemahnya rasa cinta tanah air. Hal ini dapat membahayakan integritas bangsa, terutama di wilayah-wilayah perbatasan yang rentan terhadap pengaruh eksternal dan perebutan sumber daya.

3 Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Jawab
Kesadaran Wilayah: Wawasan nusantara menekankan pentingnya memahami batas wilayah dan kedaulatan negara. Hal ini dapat mengurangi potensi konflik terkait delimitasi dan demarkasi perbatasan.

Kesatuan Sosial-Budaya: Menguatkan rasa persaudaraan di antara masyarakat lintas batas, yang memiliki akar budaya dan sejarah yang sama, dapat mencegah sentimen negatif yang memicu konflik.

Pendekatan Diplomatik dan Kerja Sama: Dengan wawasan nusantara, pemerintah dapat mengutamakan pendekatan damai melalui diplomasi, kerja sama, dan pengelolaan zona netral secara transparan untuk kepentingan bersama.

Peningkatan Kesejahteraan: Dengan menerapkan wawasan nusantara, negara akan lebih memperhatikan pembangunan di wilayah perbatasan sehingga meminimalkan ketegangan akibat perebutan sumber daya
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Tasya Salsabila Febriana -
Nama: Tasya Salsabila Febriana
NPM: 2416041058
Kelas: Reg B
Prodi: Ilmu Administrasi Negara

ANALISIS SOAL 1

1. Bagaimana tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban:
Artikel ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste, termasuk penyebab historis, sosial, dan kulturalnya. Artikel ini menunjukkan pentingnya penyelesaian konflik perbatasan dengan pendekatan multilateral untuk menghindari eskalasi yang lebih besar. Hal positif yang dapat diambil adalah kesadaran bahwa pengelolaan perbatasan tidak hanya soal delimitasi wilayah, tetapi juga tentang membangun hubungan harmonis antara warga di kedua sisi batas. Ini menekankan pentingnya dialog diplomatik dan edukasi lintas budaya untuk menciptakan perdamaian.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan Nusantara?
Jawaban:
Tanpa konsepsi Wawasan Nusantara, integrasi nasional akan terganggu, terutama di wilayah perbatasan. Wilayah perbatasan yang rentan konflik, seperti kasus di Timor Tengah Utara, dapat semakin mudah dipengaruhi oleh provokasi asing atau konflik internal. Ketidakjelasan konsep geopolitik akan membuat Indonesia kesulitan mempertahankan kedaulatan dan memfasilitasi pembangunan di daerah perbatasan. Dalam konteks sosial, kurangnya wawasan akan menyebabkan polarisasi dan kurangnya solidaritas antarwarga di wilayah perbatasan.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan Nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Jawaban:
Wawasan Nusantara, yang menitikberatkan pada kesatuan wilayah dan persatuan bangsa, dapat menjadi alat penting untuk mencegah konflik perbatasan seperti yang terjadi. Dengan memahami Wawasan Nusantara, pemerintah Indonesia dapat lebih proaktif dalam menyelesaikan masalah delimitasi dan demarkasi batas wilayah melalui jalur diplomatik. Selain itu, pendekatan ini mendorong penguatan identitas nasional, edukasi lintas budaya, dan pemberdayaan ekonomi di wilayah perbatasan, sehingga mengurangi peluang konflik berbasis perebutan sumber daya atau kesalahpahaman sosial-budaya.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Nanda Dwi Fadhilla -
NAMA : Nanda Dwi Fadhilla
NPM : 2416041038
KELAS : Regular B
PRODI : Ilmu Administrasi Negara

1. Bagaimana tanggapanmu mengenai isi artikel? Hal positif apa yang bisa di ambil dalam konflik tersebut?

Tanggapan mengenai masalah yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste, khususnya antara masyarakat Kecamatan Bikomi Nilulat dan Sub-distrik Passabe, telah menjadi isu masalah yang berkepanjangan. Konflik ini dipicu oleh ketidakjelasan batas wilayah yang diakibatkan oleh perbedaan klaim antara pemetaan adat dan keputusan formal pemerintah kedua negara. Faktor-faktor yang dimiliki juga menjadikan konflik menjadi semakin lama dan besar. Konflik ini juga membawa banyak dampak negatfi bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Selain banyak dampak negatif, dampak positif juga tertanam dikonflik ini. Hal positif yang dapat diambil yaitu:
• Mendorong kesadaran pemerintah untuk memperhatikan pembangunan serta masyarakat yang terkena dampak di wilayah perbatasan tersebut
• Meningkatkan kerjasama antara negara Indonesia dengan Timor Leste yang dimulai dari penyelesaian masalah
• Sadar akan pentingnya komujnikasi antar dua belah pihak

2. Apa yang akan terjadi dengan wilayah Indonesia jika tidak memiliki konsep wawasan nusantara?

Jika Indonesia tidak memiliki konsep wawasan nusantara dalam menyelesaikan masalah maka masalah yang dihadapi akan semakin besar, ekonomi Indonesia yang mengalami kerugian, keamanan nasional yang terancam akibat konflik yang semakin besar.

3. Bagaimana konsep wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti konflik komunal perbatasan indonsia-timor leste?

Konsep wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti yang telah dibahas adalah:
• Membangun kesadaran masyarakat dalam keberagaman dan persatuan di wilayah perbatasan
• Mendorong keterlibatan masyarakat dalam partisipasi pengelolaan wilayah
• Mendorong pendekatan diplomasi pemerintah dalam menyelesaikan masalah
• Mengembangkan ekonomi
• Menyediakan pendidikan hukum dan peraturan di wilayah perbatasan
In reply to Nanda Dwi Fadhilla

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Cindy Claudia Mareta -
Nama : Cindy Claudia Mareta
Npm : 2456041011
Kelas : Mandiri A
Prodi : Ilmu administrasi negara

1.Artikel ini membahas konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste yang dipicu oleh persoalan delimitasi perbatasan, perbedaan interpretasi zona netral, serta sentimen sosial budaya antarwarga, memberikan pandangan mendalam mengenai pentingnya pengelolaan perbatasan secara strategis untuk menghindari eskalasi konflik. Hal positif yang dapat diambil adalah kesadaran akan pentingnya diplomasi aktif, kerja sama bilateral, penguatan hubungan sosial budaya lintas batas, dan peran negara dalam menciptakan stabilitas serta keadilan sosial di wilayah perbatasan.

2.Jika Indonesia tidak memiliki konsep wawasan nusantara, negara ini akan menghadapi ancaman serius terhadap persatuan dan kedaulatannya. Tanpa panduan yang kuat untuk memahami wilayah sebagai satu kesatuan, kemungkinan besar akan terjadi disintegrasi wilayah karena lemahnya rasa persatuan di tengah keberagaman budaya, suku, dan agama. Selain itu, konflik antarwarga di perbatasan seperti yang dibahas dalam artikel akan lebih sering terjadi karena kurangnya pengelolaan dan perhatian terhadap wilayah perbatasan. Ketiadaan wawasan nusantara juga dapat menyebabkan lemahnya klaim terhadap sumber daya strategis, kerentanan terhadap ancaman eksternal, dan ketidakmampuan menjaga stabilitas politik serta keamanan dalam negeri.

3.Konsepsi wawasan nusantara berperan penting dalam mencegah konflik seperti yang terjadi di artikel tersebut.dengan menekankan pemahaman akan kesatuan wilayah dan identittas bersama wawasan nusantara dapat mengurangi sentimen negatif antarwarga.karena pentingnya penentuan batas yang jelas dan pengakuan terhadap hak-hak masyarakat lokal juga ditekankan, agar potensi konflik akibat kesalahpahaman batas wilayah dapat diminimalkan.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Fara Nadina Putri -
NAMA : Fara nadina putri
NPM : 2416041055
KELAS : REG B

1. Bagaimana tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa saja yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Menurut saya artikel tersebut memberikan wawasan yang mendalam mengenai konflik komunal di perbatasan indonesia-timor leste.artikel tersebut juga menjelaskan kronologi kejadian dan faktor-faktor penyebab terjadinya konflik secara rinci. Hal positif yang dapat saya ambil dari artikel tersebut adalah pentingnya penyelesaian masalah perbatasan melalui dialog dan kerja sama antarnegara.ini menunjukan bahwa meskipn ada sejarah yang kompleks, upaya untuk memahami satu sama lain bisa menjadi langkah awal dalam menciptakan kedamaian.

2. Bagaimana menurut pendapatmu dan apa saja yang terjadi dengan wilayah dan bangsa indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Tanpa konsepsi wawasan nusantara ,wilayah dan bangsa indonesia dapat mengalami disentegrasi yang lebih besar.ketidakjelasan dalam identitas nasional dalam kesatuan wilayah dapat memperburuk konflik antar daerah, serta mengurangi rasa solidaritas antarwarga negara.wawasan nusantara memberikan kerangka kerja untuk memupuk rasaa kebersamaan dan saling menghormati, yang esensial dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman

3. Bagaimana konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Konsepsi wawasan nusantara berperan penting dalam mencegah konflik seperti yang terjadi di artikel tersebut.dengan menekankan pemahaman akan kesatuan wilayah dan identittas bersama wawasan nusantara dapat mengurangi sentimen negatif antarwarga. Selain itu, pendidikan tentang sejarah dan nilai-nilai kebersamaan diantara masyarakat di perbatasan dapat membantu membangun hubngan yang lebih harmonis. Melalui pendekatan ini,diharapkan konflik yang disebabkan oleh kesalahpahaman dan klaim wilayah dapat diminimalkan
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Helma Amelia Putri Utomo -
NAMA: Helma Amelia Putri Utomo
NPM: 2416041031
KELAS: Regular A
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

Analisis saya terhadap kasus 1 yaitu 1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?

tanggapan saya mengenai artikel tersebut yaitu Konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste, seperti yang terjadi pada tahun 2013, menunjukkan kompleksitas batas masalah yang belum disepakati dan sentimen negatif antarwarga. Upaya penyelesaian konflik ini juga melibatkan diplomasi untuk menyepakati delimitasi perbatasan dan kemudia meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. Hal positif yang saya ambil dari artikel tersebut yaitu adanya kesepakatan antar dua negara untuk membahas masalah perbatasan, yang menunjukkan niat kedua negara untuk menciptakan stabilitas dan perdamaian di wilayah perbatasan.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?

Pendapat saya mengenai hal tersebut Indonesia berisiko kehilangan identitas dan kesatuan sebagai negara kepulauan.karena untuk membangun kesadaran akan keberagaman budaya dan sumber daya, serta memperkuat rasa persatuan di antara warga negara.jika tidak ada pemahaman ini, potensi konflik antarwilayah dapat meningkat, dan pengelolaan sumber daya alam mungkin tidak optimal, yang berakhir pada ketidakstabilan sosial dan ekonomi. Wawasan Nusantara juga berfungsi sebagai landasan dalam menjaga integritas wilayah dan Indonesia pada posisi internasional.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?

Konsepsi Wawasan Nusantara berperan penting dalam mencegah konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Melalui pendekatan ini, pemerintah dapat meningkatkan kesadaran bersama tentang keberagaman budaya dan sejarah bersama, yang penting untuk membangun hubungan baik antarwarga. karena pentingnya penentuan batas yang jelas dan pengakuan terhadap hak-hak masyarakat lokal juga ditekankan, agar potensi konflik akibat kesalahpahaman batas wilayah dapat diminimalkan.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Meilisa Mutiara Anggraini -
Nama: Meilisa Mutiara Anggraini
NPM: 2416041054
Kelas: Reguler B
Prodi: Ilmu Administrasi Negara

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang dapat kamu ambil dari membaca artikel tersebut?
Artikel ini berisi informasi penting mengenai konflik di perbatasan antara Indonesia dan Timor-Leste yang menggambarkan kerumitan hubungan bilateral di daerah perbatasan. Hal yang baik tentang artikel ini adalah mengenai pentingnya penyelesaian permasalahan di perbatasan secara damai dan pentingnya memperkuat diplomasi antar-etnis untuk mencegah konflik serupa di masa yang akan datang. Artikel ini juga menyoroti pentingnya pendekatan yang kolaboratif antar negara untuk mengatasi permasalahan sosial-budaya masyarakat di perbatasan.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Tanpa konsep wawasan nusantara yang menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan wilayah, maka negara Indonesia akan rentan terhadap konflik internal dan konflik eksternal yang akan berdampak pada kurangnya upaya perlindungan wilayah perbatasan sehingga menimbulkan konflik antar-daerah dan hilangnya jati diri bangsa. Sebagaimana dijelaskan dalam artikel tersebut, dalam konteks wilayah perbatasan hal ini dapat memperparah konflik, sehingga mengakibatkan hilangnya wilayah dan kemungkinan rusaknya hubungan antar masyarakat.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Wawasan Nusantara bertujuan untuk membangun cara pandang yang menyeluruh terhadap wilayah dan kedaulatan Indonesia. Sebagaimana dijelaskan dalam artikel tersebut, wawasan Indonesia dapat berperan dalam pencegahan konflik, meningkatkan hubungan sosial, dan dapat meningkatkan rasa cinta tanah air serta kesadaran akan pentingnya persatuan antar masyarakat termasuk yang tinggal di perbatasan.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Yeshicha Indah Cahyani 2416041064 -
Nama : Yeshicha Indah Cahyani
NPM : 2416041064
Kelas : Reguler B
Prodi : Ilmu Administrasi Negara

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawab:
Setelah saya baca artikel tersebut membahas tentang masalah konflik perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste. Di mana konflik ini bukan pertama kali terjadi, namun warga yang terlibat saja yang berasal dari daerah berbeda. Kedua belah pihak beranggapan bahwa wilayah yang mereka perdebatkan adalah wilayah mereka. Konflik ini diikuti dengan aksi saling lempar batu dan kayu, yang sampai menimbulkan korban dan ketegangan di masyarakat. Konflik ini sebenarnya terjadi karena belum tuntasnya delimitasi perbatasan antara negara Indonesia dan Timor Leste.

Berdasarkan ulasan saya tadi, tanggapan yang saya berikan adalah konflik yang terjadi antara warga Indonesia dan Timor Leste ini merupakan satu kesalahan yang fatal. Di mana masyarakat Timur Tengah Utara dan Oecussi berasal dari nenek moyang yang sama yakni orang timor. Sudah seharusnya kedua belah pihak dapat menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan tanpa memerlukan aksi kekerasan yang dapat menimbulkan korban. Dan juga seharusnya pemerintah Indonesia dan Timor Leste memastikan perbatasan wilayah yang jelas supaya konflik semacam ini tidak terjadi lagi.

Jika dilihat dari artikel tersebut, susah bagi saya untuk menemukan hal positif yang dapat diambil dan hanya hal-hal negatif yang sangat terlihat, seperti munculnya ketegangan antara masyarakat dan ketidakjelasan batas wilayah. Namun, ada beberapa hal positif yang muncul dalam benak saya yakni:
• Mendorong pemerintah kedua negara untuk aktif dalam melakukan dialog
• Mendorong kedua negara untuk meningkatkan keamanan dan pengawasan di perbatasan

2. Bagaimana menurut pendapatmu dan apa yang akan terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawab :
Wawasan nusantara sendiri adalah wawasan nasional yang bersumber dari Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, yang di mana hakikatnya adalah kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia.
Di mana kita tahu benar bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa memiliki keragaman mulai dari suku, agama, geografis dan lain sebagainya. Untuk itu diperlukan suatu paham yang dapat mengikat keberagaman ini menjadi satu kesatuan dan keutuhan. Sehingga, menurut saya apabila bangsa Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, maka bangsa Indonesia tidak akan menjadi satu kesatuan dan akan adanya perpecahan baik itu antar suku, agama, maupun antar wilayah. Selain itu, akan mengancam identitas nasional Indonesia.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas?
Jawab :
Seperti yang sudah saya singgung jawaban pertanyaan kedua bahwa esensi dari wawasan nusantara ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tercipta kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah.
Dimana konsepsi wawasan ini memberikan kontribusi dalam pencegahan konflik seperti pada di artikel. Mengapa? Karena dengan adanya wawasan nusantara dapat memperkuat identitas nasional, meningkatkan kerjasama antar negara, dan mendorong adanya dialog terbuka dalam penyelesaian konflik.
Sehingga dengan adanya transaksi wawasan nusantara masyarakat akan mengedepankan nilai-nilai persatuan, keadilan, dan integrasi nasional
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Silvi Aninda -
NAMA : Silvi Aninda
NPM : 2456041003
KELAS : Mandiri A
PRODI : Ilmu Administrasi Negara

Analisis kasus 1
1. Bagaimanakah tanggapan mu terhadap isi artikel dan hal positif apakah yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban :
Artikel tersebut menjelaskan tentang konflik komunal diperbatasan Indonesia-Timor Leste yang bisa dikatakan jarang sekali terjadi kekerasan antarwarga. Konflik ini menimbulkan ketegangan antarwarga hingga berhari-hari. Hal positif yang bisa saya ambil dari artikel tersebut yaitu pentingnya kerjasama bilateral karena Kerjasama dalam mengelola perbatasan dapat menciptakan saling pengertian dan kepercayaan antara Indonesia dan Timor Leste.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawaban :
Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, identitas Indonesia yang beragam dapat terancam. Karena wawasan nusantara itu fungsinya sebagai pengikat dari berbagai suku, budaya, dan agama di seluruh kepulauan Indonesia. konsepsi ini juga mencakup tentang pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Wawasan nusantara juga membantu memperkuat ketahanan nasional dengan cara menekankan pentingnya integrasi dan kerjasama antar daerah.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dapat mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas?
Jawaban :
Dengan cara memperkuat identitas nasional, masyarakat berbagai di daerah dapat lebih menghargai perbedaan dan mengurangi potensi terjadinya konflik antar kelompok identitas nasional, masyarakat di berbagai daerah juga dapat lebih menghargai perbedaan dan mengurangi potensi konflik antar kelompok. Membangun infrastruktur yang merata di seluruh wilayah, termasuk daerah perbatasan, yang dapat mengurangi ketimpangan dan meningkatkan aksesibilitas.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by RIZKI EKA BANDIRA ARMIZA ARMIZA -
NAMA: Rizki Eka Bandira Armiza
KELAS: Mandiri A
NPM : 2456041014
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

1).Bagaimana tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut
Jawaban:
berdasarkan yang saya baca, artikel tersebut mengangkat masalah konflik perbatasan yang ada di Indodesia dengan Timor Leste .
Konflik komunal di perbatasan Indonesia dan Timor Leste, seperti yang terjadi pada pertengahan Oktober 2013, menunjukkan ketegangan yang masih ada antara warga kedua negara. Insiden tersebut melibatkan serangan fisik dengan melempar batu dan kayu, yang mencerminkan ketidakpuasan dan ketegangan sosial di daerah perbatasan,Sebenarnya hal ini terjadi karena belum adanya kejelasan terkait dengan penentuan garis wilayah yang ada serta masyarakat yang memiliki pandangan dan penilaian terhadap masing-masing negara.
hal positif apa yang bisa diambil setelah membaca artikel tersebut, menurut saya tidak ada hal positif yang dapat diambil dari artikel tersebut malah banyak dampak negatifnya .salah satunya yaitu belum adanya kejelasan tentang penentuan batas wilayah, artinya adalah pemerintah Indonesia maupun pemerintah Timor Leste belum cukup tegas.

2). Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawaban:
Menurut saya Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi Wawasan Nusantara, ada beberapa konsekuensi negatif yang dapat terjadi terhadap wilayah dan bangsa Indonesia, baik dari segi kesatuan maupun pembangunan.
Jika wilayah dan bangsa Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, berbagai konsekuensi negatif dapat muncul yang berpotensi mengancam keberlangsungan bangsa dan negara. Berikut adalah beberapa dampaknya:
1.Ancaman terhadap Kedaulatan Wilayah
•Wilayah Indonesia yang luas dan terdiri dari ribuan pulau dapat kehilangan integritasnya.
• Potensi eksploitasi sumber daya alam oleh pihak asing meningkat, karena tidak ada visi yang jelas untuk melindungi kekayaan negara.
2. Kesulitan dalam Pembangunan Nasional
• Pembangunan tidak akan terintegrasi atau seimbang antar daerah karena setiap wilayah cenderung berjalan sendiri-sendiri tanpa memperhatikan kepentingan nasional.
3. Kehilangan Identitas Kebangsaan
• Bangsa Indonesia dapat kehilangan jati diri sebagai negara kepulauan dengan budaya yang beragam namun bersatu.
• Solidaritas antardaerah dan antarsuku dapat melemah, sehingga rasa bangga sebagai bangsa Indonesia menurun.

3) Bagaimana konsep wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas?
Jawaban:
Konsep wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap dirinya sebagai negara kepulauan yang utuh, baik secara geografis, politis, sosial, dan budaya. Dalam konteks mencegah konflik seperti konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste, wawasan nusantara dapat berperan penting dengan berbagai pendekatan strategis berikut:
1. Memperkuat Identitas dan Persatuan Bangsa
• Penerapan prinsip kesatuan: Wawasan nusantara mengajarkan pentingnya memandang setiap wilayah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI.

2. Meningkatkan Kesadaran Akan Pentingnya Wilayah Perbatasan.
• Wilayah perbatasan sering kali dipandang sebagai daerah pinggiran. Wawasan nusantara menekankan pentingnya integrasi perbatasan ke dalam visi nasional, sehingga masyarakat di sana merasa menjadi bagian penting dari Indonesia.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Muhamad Andrian Muliana -
NAMA: Muhamad Andrian Muliana
NPM: 2416041004
KELAS: Regular A
PRODI: Ilmu Administrasi Negara



1. Artikel di atas menjelaskan konflik komunal yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste, dengan fokus pada kronologi, faktor penyebab, dan usaha penyelesaian. Beberapa poin penting yang dapat diambil adalah:
•Kronologi Konflik: Artikel mencatat beberapa insiden kekerasan yang terjadi di perbatasan, termasuk serangan fisik antara warga dan keterlibatan aparat keamanan.
•Faktor Penyebab: Konflik ini disebabkan oleh masalah batas wilayah yang belum disepakati, perbedaan interpretasi tentang zona netral, dan sentimen negatif antarwarga kedua negara.
•Upaya Penyelesaian: Pentingnya diplomasi dan penyelesaian diplomatik untuk mencegah konflik lebih lanjut.
•Hal Positif: Artikel di atas memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kompleksitas konflik di perbatasan dan pentingnya kerjasama antara Indonesia dan Timor Leste untuk mencapai perdamaian dan stabilitas.

2. Tanpa adanya konsepsi Wawasan Nusantara, Indonesia dapat menghadapi berbagai tantangan, antara lain:
•Ketidakpastian Wilayah: Tanpa pemahaman yang jelas mengenai batas wilayah, potensi sengketa dengan negara tetangga akan meningkat.
•Ancaman Keamanan: Ketidakmampuan untuk mengelola hubungan antarwarga di perbatasan dapat menyebabkan konflik yang lebih sering dan berbahaya.
•Ketidakstabilan Sosial: Wawasan Nusantara membantu memperkuat identitas nasional, dan tanpa itu, bisa terjadi fragmentasi sosial dan konflik horizontal.

3. Konsepsi Wawasan Nusantara dapat berperan penting dalam mencegah konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste melalui:
•Peningkatan Kerjasama: Memfasilitasi dialog dan kerjasama antara kedua negara untuk menyelesaikan masalah perbatasan.
•Kesadaran Sosial Budaya: Mengedukasi masyarakat mengenai hubungan sejarah dan budaya yang ada antara warga di perbatasan untuk mengurangi sentimen negatif.
•Pengelolaan Sumber Daya: Mendorong pengelolaan sumber daya secara adil dan berkelanjutan untuk mencegah perebutan sumber daya yang dapat memicu konflik.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Lily suryani AR -
NAMA : Lily Suryani AR
NPM : 2416041025
KELAS : Reg A
PRODI : Ilmu Administrasi Negara

Analisis soal 1
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Konflik dalam artikel ini mencakup berbagai macam masalah. yaitu masalah sosial,ekonomi,dan politik. Hal positif yang bisa kita ambil adalah pentingnya menjaga talisilaturahmi kepada negara-negara tetangga yang dapat di lakukan dengan pemahaman budaya lokal, dan perhatian terhadap pembangunan sosial-ekonomi di perbatasan wilayah

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Tanpa wawasan nusantara, indonesia bisa saja kehilangan identitas nasional. Hal ini dapat menimbulkan ketidakadilan sosial yang dapat mengancam bangsa dan negara. Wawasan nusantara adalah landasan pentinh dalam menjaga kesatuan indonesia dari segi teritorial dan dalam memperkuat semangat kebangsaan

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Wawasan Nusantara dapat menjadi landasan bagi kebijakan yang mengutamakan penyelesaian damai, pembangunan yang merata, serta peningkatan kerja sama antara Indonesia dan negara tetangga seperti Timor Leste.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Rahelia Nur Arina (2416041002) -
NAMA: Rahelia Nur Arina
NPM: 2416041002
KELAS: Reguler A
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

Izin menjawab pak bahwa analisis Saya mengenai artikel 1 diuraikan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Tanggapan Saya mengenai isi artikel yang secara keseluruhan berisi tentang konflik yang terjadi antara Indonesia dan Timor Leste adalah sangat miris dan sungguh disayangkan karena melihat sebenarnya hubungan kekerabatan sudah lama terjalin, apalagi Timor Leste pernah menjadi bagian dari Indonesia sejak tahun 1975 hingga 1999. Dan di artikel tersebut, kita mendapati bahwa faktor penyebab konflik ini adalah masih belum tuntasnya delimitasi perbatasan antara kedua negara, terjadi perbedaan interpretasi mengenai zona netral yang terdapat di perbatasan kedua negara, dan terkait dengan aspek sosial budaya, yaitu masih terdapat sentimen negatif antarwarga Indonesia dengan warga Timor Leste. Menurut Saya dengan berbagai penyebab yang mengakibatkan konflik ini, adanya peran Pemerintah di antara kedua negara dan peran PBB untuk persengketaan di kedua negara ini masih cukup lemah atau tidak tegas. Juga, sebenarnya peran dan kesadaran masyarakat setempat akan perilaku yang menjunjung tinggi kedamaian dan saling menghargai sangat diperlukan dalam mengantisipasi konflik ini. Jadi, dapat disimpulkan tanggapan Saya mengenai artikel ini adalah konflik yang terjadi sungguh disayangkan dan harus cepat dicari upaya penyelesaian supaya konflik yang terjadi tidak berkelanjutan karena akan berpengaruh di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Untuk itu, diperlukan keselarasan peran dan tanggung jawab antara PBB, Pemerintah, dan seluruh warga negara di kedua negara tersebut.

Hal positif yang dapat saya ambil dari artikel tersebut adalah minim karena apa yang disampaikan di dalam artikel tersebut juga hanya sebatas mengenai kronologi konflik dan faktor penyebab terjadinya konflik. Tetapi, jika ditelusuri lebih dalam, maka Saya dapat mengambil hal positif tentang langkah dan upaya dalam menyelesaikan konflik ini. Kejadian ini terjadi di penghujung tahun 2012 dan di tahun 2013. Artinya, ini kejadian masa lalu dan telah diselesaikan oleh pihak yang memang bertanggung jawab dalam hal ini. Berdasarkan riset yang telah Saya baca bahwasanya Pemerintah Indonesia telah mengambil sejumlah langkah untuk mengelola keamanan perbatasan Indonesia dan Timor Leste, yaitu dengan menjalin kerja sama keamanan di wilayah perbatasan secara unilateral dan bilateral, serta adanya diplomasi yang memang berperan signifikan dalam menyelesaikan sengketa perbatasan dan dapat membentuk citra di antara kedua negara sebagai negara yang menerapkan nilai-nilai perdamaian dalam menghadapi sebuah permasalahan/konflik.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Konsepsi Wawasan Nusantara sebagai perwujudan dari geopolitik Indonesia berfungsi penting dalam mengatur tatanan kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah di Indonesia. Wawasan Nusantara sebagai pedoman, motivasi, dorongan, dan rambu-rambu untuk menentukan kebijakan, keputusan, tindakan, dan perbuatan penyelenggara negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Adanya wawasan pertahanan dan keamanan yang mengarah pada pandangan geopolitik Indonesia dan wawasan kewilayahan yang meliputi batas wilayah Indonesia untuk menghindari potensi sengketa dengan negara lain. Dari penjelasan di atas, apabila kita sebagai generasi muda dan warga negara Indonesia tidak memiliki, tidak menerapkan, dan tidak memahami konsep dan fungsi dari wawasan nusantara, maka persatuan dan kesatuan di Indonesia ini akan berada di ujung tanduk. Dengan keberagaman yang kita miliki, akan sulit jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara dan tentu akan berpengaruh pada wilayah dan bangsa Indonesia itu sendiri. Akan timbul konflik dan antar warga negara tidak saling melindungi karena lunturnya rasa persatuan dan cinta tanah air, saling mengunggulkan daerahnya masing-masing dan menjatuhkan daerah lain, adanya gerakan separatisme, serta pemberontakan yang begitu besar. Selain itu, adanya perubahan besar di berbagai aspek, yaitu politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan yang juga merupakan kesatuan wilayah Indonesia berdasarkan konsep NKRI dan memicu adanya intervensi dari negara dan bangsa asing untuk mengambil keuntungan dengan memanfaatkan situasi dan kondisi yang sedang kacau di Indonesia, serta adanya potensi sengketa perbatasan wilayah dengan negara lain, seperti konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas?
Wawasan Nusantara sangat berperan dalam mencegah timbulnya konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste karena meninjau fungsi-fungsi yang dimiliki oleh wawasan nusantara sendiri begitu besar dan signifikan. Wawasan Nusantara dapat menjadi sumber kebijakan dan keputusan dalam mencegah konflik tersebut. Wawasan Nusantara dapat menjadi sumber untuk belajar mengambil kebijakan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat, seperti melalui diplomasi di mana Indonesia dengan Timor Leste membahas lebih lanjut tentang delimitasi dan menetapkan peraturan perbatasan yang memang telah disepakati di kedua negara yang bersangkutan, pengawasan wilayah perbatasan, perhitungan dinamika masyarakat adat yang berkembang di wilayah tersebut, dan yang paling penting adalah keterbukaan kedua negara yang dapat menerima masukan dari aktor non negara untuk memelihara konteks lokal masyarakat perbatasan yang semuanya telah dijelaskan lebih rinci di atas.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Femilia Rahma Agustina -
Nama : Femilia Rahma Agustina
NPM : 2416041062
Kelas : Reg B
Prodi : Ilmu Administrasi Negara

1. Artikel ini menjelaskan konflik yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste, khususnya terkait perbedaan interpretasi tentang zona netral dan sentimen sosial budaya antarwarga. Penyelesaian konflik ini sangat penting untuk menjaga hubungan baik antar negara dan melindungi warga di perbatasan. Hal positif yang dapat diambil adalah pentingnya peran diplomasi dan pemahaman lintas budaya untuk mencegah konflik. Selain itu, artikel ini mengajarkan perlunya pengelolaan perbatasan yang adil dan konsisten, serta membangun hubungan yang lebih harmonis antarwarga perbatasan.

2. Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, maka kemungkinan besar wilayah dan bangsa Indonesia akan menghadapi berbagai ancaman seperti:
- Indonesia yang beragam secara budaya, agama, dan suku akan lebih rentan terhadap konflik internal.
- Tanpa wawasan nusantara, wilayah perbatasan mungkin merasa terabaikan, sehingga loyalitas terhadap negara menurun.
- Wilayah perbatasan lebih mudah menjadi sasaran pelanggaran kedaulatan oleh negara lain.

3. Wawasan nusantara memiliki prinsip untuk memperlakukan wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh, baik dari aspek politik, ekonomi, sosial budaya, maupun keamanan. Dalam konteks konflik di perbatasan, konsepsi ini dapat diterapkan melalui:
- Menyadarkan masyarakat dan pemerintah akan pentingnya perbatasan sebagai bagian integral dari Indonesia.
- Mendorong penyelesaian masalah perbatasan melalui dialog dan kesepahaman bersama dengan negara tetangga.
- Memberikan akses pembangunan, pendidikan, dan informasi bagi warga di perbatasan agar mereka merasa diperhatikan sebagai bagian dari negara.
- Menghindari pelanggaran kedaulatan dengan menjaga zona netral sesuai kesepakatan internasional.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Akmafira Ramadamita (2416041014) -
NAMA: Akmafira Ramadamita
NPM: 2416041014
KELAS: REG A
PRODI: ILMU ADM. NEGARA

1) tanggapan mengenai artikel & hal positif yg bisa diambil?

izin menjawab, tanggapan saya mengenai artikel tersebut, kasus ini cukup menarik karena sejauh ini belum ada konflik yang terjadi di wilayah perbatasan daratan indonesia. konflik ini terjadi mulanya karena pemerintah demokratik timor leste membangun jalan di dekat perbatasan Indonesia-Timor leste, yg dimana menurut warga timor tengah utara jalan tersebut sudah melintasi wilayah NKRI sejauh 500 m dan menggunakan zona bebas sejauh 50 m, yg dimana zona tersebut tidak boleh dikuasai secara sepihak menurut nota kesepahaman. pembangunan tersebut juga banyak menimbulkan kerusakan, seperti tiang² pilar perbatasan, pintu gudang genset pos, serta merusak 9 kuburan orang-orang tua warga nelu.

hal inilah yg memicu terjadinya konflik yg cukup besar, apalagi mereka melibatkan anggota polisi perbatasan timor leste (cipol). namun dari artikel konflik tersebut, terdapat sedikit hal positif yang bisa kita ambil seperti:
1. kedua belah pihak pemerintah dari 2 wilayah tersebut bekerjasama untuk mengatasi konflik tersebut, yang mungkin dari hal ini dapat menciptakan hubungan diplomatik yang erat.
2. dari kedua wilayah tersebut akan lebih menjaga keamanan wilayahnya masing masing secara ketat agar kejadian seperti ini tidak terulang terus menerus.

2) pendapat dan apa yang akan terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?

izin menjawab, menurut saya akan terjadi perpecahan yang besar apabila bangsa indonesia tidak memiliki konsep wawasan nusantara. karena seperti yang kita ketahui bahwasannya, wawasan Nusantara merupakan wawasan nasional yg bersumber pancasila dan UUD Negara RI. hal ini juga tentunya akan memicu banyak konflik, yaitu konflik dalam negri maupun dgn wilayah perbatasan lainnya.

3) Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dapat mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas?

izin menjawab, konsepsi wawasan nusantara dapat mencegah timbulnya konflik dengan cara memberikan pemahaman bahwa kita hidup diwilayah yg dimana banyak perbedaan dan keberagaman, dan juga penting untuk kita untuk selalu mengedepankan nilai persatuan serta integrasi nasional.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by AYU NANDA USNITA -
Nama: Ayu Nanda Usnita
NPM: 2416041003
Kelas: Reguler A
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

Artikel tentang “Kasus Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya” membahas konflik yang terjadi antara warga perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara, Indonesia, dan Distrik Oecussi, Timor Leste. Konflik ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk belum selesainya delimitasi perbatasan dan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat.

1) *Tanggapan saya mengenai isi artikel: Artikel ini memberikan analisis mendalam tentang penyebab konflik dan upaya penyelesaiannya. Penulis menyoroti pentingnya penyelesaian delimitasi perbatasan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai langkah kunci untuk mencegah konflik di masa depan.
*Hal positif yang bisa diambil:
~Fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu solusi konflik mengingatkan kita bahwa kesejahteraan ekonomi dan sosial adalah fondasi penting untuk stabilitas dan perdamaian.
~ Pentingnya menyelesaikan masalah delimitasi perbatasan adalah langkah penting untuk mencegah konflik di masa depan. Ini mengajarkan kita bahwa penyelesaian masalah struktural dapat mencegah konflik yang lebih besar.

2) Dampak jika Indonesia tidak memiliki konsepsi Wawasan Nusantara:
~Perpecahan Wilayah: Tanpa Wawasan Nusantara, yang menekankan kesatuan dan keutuhan wilayah, Indonesia bisa menghadapi risiko perpecahan. Konflik antar daerah bisa meningkat karena kurangnya rasa persatuan dan kesatuan.
~Ketidakstabilan Sosial dan Politik: Wawasan Nusantara membantu menjaga stabilitas sosial dan politik dengan mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Tanpa konsep ini, potensi konflik sosial dan politik bisa meningkat.

3) Berikut adalah beberapa cara bagaimana Wawasan Nusantara dapat membantu:
~Kesatuan dan Keutuhan Wilayah: Wawasan Nusantara menekankan pentingnya kesatuan dan keutuhan wilayah Indonesia.
~Solidaritas dan Kerjasama: Asas solidaritas dalam Wawasan Nusantara mendorong kerjasama antara berbagai pihak, baik di tingkat lokal maupun nasional.
~Pendekatan Multidimensi: Wawasan Nusantara mengajarkan pendekatan yang komprehensif dalam menangani masalah, termasuk aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by azizah Ramadhani -
NAMA : Azizah Ramadhani
NPM : 2456041016
KELAS : Mandiri A
PRODI : Ilmu administrasi negara

Analisis Kasus 1
1. Bagaimana tanggapan mengenai isi artikel dan hal positif yang bisa diambil setelah membaca artikel tersebut?
jawab:
Artikel ini memberikan penjelasan yang jelas tentang penyebab utama dari konflik komunal di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste. Salah satu hal yang bisa dipetik adalah pentingnya adanya kesepahaman antara kedua negara mengenai pembagian dan penandaan perbatasan, serta pemahaman lebih dalam mengenai konsep "zona netral" yang menjadi perbedaan utama antara Indonesia dan Timor Leste. Artikel ini juga menggarisbawahi peran faktor sosial dan budaya dalam konflik, di mana hubungan kekerabatan yang terjalin antara kedua negara seharusnya bisa digunakan untuk meredakan ketegangan. Selain itu, artikel ini juga menekankan perlunya pendekatan penyelesaian konflik melalui dialog dan mediasi sebagai bagian dari kebijakan luar negeri yang lebih menyeluruh. Hal positif yang dapat diambil adalah pentingnya pendekatan yang lebih terbuka dan kolaborasi antara negara-negara untuk menyelesaikan masalah yang memengaruhi kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan.

2. Bagaimana menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
jawab :
Jika Indonesia tidak memiliki konsep wawasan nusantara, negara ini akan menghadapi kesulitan besar dalam menjaga kesatuan dan integritas wilayahnya. Wawasan nusantara memberikan landasan untuk memahami Indonesia sebagai sebuah negara yang utuh, meskipun terdiri dari banyak pulau dan beragam suku bangsa. Tanpa wawasan ini, akan ada potensi terjadinya perpecahan atau kesulitan dalam mengelola keberagaman, yang bisa berujung pada konflik di berbagai daerah, termasuk di wilayah perbatasan. Selain itu, tanpa wawasan nusantara, Indonesia akan kesulitan dalam mengelola batas-batas wilayah negara, baik secara administratif maupun dalam hubungan internasional, yang bisa menimbulkan sengketa.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas?
jawab :
Konsepsi wawasan nusantara sangat krusial dalam mencegah timbulnya konflik di wilayah perbatasan, sebagaimana yang dijelaskan dalam artikel. Wawasan ini mengedepankan pentingnya kesatuan wilayah Indonesia dan integrasi seluruh elemen bangsa, baik dalam aspek sosial, budaya, maupun politik. Dalam konteks konflik perbatasan Indonesia-Timor Leste, wawasan nusantara dapat mengajak masyarakat dan pemerintah untuk memandang perbatasan bukan sebagai pembatas, melainkan sebagai wilayah yang menghubungkan dua bangsa dengan peluang kerjasama yang luas. Pendekatan ini mengedepankan nilai gotong royong, toleransi, dan saling menghormati, yang dapat mengurangi ketegangan antarwarga perbatasan. Selain itu, wawasan nusantara mengajarkan pentingnya menyelesaikan sengketa melalui dialog dan mediasi, serta meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Ini akan membantu dalam menyelesaikan masalah yang muncul akibat ketidakjelasan batas wilayah dan perbedaan penafsiran mengenai zona netral. Dengan pemahaman yang baik tentang wawasan nusantara, diharapkan masyarakat di wilayah perbatasan akan lebih menghargai hak dan identitas masing-masing, serta menjaga hubungan baik dengan negara tetangga demi tercapainya stabilitas dan perdamaian bersama.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Ayuni Aziizah 2456041007 -
NAMA : Ayuni Aziizah
NPM : 2456041007
KELAS : Mandiri A
PRODI : Administrasi Negara

1. Tanggapan saya terkait artikel pada kasus konflik komunal di perbatasan Indonesia-timor leste dan upaya penyelesaiannya, hal ini bisa terjadi karena masih belum selesai terkait delimitasi perbatasan antara kedua negara, perbedaan interpretasi zona netral yang ada di perbatasan kedua negara, dan masih terdapat sentimen negatif antarwarga Indonesia dengan warga Timor Leste. Timor Leste menggunakan untuk membangun jalan dan melewati zona bebas, karena berdasarkan nota zona bebas tidak boleh dikuasai secara sepihak. seharusnya pada pihak Timor Leste memahami hal tersebut sehingga tidak menyebabkan konflik yang merugikan kedua negara tersebut. Dengan kita memahami makna penggunaan geopolitik tersebut kita dapat menelaah bagaiamana hal ini dapat terselesaikan dengan tidak saling merugikan keduanya. Menurut saya kasus di atas menjelaskan adanya rasa keserakahan dari satu pihak dan adanya pandangan negatif dari satu pihak negara maka dari itu perlu pengawasan yang ketat dan penegakan hukum terkait masalah ini serta adanya konsekuensinya.
- Hal positif yang dapat diambil dari kasus tersebut menurut saya yaitu kedua negara harus mengadakan pertemuan bersama dan mencari solusi yang saling menguntungkan, melibatkan masyarakat setempat juga, seharusnya dengan terjadinya kasus ini kita dapat lebih intens dalam menjaga keamanan di lintas perbatasan, dan dapat melatih pemikiran lebih luas dalam menghadapi masalah dan cara penyelesaiannya serta jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan atau diabaikan karena hal ini menyangkut dua perspektif negara.

2. Hal yang akan terjadi jika suatu wilayah tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, yang kita tahu bahwa konsep wawasan nusantara itu guna membangun persatuan dan kesatuan maka jika suatu wilayah tidak memiliki konsep tersebut maka dapat terjadi hilangnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa, lebih mudah terpengaruh oleh ideologis bangsa lain sehingga dapat mengancam kesatuan bangsa, bisa menghambat kemajuan dan kesejahteraan bangsa karena tidak ada kesepahaman yang sama serta akan sulit dalam kerjasama internasional.

3. Konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah terjadinya konflik seperti artikel tersebut. Konsep ini menekankan pada persatuan dan kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. hal ini dapat di cegah dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesatuan dan persatuan bangsa, memberikan penegakan hukum secara tegas dan adil bagi pihak yang terlibat dalam konflik, dan melakukan pembicaraan secara terbuka untuk menangani masalah ini serta memahami batasan-batasan wilayah tertentu.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Elodya Nur Cahyani Palogan (2416041008) -
NAMA: ELODYA NUR CAHYANI PALOGAN
NPM: 2416041008
KELAS: REGULAR A
PRODI: ILMU ADMINISTRASI NEGARA


1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
- Menurut saya, artikel ini menginformasikan dengan jelas, mengenai penyebab-penyebab konflik antara Indonesia dan Timor-Leste, dan isi artikel ini netral karena tidak memihak Indonesia maupun Timor Leste dalam penjelasannya

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
- Hilangnya persatuan dan kesatuan, sehingga Indonesia bisa hancur
- Indonesia akan dijajah kembali oleh negara lain
- Konflik dari berbagai daerah karena merasa daerahnya lebih unggul
- Munculnya gerakan separatisme

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
- Menanamkan solidaritas yg tinggi pada diri sendiri maupun masyarakat
- Rukun dengan warga daerah lain
- Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
- Menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air
- Menghargai perbedaan yang ada
- Melakukan musyawarah ketika ada masalah, sehingga tidak perlu melakukan aksi-aksi penyerangan.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Azahra Annisa -
NAMA : Azahra Annisa
NPM : 2416041067
KELAS : Reguler B
PRODI : Ilmu Administrasi Negara

1. Tanggapan dan hal positif dari artikel tersebut
Artikel ini membahas konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste, khususnya di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (Indonesia) dan Distrik Oecussi (Timor Leste). Konflik ini terjadi karena pemerintahan Timor Leste membangun jalan dekat perbatasan, yang di anggap oleh warga Indonesia telah melanggar zona netral yang disepakati kedua negara. Mengenai zona netral, terjadi perbedaan interpretasi. Dimana Indonesia menganggap sebagai area yang blm jelas milik siapa, sedangkan Timor Leste melihat zona tersebut sebagaian dari wilayahnya. Adanya pemahaman yang berbeda inilah mencari salah satu faktor pemicu terjadinya konflik antara kedua negara, terutama terkait penggunaan lahan dan sumber daya di daerah perbatasan. Hal positif yang dapat kita ambil dari berita ini, perlunya berbincan dan kerjasama antara kedua negara untuk menyelesaikan permasalahan perbatasan dan membangun hubungan yang lebih baik.

2. Dampak jika Indonesia tidak memiliki wawasan nusantara
Wawasan nusantara mengintegrasikan aspek sosial, budaya, dan ekonomi, serta bertujuan untuk menjaga kepentingan nasional dan menciptakan ketertiban dunia melalui kerjasama internasional serta mencegah disintegrasi bangsa. Jika Indonesia tidak memiliki wawasan nusantara, maka akan terjadi perpecahan dan konflik internal, ketidakmampuan untuk mempertahankan identitas dan integrasi nasional, dan ketegangan antarwarga di perbatasan semakin sering terjadi karena kurangnya rasa persatuan dan kebangsaan.

3. Konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik
a. Menegaskan kedaulatan wilayah, wawasan nusantara menekankan pentingnya menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah Indonesia
b. Meningkatkan persatuan warga perbatasan, dengan wawasan nusantara, warga di perbatasan merasa menjadi bagian dari bangsa yang utuh sehingga dapat mengurangi sentimen negatif antarwarga
c. Mendorong diplomasi dan kerjasama, wawasan nusantara mengedepankan konflik melalui jalur diplomasi dan menciptakan solusi damai
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Giska D E Simanullang -
NAMA: Giska D E Simanullang
NPM: 2416041021
KELAS: Reguler A
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

1.Artikel mengenai konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste menggambarkan tantangan yang kompleks dalam menyelesaikan sengketa wilayah antara kedua negara, khususnya di titik un-surveyed segment antara Kecamatan Bikomi Nilulat dan Sub-distrik Passabe. Konflik ini sering kali dipicu oleh klaim tumpang tindih atas tanah yang diakui secara adat oleh masyarakat lokal, sementara pemerintah kedua negara memiliki kesepakatan formal yang tidak selalu sejalan dengan pemahaman masyarakat. Upaya penyelesaian yang telah dilakukan, seperti dialog dan kerjasama antara kedua negara, menunjukkan bahwa pendekatan damai dan partisipatif sangat penting. Hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah penekanan pada perlunya melibatkan masyarakat lokal dan tokoh adat dalam proses penyelesaian konflik, sehingga solusi yang dihasilkan lebih berkelanjutan dan menghormati kearifan lokal. Selain itu, pendidikan masyarakat tentang batas wilayah dan hak-hak mereka juga menjadi langkah penting untuk mencegah konflik serupa di masa depan.
Hal positif yang bisa diambil yaitu Pendidikan sebagai Solusi Jangka Panjang, pendidikan masyarakat mengenai batas wilayah dan hak-hak mereka dapat menjadi langkah proaktif untuk mencegah konflik di masa depan.

2.Jika Indonesia tidak memiliki konsep Wawasan Nusantara, dampaknya bisa sangat signifikan bagi wilayah dan bangsa ini. Tanpa pemahaman yang mendalam tentang keberagaman budaya, etnis, dan sumber daya alam yang ada, masyarakat mungkin akan kehilangan identitas nasional yang kuat. Hal ini dapat menyebabkan fragmentasi, di mana setiap daerah lebih fokus pada kepentingan lokal tanpa memperhatikan kesatuan sebagai bangsa. Selain itu, potensi konflik antar daerah bisa meningkat, mengingat ketidakmampuan untuk melihat Indonesia sebagai satu kesatuan. Pengelolaan sumber daya juga bisa menjadi tidak optimal, dengan ketimpangan ekonomi yang semakin mencolok antara daerah. Dalam hal pertahanan dan keamanan, tanpa kesatuan visi, Indonesia akan lebih rentan terhadap ancaman baik dari dalam maupun luar. Terakhir, rasa nasionalisme di kalangan generasi muda bisa menurun, karena mereka tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang pentingnya persatuan dalam keberagaman. Dengan demikian, hilangnya Wawasan Nusantara dapat mengancam stabilitas sosial, ekonomi, dan politik Indonesia secara keseluruhan.

3.Konsep Wawasan Nusantara memiliki peran penting dalam mencegah timbulnya konflik, seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Wawasan Nusantara mengedepankan pemahaman bahwa Indonesia adalah satu kesatuan yang terdiri dari berbagai pulau, budaya, dan etnis, sehingga penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman. Dalam konteks sengketa perbatasan, pendekatan ini mendorong dialog dan diplomasi sebagai sarana penyelesaian masalah, bukan kekerasan. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan dan toleransi, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih damai dan harmonis.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Susanti Amelia -
NAMA : Susanti Amelia
NPM : 2416041030
KELAS : Reguler A
PRODI : Ilmu Administrasi Negara

Analisis Kasus 1
1)Bagaimana tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut....
Jawaban:
Bedasarkan yang saya baca tentang artikel tersebut bahwa, Artikel ini memberikan pemeriksaan komprehensif tentang konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste, menyoroti faktor-faktor historis, sosial, dan ekonomi yang berkontribusi terhadap ketegangan ini. Ini secara efektif menggambarkan bagaimana warisan kolonialisme dan perjuangan untuk kemerdekaan telah meninggalkan keluhan yang mendalam di antara populasi kedua negara. Salah satu pengambilan positif dari artikel ini adalah penekanan pada warisan budaya bersama dari masyarakat yang terlibat. Terlepas dari konflik, masyarakat Timor Tengah Utara dan Oecussi memiliki keturunan dan ikatan budaya yang sama, yang dapat berfungsi sebagai fondasi untuk upaya rekonsiliasi dan pembangunan perdamaian. Pengakuan identitas bersama ini sangat penting untuk menumbuhkan pemahaman dan kerja sama antara kedua belah pihak, yang berpotensi mengarah pada inisiatif kolaboratif yang mengatasi masalah bersama, seperti manajemen sumber daya dan pengembangan masyarakat. Selain itu, artikel tersebut menggarisbawahi pentingnya mekanisme dialog dan resolusi konflik. Dengan mengadvokasi negosiasi damai dan keterlibatan masyarakat, ini menunjukkan bahwa langkah-langkah proaktif dapat diambil untuk mencegah eskalasi konflik, yang merupakan perspektif harapan dalam menghadapi ketegangan yang sedang berlangsung.

2)Bagaimanakah menurut pendapatmu dari apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsep wawasan nusantara...
Jawaban:
Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, wilayah dan bangsa Indonesia dapat menghadapi berbagai masalah serius. Tanpa wawasan yang jelas, potensi konflik antar daerah dan antar negara dapat meningkat, terutama di wilayah perbatasan. Wawasan nusantara berfungsi sebagai panduan untuk menjaga integritas wilayah, memperkuat persatuan, dan mendorong kerjasama antar daerah. Tanpa itu, akan ada risiko meningkatnya ketegangan, ketidakpastian, dan bahkan konflik bersenjata, yang dapat merugikan stabilitas nasional dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, tidak adanya perspektif kepulauan yang kuat dapat menghambat tata kelola dan pembuatan kebijakan yang efektif, sehingga sulit untuk mengatasi kebutuhan dan tantangan unik yang dihadapi oleh berbagai daerah. Hal ini dapat mengakibatkan siklus konflik dan ketidakstabilan, merusak pembangunan dan kemakmuran bangsa secara keseluruhan.

3)Bagaimana konsep wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas...
Jawaban:
onsepsi wawasan nusantara memainkan peran penting dalam mencegah konflik seperti yang dijelaskan dalam artikel. Dengan menumbuhkan rasa identitas bersama dan pemahaman di antara beragam komunitas di Indonesia, hal ini dapat membantu mengurangi sentimen negatif dan mendorong kerja sama. Kebijakan yang mengakui dan merayakan ikatan budaya dan sejarah antara masyarakat dapat memfasilitasi dialog dan kolaborasi, mengurangi kemungkinan kesalahpahaman dan perselisihan. Artikel ini menunjukkan bahwa inisiatif keterlibatan masyarakat dan penyelesaian konflik sangat penting dalam mengatasi keluhan dan membangun kepercayaan antara masyarakat Indonesia dan Timor Leste. Selain itu, mempromosikan pendidikan tentang sejarah bersama dan warisan budaya di wilayah tersebut dapat membantu menumbuhkan empati dan pemahaman, yang sangat penting untuk hidup berdampingan secara damai. Dengan menekankan pentingnya persatuan dan kolaborasi, konsepsi wawasan Nusantara dapat berfungsi sebagai alat yang ampuh untuk pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian di wilayah tersebut.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Najwa Intan Zahira_2416041033 -
Nama : Najwa Intan Zahira
NPM : 2416041033
Kelas : Reguler A
Prodi : Ilmu Administrasi Negara

Analisis kasus 1
1. Tanggapan saya dari dalam artikel tersebut konflik yang terjadi di perbatasan Indonesia dan Timor Leste sebenarnya karena belum adanya kejelasan mengenai kepemilikan zona wilayah yang sedang diperebutkan oleh kedua belah pihak. Ketidakpastian ini memicu kedua belah belah pihak saling mengakui bahwa zona tersebut miliknya dan tidak peduli dengan peraturan yang ada. Konflik komunal diawali dengan pemerintah Republik Demokratik Timor Leste yang membangun jalan di dekat perbatasan Indonesia dan menggunakan zona bebas sejauh 50 m. Jika berdasarkan nota kesepahaman, zona bebas tidak boleh dikuasai secara sepihak. Penyebab lainnya yang menyebabkan konflik dari pembangunan jalan ini adalah merusak tiang-tiang pilar perbatasan, merusak pintu gudang genset pos penjagaan perbatasan milik Indonesia, serta merusak sembilan kuburan orang-orang tua warga Nelu, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Hal positif yang menurut saya bisa diambil dari kasus tersebut yang pertama sebagai acuan dalam pembentukan kebijakan mengenai perbatasan wilayah, yang kedua semua pihak sama-sama memperjuangkan wilayah untuk kesejahteraan negara dan bangsanya.

2. Menurut pendapat saya jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, yang pertama setiap wilayah perbatasan kemungkinan besar akan diambil alih oleh wilayah lain karena tidak memiliki sumber hukum yang jelas. Yang kedua, berdasarkan prinsip wawasan nusantara yaitu keutuhan wilayah artinya wilayah harus dipertahankan keutuhannya, jika tidak mengikuti prinsip ini maka wilayah Indonesia akan dengan mudahnya diambil alih oleh negara lain, yang terakhir jika tanpa adanya wawasan nusantara Indonesia tidak akan bisa memiliki kekuasaan penuh atas wilayahnya.

3. Wawasan nusantara dalam mencegah konflik perbatasan yang pertama, adalah menegaskan bahwa seluruh wilayah Indonesia baik darat, pulau-pulai, dan lautan merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan yang menjadi pegangan kuat dalam menghadapi segala bentuk pengakuan dan ancaman terhadap wilayah negara.
Yang kedua, wawasan nusantara menekankan pentingnya penjaga kedaulatan negara terhadap wilayahnya yang artinya jika ada suatu pelanggaran akan dianggap sebagai ancaman serius yang harus dihadapi.
Yang ketiga, konsep ini mendorong Indonesia untuk aktif menjalin hubungan diplomatik dengan negara tetangga supaya jika ada berbagai permasalahan perbatasan bisa langsung diselesaikan secara damai dan saling menguntungkan.
Yang keempat, menekankan pentingnya menjaga kekuatan pertahanan dan keamanan dalam menjamin keamanan bagi seluruh wilayah dan mencegah adanya ancaman dari luar.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Rahmah Eka Yusdiana (2456041017) -
Nama: Rahmah Eka Yusdiana
Npm: 2456041017
Kelas: MAN A
prodi: Ilmu administrasi negara

1.Tanggapan saya dari artikel tersebut yaitu betapa pentingnya penyelesaian yang komprehensif terhadap isu perbatasan, baik melalui jalur diplomasi antar negara maupun upaya-upaya untuk memperbaiki hubungan sosial antarwarga di perbatasan. Penegasan mengenai pentingnya kesepakatan yang jelas terkait delimitasi dan demarkasi perbatasan menjadi kunci utama untuk menghindari konflik serupa di masa depan.

2.Jika Indonesia tidak memiliki konsep Wawasan Nusantara, dampaknya terhadap wilayah dan bangsa Indonesia bisa sangat signifikan bisa terjadi
Penyebaran Identitas Nasional yang Lemah, Konflik Sosial, Ancaman Terhadap Keutuhan Wilayah, Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Tidak Terpadu, Kehilangan Persatuan.

3.Konsep Wawasan Nusantara dapat berperan penting dalam mencegah timbulnya konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste, sebagaimana dijelaskan dalam artikel tersebut. beberapa cara yang dapat mencegah timbulnya konflik serupa yaitu:Penegasan Terhadap Keutuhan Wilayah Negara, penyelesaian secara damai, persatuan dan identitas nasional, pemberdayaan masyarakat perbatasan dan kerjasama antar negara.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Zahrani Nurkhasanah -
NAMA : ZAHRANI NURKHASANAH
NPM : 2416041065
KELAS : REGULER B
PRODI : FISIP (ADMINISTRASI NEGARA)

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Artikel ini menjelaskan dengan jelas tentang penyebab dan dampak dari konflik yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste, yang sebagian besar disebabkan oleh masalah batas wilayah yang belum jelas, zona netral yang dipahami berbeda oleh kedua negara, dan ketegangan sosial antara masyarakat kedua negara. Menurut artikel tersebut terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya konflik komunal tersebut. Pertama, masih belum tuntasnya delimitasi perbatasan antara kedua negara. Kedua, terjadi perbedaan interpretasi mengenai zona netral yang terdapat di perbatasan kedua negara. Ketiga, terkait dengan aspek sosial budaya, yaitu masih terdapat sentimen negatif antarwarga Indonesia dengan warga Timor Leste. Hal positif yang bisa kita ambil adalah pentingnya menjaga hubungan baik antarwarga yang tinggal di perbatasan, serta perlunya pendekatan damai dan kerja sama antar negara untuk menyelesaikan masalah perbatasan. Artikel ini juga menunjukkan bahwa konflik di perbatasan tidak hanya soal politik, tapi juga soal bagaimana masyarakat saling memahami dan menghargai perbedaan, terutama di daerah yang punya sejarah dan latar belakang budaya yang sama.


2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi Wawasan Nusantara, kita bisa bayangkan bagaimana wilayah Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dan beragam suku bangsa bisa terpecah-pecah atau terancam disintegrasi. Tanpa konsep Wawasan Nusantara, tiap wilayah di Indonesia bisa merasa terisolasi atau terpisah, sehingga lebih mudah timbul konflik internal, baik di dalam negeri maupun dengan negara tetangga. Wilayah perbatasan, seperti Indonesia-Timor Leste, bisa lebih rentan terhadap ketegangan dan kekerasan antarwarga jika tidak ada pemahaman bahwa Indonesia adalah satu kesatuan yang utuh.


3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Konsep Wawasan Nusantara sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Wawasan Nusantara mengajarkan kita bahwa Indonesia adalah satu kesatuan yang tidak hanya dilihat dari segi fisik wilayah, tapi juga dari aspek politik, sosial, budaya, dan pertahanan. Dengan adanya pemahaman ini, masyarakat di perbatasan akan lebih bisa menjaga hubungan baik meskipun mereka tinggal di daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Selain itu, dengan prinsip Wawasan Nusantara, pemerintah dan masyarakat bisa lebih fokus pada diplomasi dan penyelesaian masalah secara damai, daripada membiarkan konflik berkembang menjadi lebih besar. Ini membantu menjaga keharmonisan antarwarga di perbatasan.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Rhaina Dyas Shafira Hasan -
NAMA : Rhaina Dyas Shafira Hasan
NPM : 2416041056
KELAS : Reguler B
PRODI : Ilmu Administrasi Negara

1. Tanggapan Mengenai Artikel dan Hal Positif yang Bisa Diambil
Secara Keseluruhan yang saya baca, artikel ini membahas tentang konflik komunal diperbatasan Indonesia-TimorLeste. Awal terjadinya konflik ini dikarenakan pembangunan jalan oleh Pemerintah Timor Leste didekat perbatasan yang dianggap melintasi wilayah Indonesia sepanjang 500 meter dan menggunakan zona bebas sejauh 50 meter. Tindakan tersebut melanggar nota kesepahaman kedua negara pada tahun 2005, yang menyatakan bahwa zona bebas tersebut tidak boleh dikuasai secara sepihak oleh Indonesia maupun Timor Leste. Maka dari itu, pentingnya perlu mengelola wilayah perbatasan dengan baik untuk mencegah konflik seperti ini. Hal positif yang bisa diambil adalah Hal positif yang bisa diambil adalah kesadaran tentang pentingnya komunikasi antarnegara, perlunya langkah preventif untuk menghindari konflik, serta pemahaman tentang pentingnya menjaga integritas wilayah negara dan hubungan antarwarga perbatasan.

2. Apa Yang Terjadi Jika Tidak Memiliki Konsepsi Wawasan Nusantara
Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi Wawasan Nusantara sebagai pedoman pengelolaan wilayah, maka akan berakibat fatal pada hilangnya persatuan dan identitas bangsa yang dapat memudarkan rasa kebersamaan antarwarga, meningkatnya konflik perbatasan akibat lemahnya koordinasi antarprovinsi atau antarnegara, kerentanan terhadap ancaman luar, terutama di wilayah strategis kaya sumber daya alam, serta ketimpangan wilayah yang menyebabkan pembangunan terkonsentrasi di daerah tertentu dan meninggalkan wilayah perbatasan serta daerah terpencil dalam kondisi tertinggal, sehingga memicu kecemburuan sosial dan ekonomi. bahkan, tanpa Wawasan Nusantara, wilayah dan bangsa ini berpotensi mengalami perpecahan yang lebih besar, tanpa pemahaman yang utuh akan sulit disatukan, sehingga berpotensi menimbulkan konflik antar daerah atau kelompok masyarakat.

3. Mencegah Timbulnya Konflik
Konsepsi wawasan nusantara berperan penting dalam mencegah konflik, seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste, dengan cara menguatkan rasa persatuan melalui penghargaan terhadap keberagaman budaya, suku, dan agama, menyelesaikan masalah secara diplomatik dengan pendekatan damai, mendorong pemerataan pembangunan untuk memperhatikan wilayah perbatasan agar tidak terjadi perebutan sumber daya, serta memperkuat pertahanan dan keamanan melalui peningkatan kerja sama antara masyarakat perbatasan dan aparat negara seperti TNI dan Polri, sehingga konflik dapat diminimalisasi melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup diplomasi, pembangunan, dan penguatan identitas nasional, dengan tujuan menjaga keutuhan bangsa melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Shabrina Anindita -
Nama : Shabrina Anindita
NPM : 2416041040
Kelas : Reguler B
Prodi : Ilmu Administrasi Negara

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawab :
Menurut saya mengenai isi artikel tersebut membahas tentang Kasus konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste, yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: masih belum tuntasnya delimitasi perbatasan antara kedua negara, terjadi perbedaan interpretasi mengenai zona netral yang terdapat di perbatasan kedua negara, dan masih terdapat sentimen negatif antarwarga Indonesia dengan warga Timor Leste. Adapun hal positif yang bisa saya ambil yaitu pentingnya komunikasi yang baik antarnegara dan perlunya peran aktif pemerintah dalam menyelesaikan konflik yang terjadi. Selain itu, artikel ini juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan tetangga termasuk ditingkat warga biasa, serta perlunya menghormati dan menjaga komitmen terkait perjanjian yang sudah dibuat.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawab :
Menurut pendapat saya, yang akan terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara akan memicu adanya lebih banyak lagi konflik internal dan masalah perbatasan seperti yang terjadi pada artikel ini. Dalam menghadapi keragaman yang ada, wawasan nusantara sangatlah penting untuk menjaga persatuan bangsa. Kalau kita tidak memiliki konsep itu, rasa saling menghormati satu sama lain di antara penduduk dari berbagai daerah bisa melemah, sehingga konflik akan mudah terjadi. Selain itu daerah perbatasan yang kurang mendapat kan perhatian akan lebih rentan terhadap konflik atau klaim sepihak seperti halnya konflik Indonesia-Timor Leste.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Jawab :
Dalam kasus konflik pada artikel ini, konsep wawasan nusantara bisa diterapkan dengan berbagai cara seperti :
- Memperkuat rasa nasionalisme, solidaritas dan fasilitas yang memadai, khususnya pada daerah perbatasan
- Memperkuat kerja sama bilateral
- Mengurangi sentimen negatif antarwarga negara maupun antarnegara
- Saling menjaga kesatuan wilayah
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Nia Amalia Rahdian -
Nama: Nia Amalia Rahdian
NPM: 2416041029
Kelas: Reg A
Prodi: Administrasi Negara

Analisis Kasus 1
1. Konflik komunal di perbatasan antara Indonesia dan Timor-Leste, terutama di antara masyarakat Bikomi Nilulat dan Passabe, disebabkan oleh ketidakjelasan batas wilayah serta perbedaan dalam pandangan mengenai hak atas tanah. Penyelesaian konflik ini akan lebih efektif dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat dan memperhatikan norma hukum adat dalam rangka mencapai kesepakatan secara aman dan selaras.
Hal positif dari konflik ini adalah semakin tersadar akan pentingnya diplomasi dan kerja sama kedua negara. Mengikutsertakan tokoh adat dalam perundingan dapat meningkatkan ikatan sosial budaya yang telah terjalin.

2. Jika tidak diterapkan konsep Wawasan Nusantara, kemungkinan terjadi disintegrasi sosial dan konflik antar daerah di Indonesia. Pentingnya konsep ini adalah dalam menciptakan pemahaman bersama akan keberagaman, memperkuat persatuan, dan menjaga integritas wilayah sebagai sebuah negara kepulauan. Tanpa pemahaman ini, risiko peningkatan sengketa wilayah dan konflik budaya yang dapat mengancam stabilitas nasional bisa bertambah. Selain itu, kehilangan Wawasan Nusantara juga bisa berdampak pada keunggulan Indonesia di tingkat global dan mengurangi kedudukan negara tersebut di arena internasional.

3. Pentingnya konsep nusantara muncul dalam upaya menjaga perdamaian di perbatasan Indonesia-Timor-Leste, dengan fokus pada pemahaman tentang persatuan wilayah serta identitas budaya bersama. Metode ini bisa membantu mengadakan pembicaraan antara warga setempat dan pemerintah guna menyelesaikan ketidakjelasan perbatasan wilayah, contohnya di bagian Noel Besi-Citrana dan Bijael Sunan-Oben. Menggandeng tokoh adat dalam perundingan bisa menjadi langkah yang memperkuat penyelesaian damai, sebab adanya kedekatan sosial dan budaya antara kedua komunitas itu. Maksud pengenalan Pas Lintas Batas (PLB) adalah untuk memudahkan hubungan sosial dan ekonomi lintas negara.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Sarah Margareta. S -
NAMA : Sarah Margareta. S
NPM : 2416041061
KELAS : Reguler B
PRODI : FISIP (Ilmu Administrasi Negara)


1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
jawab :
Artikel ini memberikan gambaran yang jelas mengenai kompleksitas konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste, yang dipicu oleh berbagai faktor, termasuk masalah delimitasi perbatasan, perbedaan interpretasi zona netral, dan sentimen sosial budaya yang mendalam. Hal positif yang bisa diambil dari artikel ini adalah pentingnya dialog dan kerjasama antarnegara dalam penyelesaian masalah perbatasan. Artikel ini mengingatkan kita bahwa meskipun ada latar belakang sejarah dan hubungan kekerabatan, perbedaan interpretasi dan kepentingan dapat memicu konflik. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih konstruktif dan kolaboratif di antara masyarakat dan pemerintah kedua negara sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya konflik serupa di masa depan.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
jawab :
Tanpa adanya konsepsi wawasan nusantara, wilayah dan bangsa Indonesia berpotensi menghadapi sejumlah masalah serius. Wawasan nusantara sebagai landasan pemikiran dan tindakan dalam mengelola hubungan antarwilayah di Indonesia memiliki peranan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jika wawasan ini tidak ada, setiap daerah dapat mengembangkan pandangannya sendiri tanpa mempertimbangkan kepentingan nasional, yang dapat menyebabkan fragmentasi di dalam negeri. Hal ini juga dapat memperburuk ketegangan di daerah perbatasan, di mana kedaulatan dan identitas nasional dapat terancam. Dengan demikian, wawasan nusantara sangat penting untuk menjaga integrasi dan stabilitas sosial di seluruh wilayah Indonesia.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
jawab
Konsepsi wawasan nusantara dapat berperan signifikan dalam mencegah konflik seperti yang dijelaskan dalam artikel di atas. Dengan menekankan pada persatuan, keberagaman, dan saling menghormati, wawasan nusantara mendorong masyarakat untuk memahami bahwa perbedaan bukanlah halangan, melainkan kekuatan yang harus dijaga. Dalam konteks perbatasan, wawasan nusantara dapat mengedepankan dialog dan kerjasama antara masyarakat kedua negara, serta antara pemerintah Indonesia dan Timor Leste, untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Melalui pendekatan yang berbasis pada saling pengertian dan pengakuan terhadap hak dan kepentingan masing-masing, diharapkan dapat tercipta stabilitas dan kedamaian di wilayah perbatasan, sehingga konflik tidak akan terulang.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Khalisa Azzahra -
NAMA: Khalisa Azzahra
NPM: 2416041053
KELAS: Reg B
PRODI: Administrasi Negara

Analisis kasus 1
Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya.

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Konflik ini terjadi karena adanya kesepakatan yang tidak sepenuhnya diterapkan, serta adanya tumpang tindih klaim atas lahan yang dianggap mikik masyarakat lokal. Hal ini tentu menciptakan ketegangan antara kedua belah pihak. Hal positif yang dapat saya ambil adalah pentingnya kesadaran kedua belah pihak untuk melakukan penyelesaian secara damai. Dalam penyelesaian konflik ini harus ada pendekatan damai dan dialog terbuka. Sehingga hal ini dapat menjadi langkah positif untuk memperbaiki hubungan bilateral dari kedua negara.
2. ⁠Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Konflik yang disebabkan ketidakjelasan batas wilayah dan perbedana pemahaman ini menciptakan ketegangan antar kedua belah pihak dan menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas di daerah perbatasan. Wawasan nusantara yang menekankan kesatuan dan persatuan dalam keberagaman Indonesia menjadi sangat penting untuk meredakan ketegangan ini. Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, maka potensi terjadinya disintegrasi atau pemisahan antarwilayah akan meningkat. Hal ini akan memperburuk konflik komunal dan merusak integritas territorial Indonesia. Selain itu, tanpa adanya wawasan nusantara masyarakat mungkin akan lebih mengutamakan kepentingan lokal atau kelompok daripada kepentingan nasional yang dapat mengancam persatuan bangsa.
3. ⁠Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Dengan adanya wawasan nusantara, dapat memperkuat identitas nasional bangsa Indonesia, yang sangat relevan di daerah perbatasan yang memiliki keragaman budaya. Penerapan wawasan nusantara juga menditing dialog antar masyarakat di perbatasan untuk dapat menyelesaikan konflik secara damai. Dengan menerapkan prinsip wawasan nusantara secara konsisten, ini tidak ganya akan membantu mencegah konflik komunal namun juga memperkuat hubungan bilateral antar kedua negara.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Geby Fateha Silvia Putri -
NAMA : GEBY FATEHA SILFIA PUTRI
NPM : 2456041008
KELAS : MANDIRI A
PRODI : Ilmu Administrasi Negara

Analisi kasus 1
Pada bulan Oktober 2013, telah terjadi konfik perbatasan Indonesia – Timor Leste (Warga Nelu – indonesia dan Warga Loelbatan – Timor Leste) akibat pembangunan jalan oleh Timor Leste yang melintasi wilayah Indonesia. Insiden tersebut melibatakan perkelahian kontak fisik berupa saling berlempar batu serta kayu berakibat oada banyaknya korban yang terluka di kedua belah pihak. Faktor yang membuat konflik ini terjadi adalah delimitasi pertabatasan yang masih ada 4% di perbatasan darat yang belum disepakati, adanya perbedaan pandangan mengenai status zona netral di mana Indonesia dianggap sebagai wilayah kosong dan timor leste yang dianggap sebagai bagain dari kekayaan indonesia, dan masih banyak terdapat sentimen negatif antara kedua warga yang diperparah oleh kondisi ekonomi yang sulit dan perebutan sumber daya.
 
Soal analisis :

1. Tanggapan saya berkenaan dengan artikel yang membahas tentang konflik komunal di perbatasan Indonesia – Timor Leste yaitu :
Artikel ini membahas tentang ketidakjelasan batas negara yang menimbulkan konflik hingga mengakibatkan perkelahian kontak fisik. Selain itu, meskipun masyarakat di kedua belah pihak memilikii latar belakang budaya yang sama nyatanya masih ada sentimen negatif yang muncul setelah perpisahan Timor Leste dari Indonesia mengakibatkan hubungan tegang.
Adapun hal – hal positif yang dapat diambil dari konflik ini meliputi; pentingnya kerja sama serta dialog antara kedua negara. Dengan cara membangun hubungan yang baik sehingga dapat membantu mencegah ketegangan di perbatasan negara.

2. Pendapat saya apabila suatu bangsa tidak memiliki konsep wawasan nusatara yang penting bagi integritas dan persatuan bangsa Indonesia maka akan mengakibatkan munculnya perasaan separatisme di antara daerah – daerah yang dapat mengancam kesatuan bangsa dan mungkin masyarakatnya akan lebih mengedepankan identitas lokal atau regional dibandingkan dengan identitas nasional. Lalu akan munucl juga ketidakstabilan sosial akibat dari kurangnya pemahaman tentang pentingnya persatuan yang berakibat pada konflik antar kelompok baik di daerah maupun antar daerah yang tentunya akan mengganggu stabilitas sosial dan kemanan di Indonesia. Berimbas juga pada tindakan eksploitasi sumber daya yang menimbulkan ketegangan serta ketidakstablian, serta terhambatnya kemajuan dalam pembangunan nasional karena program – program pembangunan tidak terkoordinasi dengan baik berakibat pada lambatnat kemajuan nasional dan tentunya akan memperbesar kesenjangan antar daerah. Tanpa wawasan nusantara, indonesia akan kehilangan inteegritas dan keutuhan yang telah diperjuangkannya sejauh ini.

3. Konsep wawasan nusantara dapat berperan penting dalam mencegah timbulnya konflik seperti yang dijelaskan dalam artikel diatas tantang konflik perbatasan Indonesia – Timor Leste. Yaitu melalui :
- Penguatan identitas nasional, dengan cara menanamkan rasa nasionalisme dan identitas bersama dimana masyarakat di perbatasan dapat lebih menghargai intergitas serta mengurangi potensi konflik yang muncul dari adanya perbedaan indentitas baik lokal maupun nasional.
- Pendidikan dan kesadaran, dimana melalui pendidikan yang mengedepankan nilai – nilai wawasan nusantara masyaraktnya akan lebih dapat memahami sejarah serta konteks hubungan antar daerah guna mengurangi kesalahpahaman serta meningkatkan toleransi antarwarga di perbatasan.
- Dialoh dan komunikasi, dengan terciptanya forum komunikasi warga di perbatasan dapat menyampaikan aspirasi dan masalah mereka sehingga potensi konflik dapat terindentifikasi dan ditangani lebih awal.
- Kerja sama ekonomi dan pembangunan, dimana dapat mendorong inisiatif pembangunan bersama antar indonesia dan Timor Leste melalui proyek – proyek yang melibatkan kedua negara yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, sehingga ketengan akan semakin berkurang.
- Wawasan nusantara juga menekankan pentingnya penyelesaian perdamaian melalui cara – cara damai dan diplomatik, melalui pendekatan ini masalah perbatasan yang berkaitan dengan SDA serta batasan wilayah dapat diselesaikan tanpa harus berakhit pada konflik.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Nayla Putri Hairinisa -
NAMA: Nayla Putri Hairinisa
NPM:2416041039
KELAS: REG B
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

1. Kasus konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste menunjukkan bahwa masalah batas wilayah yang belum jelas bisa memicu pertengkaran antarwarga. Konflik ini terjadi karena pembangunan jalan oleh Timor Leste dianggap melanggar kesepakatan zona netral. Selain itu, masih ada perasaan negatif di antara warga kedua negara yang berasal dari sejarah panjang hubungan mereka. Menurut saya, masalah ini penting untuk segera diselesaikan agar tidak terjadi lagi. Pemerintah kedua negara harus berdiskusi kembali untuk menentukan batas wilayah yang jelas dan menyelesaikan masalah dengan damai. Warga di perbatasan juga perlu diajarkan untuk hidup rukun dan saling menghormati. Jika dibiarkan, konflik ini bisa merusak hubungan baik antara Indonesia dan Timor Leste.
Hal positif yang bisa diambil adalah
1. Pentingnya pengelolaan perbatasan yang baik.
2. Kita harus saling menghormati dan menghargai.
3. Jika ada masalah berdiskusi dan membuat kesepakatan itu lebih baik daripada memakai kekerasan.

2. Kalau Indonesia tidak punya wawasan nusantara, menurut saya negara ini akan sulit menjaga persatuan, karena wawasan nusantara merupakan pemahaman tentang Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan agama, yang saling terhubung dan bergantung satu sama lain. Tanpa wawasan Nusantara negara kita mungkin akan mengalami beberapa dampak yaitu:
1. Tanpa kesadaran akan pentingnya hubungan antar wilayah, bisa muncul kesenjangan antara daerah, bahkan konflik antar daerah.
2. Dapat memicu disintegrasi bangsa karena kurangnya pemahaman akan pentingnya kesatuan dalam keberagaman.
3. Negara mungkin akan lebih rentan terhadap konflik, baik dari dalam maupun luar, seperti separatisme dan konflik komunal, akan lebih sulit diantisipasi.
4. Tanpa kesadaran akan pentingnya persatuan dalam keragaman, ada kemungkinan bahwa identitas nasional Indonesia bisa terkikis. Karena setiap daerah mungkin lebih mementingkan identitas lokal mereka, yang mana bisa melemahkan ikatan bangsa Indonesia.

3. Peran Wawasan nusantara dalam penyelesaian konflik adalah mengajarkan pentingnya rasa persatuan, kebersamaan, dan toleransi antarwarga negara, serta mengajarkan pentingnya dialog dan penyelesaian masalah secara damai alih alih menggunakan kekerasan. Dan pemahaman tentang wawasan nusantara dapat membantu menjaga hubungan baik antar negara dengan menekankan prinsip kerjasama dan penghormatan terhadap kedaulatan masing masing.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Stella Flora Allysia -
Nama: Stella Flora Allysia
NPM: 2416041022
Kelas: Reguler A
Jurusan: Ilmu Administrasi Negara

1.Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban: Setelah membaca artikel tersebut, saya merasa bahwa isu konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. Artikel ini menjelaskan dengan detail tentang kerumitan konflik di wilayah perbatasan serta faktor-faktor yang memicunya, termasuk dari perbedaan pengertian wilayah netral sampai perbedaan budaya dan pendapat antara penduduk kedua negara. Poin yang menonjol dari artikel ini adalah betapa pentingnya upaya penyelesaian konflik melalui dialog dan kerja sama antara kedua belah pihak. Meningkatkan pemahaman dan komunikasi antar komunitas perbatasan dapat menjadi kunci untuk mencegah konflik yang semakin membesar di masa yang akan datang. Saya juga menyadari kepentingan penegakan hukum dan pemeliharaan perjanjian yang sudah ada dalam menciptakan stabilitas dan keamanan bersama.

2.Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawaban: Menurut saya, jika Indonesia tidak memiliki Konsepsi Wawasan Nusantara, maka negara akan kesulitan menjaga kesatuan dan keutuhan sebagai bangsa. Tanpa pandangan ini, keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia dapat mengancam kesatuan nasional. Selain itu, wilayah perbatasan akan lebih rentan terhadap perselisihan, baik antarwarga maupun dengan negara tetangga. Konsep Wawasan Nusantara menitikberatkan pada kesatuan dalam keberagaman, baik secara politik, ekonomi, sosial budaya, maupun dalam pertahanan keamanan, menjadi faktor kunci untuk menjaga stabilitas dan kedaulatan Indonesia di tengah kondisi geopolitik yang rumit.

3.Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Jawaban: Peran penting Konsepsi Wawasan Nusantara dalam mencegah konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste sangat besar. Dengan mengedepankan nilai persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman, Wawasan Nusantara mendorong penyatuan semua komponen bangsa. Prinsip ini tidak hanya menekankan pada pentingnya menjaga batas wilayah secara fisik, tetapi juga memperkuat hubungan antarwarga dari beragam latar belakang. Dalam situasi konflik di wilayah perbatasan, penerapan prinsip Wawasan Nusantara dapat meningkatkan kerja sama antarnegara, memperkuat komunikasi, dan mengurangi ketegangan melalui upaya mencari penyelesaian damai. Oleh karena itu, pertikaian antara kelompok maupun negara dapat dikurangi, sambil mempromosikan hubungan yang lebih damai di daerah perbatasan.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Cici Widya Pratiwi -
Nama: Cici Widya Pratiwi
NPM: 2416041034
Kelas: Reguler A
Prodi: Ilmu Administrasi Negara


1. Tanggapanmengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa diambil setelah membaca artikel

Menurut saya, artikel itu memberikan gambaran konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste, termasuk kronologi kejadian, penyebab konflik, dan dampaknya. Artikel ini menyoroti isu konflik komunal di perbatasan, yang berbeda dari masalah perbatasan lainnya di Indonesia. Artikel ini juga menunjukkan bahwa penyelesaian konfliknya tidak hanya memerlukan pendekatan diplomasi antarnegara tapi juga perlu pendekatan pada hubungan sosial-budaya antarwarganya.

Hal positif yang bisa diambil:
Pentingnya ada Pendekatan Sosial-Budaya dalam Masyarakat, Karena ketika ada pendekatan ini masyarakat akan bisa hidup saling berdampingan dan saling bertoleransi dalam keberagaman. Jadi Masyarakat bisa terhindar dari konflik-konflik yang bisa memicu perpecahan atau perselisihan baik antar masyarakat di wilayah mereka maupun wilayah dan negara lain.
Selain dari masyarakat pemerintah juga memiliki peran penting, dengan adanya konflik ini pemerintah harus meningkatkan pengawasan terhadap daerah perbatasan. Karena daerah perbatasan ini tentunya rawan dari konflik, jadi pemerintah bisa memberikan solusi atau menjadi penengah yang adil dalam konflik yang terjadi.


2. Bagaimana pendapat dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara

Wawasan Nusantara itu sendiri kan merupakan cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya sebagai satu kesatuan wilayah, bangsa, dan negara dalam mencapai tujuan nasional. Di lihat dari wilayah daratan, lautan, dan udara ini Indonesia sangat luas dan wilayah Indonesia merupakan satu kesatuan yang gak bisa di pisahkan. Wawasan Nusantara sendiri memiliki prinsip yakni, kesatuan wilayah, kesatuan bangsa, kesatuan ideologi, dan kesatuan ekonomi, sosial, dan budaya. Wawasan Nusantara ini membantu menciptakan rasa kebersamaan dan menjaga persatuan di negara yang beragam seperti Indonesia.

Dilihat dari pengertian dan prinsip wawasan Nusantara itu menurut saya jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan Nusantara yang akan terjadi wilayah Indonesia akan terpecah belah dan rentan terjadinya sebuah konflik karena banyaknya dan luasnya keberagaman serta wilayah Indonesia, kesatuan di Indonesia juga akan sulit dicapai, nah karena banyaknya konflik yang terjadi Kedaulatan dalam Indonesia akan sulit dijaga dan akhirnya bangsa Indonesia tidak memiliki identitas dan sulit disatukan sehingga bisa saja bangsa akan memilih membuat negara sendiri menurut pandangan mereka.


3. Bagaimana konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell

Dari artikell konflik antara Timor Leste dan Indonesia Wawasan Nusantara memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya konflik seperti itu. Konsepsi Wawasan Nusantara, yang menekankan persatuan dalam keberagaman dapat mencegah konflik dengan beberapa hal,
1. Kesatuan Sosial Budaya
Sebagian mana prinsip wawasan Nusantara tadi, Wawasan Nusantara mengajarkan bagaiman cara penghargaan terhadap keberagaman budaya, bahasa, dan adat istiadat yang berbeda-beda. Dengan adanya sikap menghargai pasti potensi ketegangan antar wilayah atau kelompok yang merasa diabaikan dapat diminimalisir.
2. Kesetaraan Pembangunan
Wilayah Indonesia sangat luas nah dengan menerapkan prinsip pemerataan pembangunan, setiap daerah akan merasa diperhatikan. Karena sebagian besar masyarakat melakukan pemberontakan dipicu karena adanya ketidakpuasan terhadap kebijakan pembangunan.
3. Penerapan Nilai Pancasila
Prinsip Wawasan Nusantara salah satunya adalah kesatuan ideologi, Indonesia mempunyai ideologi yakni Pancasila, apa bila nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila diterapkan ketegangan konflik bisa diredakan atau dicegah sebelum konflik ini akan membesar dan semakin membesar.
4. Penguatan Identitas Nasional
Wawasan Nusantara dapat memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman karena perasaan terasing mereka yang memicu separatisme dapat dihindari.
5. Pencegahan Dominasi Kekuasaan
Konsepsi Wawasan Nusantara memberikan dorongan untuk menghormati keberagaman dan adanya keadilan tanpa membedakan perlakuan terhadap suatu wilayah sehingga konflik ketimpangan bisa dicegah.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Suci Agne Pramesuari 2416041052 -
Nama: Suci Agne Pramesuari
Npm: 2416041052
Kelas: Reg B
Prodi: Ilmu Adm Negara

Analisis kasus 1
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawab:
Artikel di atas tentunya memberikan saya pemahaman terkait konflik perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste yang mana menunjukkan hubungan yang kompleks antara Indonesia dengan Timor Leste. Melihat adanya konflik ini saya beranggapan di mana kah peran dari tokoh-tokoh penting keterlibatan masyarakat serta wawasan nusantara sehingga konflik ini bisa sampai terjadi, konflik yang berawal dari belum tuntasnya delimitasi perbatasan, lalu kesalahpahaman antar negara karena adanya ketidakpastian mengenai status zona netral, sentimen negatif. Yang mana jika kita lihat maka dipertanyakan hal-hal tersebut. Hal positif yang bisa diambil lagi dan lagi berkaitan dengan wawasan nasional yang mana pentingnya wawasan nasional untuk menjaga kesatuan suatu wilayah, pentingnya dialog dan kerjasama sehingga tidak menimbulkan ketegangan seperti sentimen dan kesalahpahaman.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawab:
Seperti pembahasan diskusi sebelumnya Wawasan Nusantara memiliki hakikat yaitu kesatuan dan keutuhan wilayah Indonesia. Jika wilayah dan bangsa Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara hal ini dapat berisiko karena akan mengancam NKRI. Ancaman ini yaitu terancamnya kesatuan dan keutuhan bangsa, karena sebagaimana yang sudah kita ketahui bahwa wawasan nusantara berlandaskan kesatuan dan keutuhan, jika tidak adanya konsepsi wawasan nusantara akan terjadi perpecahan, akan terjadi pemisahan di tengah keragaman Indonesia dan dari sinilah terjadinya ketegangan atau potensi terjadinya konflik. Selain itu terjadinya konflik antarwilayah juga memiliki potensi yang besar karena kesatuan dan keutuhan yang terancam. Hal ini dapat mengancam kestabilan dan kesejahteraan bangsa.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Jawab:
Wawasan nusantara menekankan pada kesatuan dan keutuhan wilayah Indonesia tentu berperan dalam mencegah terjadinya konflik salah satunya yaitu konflik perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste. Di mana dengan adanya wawasan nusantara tentunya akan menekankan kesatuan dan keutuhan. Di mana Indonesia mempunyai keberagaman, hal ini dapat mengurangi potensi terjadinya perpecahan dan konflik antar suku, budaya, maupun agama. Karena wawasan nusantara sebagaimana pada diskusi video sebelumnya memiliki sebagai hakikat kesatuan politik, ekonomi, sosial busaya, dan kesatuan pertahanan keamanan dapat mendorong adanya kerjasama antarwilayah dan mengurangi sentimen sosial budaya seperti faktor penyebab dari konflik antara Indonesia dan Timor Leste. Serta wawasan nusantara ini dapat menguatkan identitas nasional yang mana akan menimbulkan solidaritas dan toleransi di tengah keberagaman, sehingga konflik yang berhubungan dengan identitas nasional memiliki potensi yang rendah.

Oleh karena itu, menurut hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pentingnya konsepsi wawasan nusantara yang dapat menjaga kesatuan dan keutuhan sehingga meminimalisir terjadinya konflik.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Wahyunisa Salsabila (2416041013) -
NAMA: WAHYUNISA SALSABILA
NPM: 2416041013
KELAS: REGULER A
PRODI: ILMU ADMINISTRASI NEGARA

Artikel tersebut merupakan artikel yang berisi bahasan mengenai konflik komunal yang telah terjadi di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste, khususnya di wilayah Timor Tengah Utara (Indonesia) dan Distrik Oecussi (Timor Leste). Konflik ini disebabkan oleh permasalahan yang terjadi, seperti sengketa perbatasan, pembangunan infrastruktur di zona netral, serta munculnya emosi negatif yang terpendam sejak lama yang terjadi diantara warga dari kedua negara.

Konflik ini mencerminkan kurangnya penyelesaian yang menentukan batas-batas wilayah, sehingga mengakibatkan salah penafsiran terhadap zona netral. Artikel tersebut juga mengaitkan aspek sosial-budaya yang juga memperkeruh situasi yang ada, seperti munculnya ketegangan sejarah pasca referendum Timor Timur.

Hal-hal positif yang dapat kita petik dari artikel tersebut diantaranya.
Pentingnya diplomasi antar negara dalam menyelesaikan masalah perbatasan.
Melakukan pendekatan yang lebih humanis dan adil untuk menciptakan keharmonisan antar warga.
Diperlukan upaya proaktif untuk meredakan konflik perbatasan sebagai upaya menjaga stabilitas kawasan.


Lalu, apa yang terjadi jika Indonesia tidak memiliki konsep wawasan Nusantara?

Tanpa adanya konsep wawasan nusantara, wilayah dan bangsa Indonesia berisiko menghadapi hal-hal berikut:
Disintegrasi wilayah. Konflik yang terjadi di perbatasan dapat memperbesar potensi keretakan wilayah. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menjatuhkan kedaulatan Indonesia.
Konflik Sosial. Ketidakharmonisan yang terjadi antar warga yang tinggal di wilayah perbatasan dapat berlanjut tanpa solusi sehingga diprediksi dapat memperburuk stabilitas nasional.
Kerentanan Teritorial. Indonesia bisa saja kehilangan dasar atau fondasi atas klaim wilayah jika tidak mampu menyelesaikan masalah secara sistematis, khususnya masalah terkait perbatasan wilayah.


Berikut ini merupakan peran Wawasan Nusantara dalam Mencegah Konflik yang terjadi di Indonesia, diantaranya.
Perspektif Geopolitik. Sudut pandang ini memastikan bahwa wilayah Indonesia telah dikelola dengan berdasarkan pembaruan yang ada, sehingga menjadikan kawasan perbatasan sebagai bagian penting dari kedaulatan nasional.
Harmonisasi Sosial-Budaya. Dengan menanamkan rasa kebersamaan dan pemahaman bahwa setiap warga Indonesia, termasuk yang tinggal di perbatasan, memiliki hak dan tanggung jawab yang sama untuk menjaga keutuhan bangsa.
Terima kasih.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Carissa Hepy Maharani -
NAMA: CARISSA HEPY MAHARANI
NPM: 2416041051
KELAS: REGULER B
PRODI: ADM NEGARA

Analisis Kasus I
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut? Artikel ini sangat jelas menggambarkan kronologi, penyebab dan upaya penyelesaian tentang konflik perbatasan Indonesia-Timor Leste yang memprihatinkan. Hal ini mencerminkan perlunya kerja sama diplomatik yang lebih intensif untuk menyelesaikan permasalahan batas negara secara damai. Hal positif yang dapat diambil adalah pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan dan hubungan diplomasi antarnegara untuk menjaga stabilitas kawasan. Selain itu, pendekatan kearifan lokal dapat menjadi solusi dalam meredakan konflik, mengingat kedekatan historis antara Indoensia-Timor Leste

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang  terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara? Tanpa wawasan nusantara, Indonesia bisa kehilangan kesatuan wilayah dan identitas nasional. Tanpa wawasan nusantara, bisa memicu konflik internal di antara masyarakat yang beragam serta melemahkan posisi negara dalam menghadapi ancaman luar. Selain itu, sulit mengelola sumber daya alam yang tersebar diseluruh pelosok akhirnya berdampak pada ketahanan nasional.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas? Wawasan Nusantara mencegah konflik perbatasan dengan mengutamakan prinsip persatuan wilayah, diplomasi damai, dan penghormatan terhadap hukum internasional. Pendekatan ini memastikan zona netral dikelola sesuai kesepakatan bersama, mendorong kerja sama lintas negara, dan memperkuat persatuan melalui kearifan lokal. Edukasi wawasan kebangsaan bagi masyarakat perbatasan juga penting untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kedaulatan NKRI. Dengan penerapan Wawasan Nusantara, konflik dapat dicegah melalui pendekatan yang integratif, damai, dan berkeadilan.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Nabilla Syafa Ramadhani -
NAMA: Nabilla Syafa Ramadhani
NPM: 2416041019
KELAS: REGULAR A
PRODI: FISIP (Ilmu Administrasi Negara)

1. Isi artikel tersebut mengenai konflik antar warga di perbatasan Indonesia-Timor Leste kembali pecah. Menurut saya konflik ini akan menimbulkan ketegangan hubungan antar warga hingga berhari-hari berikutnya. Adapun beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya konflik komunal tersebut salah satunya ialah, masih belum tuntasnya delimitasi perbatasan antara kedua negara.

Hal positif yang dapat saya ambil ialah pentingnya kesadaran akan pentingnya resolusi konflik damai agar mendorong inisiatif resolusi konflik berbasis dialog dan mediasi, baik ditingkat lokal maupun internasional.

2. Tanpa konsep Wawasan Nusantara, Indonesia tidak akan memiliki fondasi ideologis yang kuat untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Ini dapat memperlemah kohesi sosial, melemahkan pengelolaan negara, dan membuka peluang disintegrasi. Oleh karena itu, Wawasan Nusantara adalah landasan penting bagi keberlanjutan dan kejayaan bangsa Indonesia.

3. Wawasan Nusantara menyelesaikan masalah dengan menempatkan persatuan, keadilan, dan kedaulatan sebagai prinsip utama. Pendekatan ini efektif untuk menyelesaikan berbagai masalah, baik konflik sosial, ketimpangan pembangunan, hingga ancaman kedaulatan, dengan tetap menghormati keberagaman budaya dan wilayah Indonesia.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Kayla Dwi Safitri -
NAMA : Kayla Dwi Safitri
NPM : 2416041023
KELAS : Reguler A
PRODI : Ilmu Administrasi Negara

Analisis soal 1
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Artikel ini secara efektif menjelaskan latar belakang dan kronologi konflik yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah pentingnya memahami konteks sejarah dan budaya dalam menangani konflik. Penekanan pada perlunya penyelesaian delimitasi perbatasan dan dialog antara kedua negara menunjukkan bahwa pendekatan diplomatik sangat diperlukan untuk mencegah eskalasi ketegangan di masa depan.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidakmemiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, wilayah dan bangsa Indonesia berisiko menghadapi beberapa masalah serius:
- Fragmentasi Sosial: Tanpa kesadaran akan pentingnya persatuan dalam keberagaman, potensi konflik antarwarga bisa meningkat.
- Ketidakstabilan Keamanan: Wilayah perbatasan yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber ketegangan dan konflik berkepanjangan.
- Perebutan Sumber Daya: Ketidakjelasan batas wilayah bisa memicu persaingan atas sumber daya alam, memperburuk hubungan antarwarga.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Konsepsi Wawasan Nusantara dalam Mencegah Konflik
Wawasan nusantara berfungsi sebagai pandangan geopolitik yang menekankan pentingnya kesatuan bangsa dalam keragaman. Dalam konteks mencegah konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste, wawasan nusantara dapat diterapkan melalui:
1. Dialog dan Kerjasama: Mendorong komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di daerah perbatasan untuk meredakan ketegangan.
2. Pengelolaan Sumber Daya yang Adil: Memastikan pengelolaan sumber daya dilakukan secara transparan dan adil untuk mengurangi potensi konflik.
3. Pendidikan dan Kesadaran Sosial: Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya persatuan dan kerjasama lintas batas untuk menciptakan hubungan yang lebih harmonis.

Dengan menerapkan wawasan nusantara secara efektif, Indonesia dapat menciptakan lingkungan yang lebih stabil di wilayah perbatasan, mencegah terulangnya konflik serupa, serta memperkuat identitas nasional dalam keragaman.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Ammara Fahnida Suparno (2416041011) -
Nama: Ammara Fahnida Suparno
NPM: 2416041011
Kelas: Reguler A
Prodi: Ilmu Administrasi Negara

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
artikel ini secara menyeluruh mengangkat masalah konflik perbatasan yang ada di Indodesia dengan Timor Leste dimana konflik ini bukan hanya tentang wilayah tetapi juga budaya yang ada diantara kedua negara, ini Hal positif yang dapat diambil dari artikel tersebut untuk menyelesaikan konflik perlu adanya kesadaran dalam dari penegakkan hukum dan sifat bekerja sama antar sesama yang dapat membangun hubungan sosial yang baik antar warga negara

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Tanpa pemahaman dan penerapan Wawasan Nusantara, Indonesia akan menghadapi berbagai permasalahan fundamental seperti meningkatnya potensi disintegrasi bangsa, lemahnya pertahanan wilayah, dan rawannya konflik internal. Tanpa konsep yang jelas tentang kesatuan wilayah juga akan membuat Indonesia kesulitan mempertahankan kedaulatannya di berbagai wilayah perbatasan yang dapat memicu konflik horizontal antar daerah dan memperlemah rasa persatuan nasional.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
- Wawasan Nusantara menekankan pentingnya penetapan batas wilayah yang jelas dan tegas. Dengan adanya kejelasan batas wilayah, potensi konflik akibat klaim sepihak dapat diminimalisir.
- Wawasan Nusantara mengajarkan pentingnya persatuan dalam keberagaman yang dapat membangun pemahaman bahwa perbedaan status kewarganegaraan tidak harus menghilangkan ikatan kekerabatan yang sudah terjalin lama antara masyarakat di Indonesia dan Timor Leste
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Shepia Noer Ardira -
NAMA: SHEPIA NOER ARDIRA
NPM: 2456041020
KELAS: MANDIRI A
PRODI: Ilmu Administrasi Negara


Analisis Kasus l

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Tanggapan saya terhadap Kasus ini, memberikan gambaran mendalam mengenai konflik komunal yang terjadi di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste Dan Salah satu hal positif yang dapat diambil adalah pentingnya pemahaman mengenai dinamika sosial dan politik di daerah perbatasan Dan kasus ini menyoroti bahwa konflik tidak hanya disebabkan oleh masalah fisik seperti batas wilayah tetapi juga oleh faktor sosial budaya dan sejarah.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Tanpa adanya konsepsi wawasan nusantara, bangsa Indonesia beresiko mengalami fragmentasi karena wawasan nusantara berfungsi sebagai landasan pemahaman akan keutuhan dan Keragaman wilayah Indonesia Yang sangat penting untuk menjaga persatuan. Dimana jika konsep ini tidak Diterapkan bisa terjadi ketegangan antar warga seperti yang terjadi di perbatasan dan mengancam stabilitas nasional.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Dengan menekankan pada integrasi dan kerja sama antar wilayah, pemerintah dapat memperkuat hubungan Antara masyarakat di perbatasan Dan mengurangi sentimen negatif upaya meningkatkan dialog antar warga dan memperjelas batas wilayah Melalui pendekatan yang inklusif dapat membantu Menciptakan rasa saling menghargai dan memahami.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Zahra Allisa Herdinansyah (2416041016) -
NAMA: ZAHRA ALLISA HERDINANSYAH
NPM: 2416041016
KELAS: REG A
PRODI: ADM NEGARA

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?

Artikel tersebut menceritakan konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste yang disebabkan oleh ketidakjelasan batas wilayah dan sentimen negatif antarwarga. Hal positif yang dapat diambil adalah pentingnya dialog dan kerjasama dalam menyelesaikan sengketa perbatasan. Tanpa konsepsi wawasan nusantara, Indonesia berisiko kehilangan identitas dan integritas wilayah, serta menghadapi konflik lebih sering. Konsep wawasan nusantara dapat mendorong kesadaran akan pentingnya persatuan dan kerjasama antarwarga, sehingga konflik serupa dapat dicegah melalui pemahaman yang lebih baik tentang batas dan budaya bersama.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang  terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?

Menurut pendapat saya bahwa konsepsi Wawasan Nusantara sangat penting untuk menjaga keutuhan wilayah dan bangsa Indonesia. Tanpa adanya pemahaman ini, potensi konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste dapat meningkat, mengingat adanya ketidakpahaman dan sentimen negatif antarwarga. Wawasan Nusantara membantu memperkuat identitas nasional dan solidaritas antarwilayah, sehingga mencegah konflik yang disebabkan oleh perbedaan interpretasi batas wilayah dan sumber daya. Dengan ini, penerapan konsepsi ini dapat menciptakan stabilitas dan kerukunan di seluruh Indonesia.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?

Konsepsi wawasan nusantara membantu mencegah konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan mengedepankan pemahaman bahwa Indonesia adalah satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Implementasinya meliputi:

- Kesatuan Wilayah dan Kedaulatan
Memastikan pengelolaan perbatasan yang adil dan sesuai hukum internasional, termasuk menyelesaikan delimitasi wilayah secara diplomatis.

- Pemahaman Sosial Budaya
Meningkatkan kesadaran masyarakat perbatasan terhadap persamaan budaya dan nilai bersama untuk meredakan sentimen negatif.

- Pembangunan Wilayah Perbatasan
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan agar konflik tidak terjadi akibat perebutan sumber daya.

- Kerja Sama Regional
Memperkuat hubungan bilateral dengan negara tetangga untuk menyelesaikan perselisihan secara damai dan saling menghormati.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Annisa Mufti Taqiyyah -
Nama : Annisa Mufti Taqiyyah
NPM : 2416041006
Kelas : reguler A
Prodi : Ilmu Administrasi Negara (FISIP)

Analisis kasus 1
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawab : artikel ini menyoroti kompleksitas konflik yang terjadi akibat faktor sejarah, budaya, ekonomi, dan keamanan. Terdapat hal positif yang bisa diambil dari artikel ini adalah pentingnya pendekatan holistik dalam menyelesaikan konflik. Dalam hal ini mengajarkan bahwa permasalahan sosial tidak bisa diatasi hanya dengan pendekatan satu dimensi, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor, pengakuan budaya, serta pemberdayaan masyarakat. dapat mencerminkan saling pengertian dalam menciptakan kedamaian dan kesejahteraan di wilayah yang kompleks.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawab : tanpa dengan tdk adanya wawasan nusantara, Indonesia berisiko menghadapi disintegrasi bangsa, lemahnya kedaulatan wilayah, ketimpangan pembangunan, melemahnya identitas nasional, dan sulitnya mengelola keberagaman. Hal ini penting untuk menjaga persatuan, stabilitas, dan kedaulatan negara di tengah keberagaman yang ada.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Jawab : Wawasan Nusantara dapat mencegah konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan memperkuat identitas nasional, menjaga kedaulatan wilayah, dan mengedepankan perdamaian. dalam hal ini juga mengutamakan penghormatan terhadap keberagaman suku, agama, dan budaya, serta penguatan pemerintahan daerah untuk mengelola dinamika sosial secara efektif.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by JAKA WARDANA -
NAMA : JAKA WARDANA
NPM : 2456041023
KELAS : MANDIRI A
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA

Analisis Kasus 1
Konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste disebabkan oleh berbagai faktor historis, sosial, dan ekonomi. Penyelesaiannya memerlukan pendekatan pemberdayaan ekonomi, rekonsiliasi sosial, dan pemecahan sengketa wilayah.
1. Bagaimanakah tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tsb?
isi artikel tersebut menjelaskan "Konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste disebabkan oleh berbagai masalah kurang lebih seperti : delimitasi perbatasan( penetapan) dan demarkasi batas serta maraknya aktivitas lintas batas ilegal. Bisa dikatakan jarang sekali terjadi kekerasan antar warga. Oleh karena itu, analisis terhadap konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut penting untuk dilakukan, agar Indonesia dapat membuat langkah antisipasi sehingga kejadian serupa , interpretasi zona netral, da sentimen sosial budaya. Di sisi lain, warga Indonesia melihat warga Timor Leste sebagai orang-orang yang tidak berterima kasih, apalagi banyak anggota kelompok prointegrasi yang memilih mengungsi ke wilayah Indonesia pasca referendum. Sentimen negatif ini semakin menguat ketika masyarakat kedua negara sama-sama dalam kondisi miskin dan mereka terlibat perebutan sumberdaya seperti lahan kebun dan sapi. Konflik ini juga memberi informasi bahwa pentingnya upaya dalam penyelesaian diplomatik dan kesadaran sosial.
>> Hal positif yang dapat diambil dari artikel tsb
a) Perlu adanya kesadaran dalam konteks penegakkan hukum
b) Adanya sifat yang bisa membangun hubungan sosial yang baik antar warga
c) Pentingnya kerja sama dalam hal apapun yang mencakup kebersamaan

2. bagaimana Pendapatmu dan dampak jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
wawasan nusantara adalah paduan penting bagi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan, kedaulatan dan integritas wilayah. Nah jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan pasti akan menimbulkan beberapa hal seperti :
1) Penyebaran ketegangan, dimana kesadaran akan pentingnya persatuan dalam keragaman pasti akan melonjak turun, bahkan memperburuk potensi konflik antar kelompok.
2) Lemahnya integritas wilayah, sudah kalian ketahui bahwa wawasan nusantara ini penting untuk integritas, jika integritas nya lemah akan ada wilayah yang terabaikan serta memperburuk ketegangan.
3) kurangnya pembangunan merata, tanpa ini wilayah' bisa tertinggal dan akan memicu komunal

3. bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah konflik seperti artikel diatas, berikut beberapa cara wawasan nusantara dlm mencegah konflik :
1) Penguatan indentitas nasional, dengan memperkuat indentitas pastinya masyarakat di perbatasan akan lebih menghargai keragaman dan mengurangi konflik berbasis identitas
2) Pemerataan pembangunan, guna memicu adanya ketegangan dan konflik yang dapat kita minimalisir kan
3) pertahanan dan keamanan, Indonesia tentu memandang pentingnya dalam keutuhan wilayah negara secara disiplin, dengan adanya penekanan sektor pertahanan & keamanan di perbatasan dapat mencegah gangguan konflik komunal
4) Pendidikan multikultural, guna mengedepankan nilai nilai kebhinekaan serta dapat mengurangi intoleransi antar kelompok yang sering kali menimbulkan konflik
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by ULLYA ROYSA -
NAMA: ULLYA ROYSA
NPM: 2416041012
KELAS: REGULER A
PRODI: ILMU ADMINISTRASI NEGARA

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban:
Tanggapan saya mengenai artikel tersebut bahwa konflik antara Indonesia dan Timor Leste ini dapat menyebabkan perpecahan karena kedua belah pihak merasa paling benar,sehingga perlunya kesadaran dari masing-masing negara serta perlunya komunikasi yang baik untuk memecahkan masalah tersebut terutama dalam faktor yang memicu ketegangan antara kedua negara tersebut yang menyebabkan konflik. Hal positif yang bisa diambil setelah membaca artikel tersebut bahwa pentingnya penyelesaian permasalahan dengan secara damai dan komunikasi yang baik antara kedua belah pihak sangat diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat menyebabkan ketegangan antara kedua negara dan pengakuan sejarah serta hubungan kekerabatan yang ada perlu menjadikan ini sebagai dasar untuk membangun kembali hubungan yang baik.

2. Bagaimana menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawaban:
Wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara akan mengalami perpecahan dan ketidakstabilan. Karena wawasan nusantara memberikan pemahaman untuk memahami dan mengolah keberagaman yang ada di Indonesia serta pentingnya untuk kita menjaga keutuhan wilayah sebagai negara kepulauan. Bahwasanya konflik-konflik karena perbedaan ini dapat saja muncul baik di dalam daerah maupun antar kelompok masyarakat yang dapat mengancam kesatuan bangsa Indonesia.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Jawaban:
Wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas yaitu seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia dan Timor Leste dengan cara meningkatkan pemahaman dan pentingnya persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan melalui salah satu pendekatan ini masyarakat diajak untuk melihat bagaimana perbedaan sebagai kekayaan yang harus dijaga bukan sebagai sumber konflik. Wawasan nusantara juga mendorong komunikasi dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat di daerah perbatasan untuk menyelesaikan permasalahan secara damai termasuk tentang isu-isu batas wilayah dan sumber daya dengan memperkuat identitas nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat .
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Olivia Fransiska Br Girsang -
Nama: Olivia Fransiska Br Girsang
Npm: 2416041041
Kelas: Reguler B
Prodi: Ilmu Administrasi Negara

Analisis 1

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban:
- tanggapan mengenai konflik komunal yaitu kompleksitas masalah yang di mana konflik di perbatasan ini mencerminkan kompleksitas hubungan antar budaya dan sejarah yang panjang antara Indonesia dan Timor Leste. Pentingnya dialog artikel ini menekankan pentingnya dialog dan mediasi dalam menyelesaikan konflik.
- hal positif yang dapat diambil yaitu kesadaran akan pentingnya rekonsiliasi yang di mana artikel ini meningkatkan kesadaran tentang pentingnya rekonsiliasi dalam hubungan antar negara dan antar budaya.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara.
Jawaban:
- yang terjadi dengan wilayah tersebut yaitu adanya perbedaan budaya yang di mana komunitas yang tinggal di perbatasan memiliki latar belakang budaya yang berbeda,yang seringkali menyebabkan kesalahpahaman dan ketegangan dan adanya sejarah konflik yang dimana sekarang penjajahan dan konflik yang dialami Timor Leste hingga merdeka juga meninggalkan bekas yang mendalam, mempengaruhi hubungan antar komunitas.
- pentingnya wawasan nusantara yaitu pandangan yang menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau dan budaya.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas
Jawaban:
Perbedaan budaya yaitu masyarakat di kedua sisi perbatasan memiliki latar belakang budaya yang berbeda, yang kadang menyebabkan salah paham dan ketegangan.
Konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah konflik yaitu:
1. Memperkuat rasa persatuan wawasan nusantara menekankan bahwa meskipun kita memiliki berbagai budaya dan latar belakang Kita semua adalah bagian dari satu bangsa ini dapat membantu mengurangi perpecahan dan meningkatkan solidaritas.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Nabila Luthfisyah -
NAMA : NABILA LUTHFISYAH
NPM : 2416041027
KELAS : ANE 1 REG A
PRODI : ADMINISTRASI NEGARA

1. Respon terhadap artikel mengenai konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste dan upaya penyelesaiannya:
Artikel ini memberikan penjelasan yang jelas mengenai konflik yang terjadi di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste, yang dipicu oleh faktor-faktor sejarah, perbedaan etnis, serta masalah terkait penentuan batas wilayah. Artikel juga membahas solusi yang telah dilakukan, seperti pendekatan diplomatik, penguatan hubungan antarwarga, dan peran pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat perbatasan. Solusi yang dijalankan cukup positif, dengan menekankan pentingnya pendekatan yang menyeluruh, yaitu menggabungkan diplomasi dengan pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan pemahaman budaya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih damai dan stabil di wilayah tersebut.

2. Pandangan tentang pentingnya konsepsi Wawasan Nusantara bagi Indonesia:
Tanpa adanya konsep Wawasan Nusantara, Indonesia, sebagai negara yang terdiri dari berbagai pulau dan beragam suku bangsa, budaya, serta agama, akan menghadapi tantangan besar dalam menjaga keutuhan dan persatuan wilayah. Jika konsep ini tidak dijalankan, dapat muncul potensi perpecahan sosial dan politik yang dapat mengancam stabilitas negara. Wawasan Nusantara memberikan kerangka yang kokoh untuk menjaga kesatuan bangsa Indonesia dengan menekankan pentingnya integrasi antar wilayah serta penghargaan terhadap keragaman. Dengan demikian, konsep ini menjadi dasar dalam mempererat hubungan antarwarga negara dan mendukung kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia.

3. Peran Wawasan Nusantara dalam mencegah konflik seperti yang dibahas dalam artikel:
Dalam konteks pencegahan konflik seperti yang dijelaskan dalam artikel tentang konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste, Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman untuk mengelola keberagaman yang ada di Indonesia. Wawasan ini mendorong pemahaman terhadap berbagai budaya, agama, dan sosial yang ada di negara ini, yang pada gilirannya membantu mencegah potensi konflik. Dengan wawasan tersebut, pemerintah dan masyarakat dapat lebih bijaksana dalam menghadapi perbedaan, melalui dialog dan kerjasama antarbudaya. Selain itu, peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi di wilayah-wilayah yang rawan konflik, seperti perbatasan, menjadi bagian dari strategi penerapan Wawasan Nusantara untuk menghindari ketegangan yang dapat berkembang menjadi konflik.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Adzie Fathurrahman Adzie -
nama : adzie fathurrahman
npm :2456041018
kelas : man a
prodi : adm negara

Artikel ini mengangkat isu penting mengenai konflik komunal di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, yang terjadi karena masalah batas wilayah yang belum selesai. Artikel ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana ketegangan dapat terjadi di wilayah perbatasan, meskipun kedua belah pihak telah memiliki sejarah hubungan yang panjang dan kompleks. Ketegangan ini tidak hanya bersifat fisik tetapi juga dipicu oleh faktor sosial dan budaya yang melibatkan identitas nasional dan interpretasi yang berbeda mengenai zona netral. Penggunaan contoh-contoh konkret, seperti pembangunan jalan yang melanggar kesepakatan dan sengketa lahan, memberikan gambaran yang jelas mengenai potensi konflik di wilayah perbatasan.

1. Artikel ini menunjukkan pentingnya diplomasi dan kesepakatan antarnegara, terutama yang terkait dengan delimitasi wilayah. Dengan memahami faktor penyebab konflik ini, Indonesia dapat memperkuat strategi pencegahan dan penanganan konflik di masa depan. Selain itu, pentingnya dialog antarbudaya dan pemahaman bersama antara masyarakat yang tinggal di perbatasan juga menjadi poin positif yang perlu diperhatikan untuk menjaga stabilitas wilayah.

2. Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi Wawasan Nusantara, besar kemungkinan konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste akan lebih sering terjadi. Wawasan Nusantara adalah pandangan geopolitik yang menekankan pentingnya kesatuan wilayah, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Tanpa pandangan ini, integritas nasional Indonesia akan terancam, dan kesadaran akan pentingnya persatuan dalam keragaman mungkin akan menurun. Hal ini bisa memicu terjadinya konflik internal dan antarwarga yang berujung pada ketidakstabilan nasional.

3. Wawasan Nusantara memiliki peran signifikan dalam mencegah konflik seperti yang digambarkan dalam artikel. Pandangan ini menekankan pentingnya integrasi nasional, kesadaran kolektif akan persatuan bangsa, dan pemahaman bersama mengenai batas-batas kedaulatan negara. Jika konsep ini diterapkan dengan baik, Indonesia akan lebih siap dalam menyelesaikan sengketa wilayah melalui cara-cara diplomatis yang menghormati nilai-nilai Pancasila. Kesatuan dalam wawasan kebangsaan membantu meredam ketegangan antarwarga dan meminimalisir potensi konflik, karena adanya pemahaman bersama akan pentingnya keutuhan wilayah dan kesejahteraan bersama.

Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa pentingnya memahami dan menginternalisasi konsep Wawasan Nusantara di setiap elemen masyarakat Indonesia agar konflik perbatasan dapat dicegah dan diselesaikan dengan cara damai.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Embang Tri Rahayu Rahayu -
Nama: Embang Tri Rahayu
NPM: 2416041049
Kelas: Reg B
Prodi Ilmu Administrasi Negara

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
- Kasus diatas membahas adanya isu sosial yang kompleks dan penting yang perlu diatasi di kawasan perbatasan. Tanggapan yang bisa saya berikan adalah pentingnya melakukan dialog dan kerja sama antarnegara untuk menyelesaikan konflik dan menjaga stabilitas di kawasan. Hal positif yang dapat diambil setelah membaca artikel tersebut adalah kesadaran akan pentingnya komunikasi dan pemahaman budaya antar masyarakat yang berbeda, serta upaya-upaya yang diperlukan dalam menciptakan perdamaian dan harmoni di perbatasan.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
- Tanpa konsepsi wawasan nusantara, wilayah dan bangsa Indonesia dapat mengalami fragmentasi identitas, konflik internal, dan kesulitan dalam menjaga integritas teritorial. Hal ini juga dapat mengurangi rasa persatuan di antara berbagai suku dan budaya. Wawasan nusantara memberikan kerangka pemikiran yang menekankan pada kesatuan dan keberagaman, sehingga membantu menciptakan rasa kebersamaan di antara berbagai suku, budaya, dan wilayah. Tanpa wawasan ini, akan sulit untuk mengintegrasikan berbagai elemen masyarakat yang berbeda dan menjaga persatuan di dalam keragaman yang ada.

Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
- Konsepsi wawasan nusantara berperan penting dalam mencegah konflik dengan menekankan pentingnya persatuan, toleransi, dan kerjasama antarbudaya. Dalam mencegah konflik, wawasan nusantara dapat mendorong pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan melalui pendidikan dan pemasyarakatan nilai-nilai kebersamaan. Selain itu, wawasan ini juga mendorong penguatan kerja sama antar daerah dan antar negara, serta memberikan dukungan bagi penyelesaian masalah secara damai melalui pendekatan negosiasi dan diplomasi. Dengan begitu, potensi konflik seperti yang terjadi di perbatasan dapat diminimalkan lewat upaya kolektif yang saling menghargai.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by nurul anes -
NAMA:nurul anes
npm:2456041015
kelas:mandiri A

berikut adalah analisis saya terkait kasus tersebut.
1. Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Setelah membaca artikel tentang konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste, saya merasa bahwa masalah ini sangat rumit dan perlu perhatian serius. Artikel tersebut memberikan penjelasan yang jelas tentang bagaimana konflik ini terjadi, apa yang menyebabkan terjadinya ketegangan, dan dampaknya. Salah satu hal yang bisa dipelajari adalah pentingnya dialog dan kerja sama antara kedua negara. Konflik ini menunjukkan bahwa meskipun ada hubungan sejarah yang dekat antara masyarakat di kedua sisi perbatasan, ketegangan tetap bisa muncul karena perbedaan cara pandang dan kesalahpahaman tentang batas wilayah.

Dari artikel ini, kita juga bisa belajar bahwa penyelesaian masalah perbatasan harus dilakukan dengan hati-hati dan melibatkan semua pihak yang terlibat. Ini penting agar konflik serupa tidak terulang di masa depan.

2. Pendapat tentang Wilayah dan Bangsa Indonesia Tanpa Konsepsi Wawasan Nusantara

Jika Indonesia tidak memiliki wawasan nusantara, saya khawatir banyak masalah akan muncul. Tanpa pemahaman yang jelas tentang keberagaman, masyarakat bisa terpecah berdasarkan suku atau budaya, yang bisa menimbulkan konflik. Selain itu, tanpa identitas nasional yang kuat, masyarakat mungkin merasa tidak ada ikatan dengan negara, yang bisa menyebabkan ketidakstabilan politik.

Daerah perbatasan juga bisa terabaikan, dan kondisi sosial serta ekonomi di sana bisa semakin buruk. Tanpa wawasan nusantara, perebutan sumber daya alam seperti lahan dan air bisa meningkat, seperti yang terlihat dalam konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Semua ini menunjukkan betapa pentingnya wawasan nusantara untuk menjaga persatuan dan stabilitas negara.

3. Konsepsi Wawasan Nusantara dalam Mencegah Konflik

Wawasan nusantara sangat penting untuk mencegah konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Pertama, wawasan nusantara membantu membangun identitas nasional yang kuat, yang sangat penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman. Dengan memahami dan menghargai perbedaan budaya, masyarakat bisa lebih toleran dan mengurangi ketegangan.

Kedua, wawasan nusantara mendorong dialog dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Ini dapat menciptakan saling pengertian dan mengurangi kesalahpahaman yang sering menjadi pemicu konflik. Selain itu, dengan fokus pada pembangunan yang merata di seluruh wilayah, termasuk daerah perbatasan, kita bisa mengurangi kesenjangan ekonomi yang sering menjadi penyebab konflik.

Terakhir, pendidikan tentang wawasan nusantara sangat penting agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya persatuan dan toleransi. Dengan meningkatkan kesadaran ini, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih damai dan harmonis. Semua ini menunjukkan bahwa wawasan nusantara bukan hanya konsep, tetapi juga alat yang sangat efektif untuk menciptakan stabilitas dan perdamaian di Indonesia.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Citra Angelina -
NAMA: Citra Angelina
NPM: 2456041026
KELAS: Mandiri A
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

Analisis Kasus 1
1)Bagaimana tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut
jawaban:
isi artikel tersebut menjelaskan "Konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste disebabkan oleh berbagai masalah kurang lebih seperti : delimitasi perbatasan( penetapan) dan demarkasi batas serta maraknya aktivitas lintas batas ilegal. Bisa dikatakan jarang sekali terjadi kekerasan antar warga. Oleh karena itu, analisis terhadap konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut penting untuk dilakukan, agar Indonesia dapat membuat langkah antisipasi sehingga kejadian serupa , interpretasi zona netral, da sentimen sosial budaya. Di sisi lain, warga Indonesia melihat warga Timor Leste sebagai orang-orang yang tidak berterima kasih, apalagi banyak anggota kelompok prointegrasi yang memilih mengungsi ke wilayah Indonesia pasca referendum. Sentimen negatif ini semakin menguat ketika masyarakat kedua negara sama-sama dalam kondisi miskin dan mereka terlibat perebutan sumberdaya seperti lahan kebun dan sapi. Konflik ini juga memberi informasi bahwa pentingnya upaya dalam penyelesaian diplomatik dan kesadaran sosial.
>> Hal positif yang dapat diambil dari artikel tsb
a) Perlu adanya kesadaran dalam konteks penegakkan hukum
b) Adanya sifat yang bisa membangun hubungan sosial yang baik antar warga
c) Pentingnya kerja sama dalam hal apapun yang mencakup kebersamaan

2)Bagaimanakah menurut pendapatmu dari apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsep wawasan nusantara
jawaban: Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi Wawasan Nusantara, maka dampaknya adalah:
-Disintegrasi Wilayah: Tanpa pandangan yang mengutamakan persatuan, konflik internal dan separatisme akan lebih mudah muncul, mengancam keutuhan wilayah NKRI.
-Pelemahan Identitas Nasional: Tanpa wawasan ini, masyarakat cenderung mengutamakan identitas lokal atau suku dibandingkan rasa kebangsaan, sehingga menciptakan fragmentasi sosial.
-Ketimpangan Pembangunan: Wawasan Nusantara mengutamakan pemerataan pembangunan. Tanpa itu, kawasan perbatasan akan terabaikan, meningkatkan ketegangan antara pusat dan daerah.

3)Bagaimana konsep wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas
jawaban: Wawasan Nusantara sangat berperan dalam mencegah timbulnya konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste karena meninjau fungsi-fungsi yang dimiliki oleh wawasan nusantara sendiri begitu besar dan signifikan. Wawasan Nusantara dapat menjadi sumber kebijakan dan keputusan dalam mencegah konflik tersebut. Wawasan Nusantara dapat menjadi sumber untuk belajar mengambil kebijakan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat, seperti melalui diplomasi di mana Indonesia dengan Timor Leste membahas lebih lanjut tentang delimitasi dan menetapkan peraturan perbatasan yang memang telah disepakati di kedua negara yang bersangkutan, pengawasan wilayah perbatasan, perhitungan dinamika masyarakat adat yang berkembang di wilayah tersebut, dan yang paling penting adalah keterbukaan kedua negara yang dapat menerima masukan dari aktor non negara untuk memelihara konteks lokal masyarakat perbatasan yang semuanya telah dijelaskan lebih rinci di atas
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by MUHAMMAD GENTA CARDANEZ -
NAMA: Muhammad Genta Cardanez
NPM: 2456041019
KELAS:Mandiri A
PRODI: Ilmu administrasi negara

Analisi kasus 1
1.Bagaimana tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
jawab:Tanggapan saya dan hal positif artikel konflik komunal di perbatasan indonesia-Timor leste oleh perseoalan delimitasi perbatasan dan faktor faktor penyebab terjadinya konfik.
hal positif yang saya ambil dari artikel ini adalah pembangunan infrastruktur,peningkatan kesadaran sosial dan budaya,peningkatan kerja sama bilateral.

2.Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawaban :pecahnya kesatuan wilayah dan bangsa yang berpotensi menimbulkan ketegangan atau konflik antar daerah.kehilangan persatuan dan kesatuan sehingga bisa terpecah.

3.Bagaimana konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
jawab: adanya wawasan nusantara dalam mencegah konflik memajukan nilai persatuan dan kesatuan tengah keberagaman dalam mendorong penyatuan komponen bangsa tentunya akan menekankan kesatuan dan keutuhan.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Aurelia Grisnandhita -
Nama : Aurelia Grisnandhita
NPM : 2416041001
Kelas : REG A

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban : Artikel ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste, termasuk penyebab historis, sosial, dan kulturalnya. Hal positif yang dapat diambil adalah kesadaran bahwa pengelolaan perbatasan tidak hanya soal delimitasi wilayah, tetapi juga tentang membangun hubungan harmonis antara warga di kedua sisi batas. Ini menekankan pentingnya dialog diplomatik dan edukasi lintas budaya untuk menciptakan perdamaian.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawaban : Tanpa konsepsi wawasan nusantara, wilayah dan bangsa indonesia dapat mengalami disentegrasi yang lebih besar. Ketidak jelasab dalam identitas nasional dalam kesatuan wilayah dapat memperburuk konflik antar daerah, serta mengurangi rasa solidaritas antarwarga negara. Wawasan nusantara memberikan kerangka kerja untuk memupuk rasaa kebersamaan dan saling menghormati yang esensial dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Jawaban : Wawasan nusantara bertujuan untuk membangun cara pandang yang menyeluruh terhadap wilayah dan kedaulatan Indonesia. Sebagaimana dijelaskan dalam artikel tersebut, wawasan Indonesia dapat berperan dalam pencegahan konflik, meningkatkan hubungan sosial, dan dapat meningkatkan rasa cinta tanah air serta kesadaran akan pentingnya persatuan antar masyarakat termasuk yang tinggal di perbatasan.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by NADINE FIDIA MESHILFA -
NAMA : NADINE FIDIA MESHILFA
NPM : 2456041005
KELAS : MANDIRI A
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA

Analisis Kasus 1
1. Bagaimana tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut ?
Menurut saya, berdasarkan artikel tersebut masalah ini sangat rumit dan perlu perhatian serius. Artikel tersebut memberikan penjelasan yang jelas tentang bagaimana konflik ini terjadi, apa yang menyebabkan terjadinya ketegangan, dan dampaknya. Salah satu hal yang bisa dipelajari adalah pentingnya dialog dan kerja sama antara kedua negara. Konflik ini menunjukkan bahwa meskipun ada hubungan sejarah yang dekat antara masyarakat di kedua sisi perbatasan, ketegangan tetap bisa muncul karena perbedaan cara pandang dan kesalahpahaman tentang batas wilayah. Dari artikel ini, kita juga bisa belajar bahwa penyelesaian masalah perbatasan harus dilakukan dengan hati-hati dan melibatkan semua pihak yang terlibat. Ini penting agar konflik serupa tidak terulang di masa depan.
2. ⁠Bagaimanakah menurut pendapatmu dari apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsep wawasan nusantara ?
Kalau Indonesia tidak memiliki Wawasan Nusantara, maka dampaknya adalah:
-Disintegrasi Wilayah: Tanpa pandangan yang mengutamakan persatuan, konflik internal dan separatisme akan lebih mudah muncul, mengancam keutuhan wilayah NKRI.
-Pelemahan Identitas Nasional: Tanpa wawasan ini, masyarakat cenderung mengutamakan identitas lokal atau suku dibandingkan rasa kebangsaan, sehingga menciptakan fragmentasi sosial.
-Ketimpangan Pembangunan: Wawasan Nusantara mengutamakan pemerataan pembangunan. Tanpa itu, kawasan perbatasan akan terabaikan, meningkatkan ketegangan antara pusat dan daerah.
3. ⁠Bagaimana konsep wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas ?
Konsep wawasan nusantara berperan penting dalam mencegah konflik dengan menekankan pentingnya persatuan, toleransi, dan kerjasama antarbudaya. Dalam mencegah konflik, wawasan nusantara dapat mendorong pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan melalui pendidikan dan pemasyarakatan nilai-nilai kebersamaan. Selain itu, wawasan ini juga mendorong penguatan kerja sama antar daerah dan antar negara, serta memberikan dukungan bagi penyelesaian masalah secara damai melalui pendekatan negosiasi dan diplomasi. Dengan begitu, potensi konflik seperti yang terjadi di perbatasan dapat diminimalkan lewat upaya kolektif yang saling menghargai.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Sara Christy Togina Hutahaean -
NAMA: Sara Christy Togina H.
NPM: 2456041010
KELAS: Mandiri A
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?Kasus ini menunjukkan pentingnya pengelolaan konflik di perbatasan, terutama terkait isu batas wilayah. Hal positif yang bisa diambil adalah
a. Pentingnya dialog dan kerja sama antarnegara untuk mengatasi masalah seperti ini.

b. Kesadaran bahwa pembangunan di perbatasan perlu memperhatikan aturan dan kesepakatan agar tidak memicu konflik.

c. Pentingnya membangun hubungan baik antarwarga di perbatasan untuk mencegah konflik sosial.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang  terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?

a. Rawan Konflik Internal dan Eksternal:Wilayah perbatasan mudah diperebutkan oleh negara lain atau jadi area konflik warga.  

b. Lemahnya Identitas Nasional: Rasa persatuan sebagai bangsa akan menurun, dan integrasi antarwilayah sulit terjaga.

c. Pembangunan Tidak Merata: Wilayah perbatasan akan terabaikan, sehingga menimbulkan ketimpangan dan masalah sosial yang besar. 

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?

a. Memperkuat Kesadaran Wilayah: Semua pihak sadar bahwa perbatasan adalah bagian penting dari kedaulatan Indonesia yang harus dijaga bersama. 

b. Mendorong Penyelesaian Konflik Damai: Konsep ini menekankan pentingnya dialog dan diplomasi untuk menghindari kekerasan.  

c. Meningkatkan Pembangunan di Perbatasan: Dengan adanya pembangunan yang adil dan merata, potensi konflik sosial dapat berkurang karena kebutuhan warga terpenuhi.  

In reply to Sara Christy Togina Hutahaean

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Silvi Dwi Lutfianti Lutfianti -
NAMA: Silvi Dwi Lutfianti
NPM: 2456041027
KELAS: Mandiri A
PRODI: Administrasi Negara

1. Artikel tersebut memberikan pemahaman yang mendalam mengenai konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Penjelasan mengenai kronologi konflik, faktor penyebab, serta upaya penyelesaian sangat informatif, terutama dalam menggambarkan kompleksitas hubungan antarwarga di wilayah perbatasan. Konflik ini mengajarkan bahwa masalah perbatasan tidak hanya soal wilayah fisik, tetapi juga melibatkan dinamika sosial, budaya, dan sejarah yang rumit. Hal ini menekankan perlunya pendekatan menyeluruh dalam menangani konflik semacam ini.

2. Apa yang terjadi jika tidak memiliki wawasan nusantara ini dapat memicu terjadinya Disintegrasi Wilayah, Ancaman Keamanan Nasional, Kerusakan Identitas Bangsa. Wawasan Nusantara harus terus diperkuat dan diimplementasikan dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Wawasan Nusantara sebagai pandangan geopolitik Indonesia menekankan pentingnya kesatuan wilayah, bangsa, dan tujuan nasional. Wawasan Nusantara menekankan bahwa setiap bagian dari Indonesia, termasuk wilayah perbatasan, adalah bagian integral dari kedaulatan negara. Dengan demikian, upaya untuk menyelesaikan konflik, seperti masalah delimitasi batas, perlu dilakukan melalui:

Diplomasi aktif: Mengutamakan dialog dengan Timor Leste untuk memperjelas delimitasi dan demarkasi batas secara damai dan berbasis kesepakatan hukum internasional.
Kerja sama lintas batas: Mengembangkan nota kesepahaman yang jelas tentang penggunaan zona netral, sehingga tidak terjadi penafsiran sepihak.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Cesar Nur Falaq -
NAMA:Cesar Nur Falaq
NPM:241604100o
KELAS:REGULER A
PRODI :FISIP (ILMU ADMINISTRASI NEGARA)

1.Tanggapan mengenai isi artikel dan hal positif yang bisa diambil
Artikel tersebut memberikan gambaran tentang pentingnya wawasan nusantara sebagai landasan dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dalam konteks ini, wawasan nusantara dipahami sebagai pandangan hidup yang melihat Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah dan bangsa yang tidak terpisahkan. Hal positif yang bisa diambil dari artikel tersebut adalah pentingnya sikap kebersamaan, persatuan, dan rasa memiliki terhadap tanah air.

2.Pendapat tentang konsekuensi jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara
Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, kemungkinan besar negara ini akan menghadapi berbagai tantangan serius, terutama dalam hal persatuan dan kesatuan. Indonesia yang terdiri dari banyak suku, budaya, bahasa, dan agama, rentan terhadap perpecahan dan konflik antar kelompok jika tidak ada pemahaman yang kuat tentang pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman. Tanpa wawasan nusantara, potensi separatisme dan konflik horizontal akan semakin meningkat,

3.Konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah konflik
Konsepsi wawasan nusantara berperan penting dalam mencegah timbulnya konflik dengan menanamkan kesadaran bahwa Indonesia adalah satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa, meskipun memiliki beragam budaya, suku, dan agama. Dengan pemahaman ini, masyarakat diharapkan bisa saling menghargai perbedaan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Risa Zhafira Putri Sakni -
NAMA: Risa zhafira p.s

NPM: 2456041012

KELAS: mandiri A

PRODI: Ilmu Administrasi Negara

1. Artikel ini membahas konflik di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste yang belum terselesaikan karena masalah batas wilayah. Artikel tersebut menjelaskan bagaimana ketegangan di perbatasan bisa terjadi, meskipun kedua negara memiliki sejarah hubungan yang panjang dan rumit. Konflik ini bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga melibatkan aspek sosial dan budaya seperti identitas nasional dan perbedaan pandangan mengenai zona netral. Dengan memberi contoh nyata, seperti pembangunan jalan yang melanggar perjanjian dan sengketa lahan, artikel ini memberikan gambaran yang jelas mengenai potensi konflik di perbatasan.
Artikel ini menyoroti pentingnya diplomasi dan kesepakatan antarnegara, terutama dalam menetapkan batas wilayah. Dengan memahami faktor-faktor yang memicu konflik, Indonesia bisa memperkuat strategi pencegahan konflik di masa depan. Selain itu, dialog antarbudaya dan pemahaman bersama antara masyarakat perbatasan juga penting untuk menjaga stabilitas wilayah.

2. Jika Indonesia tidak memiliki konsep Wawasan Nusantara, konflik seperti di perbatasan Indonesia-Timor Leste mungkin akan lebih sering terjadi. Wawasan Nusantara adalah konsep geopolitik yang menekankan kesatuan dalam aspek wilayah, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Tanpa konsep ini, persatuan nasional Indonesia bisa terancam, dan kesadaran akan pentingnya keragaman dalam persatuan bisa berkurang. Hal ini dapat memicu konflik internal yang bisa mengganggu stabilitas nasional.

3. Wawasan Nusantara memiliki peran penting dalam mencegah konflik seperti yang dijelaskan dalam artikel. Pandangan ini menekankan pentingnya kesatuan nasional, kesadaran bersama akan persatuan bangsa, dan pemahaman yang sama mengenai batas negara. Jika diterapkan dengan baik, Indonesia akan lebih siap menyelesaikan sengketa wilayah melalui cara diplomatis yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kesatuan dalam konsep kebangsaan membantu meredam ketegangan antarwarga dan mengurangi potensi konflik, karena adanya pemahaman bersama tentang pentingnya keutuhan wilayah dan kesejahteraan bersama.

Dari analisis ini, dapat saya simpulkan bahwa penting bagi setiap masyarakat Indonesia untuk memahami dan meneladani konsep Wawasan Nusantara agar konflik perbatasan bisa dicegah dan diselesaikan dengan cara damai.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Nabiel Arafie -
Nama: Nabiel Arafie
Kelas: REG A
NPM: 2416041026

1.Konflik masyarakat yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste dibahas secara menyeluruh dalam artikel ini. Ini menunjukkan betapa pentingnya diplomasi dan manajemen konflik yang baik untuk menyelesaikan konflik lintas batas secara damai.
ada juga beberapa hal positif yang dapat diambil yaitu:
-Pentingnya pemahaman terhadap sejarah, budaya, dan hubungan antarnegara untuk meredakan ketegangan.
-Diplomasi dan pendekatan berbasis kerja sama dapat menciptakan stabilitas di wilayah yang rawan konflik.
-Kesadaran akan kebutuhan pengelolaan zona netral secara bersama dan adil.

2.Tanpa Wawasan Nusantara, Indonesia berisiko menghadapi:
-Disintegrasi wilayah: Wilayah perbatasan dapat merasa terabaikan, memicu sentimen lokal dan melemahnya kontrol pemerintah
-Ketimpangan pembangunan: Ketidakadilan ekonomi dan sosial dapat memperburuk konflik antarwarga.
-Pelemahan kedaulatan negara: Ketidakjelasan batas wilayah dapat dimanfaatkan oleh negara tetangga untuk mengklaim zona tertentu.

3.Wawasan Nusantara memainkan peran penting melalui:
-Kesatuan wilayah: Menekankan pentingnya seluruh wilayah Indonesia diperlakukan setara dan diprioritaskan dalam pembangunan.
-Keamanan perbatasan: Pendekatan holistik untuk menjaga zona perbatasan, baik dari aspek diplomasi maupun militer.
-Pembangunan lintas sektor: Memberdayakan masyarakat lokal di perbatasan untuk mengurangi ketegangan akibat perebutan sumber daya.
-Diplomasi aktif: Memastikan penyelesaian konflik dilakukan melalui dialog dan kerja sama bilateral atau multilateral.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Tiara Puspita Dewi -
NAMA : TIARA PUSPITA DEWI
NPM : 2416041043
KELAS : REGULER B
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA

Konflik yang melibatkan warga negara kedua negara yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Timur pada tahun 2013 diselesaikan melalui pembangunan jalan. Timor-Leste merupakan negara netral karena melintasi perbatasan dan menyebabkan kerusakan pada fasilitas Indonesia. Konflik ini diperparah oleh perbedaan penafsiran mengenai zona netral, situasi historis setelah pembagian Timor-Leste, dan persaingan untuk mendapatkan sumber daya alam. Beberapa faktor lersaingan utamanya adalah adanya batasan dan keterbatasan yang tidak sempurna, penafsiran berbeda mengenai zona netral dan sentimen sosial budaya masyarakat kedua negara. Pelajaran positif yang dapat di ambil dalam kasus ini adalah pentingnya diplomasi dalam penyelesaian konflik dan untuk mencegah eskalasi konflik, hubungan sosial lintas batas perlu diperkuat. Konsep Wawasan Nusantara dapat berkontribusi dalam pencegahan konflik dengan meningkatkan kesadaran akan kedaulatan wilayah, dialog antar budaya, dan pengelolaan perbatasan yang lebih efektif.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Satria Adhyatma Rafie Bhaskara -
NAMA: Satria Adhyatma Rafie Bhaskara
NPM:2416041057
KELAS: REGULER B
PRODI:Ilmu Administrasi Negara

1. Artikel ini menceritakan konflik komunal yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste, yang dipicu oleh ketidaksepakatan mengenai batas wilayah dan zona netral.
hal positif yang bisa saya dapat adalah pentingnya penyelesaian masalah perbatasan yang masih belum tuntas melalui diplomasi yang lebih kuat antara kedua negara tersebut.

2. Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, wilayah dan bangsa Indonesia bisa mengalami disintegrasi atau ketegangan antarwilayah, seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Konsepsi wawasan nusantara mengajarkan kita untuk melihat Indonesia sebagai kesatuan yang utuh, meskipun terdiri dari berbagai suku, budaya, dan kepulauan.

3.Konsepsi wawasan nusantara dapat mencegah timbulnya konflik. konsep ini ini mengajarkan bahwa perbedaan yang ada, baik itu terkait wilayah, suku, maupun budaya, harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan perpecahan. Wawasan nusantara mengajarkan pentingnya diplomasi dan pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana, yang dapat mengurangi potensi konflik yang terkait dengan perebutan lahan dan sumber daya.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by M. Zaki Radit Aditya -
nama : m. zaki radit aditya
npm : 2416041059
kelas : reguler b
prodi : administrasi negara

tanggapan saya mengenai kasus tersebut ialah Artikel ini memberikan gambaran menyeluruh tentang konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Penyajian kronologi, penyebab konflik, serta analisis yang mendalam memungkinkan pembaca memahami kompleksitas permasalahan di wilayah perbatasan. Artikel ini juga menyoroti pentingnya resolusi konflik berbasis diplomasi untuk menghindari dampak yang lebih besar, seperti keretakan hubungan bilateral dan instabilitas kawasan.

• Hal positif yang bisa diambil dari artikel ini adalah pentingnya:

Diplomasi aktif dalam penyelesaian konflik.
Pemahaman bersama antarwarga lintas perbatasan untuk mengurangi ketegangan.
Pentingnya kerjasama lintas negara dalam menyelesaikan permasalahan delimitasi perbatasan yang belum tuntas.

• Jika Indonesia tidak memiliki wawasan nusantara, beberapa hal buruk dapat terjadi:

  1. Fragmentasi wilayah: Kurangnya kesadaran akan kesatuan wilayah dapat menyebabkan daerah-daerah pinggiran merasa terabaikan, meningkatkan risiko separatisme.
  2. Konflik perbatasan berlarut-larut: Tanpa wawasan nusantara, Indonesia mungkin tidak memiliki strategi nasional untuk menangani konflik perbatasan seperti kasus di atas.
  3. Instabilitas nasional: Ketidaksatuan pandangan dan kebijakan dapat melemahkan hubungan antarwilayah dan memperburuk konflik sosial.


• Konsepsi wawasan nusantara dapat mencegah konflik seperti dalam artikel melalui langkah-langkah berikut:

Penguatan persatuan nasional: Mengedepankan kepentingan bangsa secara keseluruhan di atas kepentingan kelompok atau daerah.

Diplomasi perbatasan yang proaktif: Memperkuat kerja sama dengan negara tetangga untuk menyelesaikan sengketa secara damai.

Pemberdayaan masyarakat perbatasan: Meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah perbatasan sehingga tidak mudah diprovokasi oleh isu perbatasan.

In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Rahma Nur Pratiwi -
Nama: Rahma Nur Pratiwi
NPM: 2416041046
Kelas: Reg B
Prodi: Ilmu Administrasi Negara

1. Artikel tersebut menggambarkan situasi yang kompleks terkait konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Hal ini menunjukkan pentingnya penyelesaian masalah perbatasan secara komprehensif, tidak hanya dari aspek teritorial tetapi juga sosial-budaya. Hal positif yang dapat diambil adalah adanya upaya kedua negara untuk menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi dan perundingan, serta peran aktif aparat keamanan dalam meredam konflik. Selain itu, artikel ini juga mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek historis dan kultural dalam penyelesaian konflik perbatasan, mengingat masyarakat di kedua sisi perbatasan memiliki ikatan sejarah dan budaya yang sama.

2. Tanpa konsepsi wawasan Nusantara, Indonesia akan menghadapi berbagai ancaman serius terhadap kesatuan dan persatuan bangsa. Wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau akan sangat rentan terhadap disintegrasi dan klaim teritorial dari negara lain. Ketiadaan wawasan Nusantara juga akan mempersulit pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan nasional yang merata. Lebih jauh, identitas nasional akan melemah karena tidak adanya pandangan yang menyatukan keragaman suku, agama, dan budaya dalam bingkai kesatuan Indonesia. Hal ini bisa mengakibatkan munculnya konflik horizontal dan melemahnya posisi Indonesia dalam pergaulan internasional.

3. Konsepsi wawasan Nusantara dapat mencegah timbulnya konflik seperti dalam artikel dengan beberapa cara. Pertama, wawasan Nusantara menekankan pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam pengelolaan wilayah perbatasan, tidak hanya aspek keamanan tetapi juga kesejahteraan masyarakat. Kedua, wawasan ini mendorong penguatan identitas nasional sambil tetap menghormati keragaman budaya lokal, sehingga dapat meminimalisir potensi konflik berbasis identitas. Ketiga, wawasan Nusantara memberikan landasan bagi kebijakan pembangunan yang merata dan berkeadilan di wilayah perbatasan, sehingga dapat mengurangi kesenjangan ekonomi yang sering menjadi pemicu konflik.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by suci nur rachma 2416041017 -
NAMA: Suci Nur Rachma
NPM: 2416041017
KELAS: Reguler A
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Artikel yang berjudul "Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya" membahas isu-isu terkait ketegangan atau konflik yang terjadi antara komunitas-komunitas di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Konflik semacam ini sering kali dipicu oleh berbagai faktor, termasuk perbedaan etnis, masalah sosial, dan politik, serta sengketa terkait sumber daya alam atau batas wilayah. Penyelesaian konflik komunal di perbatasan membutuhkan pendekatan yang hati-hati, mencakup diplomasi, rekonsiliasi antar kelompok, dan kebijakan yang memastikan keadilan serta perdamaian.

Tanggapan terhadap isi artikel:

Artikel tersebut kemungkinan menunjukkan pentingnya upaya diplomatik dan keterlibatan masyarakat dalam meredakan ketegangan di kawasan perbatasan. Salah satu hal yang dapat diambil dari artikel ini adalah betapa krusialnya proses perdamaian yang melibatkan pihak-pihak terkait, baik itu pemerintah, masyarakat lokal, maupun pihak internasional, dalam mengatasi konflik yang berlarut-larut. Penyelesaian konflik semacam ini bukan hanya tentang penyelesaian masalah perbatasan, tetapi juga tentang membangun rasa saling pengertian dan rekonsiliasi antara komunitas-komunitas yang terlibat.

Hal positif yang bisa diambil:

Diplomasi dan Kerja Sama Regional: Artikel tersebut mungkin menyoroti pentingnya kerjasama antara Indonesia dan Timor Leste dalam menangani permasalahan di perbatasan. Hal ini mencerminkan betapa pentingnya hubungan diplomatik yang konstruktif dalam menciptakan solusi damai bagi kedua negara.
Pendekatan Holistik dalam Penyelesaian Konflik: Artikel mungkin juga menunjukkan pentingnya melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah lokal dan masyarakat adat, dalam proses penyelesaian konflik. Pendekatan yang inklusif ini dapat memperkuat kohesi sosial dan mencegah perpecahan lebih lanjut.
Pembangunan Ekonomi dan Sosial di Wilayah Perbatasan: Artikel ini mungkin menekankan perlunya pembangunan ekonomi yang merata di wilayah perbatasan, untuk mengurangi ketegangan akibat ketidaksetaraan dan memperbaiki hubungan antarwarga negara.
Pembelajaran dari Sejarah: Artikel dapat memberikan wawasan mengenai pentingnya belajar dari sejarah konflik yang telah terjadi, sehingga kesalahan yang sama tidak terulang kembali. Pembelajaran dari masa lalu dapat memperkuat fondasi perdamaian jangka panjang.
Secara keseluruhan, hal positif yang bisa diambil adalah bahwa penyelesaian konflik komunal di perbatasan memerlukan pendekatan yang multidimensional, melibatkan diplomasi, pembangunan sosial-ekonomi, dan rekonsiliasi antar komunitas yang terlibat.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi Wawasan Nusantara, maka wilayah dan bangsa Indonesia bisa menghadapi sejumlah tantangan besar, baik dari sisi identitas, integrasi nasional, maupun keberlanjutan negara itu sendiri. Wawasan Nusantara adalah pandangan yang menekankan pada kesatuan dan keberagaman wilayah serta bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak suku, budaya, agama, dan bahasa. Konsepsi ini penting karena menegaskan bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang harus menjaga persatuan dan kesatuan meskipun terpisah oleh ribuan pulau.

Dampak jika Indonesia tidak memiliki Wawasan Nusantara:
Pecah Belahnya Persatuan: Tanpa adanya Wawasan Nusantara, mungkin akan muncul perasaan bahwa setiap pulau atau wilayah di Indonesia memiliki kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan nasional. Hal ini bisa memperburuk perpecahan antara kelompok-kelompok etnis, suku, dan agama yang ada. Ketidakjelasan mengenai identitas nasional dan peran tiap wilayah bisa mengarah pada separatisme atau konflik internal, seperti yang pernah terjadi di Aceh, Papua, atau Maluku.
Ancaman terhadap Integrasi Nasional: Salah satu prinsip utama dalam Wawasan Nusantara adalah menjaga keutuhan negara dalam konteks negara kepulauan. Tanpa pemahaman ini, Indonesia bisa saja terpecah atau terhambat dalam upaya untuk mewujudkan integrasi antara daerah-daerah yang sangat jauh secara geografis. Pemahaman akan pentingnya kesatuan sebagai bangsa bisa melemah, dan masing-masing daerah lebih fokus pada kepentingan lokal daripada kepentingan nasional.
Kehilangan Identitas Nasional: Wawasan Nusantara juga berperan dalam membangun identitas bangsa Indonesia yang berlandaskan pada keberagaman namun tetap bersatu. Tanpa konsep ini, Indonesia mungkin akan kesulitan dalam memperkuat rasa kebangsaan di tengah-tengah keragaman yang ada. Tanpa adanya pemahaman tentang pentingnya kebersamaan meskipun berbeda, Indonesia bisa kehilangan jati diri sebagai bangsa yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.
Perjuangan untuk Kemajuan dan Pembangunan yang Tidak Merata: Wawasan Nusantara juga mencakup prinsip pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia, terutama di wilayah-wilayah terpencil dan terluar. Tanpa adanya konsep ini, pembangunan bisa lebih terpusat di daerah-daerah yang sudah maju seperti pulau Jawa, sementara daerah lain seperti Papua atau Nusa Tenggara Timur mungkin terabaikan. Hal ini bisa memperburuk kesenjangan sosial-ekonomi antar daerah.
Kerentanannya terhadap Pengaruh Asing: Wawasan Nusantara juga mengajarkan pentingnya kedaulatan Indonesia atas wilayahnya. Tanpa konsep ini, Indonesia bisa lebih rentan terhadap intervensi asing atau ancaman dari negara-negara lain, terutama di wilayah perbatasan yang kaya akan sumber daya alam. Tanpa kesadaran akan pentingnya menjaga keutuhan wilayah, Indonesia bisa kehilangan pengaruh atau hak atas wilayah-wilayah tertentu.
Apa yang akan terjadi pada bangsa Indonesia?
Tanpa konsepsi Wawasan Nusantara, bangsa Indonesia mungkin akan kesulitan dalam menghadapi tantangan global dan regional. Ketidakjelasan tentang identitas dan keberagaman bangsa bisa memicu disintegrasi, konflik horizontal, dan ketidakstabilan politik. Selain itu, pembangunan yang tidak merata bisa mengakibatkan ketidakadilan sosial yang meluas. Secara keseluruhan, tanpa pemahaman tentang pentingnya persatuan dalam keberagaman dan menjaga keutuhan wilayah, Indonesia bisa kehilangan arah dan tujuan sebagai bangsa yang besar, beragam, dan maju.

Secara umum, Wawasan Nusantara adalah landasan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga kedaulatan negara, dan memastikan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Tanpa konsepsi ini, Indonesia bisa menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas dan kemajuan sebagai negara kepulauan yang beragam.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Konsepsi Wawasan Nusantara sangat relevan dalam mencegah timbulnya konflik, seperti yang dibahas dalam artikel mengenai konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste, karena prinsip dasar dari Wawasan Nusantara adalah menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, dan etnis, serta memperlakukan seluruh wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Konsepsi ini dapat membantu dalam mencegah konflik di beberapa cara berikut:

1. Menumbuhkan Rasa Persatuan dan Kebersamaan
Wawasan Nusantara menekankan pentingnya pemahaman bahwa meskipun Indonesia terdiri dari berbagai pulau, suku, dan budaya, negara ini adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dengan memahami dan menginternalisasi konsep ini, masyarakat akan lebih menghargai perbedaan dan menghindari ketegangan antar kelompok yang bisa berujung pada konflik. Di kawasan perbatasan, seperti di Indonesia-Timor Leste, pemahaman ini dapat mengurangi potensi konflik komunal yang berasal dari perbedaan etnis atau budaya dengan mendorong kebersamaan dan saling pengertian.

2. Mengelola Keberagaman secara Inklusif
Wawasan Nusantara juga menekankan pentingnya pluralisme dan keberagaman sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Dengan adanya prinsip ini, Indonesia diajak untuk mengelola keberagaman dengan cara yang inklusif, menghargai hak-hak individu dan kelompok, serta menyelesaikan perbedaan secara damai. Hal ini sangat penting di wilayah perbatasan, di mana berbagai kelompok etnis dan budaya seringkali bertemu. Melalui pendekatan inklusif, potensi konflik dapat dikelola dengan baik, baik dalam konteks sosial, budaya, maupun politik.

3. Memperkuat Identitas Nasional yang Bersatu
Salah satu aspek dari Wawasan Nusantara adalah memperkuat identitas nasional yang mengedepankan semangat kebersamaan dalam keberagaman. Dalam konteks konflik di perbatasan, seperti Indonesia-Timor Leste, identitas nasional yang kuat membantu menciptakan rasa kebanggaan terhadap bangsa Indonesia, yang pada gilirannya mengurangi kecenderungan untuk membedakan atau memisahkan diri berdasarkan faktor suku, agama, atau identitas lokal. Ketika identitas bangsa sudah terinternalisasi dengan baik, masyarakat lebih cenderung untuk menyelesaikan masalah secara damai dan dengan solidaritas nasional yang tinggi.

4. Menjamin Keadilan Sosial dan Pembangunan yang Merata
Wawasan Nusantara mengajarkan bahwa setiap daerah di Indonesia, termasuk daerah perbatasan, harus mendapatkan perhatian yang adil dan merata dalam pembangunan. Ketidaksetaraan dalam pembangunan sering kali menjadi sumber ketegangan dan konflik. Dalam konteks perbatasan Indonesia-Timor Leste, jika masyarakat di wilayah perbatasan merasa diabaikan dalam hal pembangunan ekonomi, infrastruktur, atau pendidikan, hal ini bisa memicu ketidakpuasan dan menjadi faktor pemicu konflik. Melalui prinsip pemerataan pembangunan yang ada dalam Wawasan Nusantara, ketidakadilan yang menyebabkan ketegangan sosial dapat dihindari.

5. Penyelesaian Masalah Berdasarkan Musyawarah dan Mufakat
Salah satu nilai dasar dalam Wawasan Nusantara adalah penyelesaian masalah melalui musyawarah dan mufakat, yang merupakan bentuk demokrasi khas Indonesia. Dalam konteks konflik perbatasan, seperti yang terjadi antara Indonesia dan Timor Leste, musyawarah dapat digunakan untuk merundingkan masalah-masalah yang ada, baik itu terkait dengan sengketa wilayah, perbedaan budaya, atau persoalan sosial lainnya. Pendekatan dialog dan negosiasi ini dapat membantu meredakan ketegangan dan mencegah terjadinya kekerasan atau konflik yang lebih besar.

6. Menjaga Kedaulatan Negara dan Keamanan Wilayah
Wawasan Nusantara juga mengedepankan pentingnya kedaulatan negara atas seluruh wilayahnya, termasuk daerah perbatasan. Dengan menjaga kedaulatan negara yang tegas dan mengelola sumber daya alam dengan bijaksana, potensi konflik yang disebabkan oleh perebutan wilayah atau sumber daya alam dapat diminimalisir. Pendekatan ini penting dalam konteks hubungan antara Indonesia dan Timor Leste, di mana masalah-masalah terkait perbatasan dan sumber daya alam bisa menjadi sumber ketegangan. Kedaulatan yang dihormati dan dikelola dengan baik akan mengurangi potensi konflik yang timbul dari persaingan atau klaim sepihak.

Kesimpulan
Secara keseluruhan, Wawasan Nusantara memberikan dasar bagi Indonesia untuk menghadapi dan mengatasi berbagai masalah yang dapat memicu konflik, baik di perbatasan maupun di dalam negeri. Dengan menanamkan nilai-nilai persatuan, kebersamaan dalam keberagaman, dan pemerataan pembangunan, Indonesia bisa menjaga stabilitas sosial dan mencegah munculnya ketegangan atau konflik komunal yang dapat merusak integrasi bangsa. Prinsip-prinsip ini sangat relevan dalam mencegah konflik yang terjadi di wilayah perbatasan seperti Indonesia-Timor Leste, dengan menciptakan dialog, keadilan sosial, dan rasa kebangsaan yang kuat.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Lintang Sastra Gemilang -
NAMA: Lintang Sastra Gemilang
NPM: 2416041066
KELAS: Reguler B
PRODI: FISIP (Ilmu Administrasi Negara)

Analisis Kasus Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste
1. Tanggapan dan Hal Positif dari Artikel
Artikel ini memberikan gambaran rinci mengenai konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste, yang dipicu oleh masalah delimitasi wilayah, interpretasi zona netral, dan sentimen sosial-budaya. Hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah:
-Pentingnya diplomasi perbatasan: Konflik ini menunjukkan perlunya kesepakatan yang lebih konkret dan pemahaman bersama antarnegara untuk mencegah konflik serupa.
-Kesadaran akan hubungan sosial-budaya: Konflik ini mencerminkan bahwa aspek historis dan budaya memainkan peran besar dalam konflik antarwarga. Dengan demikian, penting untuk membangun rekonsiliasi berbasis budaya.
-Peran pemerintah: Kasus ini menyoroti pentingnya pengelolaan wilayah perbatasan oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas nasional.

2. Konsekuensi jika Indonesia Tidak Memiliki Konsepsi Wawasan Nusantara
Tanpa wawasan nusantara, Indonesia berisiko menghadapi:
-Disintegrasi wilayah:Ketidakpahaman terhadap prinsip persatuan akan membuat konflik wilayah lebih sering terjadi.
-Ketidakstabilan sosial-politik:Kurangnya semangat kebangsaan dapat menyebabkan konflik internal maupun eksternal.
-Lemahnya posisi internasional: Indonesia akan sulit mempertahankan kedaulatannya di hadapan negara lain jika konsep persatuan tidak dijunjung.

3. Penerapan Wawasan Nusantara dalam Mencegah Konflik
Wawasan nusantara dapat membantu mencegah konflik seperti ini melalui:
-Kesatuan Wilayah: Dengan memahami bahwa setiap jengkal tanah adalah bagian dari kedaulatan, pemerintah dapat memperkuat pengelolaan dan penjagaan wilayah perbatasan.
-Persatuan Sosial-Budaya: Menguatkan persatuan antarwarga melalui pendidikan sejarah dan budaya untuk mengurangi sentimen negatif.
-Kerja Sama Diplomatik: Wawasan nusantara mendorong hubungan harmonis dengan negara tetangga melalui dialog dan kesepakatan bersama.
-Penguatan Ekonomi Perbatasan: Mengelola wilayah perbatasan sebagai zona ekonomi bersama dapat menciptakan stabilitas, mengurangi kemiskinan, dan mencegah konflik.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Salsa bila azzahra -
NAMA : SALSA BILA AZZAHRA
NPM :2416041047
KELAS : REG B

1. artikel tentang konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste memberikan wawasan penting mengenai dinamika sosial dan politik antara kedua negara. Tanggapan saya adalah bahwa artikel ini menekankan perlunya dialog dan penyelesaian diplomatik untuk mengatasi masalah batas dan interpretasi zona netral. Hal positif yang dapat diambil adalah kesadaran akan akar masalah, termasuk sejarah hubungan dan sentimen antarwarga, serta pentingnya pembangunan yang inklusif. Selain itu, artikel menggarisbawahi peran komunitas dalam resolusi konflik, menunjukkan bahwa kerjasama antarwarga dapat menjadi langkah awal menuju perdamaian yang berkelanjutan
2. Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, wilayah dan bangsa ini berpotensi menghadapi berbagai masalah serius. Pertama, tanpa wawasan yang jelas tentang identitas dan kesatuan bangsa, akan muncul fragmentasi di antara daerah-daerah, yang dapat memicu konflik antar kelompok etnis dan budaya. Kedua, kurangnya pemahaman tentang pentingnya integrasi wilayah dapat mengakibatkan pengabaian terhadap masalah perbatasan, seperti yang terlihat dalam konflik dengan Timor Leste, sehingga meningkatkan ketegangan dan ketidakstabilan. Ketiga, tanpa wawasan nusantara, pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan regional mungkin tidak berkelanjutan, menyebabkan ketidakadilan sosial dan ekonomi. Secara keseluruhan, konsepsi wawasan nusantara sangat penting untuk menjaga persatuan, stabilitas, dan kesejahteraan seluruh bangsa.
3. konsepsi wawasan nusantara berperan penting dalam mencegah timbulnya konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan mengedepankan pemahaman tentang kesatuan dan identitas bangsa yang inklusif. Dengan menekankan pentingnya integrasi wilayah, wawasan ini mendorong dialog dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat di daerah perbatasan, sehingga isu-isu delimitasi dan pengelolaan sumber daya dapat diatasi secara konstruktif. Selain itu, wawasan nusantara mempromosikan penghargaan terhadap keragaman budaya dan sejarah, yang membantu meredakan sentimen negatif antarwarga. Dengan pendekatan yang berbasis pada persatuan dan kolaborasi, konsepsi ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan harmonis, serta mengurangi potensi konflik di masa depan.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Aisyah Sathrani Meiva -
Nama : Aisyah Sathrani Meiva
NPM : Aisyah Sathrani Meiva
Kelas : Reguler A
Prodi : Ilmu Adm. Negara

Izin menjawab pertanyaan :
1. Artikel tersebut membahas konflik yang terjadi di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste karena pembangunan jalan oleh Timor Leste di zona bebas yang dianggap melanggar kesepakatan oleh Indonesia. Artikel ini menunjukkan betapa pentingnya menangani masalah perbatasan dengan bijak untuk mencegah konflik antarwarga. Sangat menguntungkan bahwa semakin banyak orang yang menyadari betapa pentingnya berbicara dan bekerja sama lintas batas serta betapa pentingnya menggunakan pendekatan damai untuk menyelesaikan konflik, terutama di area sensitif seperti perbatasan.

2. Jika tidak ada gagasan Wawasan Nusantara, Indonesia mungkin menghadapi banyak masalah yang berkaitan dengan keutuhan wilayahnya dan rasa persatuan nasional. Wilayah perbatasan mungkin memiliki klaim yang tidak jelas, sementara penduduknya mungkin tidak merasa memiliki hubungan yang kuat dengan negara. Hal ini dapat menyebabkan lebih banyak konflik atau upaya separatis. Untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah, konsep Wawasan Nusantara membantu semua orang tahu tentang batas negara dan identitasnya.

3. Persatuan, kesatuan wilayah, dan keharmonisan dalam keberagaman sangat penting, menurut Wawasan Nusantara. Seperti yang dijelaskan dalam artikel tersebut, Wawasan Nusantara memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas dan mencegah konflik antarwarga. Dengan pemahaman ini, masyarakat di perbatasan lebih mungkin menghargai perbedaan budaya dan menjaga hubungan baik dengan warga negara tetangga. Selain itu, pemerintah akan lebih tertarik untuk menangani masalah perbatasan dengan cara diplomatik dan kerja sama daripada membiarkan konflik muncul.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Winanda Fara Zhavira -
Nama: Winanda Fara Zhavira
NPM: 2416041048
Kelas: REG B
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

1. Tanggapan saya mengenai artikel tersebut adalah artikel tersebut menggambarkan kompleksnya permasalahan yang terjadi di perbatasan. Namun artikel tetsebut tidak hanya soal batas wilayah yang belum jelas tetapi juga adanya perbedaan kepentingan persepsi dan sejarah antara kedua kelompok masyarakat.

Hal positif yang saya dapat adalah:
Pentingnya Penegakan Hukum: Penegakan hukum yang tegas dan adil sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum.

Pentingnya Pendidikan: Pendidikan bisa menjadi kunci untuk mengubah mindset masyarakat dan membangun masa depan yang lebih baik.

2. Keutuhan wilayah terancam: Tanpa adanya wawasan yang menyatukan seluruh wilayah nusantara, potensi disintegritas dan separatisme akan semakin besar. Bisa juga lemahnya persatuan dan kesatuan. Rada persatuan dan kedatuan bangsa akan terkikis. Setiap daerah akan meradsa sebagai entitas yang terpisah dan tidak memiliki ikatan yang kuat dengan daerah lainnya.

3. Beberapa cara wawasan nusantara mencegah konflik seperti artikel diatas adalah:
Menumbuhkan Rasa Kebangsaan: Dengan menanamkan rasa kebangsaan yang kuat pada setiap warga negara, perbedaan-perbedaan yang ada akan dianggap sebagai kekayaan, bukan sebagai pemicu konflik.

Pendidikan: Pendidikan tentang Wawasan Nusantara harus dimulai sejak dini. Dengan demikian, generasi muda akan tumbuh dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.

Penguatan Nilai-nilai Kebangsaan: Nilai-nilai kebangsaan seperti gotong royong, toleransi, dan nasionalisme harus terus digalakkan dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Lia Septiyani -
NAMA : LIA SEPTIYANI
NPM : 2416041035
KELAS : REG B
PRODI : ILMU ADM NEGARA

1. Analisis Artikel :
Artikel ini membahas konflik komunal di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste yang dipicu oleh ketidaksepakatan mengenai batas wilayah dan zona netral. Konflik ini melibatkan aspek fisik, sosial, dan budaya seperti identitas nasional dan perbedaan pandangan mengenai zona netral. Contoh kasus seperti pembangunan jalan yang melanggar perjanjian atau sengketa lahan menunjukkan potensi konflik yang bisa terjadi di perbatasan. Artikel ini menyoroti pentingnya penyelesaian masalah perbatasan melalui diplomasi yang lebih kuat dan dialog antarbudaya. Dengan memahami faktor-faktor pemicu konflik, Indonesia dapat memperkuat strategi pencegahan konflik dan menjaga stabilitas wilayah.

2. Pentingnya Konsep Wawasan Nusantara :
Jika Indonesia tidak memiliki konsep Wawasan Nusantara, konflik seperti di perbatasan Indonesia-Timor Leste bisa lebih sering terjadi. Wawasan Nusantara adalah konsep geopolitik yang menekankan kesatuan dalam aspek wilayah, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Tanpa konsep ini, persatuan nasional Indonesia dapat terancam, dan konflik internal atau ketegangan antarwilayah bisa meningkat. Wawasan Nusantara mengajarkan kita untuk melihat Indonesia sebagai kesatuan utuh, meskipun terdiri dari berbagai suku, budaya, dan kepulauan.

3. Peran Wawasan Nusantara dalam Mencegah Konflik
Konsep Wawasan Nusantara sangat penting dalam mencegah konflik. Pandangan ini mengajarkan bahwa perbedaan wilayah, suku, dan budaya harus dikelola dengan baik untuk mencegah perpecahan. Selain itu, Wawasan Nusantara menekankan pentingnya diplomasi, pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana, dan dialog antarbudaya untuk mengurangi potensi konflik, seperti perebutan lahan atau sumber daya. Dengan menerapkan konsep ini, Indonesia dapat menyelesaikan sengketa wilayah melalui cara damai yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga persatuan dan keutuhan wilayah tetap terjaga.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Alya Luthfi Devianti -
NAMA : Alya Luthfi Devianti
NPM : 2456041021
KELAS : MAM A
PRODI : Ilmu ADM. negara

menurut pendapat saya tentang Konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste terjadi karena berbagai faktor, seperti perbedaan budaya, sejarah masa lalu, dan masalah ekonomi. Setelah Timor Leste merdeka, wilayah perbatasan menjadi area yang rawan konflik, terutama karena adanya ketidakjelasan batas wilayah dan akses sumber daya. Konflik ini sering melibatkan masyarakat lokal yang masih memiliki hubungan historis dan emosional tetapi terpisah oleh batas negara.

ada pula upaya penyelesaian yang dilakukan lewat diplomasi antara pemerintah Indonesia dan Timor Leste, seperti penetapan batas wilayah secara resmi dan penguatan kerja sama lintas negara. Selain itu, masyarakat lokal dilibatkan melalui dialog dan mediasi untuk mendorong perdamaian. Namun, penyelesaian ini masih menghadapi tantangan karena persoalan sosial dan ekonomi di tingkat masyarakat belum sepenuhnya teratasi.

konflik di perbatasan ini membutuhkan pendekatan jangka panjang yang mengutamakan pembangunan ekonomi, pendidikan, dan pemahaman lintas budaya untuk menghindari ketegangan di masa depan.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Indy Dhea El Farha -
Nama : Indy Dhea El Farha
NPM : 2416041069
Kelas : REG B
Prodi : Ilmu Administrasi Negara

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?

Secara keseluruhan, kasus ini memberikan wawasan tentang pentingnya hubungan yang harmonis antara negara bertetangga serta urgensi kebijakan yang mendukung stabilitas sosial dan politik. kasus ini mengingatkan bahwa masalah perbatasan tidak hanya soal batas fisik, tetapi juga mencakup hubungan antarmanusia yang kompleks. Oleh karena itu, pendekatan menyeluruh yang melibatkan diplomasi, hukum, dan pemberdayaan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas di wilayah perbatasan.

Hal positif yang dapat di ambil :
- Fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu solusi konflik

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?

Konsepsi wawasan nusantara merupakan pilar penting bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Tanpa konsepsi ini, wilayah dan bangsa Indonesia akan rentan terhadap disintegrasi, baik dari segi politik, sosial, maupun kedaulatan wilayah. Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas sangat membutuhkan landasan filosofis dan strategis untuk menjaga keutuhan wilayah dan harmonisasi di tengah keberagaman.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?

Beberapa cara konsepsi wawasan nusantara dapat mencegah konflik tersebut:

- Menekankan Pentingnya Kesatuan Wilayah
- ⁠Mendorong Kerukunan dan Persaudaraan
- ⁠Meningkatkan Kesadaran Hukum dan Pendidikan Perdamaian

Dengan menerapkan konsepsi wawasan nusantara, Indonesia dapat menjaga keharmonisan di wilayah perbatasan, baik secara internal maupun dalam hubungan dengan negara tetangga. Prinsip ini memastikan bahwa penyelesaian konflik dilakukan secara adil, diplomatis, dan berdasarkan rasa persatuan, sehingga potensi konflik seperti pada artikel dapat diminimalkan atau bahkan dicegah sepenuhnya.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Putri Anggraini -
Nama: Putri Anggraini
NPM: 2416041037
Kelas: Reguler B
Prodi: Ilmu Administrasi Negara

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Artikel ini memberikan wawasan mendalam tentang konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste, menyoroti faktor-faktor penyebab seperti belum selesainya delimitasi perbatasan dan sentimen negatif antara warga. Selain itu, artikel ini menggarisbawahi perlunya penyelesaian diplomatik yang melibatkan pemahaman budaya dan sosial untuk menghindari konflik lebih lanjut.

Hal positif yang bisa diambil dari artikel ini adalah pentingnya dialog dan komunikasi antara kedua negara untuk menyelesaikan masalah di perbatasan.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?

Tanpa konsepsi wawasan nusantara, wilayah dan bangsa Indonesia dapat menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya kesatuan dan integrasi antarwilayah. Hal ini bisa mengakibatkan konflik antarsuku dan daerah, yang berpotensi merusak stabilitas nasional. Wawasan nusantara berfungsi sebagai landasan untuk menjaga keutuhan wilayah, identitas nasional, dan kerukunan antarwarga, sehingga sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif akan keberagaman dan persatuan di Indonesia.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?

Konsepsi wawasan nusantara dapat berperan penting dalam mencegah konflik seperti yang terjadi di artikel di atas. Dengan menekankan pada persatuan, kesatuan, dan saling menghormati antarwarga, wawasan nusantara dapat memperkuat ikatan sosial di antara masyarakat yang berbeda latar belakang. Pendidikan dan sosialisasi mengenai wawasan nusantara harus diperkuat, sehingga masyarakat memahami pentingnya kerjasama dan dialog dalam menyelesaikan permasalahan di perbatasan. Selain itu, pengelolaan sumber daya secara adil dan transparan juga dapat mengurangi ketegangan yang mungkin timbul akibat perebutan sumber daya.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Muhammad Andri Asan Hilmas -
Nama:Muhammad Andri Asan Hilmas
NPM:2456041004
Kelas:Mandiri A
Prodi:ilmu administrasi negara

1).Bagaimana tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut.

jawab:mengangkat masalah konflik perbatasan yang ada di Indodesia dengan Timor Leste tepatnya warga nelu indonesia dengan warga leolbatan timor leste, keduanya memiliki statement masing-masing terkait siapa yang berhak atas wilayah tanah tersebut.

2).Bagaimanakah menurut pendapatmu dari apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsep wawasan nusantara.

jawab:Jika Indonesia tidak memiliki konsep Wawasan Nusantara, dampaknya bisa sangat besar terhadap stabilitas, integritas, dan kemajuan bangsa dan wilayah ini. Wawasan Nusantara merupakan ide dasar yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah yang utuh, mengedepankan persatuan, kesatuan, dan kesetaraan di antara berbagai pulau, suku, budaya, dan agama.

3)Bagaimana konsep wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas.

jawab:Konsepsi wawasan nusantara memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Pertama, wawasan nusantara membantu membangun identitas nasional yang kuat, yang sangat penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman. Dengan memahami dan menghargai perbedaan budaya, masyarakat bisa lebih toleran dan mengurangi ketegangan.
Kedua, wawasan nusantara mendorong dialog dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by ARYA ALI FAHMI -
Arya Ali Fahmi
2416041007
Reg A

dari analisis saya
1. Artikel ini menunjukkan pentingnya diplomasi dan kesepakatan antarnegara, terutama yang terkait dengan delimitasi wilayah. Dengan memahami faktor penyebab konflik ini, Indonesia dapat memperkuat strategi pencegahan dan penanganan konflik di masa depan. Selain itu, pentingnya dialog antarbudaya dan pemahaman bersama antara masyarakat yang tinggal di perbatasan juga menjadi poin positif yang perlu diperhatikan untuk menjaga stabilitas wilayah.
2. Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi Wawasan Nusantara, maka negara ini bisa kehilangan arah dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Wawasan Nusantara mengajarkan kita untuk melihat Indonesia sebagai satu kesatuan yang terdiri dari banyak pulau, suku, dan budaya yang berbeda, namun tetap harus saling menghormati dan bekerja sama. Tanpa konsep ini, bisa muncul ketegangan antar daerah, pemisahan antar suku atau budaya, dan bahkan perpecahan yang mengancam keutuhan bangsa. Jadi, Wawasan Nusantara sangat penting untuk menjaga Indonesia tetap bersatu dan berkembang sebagai negara yang maju.
3. Bagaimanakah konsepsi wawasan Nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Jawaban:
Wawasan Nusantara, yang menitikberatkan pada kesatuan wilayah dan persatuan bangsa, dapat menjadi alat penting untuk mencegah konflik perbatasan seperti yang terjadi. Dengan memahami Wawasan Nusantara, pemerintah Indonesia dapat lebih proaktif dalam menyelesaikan masalah delimitasi dan demarkasi batas wilayah melalui jalur diplomatik. Selain itu, pendekatan ini mendorong penguatan identitas nasional, edukasi lintas budaya, dan pemberdayaan ekonomi di wilayah perbatasan, sehingga mengurangi peluang konflik berbasis perebutan sumber daya atau kesalahpahaman sosial-budaya.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by lingga Fani jelita putri -
nama : Lingga Fani jelita putri
kelas : Reguler A
Npm : 2416041028
prodi : Ilmu Administrasi Negara

1.Bagaimana tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut....
Jawaban:
Konflik komunal di perbatasan Indonesia dan Timor Leste, terutama yang melibatkan masyarakat lokal, dapat dipahami melalui beberapa faktor sosial, budaya, dan politik.

Persaingan Sumber Daya Alam: Salah satu pemicu utama konflik di daerah perbatasan adalah persaingan untuk mengakses sumber daya alam yang terbatas, seperti tanah, air, dan hasil alam lainnya. Masyarakat di kedua belah pihak sering merasa bahwa hak mereka terhadap sumber daya tersebut terancam, baik oleh kebijakan pemerintah maupun oleh kelompok lain yang dianggap memiliki klaim lebih kuat atas tanah atau wilayah tertentu.

Identitas dan Sentimen Nasionalisme: Konflik di perbatasan sering kali diperburuk oleh perbedaan identitas etnis dan nasionalisme. Masyarakat di perbatasan sering kali terjebak dalam persaingan identitas, dengan masing-masing pihak merasa lebih dekat atau loyal kepada negara asal mereka (Indonesia atau Timor Leste). Hal ini menyebabkan ketegangan antarwarga yang sebenarnya memiliki kesamaan budaya dan sejarah.

Perbedaan Sosial dan Ekonomi: Ketimpangan sosial dan ekonomi antara masyarakat yang tinggal di perbatasan sering kali menjadi bahan bakar konflik. Masyarakat perbatasan, yang seringkali hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit, merasa terabaikan oleh pemerintah pusat. Ketidakadilan dalam distribusi pembangunan dan kesejahteraan memperburuk ketegangan sosial antara kelompok-kelompok di perbatasan, bahkan dalam satu negara atau negara bertetangga.

Warisan Konflik Sejarah: Sejarah panjang yang melibatkan penjajahan, perang kemerdekaan, dan pemisahan Timor Leste dari Indonesia pada tahun 2002 meninggalkan luka emosional yang mendalam bagi banyak orang. Trauma masa lalu ini sering kali diperburuk oleh ingatan kolektif tentang pertempuran dan kekerasan yang terjadi selama periode tersebut, yang memengaruhi hubungan antarwarga dan menciptakan ketidakpercayaan yang besar.

Peran Pemerintah dan Kebijakan Perbatasan: Di beberapa titik, kebijakan pemerintah yang diterapkan di daerah perbatasan cenderung tidak cukup sensitif terhadap dinamika lokal. Masyarakat sering merasa bahwa kebijakan perbatasan lebih mengutamakan kepentingan negara dan keamanan, tanpa memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat yang tinggal di sana. Hal ini dapat memperburuk ketegangan, terutama jika masyarakat merasa bahwa mereka diperlakukan sebagai "korban" kebijakan tersebut.

Keterbatasan Komunikasi dan Pemahaman Antarwarga: Komunikasi antarwarga yang terhambat akibat perbedaan bahasa, budaya, dan pandangan politik dapat memperburuk konflik. Misalnya, masyarakat di daerah perbatasan Indonesia dan Timor Leste mungkin memiliki kesamaan budaya tetapi tidak selalu memiliki saluran yang jelas untuk berbicara satu sama lain atau untuk menyelesaikan perbedaan secara damai.

nilai positif (+) :
1.adanya kesadaran hukum
2. adanya sifat dalam membangun hubungan sosial yang baik
3. pentingnya kerjasama

2.Bagaimanakah menurut pendapatmu dari apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsep wawasan nusantara...
Jawaban:
Wawasan nusantara merupakan pandangan yang luas tentang arah dan identitas bangsa Indonesia. Wawasan nusantara juga menjadi pedoman, dorongan, dan motivasi dalam menentukan segala keputusan, kebijaksanaan, dan tindakan bagi penyelenggara negara.

Beberapa peran wawasan nusantara bagi bangsa Indonesia, di antaranya:
• Menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam pemanfaatan lingkungan
Melindungi kepentingan nasional
Mewujudkan dan memelihara persatuan dan kesatuan yang serasi dan selaras.

•Jika bangsa Indonesia tidak memiliki konsep wawasan nusantara, maka dapat terjadi beberapa hal, di antaranya: Hilangnya rasa persatuan dan kesatuan, Hilangnya cinta tanah air, Tercerai berainya bangsa dan negara Indonesia
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Feyza Alfarizi -
NAMA: Feyza Alfarizi
NPM: 2416041060
KELAS: REGULER B
PRODI: ILMU ADMINISTRASI NEGARA

Artikel tentang konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste menyoroti kompleksitas isu yang memerlukan perhatian serius, terutama dalam menangani konflik akibat kesalahpahaman dan perbedaan pandangan terkait batas wilayah. Hal positif yang dapat diambil adalah pentingnya dialog dan kerjasama antarnegara dalam menyelesaikan masalah secara damai, melibatkan semua pihak untuk mencegah konflik serupa di masa depan. Tanpa konsepsi wawasan nusantara, Indonesia berisiko menghadapi perpecahan masyarakat berdasarkan etnis atau budaya, meningkatnya ketidakstabilan politik, dan pengabaian wilayah perbatasan, yang dapat memperburuk kondisi sosial dan ekonomi. Konsepsi wawasan nusantara menjadi kunci dalam mencegah konflik, dengan memperkuat identitas nasional, mendorong toleransi, meningkatkan dialog antara pemerintah dan masyarakat, serta memastikan pembangunan merata di seluruh wilayah. Pendidikan tentang wawasan nusantara juga penting untuk membangun kesadaran akan persatuan dan toleransi, sehingga konflik dapat diminimalisir, menciptakan stabilitas, serta memperkuat harmoni sosial di Indonesia.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Rodhiyya Zainuddin -
NAMA : Rodhiyya Zainuddin
NPM : 2416041015
KELAS : Reguler A
PRODI : Ilmu Administrasi Negara

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawab:
Tanggapan saya mengenai artikel tersebut tentang masalah konflik perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste sangatlah miris. Di mana konflik ini bukan pertama kali terjadi, namun warga yang terlibat saja yang berasal dari daerah berbeda. Kedua belah pihak beranggapan bahwa wilayah yang mereka perdebatkan adalah wilayah mereka. Konflik ini diikuti dengan aksi saling lempar batu dan kayu, yang sampai menimbulkan korban dan ketegangan di masyarakat. Konflik ini sebenarnya terjadi karena belum tuntasnya delimitasi perbatasan antara negara Indonesia dan Timor Leste. Menurut Saya dengan berbagai penyebab yang mengakibatkan konflik ini, adanya peran Pemerintah di antara kedua negara dan peran PBB untuk persengketaan di kedua negara ini masih cukup lemah atau tidak tegas. Maka dari itu, diperlukan keselarasan peran dan tanggung jawab antara PBB, Pemerintah, dan seluruh warga negara di kedua negara tersebut.

Hal positif yang dapat saya ambil dari artikel tersebut sangat minim. Namun, ada beberapa hal positif yaitu mendorong pemerintah kedua negara untuk aktif dalam melakukan dialog kerjasama dan mendorong kedua negara untuk meningkatkan keamanan dan pengawasan di perbatasan.

2. Bagaimana menurut pendapatmu dan apa yang akan terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Tanpa konsep wawasan nusantara yang menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan wilayah, maka negara Indonesia akan rentan terhadap konflik internal dan konflik eksternal yang akan berdampak pada kurangnya upaya perlindungan wilayah perbatasan sehingga menimbulkan konflik antar-daerah dan hilangnya jati diri bangsa. Sebagaimana dijelaskan dalam artikel tersebut, dalam konteks wilayah perbatasan hal ini dapat memperparah konflik, sehingga mengakibatkan hilangnya wilayah dan kemungkinan rusaknya hubungan antar masyarakat. Sehingga, menurut saya apabila bangsa Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, maka bangsa Indonesia tidak akan menjadi satu kesatuan dan akan adanya perpecahan baik itu antar suku, agama, maupun antar wilayah. Selain itu, akan mengancam identitas nasional Indonesia.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas?
Dengan adanya wawasan nusantara, dapat memperkuat identitas nasional bangsa Indonesia, yang sangat relevan di daerah perbatasan yang memiliki keragaman budaya. Penerapan wawasan nusantara juga menditing dialog antar masyarakat di perbatasan untuk dapat menyelesaikan konflik secara damai. Dengan menerapkan prinsip wawasan nusantara secara konsisten, ini tidak hanya akan membantu mencegah konflik komunal namun juga memperkuat hubungan bilateral antar kedua negara.
Sehingga dengan adanya transaksi wawasan nusantara masyarakat akan mengedepankan nilai-nilai persatuan, keadilan, dan integrasi nasional.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by FITRA RIZKY OKTARIAN -
NAMA : Fitra Rizky Oktarian
NPM : 2456041024
KELAS : Mandiri A
PRODI : Ilmu Administrasi Negara


1. Tanggapanmengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa diambil setelah membaca artikel

Menurut saya, artikel itu memberikan gambaran konflik di perbatasan Indonesia-Timor Leste, termasuk kronologi kejadian, penyebab konflik, dan dampaknya. Artikel ini menyoroti isu konflik komunal di perbatasan, yang berbeda dari masalah perbatasan lainnya di Indonesia. Artikel ini juga menunjukkan bahwa penyelesaian konfliknya tidak hanya memerlukan pendekatan diplomasi antarnegara tapi juga perlu pendekatan pada hubungan sosial-budaya antarwarganya.

Hal positif yang bisa diambil:
Pentingnya ada Pendekatan Sosial-Budaya dalam Masyarakat, Karena ketika ada pendekatan ini masyarakat akan bisa hidup saling berdampingan dan saling bertoleransi dalam keberagaman. Jadi Masyarakat bisa terhindar dari konflik-konflik yang bisa memicu perpecahan atau perselisihan baik antar masyarakat di wilayah mereka maupun wilayah dan negara lain.
Selain dari masyarakat pemerintah juga memiliki peran penting, dengan adanya konflik ini pemerintah harus meningkatkan pengawasan terhadap daerah perbatasan. Karena daerah perbatasan ini tentunya rawan dari konflik, jadi pemerintah bisa memberikan solusi atau menjadi penengah yang adil dalam konflik yang terjadi.


2. Bagaimana pendapat dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara

Wawasan Nusantara itu sendiri kan merupakan cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya sebagai satu kesatuan wilayah, bangsa, dan negara dalam mencapai tujuan nasional. Di lihat dari wilayah daratan, lautan, dan udara ini Indonesia sangat luas dan wilayah Indonesia merupakan satu kesatuan yang gak bisa di pisahkan. Wawasan Nusantara sendiri memiliki prinsip yakni, kesatuan wilayah, kesatuan bangsa, kesatuan ideologi, dan kesatuan ekonomi, sosial, dan budaya. Wawasan Nusantara ini membantu menciptakan rasa kebersamaan dan menjaga persatuan di negara yang beragam seperti Indonesia.

Dilihat dari pengertian dan prinsip wawasan Nusantara itu menurut saya jika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan Nusantara yang akan terjadi wilayah Indonesia akan terpecah belah dan rentan terjadinya sebuah konflik karena banyaknya dan luasnya keberagaman serta wilayah Indonesia, kesatuan di Indonesia juga akan sulit dicapai, nah karena banyaknya konflik yang terjadi Kedaulatan dalam Indonesia akan sulit dijaga dan akhirnya bangsa Indonesia tidak memiliki identitas dan sulit disatukan sehingga bisa saja bangsa akan memilih membuat negara sendiri menurut pandangan mereka.


3. Bagaimana konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell

Dari artikell konflik antara Timor Leste dan Indonesia Wawasan Nusantara memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya konflik seperti itu. Konsepsi Wawasan Nusantara, yang menekankan persatuan dalam keberagaman dapat mencegah konflik dengan beberapa hal,
1. Kesatuan Sosial Budaya
Sebagian mana prinsip wawasan Nusantara tadi, Wawasan Nusantara mengajarkan bagaiman cara penghargaan terhadap keberagaman budaya, bahasa, dan adat istiadat yang berbeda-beda. Dengan adanya sikap menghargai pasti potensi ketegangan antar wilayah atau kelompok yang merasa diabaikan dapat diminimalisir.
2. Kesetaraan Pembangunan
Wilayah Indonesia sangat luas nah dengan menerapkan prinsip pemerataan pembangunan, setiap daerah akan merasa diperhatikan. Karena sebagian besar masyarakat melakukan pemberontakan dipicu karena adanya ketidakpuasan terhadap kebijakan pembangunan.
3. Penerapan Nilai Pancasila
Prinsip Wawasan Nusantara salah satunya adalah kesatuan ideologi, Indonesia mempunyai ideologi yakni Pancasila, apa bila nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila diterapkan ketegangan konflik bisa diredakan atau dicegah sebelum konflik ini akan membesar dan semakin membesar.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Fernando Hasan -
Nama:Fernandi Hasan
Kelas:Mandiri A
NPM:2456041022
Konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste, seperti yang terjadi pada Oktober 2013, dipicu oleh pembangunan infrastruktur yang melanggar kesepakatan bilateral. Terdapat beberapa faktor penyebab, antara lain belum tuntasnya delimitasi perbatasan, perbedaan interpretasi zona netral, dan sentimen negatif antarwarga. Artikel ini menekankan pentingnya analisis untuk mencegah konflik serupa di masa depan dengan memperkuat kerjasama dan komunikasi antara kedua negara serta menegaskan konsepsi wawasan nusantara untuk menjaga integritas wilayah dan mencegah ketegangan sosial.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Maulana Toha Fauzi Maulana -
Maulana Toha Fauzi
2456041006
Mandiri A

Artikel ini mengungkap pentingnya diplomasi dan tata kelola perbatasan untuk mencegah konflik seperti di perbatasan Indonesia-Timor Leste.

1.Tanpa Wawasan Nusantara: Indonesia berisiko menghadapi disintegrasi, konflik internal, dan lemahnya kedaulatan wilayah.

2.Peran Wawasan Nusantara: Memperkuat identitas nasional, mengelola perbatasan dengan adil, mendukung diplomasi, dan meningkatkan pemahaman masyarakat untuk menjaga persatuan.

Pendekatan ini vital untuk mencegah konflik dan menjaga keutuhan bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by M Zulio khadafy -
NAMA : M ZULIO KHADAFY
NPM:2416041032
KELAS : REG A

1.Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Artikel ini secara efektif menjelaskan latar belakang dan kronologi konflik yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah pentingnya memahami konteks sejarah dan budaya dalam menangani konflik. Penekanan pada perlunya penyelesaian delimitasi perbatasan dan dialog antara kedua negara menunjukkan bahwa pendekatan diplomatik sangat diperlukan untuk mencegah eskalasi ketegangan di masa depan.
2.Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi Wawasan Nusantara, besar kemungkinan konflik seperti yang terjadi di perbatasan Indonesia-Timor Leste akan lebih sering terjadi. Wawasan Nusantara adalah pandangan geopolitik yang menekankan pentingnya kesatuan wilayah, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Tanpa pandangan ini, integritas nasional Indonesia akan terancam, dan kesadaran akan pentingnya persatuan dalam keragaman mungkin akan menurun. Hal ini bisa memicu terjadinya konflik internal dan antarwarga yang berujung pada ketidakstabilan nasional.
3.Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?

Konsepsi wawasan nusantara dapat berperan penting dalam mencegah konflik seperti yang terjadi di artikel di atas. Dengan menekankan pada persatuan, kesatuan, dan saling menghormati antarwarga, wawasan nusantara dapat memperkuat ikatan sosial di antara masyarakat yang berbeda latar belakang. Pendidikan dan sosialisasi mengenai wawasan nusantara harus diperkuat, sehingga masyarakat memahami pentingnya kerjasama dan dialog dalam menyelesaikan permasalahan di perbatasan. Selain itu, pengelolaan sumber daya secara adil dan transparan juga dapat mengurangi ketegangan yang mungkin timbul akibat perebutan sumber daya.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Annisa Apriliza -
1). Artikel tersebut membahas konflik perbatasan antara warga Indonesia dan Timor Leste di Nelu dan Leolbatan akibat ketidakjelasan batas wilayah. Ketegangan ini diperburuk oleh pandangan masyarakat yang merasa klaim mereka paling benar.

Hal positif: Konflik ini mengajarkan pentingnya diplomasi antarnegara untuk menyelesaikan batas wilayah secara damai dan perlunya edukasi masyarakat agar berpikir lebih realistis dan menghindari kekerasan.

2). Tanpa Wawasan Nusantara, Indonesia berisiko menghadapi perpecahan bangsa, lemahnya integrasi wilayah, dan menurunnya rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga keutuhan negara. Konsep ini penting untuk menyatukan keberagaman Indonesia dalam bingkai persatuan dan kedaulatan.

3). Wawasan Nusantara mencegah konflik dengan menanamkan nilai persatuan, keadilan, dan integrasi wilayah. Hal ini dapat diwujudkan melalui pendidikan, penguatan identitas nasional, dan pemahaman bahwa seluruh wilayah Indonesia adalah satu kesatuan yang harus dijaga bersama.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Aqilla Shafia Latifa Zahra Zahra -
Nama: Aqilla Shafia Latifa Zahra
Npm: 2416041024
Kelas: Regular A

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
= Artikel ini memberikan wawasan mendalam tentang konflik perbatasan Indonesia-Timor Leste, termasuk faktor historis, geografis, dan sosial budaya yang menjadi pemicu. Hal positif yang bisa diambil adalah pentingnya dialog, kerja sama, dan upaya penegasan batas wilayah untuk menghindari konflik serupa di masa depan.
2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
= Tanpa wawasan nusantara, wilayah dan bangsa Indonesia berpotensi terpecah karena tidak adanya rasa persatuan, lemahnya kontrol terhadap perbatasan, dan meningkatnya konflik internal maupun eksternal.
3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
= Konsepsi wawasan nusantara mengajarkan pentingnya kesatuan wilayah dan kedaulatan, mendorong penyelesaian konflik melalui dialog damai, menjaga keharmonisan antarbudaya, dan menegaskan peran negara dalam mengelola perbatasan dengan bijak.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

by Muhammad Daffa Ghifari -
Nama: Muhammad Daffa Ghifari
NPM:1946041002
KELAS:Pararel
Prodi : Adm negara

Analisis kasus 1
1)Bagaimana tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut..
Jawab:
Tanggapan terhadap Isi Artikel dan Hal Positif yang Bisa DiambilArtikel ini memberikan gambaran yang mendalam mengenai ketegangan komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste, serta upaya-upaya yang telah dilakukan untuk menyelesaikan konflik di daerah tersebut. Hal positif yang bisa diambil dari artikel ini adalah penekanan pada pentingnya kerjasama bilateral, pendekatan lintas batas, dan pembangunan sosial-ekonomi dalam menciptakan kedamaian di perbatasan. Ini menunjukkan bahwa penyelesaian masalah tidak hanya bergantung pada aspek politik atau hukum semata, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat lokal dan pemanfaatan sumber daya untuk menciptakan kesejahteraan bersama. Konsep pendekatan lintas batas untuk mendorong interaksi sosial antar-komunitas dan penyelesaian masalah bersama-sama adalah pelajaran penting yang dapat diterapkan di banyak kawasan perbatasan lainnya.

2. Jika Indonesia tidak memiliki konsepsi Wawasan Nusantara, maka negara ini bisa kehilangan arah dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Wawasan Nusantara mengajarkan kita untuk melihat Indonesia sebagai satu kesatuan yang terdiri dari banyak pulau, suku, dan budaya yang berbeda, namun tetap harus saling menghormati dan bekerja sama. Tanpa konsep ini, bisa muncul ketegangan antar daerah, pemisahan antar suku atau budaya, dan bahkan perpecahan yang mengancam keutuhan bangsa. Jadi, Wawasan Nusantara sangat penting untuk menjaga Indonesia tetap bersatu dan berkembang sebagai negara yang maju.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan Nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Jawaban:
Wawasan Nusantara, yang menitikberatkan pada kesatuan wilayah dan persatuan bangsa, dapat menjadi alat penting untuk mencegah konflik perbatasan seperti yang terjadi. Dengan memahami Wawasan Nusantara, pemerintah Indonesia dapat lebih proaktif dalam menyelesaikan masalah delimitasi dan demarkasi batas wilayah melalui jalur diplomatik. Selain itu, pendekatan ini mendorong penguatan identitas nasional, edukasi lintas budaya, dan pemberdayaan ekonomi di wilayah perbatasan, sehingga mengurangi peluang konflik berbasis perebutan sumber daya atau kesalahpahaman sosial-budaya.