Nama : Fernando Hasan
Kelas : Mandiri A
NPM : 2456041022
Prodi :Ilmu Administrasi Negara
Hasil analisis saya terhadap
video sebagai berikut.
Ketahanan nasional adalah kemampuan suatu bangsa untuk tetap berdiri teguh meski menghadapi berbagai ancaman, baik yang terlihat maupun tersembunyi. Ancaman ini dapat mengganggu integritas, identitas, keberlangsungan hidup, dan tujuan besar bangsa. Dalam memahami ancaman, kita melihat dua unsur utama:
1. Trigatra (Aspek Alamiah):
- Lokasi dan Geografis: Posisi strategis Indonesia sering menjadi incaran pihak luar, seperti kasus perpisahan Timor Timur atau pelanggaran batas laut oleh kapal asing.
- Kekayaan Alam: Kekayaan Indonesia, seperti ikan dan tambang, sering dieksploitasi oleh pihak asing karena lemahnya pengawasan.
- Kemampuan Penduduk: Keterbatasan pendidikan dan keahlian masyarakat lokal sering menjadi hambatan dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam secara maksimal.
2. Panca Gatra (Aspek Sosial):
- Ideologi: Ancaman berupa upaya menggantikan Pancasila dengan ideologi lain, seperti yang terjadi pada G30S/PKI.
- Politik: Munculnya pembatasan kebebasan berpendapat dapat mengurangi peran masyarakat dalam demokrasi.
- Ekonomi: Rendahnya daya saing produk lokal serta regulasi yang mempersulit pengusaha kecil, dibandingkan kemudahan yang diberikan kepada investor asing.
- Sosial Budaya: Tradisi dan adat istiadat mulai terkikis oleh budaya luar yang semakin mendominasi.
- Hankam (Pertahanan dan Keamanan): Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan negara.
Strategi untuk menghadapinya harus menyentuh kedua aspek tersebut. Pada aspek trigatra, pengelolaan sumber daya harus lebih maksimal dengan melibatkan SDM lokal yang terdidik dan memiliki kompetensi tinggi. Selain itu, diplomasi internasional yang tegas juga diperlukan untuk menjaga kedaulatan wilayah. Pada aspek panca gatra, nilai-nilai Pancasila perlu dihidupkan kembali dalam praktik kehidupan sehari-hari, termasuk melalui pendidikan dan pelestarian budaya lokal. Demokrasi yang sehat juga harus dijaga, dengan memastikan setiap warga memiliki ruang untuk berpartisipasi.
Kesimpulannya, ketahanan nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia, termasuk mahasiswa. Peran mahasiswa adalah belajar secara serius dan mengembangkan wawasan agar mampu menjadi generasi penerus yang kompeten dan berkarakter. Dengan demikian, ancaman terhadap bangsa, baik dari luar maupun dalam, dapat dihadapi dengan tangguh. Ketahanan nasional yang kuat akan memastikan Indonesia tetap berdaulat, bermartabat, dan mampu bersaing di era globalisasi.