Posts made by Annisa Apriliza

NAMA : Annisa Apriliza
NPM : 2416041020
KELAS : Reg A
Dari pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa jurnal "Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19" oleh Syahrul Kemal mengangkat tema pentingnya bela negara dalam konteks situasi pandemi. Beberapa poin penting yang dapat diidentifikasi dari jurnal tersebut adalah:

1. Definisi bela negara yang tidak hanya terkait dengan perjuangan fisik atau penggunaan senjata, tetapi juga melibatkan kontribusi warga negara dalam berbagai bentuk, seperti disiplin mengikuti protokol kesehatan dan solidaritas sosial.
2. Pentingnya pendidikan kewarganegaraan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran mereka dalam mempertahankan negara, termasuk dalam menghadapi pandemi.
3. Solidaritas sosial dan partisipasi dalam membantu sesama dan menjaga lingkungan dianggap sebagai bagian yang tak kalah penting dari bela negara.
4. Tantangan dalam implementasi bela negara, termasuk rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjalankan tanggung jawab mereka.
5. Poin terakhir yang dijelaskan adalah perlunya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi krisis seperti pandemi untuk menjaga kekokohan negara.
NAMA : ANNISA APRILIZA
NPM : 2416041020
KELAS : REG A
Ketahanan Nasional adalah kemampuan suatu bangsa untuk bertahan dan berkembang di tengah berbagai ancaman. Bagi Indonesia, ketahanan ini sangat penting dalam menghadapi tantangan dari dalam maupun luar negeri, khususnya di era globalisasi. Ketahanan nasional melibatkan keuletan, keterampilan, dan kemampuan bangsa dalam mempertahankan integritas, identitas, kelangsungan hidup, serta upaya mencapai tujuan nasional.

Ancaman yang dihadapi Indonesia dapat dibagi menjadi dua kategori utama: ancaman unsur Trigatra (aspek alamiah) dan ancaman unsur Panca Gatra (aspek sosial).
1. Ancaman Unsur Trigatra:
-Geografis: Posisi geografis Indonesia terancam oleh potensi pergeseran wilayah, seperti kasus Timor Timur.
-Kekayaan alam: Sumber daya alam Indonesia, seperti ikan, rentan dieksploitasi oleh kapal asing.
-Kemampuan penduduk: Jika kualitas SDM Indonesia menurun, bangsa ini akan kesulitan bersaing di kancah global.

2. Ancaman Unsur Panca Gatra:
-Ideologi: Contoh ancaman ideologi adalah peristiwa G30S/PKI yang berusaha menggantikan Pancasila dengan komunisme.
-Politik: Ancaman dalam politik bisa berupa pengekangan hak berpendapat dan kurangnya partisipasi masyarakat.
-Ekonomi: Rumitnya regulasi bagi masyarakat lokal, sementara investor asing mendapat kemudahan.
-Sosial budaya: Budaya asing yang masuk secara besar-besaran dapat melemahkan budaya tradisional Indonesia.
-Hankam (Pertahanan dan Keamanan): Munculnya keraguan masyarakat terhadap ideologi negara, seperti Pancasila.

Strategi Menghadapi Ancaman:
Untuk menghadapi ancaman-ancaman ini, Indonesia perlu mengembangkan strategi berdasarkan Trigatra dan Panca Gatra:
1. Aspek Trigatra (Alamiah):
-Geografis: Tingkatkan potensi laut dan darat, serta kemampuan menghadapi negara-negara yang berusaha mengeksploitasi kekayaan Indonesia.
-Kekayaan alam: Bangun kesadaran nasional tentang pentingnya pemanfaatan kekayaan alam secara bijaksana.
-Kemampuan penduduk: Tingkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan agar SDM Indonesia mampu bersaing, misalnya di sektor pertanian.
2. Aspek Panca Gatra (Sosial):
-Ideologi: Implementasikan nilai-nilai Pancasila secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
-Politik: Jalankan demokrasi yang sehat dan partisipatif.
-Ekonomi: Berikan akses modal, teknologi, dan sarana bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha.
-Sosial budaya: Pertahankan tradisi lokal melalui pendidikan dan kepemimpinan yang kuat.
-Hankam: Dorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan.

Dengan langkah-langkah ini, Indonesia dapat lebih siap menghadapi berbagai ancaman di masa depan.
NAMA : Annisa apriliza
NPM :2416041020
KELAS : REG A

Profesor Jimly membuka pembicaraannya dengan menyebutkan pentingnya memahami evolusi konstitusi di Indonesia.Ia menjelaskan bahwa UUD 1945 asli merupakan hasil kongres nasional pertama setelah Proklamasinya Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Menekankan bahwa dokumen ini memiliki nilai historis sebagai dasar negara Indonesia.Profesor Jimly menjelaskan tentang perubahan-perubahan yang dialami konstitusi Indonesia sepanjang waktu.Periode Orde Lama, Orde Baru, dan transisi menuju demokratisasi modern.Menguraikan perbedaan signifikan antara versi pengesahan tahun 18 Agustus 1945 dan revisi-revisi yang dilakukan setelahnya.
Misalnya, penambahan Pasal-Pasal baru terkait hak asasi manusia, sistem politik, dan struktur negara.Memberikan gambaran kronologis tentang bagaimana konstitusi Indonesia berkembang dari awal Republik Indonesia sampai sekarang. Termasuk periode reformasi dan implementasi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UU No. 22 Tahun 2002) Menegaskan bahwa evolusi konstitusi Indonesia merupakan proses dinamis yang didorong oleh kebutuhan nasional dan global.

Kesimpulan:
Video “Perbandingan UUD Versi Pengesahan 18 Agustus 1945 dengan UUD 1945 Versi Berlaku Sekarang” oleh Profesor Dr. Jimly Asshiddiqie adalah sumber informasi yang sangat berguna bagi publik yang ingin memahami kompleksitas perkembangan konstitusi di Indonesia. Video ini menunjukkan betapa dinamisnya proses pembentukan dan revisi Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, serta pentingnya memahami evolusi hukum nasional demi masa depan demokratisasi bangsa.