Kiriman dibuat oleh Satria Adhyatma Rafie Bhaskara (2416041057)

NAMA: Satria Adhyatma Rafie Bhaskara
NPM:2416041057
KELAS: REGULER B
PRODI:Ilmu Administrasi Negara

Jurnal ini membahas pentingnya semangat bela negara di tengah pandemi COVID-19 sebagai wujud tanggung jawab dan kesetiaan warga negara terhadap bangsa. Bela negara tidak hanya melibatkan tindakan militer, tetapi juga langkah sederhana seperti mematuhi protokol kesehatan, menjaga kebersihan, tidak menyebarkan hoaks, dan mendukung upaya pemerintah dalam penanganan pandemi. Dalam situasi sulit seperti pandemi, kesadaran bela negara menjadi salah satu cara untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan, sekaligus memastikan keberlanjutan negara dalam menghadapi krisis.

Penulis juga menekankan bahwa bela negara adalah kewajiban yang diatur dalam undang-undang dan mencerminkan nasionalisme serta cinta terhadap tanah air. Tindakan kecil, seperti menjaga lingkungan tetap kondusif dan membantu mereka yang terdampak, menjadi bagian dari implementasi bela negara di tingkat individu. Jurnal ini menggarisbawahi bahwa dengan tingginya kesadaran bela negara, sebuah bangsa dapat menjadi lebih kokoh, mengurangi konflik internal, dan menghadapi tantangan global secara lebih efektif.
NAMA: Satria Adhyatma Rafie Bhaskara
NPM:2416041057
KELAS: REGULER B
PRODI:Ilmu Administrasi Negara

Ketahanan nasional mencerminkan keuletan dan ketangguhan suatu bangsa dalam menghadapi ancaman terhadap integritas, identitas, keberlangsungan hidup, dan pencapaian tujuan nasional. Ancaman tersebut terbagi menjadi dua unsur:
1. Trigatra
2. Panca Gatra

Ketahanan nasional bertujuan untuk menjadi fondasi dalam menjaga keutuhan negara, melindungi rakyat, dan mewujudkan tujuan nasional seperti yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945, yaitu masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Untuk mengatasi ancaman ini, beberapa langkah yang perlu diambil antara lain
1.meningkatkan kemampuan diplomasi dan negosiasi internasional agar tidak mudah dieksploitasi oleh pihak asing
2. membangun kesadaran nasional untuk memanfaatkan sumber daya alam secara bijak demi kepentingan rakyat
3. meningkatkan pendidikan dan pelatihan guna menghasilkan SDM berkualitas yang mampu bersaing di tingkat global.

Ancaman terhadap ketahanan nasional bisa datang dari dalam dan luar negeri. Oleh karena itu, strategi untuk menghadapinya meliputi upaya menjaga wilayah, memanfaatkan sumber daya alam secara bijak, meningkatkan kualitas pendidikan agar bisa bersaing, dan menjaga stabilitas politik serta sosial budaya. Dengan kesadaran akan pentingnya setiap aspek ketahanan nasional, Indonesia dapat menghadapi berbagai tantangan dan menjaga kedaulatan serta kesejahteraan bangsa.
NAMA: Satria Adhyatma Rafie Bhaskara
NPM:2416041057
KELAS: REGULER B
PRODI:Ilmu Administrasi Negara

1. artikel mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia telah melakukan beberapa langkah reformasi, seperti meratifikasi perjanjian internasional, pelanggaran HAM masih banyak terjadi, terutama terkait dengan pelanggaran HAM masa lalu. Hal positif yang dapat diambil adalah bahwa meskipun ada banyak tantangan, Indonesia tetap berkomitmen untuk memperbaiki situasi HAM, dan gerakan masyarakat sipil serta tekanan dari publik masih menjadi kekuatan penting untuk memperjuangkan HAM di Indonesia. Hal positif yang dapat diambil adalah bahwa meskipun ada banyak tantangan, Indonesia tetap berkomitmen untuk memperbaiki situasi HAM, dan gerakan masyarakat sipil serta tekanan dari publik masih menjadi kekuatan penting untuk memperjuangkan HAM di Indonesia.

2. jika dilihat dari nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia, memiliki dasar yang kuat pada prinsip musyawarah untuk mufakat dan gotong royong. Masyarakat adat Indonesia secara tradisional mempraktikkan pengambilan keputusan bersama yang melibatkan berbagai pihak dengan tujuan untuk mencapai satu suara. demokrasi tidak hanya berfokus pada kebebasan individu tetapi juga menghargai nilai-nilai religius yang mengarah pada keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab sosial.

3. menurut saya, sistem demokrasi di Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan UUD NKRI 1945 dimana Indonesia masih banyak pelanggaran sebab masih ada oknum oknum yang memang dengan sengaja mengabaikan demokrasi.

4. menurut saya, mereka telah ingkar janji dan merupakan orang orang yang egois, mereka melupakan kita yang telah memilih nya sehingga dia dapat menjabat sebagai anggota parlemen. Mereka lebih mementingkan agenda politik mereka dan mengabaikan kepentingan bersama.

5.pemimpin yang seperti itu adalah pemimpin yang buruk, sebab ia menumbalkan masyarakat hanya demi tujuannya yang tidak jelas dan cenderung menguntungkan beberapa pihak saja. perilaku ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap HAM masyrakat.