Posts made by Wita Herlina

PBSI TSM A 2023-2024 -> DISKUSI VI -> Diskusi VI -> Re: Diskusi VI

by Wita Herlina -
Izin menjawab pak
Nama : Wita Herlina
Npm : 2313041061

Terkait perbedaan antara teori psikoanalisis kajian Carl Gustav Jung dan Sigmun Freud adalah :
Pada kajian psikoanalisis Sigmun Freud lebih berfokus pada Tingkah laku Id(keinginan), Ego (kenyataan),Superego(norma). Sementara pada kajian psikoanalisis Carl Gustav Jung lebih berfokus pada bagaimana mimpi atau khayalan mempengaruhi kesadaran seseorang. Pada kajian Carl Gustav Jung lebih dipengaruhi oleh arketipe ( bayangan-bayangan leluhur atau arkaik (archaic) yang datang dari ketidaksadaran kolektif) yaitu sistem mengenai kebebasan berkehendak dan spontanitas.

PBSI TSM A 2023-2024 -> DISKUSI III -> DISKUSI III -> Re: DISKUSI III

by Wita Herlina -
Menurut saya teori yang tepat digunakan untuk membedah suatu karya sastra yaitu dapat menggunakan pendekatan Objekti. Dengan pendekatan objektif, kita dapat menilai karya sastra dengan pandangan yang lebih netral dan berdasarkan bukti-bukti yang ada dalam karya itu sendiri, tanpa tergantung pada unsur lain di luar keberadaan karya sastra itu sendiri.
Selain itu dapat memberikan berbagai manfaat yang berguna bagi pembaca dan peneliti sastra yaitu menganalisis karakter-karakter dalam karya sastra dengan lebih mendalam dimana pembaca dapat memahami perkembangan, dan konflik internal yang mungkin dimiliki oleh setiap karakter, dapat mengevaluasi pengembangan plot dan struktur naratif karya sastra secara lebih sistematis.Pendekatan objektif memungkinkan pembaca menganalisis karya sastra dengan lebih kritis, dibandingkan membuat penilaian berdasarkan kesan pribadi atau emosional.
Izin menjawab pak
NAMA: Wita Herlina
NPM : 2313041061
KELAS : 2A

1. Menurut saya mendefinisikan kualitas sastra pada teks sastra tergantung dari kebutuhan pembaca saat membaca teks sastra tersebut. Kebutuhan yang dimaksud tersebut seperti kesenangan, hiburan, pengetahuan dan hobi. Apabila seorang pembaca merasa terpenuhi kebutuhannya tersebut saat membaca suatu teks sastra maka ia akan menyimpulkan dan menilai bahwa teks sastra tersebut memang mempunyai kualitas. Namun, secara umum ada beberapa hal yang dapat membantu kita saat menilai suatu teks sastra berkualitas yaitu:
1. Penggunaan diksi dan bahasa yang kreatif sehingga dapat membangkitkan imajinasi dan emosi pembaca saat membaca teks sastra tersebut.
2. Kedalaman makna yang ada pada teks sastra tersebut. Maksudnya teks tersebut mampu memberikan makna ataupun pesan kepada pembaca baik dalam bidang moral,sosial,budaya dan sebagainya. Sehingga memberikan pengetahuan baru kepada pembaca saat menikmati teks sastra tersebut.
2. Hubungan yang dikemukakan anatara teks dan pengarang dapat berupa pesan pengarang kepada pembaca, niat atau tujuan pengarang dalam menulis teks seperti mengekpresikan diri, menghibur, dan edukasi untuk memberikan informasi. Teks merupakan karya yang diciptakan oleh sang pengarang, dimana pengarang menekspresikan imajinasinya lewat teks tersebut. Tentunya keterkaitan antara keduanya sangatlah erat.
3. Peran yang diberikan kepada pembaca adalah menikmati karya sastra tersebut seperti niai hiburannya , mengambil dan menerima pesan atau nilai edukasi yang disampaikan pengarang lewat karyanya kepada pembaca serta dapat mengapresiasi karya tersebut.
4. Dalam media teks sastra bahasa merupakan media untuk menyampaikan gagasan, imajinasi dan pemikiran pengarang dengan kreatif dalam menciptakan suatu karya sastra. Tentunya status bahasa pada media teks sangatlah penting pada hal ini..