Posts made by Nida Yasmin

Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM : 2313031026

Dalam penelitian, populasi dan sampel merupakan komponen penting dari desain penelitian, terutama dalam pendekatan kuantitatif. Menurut Creswell, populasi adalah keseluruhan individu, kelompok, atau objek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran generalisasi hasil penelitian. Populasi bisa berupa peserta didik, guru, institusi pendidikan, bahkan dokumen atau perilaku sosial, tergantung pada fokus penelitian.
Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil untuk diteliti secara langsung. Pengambilan sampel dilakukan karena tidak mungkin meneliti seluruh populasi, terutama bila jumlahnya besar. Sampel yang baik harus representatif, artinya mampu menggambarkan karakteristik populasi secara akurat sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi.
Creswell membedakan dua pendekatan utama dalam penentuan sampel:
1. Pendekatan Kuantitatif.
Dalam penelitian kuantitatif, pemilihan sampel dilakukan secara acak (random sampling) agar setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Teknik yang umum digunakan antara lain simple random sampling, stratified sampling, dan systematic sampling. Tujuan utamanya adalah memperoleh data yang dapat digeneralisasi ke seluruh populasi. Ukuran sampel biasanya ditentukan berdasarkan rumus statistik agar hasil penelitian memiliki validitas eksternal yang kuat.
2. Pendekatan Kualitatif.
Dalam penelitian kualitatif, pemilihan partisipan dilakukan secara purposive, yakni dengan memilih individu yang dianggap paling mampu memberikan informasi mendalam tentang fenomena yang diteliti. Ukuran sampel kualitatif lebih kecil, tetapi penekanannya terletak pada kedalaman data, bukan pada jumlah responden. Teknik lain yang sering digunakan adalah snowball sampling, yaitu partisipan pertama merekomendasikan partisipan lain yang relevan.
Selain itu, dalam penelitian campuran (mixed methods), Creswell menjelaskan bahwa peneliti dapat menggabungkan kedua pendekatan tersebut: memilih sampel besar untuk bagian kuantitatif dan sampel kecil yang terfokus untuk bagian kualitatif. Strategi ini digunakan untuk memperkaya pemahaman data dan meningkatkan validitas hasil penelitian. Dalam konteks pendidikan ekonomi, konsep populasi dan sampel sangat penting. Misalnya, populasi dapat berupa seluruh siswa jurusan ekonomi di suatu sekolah, sedangkan sampelnya diambil dari sebagian siswa yang dipilih secara acak atau berdasarkan kriteria tertentu. Tujuannya adalah agar hasil penelitian mengenai perilaku belajar, motivasi, atau prestasi ekonomi dapat mencerminkan kondisi populasi secara menyeluruh. Secara keseluruhan, Creswell menekankan bahwa pemilihan populasi dan sampel harus selaras dengan tujuan, pendekatan, dan desain penelitian, karena keputusan pada tahap ini akan menentukan keakuratan dan kredibilitas temuan ilmiah.

Dan daalam jurnal berjudul “Pendekatan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif” yang ditulis oleh Herlina (2023) dan diterbitkan oleh Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan (JIPP) Universitas Mataram, dijelaskan bahwa populasi merupakan keseluruhan individu, kelompok, atau objek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran penelitian. Populasi menjadi dasar bagi peneliti untuk menarik generalisasi dari hasil penelitian. Namun, karena keterbatasan waktu dan sumber daya, peneliti sering tidak dapat meneliti seluruh populasi. Oleh karena itu, dipilih sampel, yaitu sebagian dari populasi yang mewakili karakteristiknya. Sampel harus dipilih secara tepat agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan dengan akurat.
Herlina menjelaskan bahwa dalam penelitian kuantitatif, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probabilitas (random sampling), yang memberikan peluang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih. Sementara dalam penelitian kualitatif, digunakan non-probability sampling, seperti purposive sampling, yaitu pemilihan partisipan berdasarkan pertimbangan tertentu agar data yang diperoleh lebih mendalam dan relevan. Artikel ini juga menekankan bahwa kesalahan dalam menentukan sampel dapat menyebabkan bias penelitian yang menurunkan validitas dan reliabilitas hasil. Dalam penelitian metode campuran, jumlah dan jenis sampel dapat berbeda antara bagian kuantitatif dan kualitatif — bagian kuantitatif membutuhkan sampel besar yang representatif, sedangkan bagian kualitatif fokus pada sampel kecil yang kaya informasi.
Secara keseluruhan, Herlina (2023) menegaskan bahwa pemahaman yang tepat tentang populasi dan sampel merupakan langkah penting dalam merancang penelitian yang valid, reliabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Rujukan :
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Herlina. (2023). Pendekatan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan (JIPP), 9 (4) : 2721–2731. https://jipp.unram.ac.id/index.php/jipp/article/view/2657/1498

MPPE A2025 -> Menulis Summary e-journal

by Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM: 2313031026

Banyak mahasiswa sering bingung ketika diminta menjelaskan perbedaan antara teori, kerangka teoretis, dan kerangka konseptual dalam penelitian. Melalui artikelnya, Charles Kivunja (2018) mencoba menjawab kebingungan ini dengan penjelasan yang sederhana namun mendalam. Ia menjelaskan bahwa teori sebenarnya adalah hasil pemikiran ilmiah yang muncul dari penelitian dan pengalaman. Teori berisi gagasan atau konsep yang saling berkaitan untuk menjelaskan mengapa suatu hal terjadi dan bagaimana hubungannya dengan hal lain. Teori yang baik tidak dibuat berdasarkan pendapat pribadi, tetapi berdasarkan bukti ilmiah dan bisa diuji kebenarannya. Misalnya, teori belajar menjelaskan bagaimana siswa memahami dan menyerap pengetahuan. Selanjutnya, Kivunja membahas kerangka teoretis, yaitu bagian dari penelitian yang menggunakan teori-teori yang sudah ada untuk membantu peneliti menganalisis data. Kerangka ini ibarat “pegangan” atau “kacamata” yang digunakan peneliti untuk melihat makna dari data yang dikumpulkan. Dengan adanya kerangka teoretis, hasil penelitian tidak hanya menjadi kumpulan data, tetapi memiliki makna ilmiah yang kuat dan bisa dikaitkan dengan penelitian lain.
Sementara itu, kerangka konseptual memiliki cakupan yang lebih luas. Ia mencakup seluruh rencana dan alur berpikir penelitian mulai dari menentukan masalah, tujuan, metode, hingga cara menafsirkan hasilnya. Jika penelitian diibaratkan sebuah rumah, maka kerangka konseptual adalah keseluruhan rumah tersebut, sedangkan kerangka teoretis hanya salah satu ruang penting di dalamnya. Kivunja menegaskan bahwa memahami perbedaan tiga konsep ini sangat penting. Dengan pemahaman yang jelas, peneliti dapat menyusun penelitian yang logis, terarah, dan bermakna. Penelitian yang baik bukan hanya mengumpulkan data, tetapi juga mampu menjelaskan dan menafsirkan data berdasarkan landasan teori yang kuat.