Dari keempat teori tersebut, saya akan memilih teori objektif untuk melakukan bedah puisi atau novel. Alasannya karena teori objektif fokus pada analisis karya sastra tanpa memperhatikan latar belakang penulis atau konteks sejarahnya. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, saya ingin menunjukkan kemampuan analisis murni terhadap karya sastra itu sendiri tanpa terlalu banyak terpengaruh oleh faktor eksternal.
Dengan menggunakan pendekatan objektif, saya dapat menggali lebih dalam elemen-elemen intrinsik dalam karya sastra, seperti tema, struktur, gaya bahasa, dan lain-lain. Ini akan memungkinkan saya untuk memberikan penafsiran yang lebih mendalam terhadap makna-makna yang terkandung dalam karya tersebut, tanpa terlalu bergantung pada asumsi atau interpretasi subjektif yang mungkin terkait dengan teori-teori lainnya.
Selain itu, pendekatan objektif dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan universal terhadap karya sastra, sehingga hasil analisis saya dapat lebih mudah dipahami dan diapresiasi oleh pembaca yang memiliki latar belakang atau perspektif yang berbeda.
Dengan menggunakan pendekatan objektif, saya dapat menggali lebih dalam elemen-elemen intrinsik dalam karya sastra, seperti tema, struktur, gaya bahasa, dan lain-lain. Ini akan memungkinkan saya untuk memberikan penafsiran yang lebih mendalam terhadap makna-makna yang terkandung dalam karya tersebut, tanpa terlalu bergantung pada asumsi atau interpretasi subjektif yang mungkin terkait dengan teori-teori lainnya.
Selain itu, pendekatan objektif dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan universal terhadap karya sastra, sehingga hasil analisis saya dapat lebih mudah dipahami dan diapresiasi oleh pembaca yang memiliki latar belakang atau perspektif yang berbeda.