Nama: Syifa Hesti Pratiwi
NPM: 2313031003
1. Identifikasi Skala Pengukuran dan Alasannya
a. Usia responden (dalam tahun)
- Skala Rasio
Karena usia dinyatakan dengan angka yang memiliki nilai nol absolut, dapat dihitung selisih dan perbandingan. Misalnya, usia 20 tahun benar-benar dua kali usia 10 tahun. Ini ciri khas skala rasio.
b. Jenis kelamin (Laki-laki / Perempuan)
- Skala Nominal
Karena hanya berupa kategori tanpa urutan atau peringkat. Tidak ada kategori yang lebih tinggi atau lebih rendah. Ini ciri khas skala nominal.
c. Tingkat kepuasan (sangat tidak puas – sangat puas)
- Skala Ordinal
Karena pilihan jawaban berurutan dari tingkat rendah menuju tinggi, tetapi jarak antar kategori (misal dari “tidak puas” ke “netral”) tidak dapat dipastikan sama. Ordinal menekankan urutan, bukan jarak.
d. Jumlah mata kuliah yang diambil
- Skala Rasio
Karena jumlah mata kuliah adalah angka dengan nol absolut. Bisa dihitung, dibandingkan, dijumlahkan, dan diperbandingkan. Misalnya, mengambil 8 mata kuliah dua kali lebih banyak dari 4.
e. Mengurutkan aspek berdasarkan prioritas (1 = paling penting, 5 = paling tidak penting)
- Skala Ordinal
Karena menunjukkan urutan prioritas, tetapi angka 1, 2, 3, 4, 5 tidak memiliki interval yang sama. Ini adalah ranking, sehingga skala ordinal.
2. Apakah semua data bisa dianalisis dengan statistik parametrik?
Tidak, tidak semua data dapat dianalisis menggunakan statistik parametrik, karena:
* Statistik parametrik mengharuskan data ber-skala interval atau rasio, berdistribusi normal, dan memenuhi syarat-syarat tertentu.
* Dalam kuesioner terdapat data nominal (jenis kelamin) dan ordinal (kepuasan dan urutan prioritas).
* Data nominal dan ordinal tidak memenuhi syarat untuk analisis parametrik karena tidak memiliki jarak numerik yang pasti atau nilai absolut.
Jadi, hanya data usia dan jumlah mata kuliah yang bisa dianalisis parametrik. Yang lainnya harus dianalisis dengan statistik non-parametrik.
-3. Metode analisis hubungan kepuasan layanan akademik dan jumlah mata kuliah
Variabel:
* Kepuasan → Ordinal
* Jumlah mata kuliah → Rasio
Karena salah satu variabel berskala ordinal, maka metode statistik parametrik (seperti Pearson) tidak cocok.
Metode yang paling tepat adalah:
→ Korelasi Spearman Rank (Spearman’s Rho)
Alasan:
1. Spearman digunakan untuk mengukur hubungan antara variabel ordinal dengan ordinal, atau ordinal dengan interval/rasio.
2. Tidak mengharuskan data berdistribusi normal.
3. Cocok untuk data berbentuk tingkat kepuasan, yang merupakan ranking/urutan.
4. Mampu menunjukkan hubungan (arah dan kekuatan) secara akurat untuk data non-parametrik.
NPM: 2313031003
1. Identifikasi Skala Pengukuran dan Alasannya
a. Usia responden (dalam tahun)
- Skala Rasio
Karena usia dinyatakan dengan angka yang memiliki nilai nol absolut, dapat dihitung selisih dan perbandingan. Misalnya, usia 20 tahun benar-benar dua kali usia 10 tahun. Ini ciri khas skala rasio.
b. Jenis kelamin (Laki-laki / Perempuan)
- Skala Nominal
Karena hanya berupa kategori tanpa urutan atau peringkat. Tidak ada kategori yang lebih tinggi atau lebih rendah. Ini ciri khas skala nominal.
c. Tingkat kepuasan (sangat tidak puas – sangat puas)
- Skala Ordinal
Karena pilihan jawaban berurutan dari tingkat rendah menuju tinggi, tetapi jarak antar kategori (misal dari “tidak puas” ke “netral”) tidak dapat dipastikan sama. Ordinal menekankan urutan, bukan jarak.
d. Jumlah mata kuliah yang diambil
- Skala Rasio
Karena jumlah mata kuliah adalah angka dengan nol absolut. Bisa dihitung, dibandingkan, dijumlahkan, dan diperbandingkan. Misalnya, mengambil 8 mata kuliah dua kali lebih banyak dari 4.
e. Mengurutkan aspek berdasarkan prioritas (1 = paling penting, 5 = paling tidak penting)
- Skala Ordinal
Karena menunjukkan urutan prioritas, tetapi angka 1, 2, 3, 4, 5 tidak memiliki interval yang sama. Ini adalah ranking, sehingga skala ordinal.
2. Apakah semua data bisa dianalisis dengan statistik parametrik?
Tidak, tidak semua data dapat dianalisis menggunakan statistik parametrik, karena:
* Statistik parametrik mengharuskan data ber-skala interval atau rasio, berdistribusi normal, dan memenuhi syarat-syarat tertentu.
* Dalam kuesioner terdapat data nominal (jenis kelamin) dan ordinal (kepuasan dan urutan prioritas).
* Data nominal dan ordinal tidak memenuhi syarat untuk analisis parametrik karena tidak memiliki jarak numerik yang pasti atau nilai absolut.
Jadi, hanya data usia dan jumlah mata kuliah yang bisa dianalisis parametrik. Yang lainnya harus dianalisis dengan statistik non-parametrik.
-3. Metode analisis hubungan kepuasan layanan akademik dan jumlah mata kuliah
Variabel:
* Kepuasan → Ordinal
* Jumlah mata kuliah → Rasio
Karena salah satu variabel berskala ordinal, maka metode statistik parametrik (seperti Pearson) tidak cocok.
Metode yang paling tepat adalah:
→ Korelasi Spearman Rank (Spearman’s Rho)
Alasan:
1. Spearman digunakan untuk mengukur hubungan antara variabel ordinal dengan ordinal, atau ordinal dengan interval/rasio.
2. Tidak mengharuskan data berdistribusi normal.
3. Cocok untuk data berbentuk tingkat kepuasan, yang merupakan ranking/urutan.
4. Mampu menunjukkan hubungan (arah dan kekuatan) secara akurat untuk data non-parametrik.