གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Sela Ayu Irawati

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

Sela Ayu Irawati གིས-
Nama:Sela Ayu Irawati
Npm:2313031015

Teknik Sampling
Sampel merupakan bagian dari populasi yang dijadikan objek penelitian. Karena tidak mungkin meneliti seluruh populasi, peneliti perlu menggunakan teknik sampling untuk memperoleh data yang dapat mewakili keseluruhan populasi. Menurut Hyde (2000), teknik sampling adalah bagian dari metode berpikir induktif yang berfungsi untuk menarik kesimpulan umum dari sejumlah data terbatas.
Secara umum, teknik sampling dibedakan menjadi dua jenis besar, yaitu sampel acak (probability sampling) dan sampel tidak acak (non-probability sampling).
Sampel acak (probability sampling) memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Bentuknya antara lain:
Simple random sampling: pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan strata populasi.
Systematic sampling: hanya elemen pertama yang diambil secara acak, sisanya diambil secara sistematis.
Strtified random sampling: populasi dibagi berdasarkan strata tertentu, lalu diambil sampelnya secara proporsional.

Area sampling: pengambilan sampel berdasarkan wilayah atau area tertentu.
Sampel tidak acak (non-probability sampling) tidak memberikan peluang yang sama bagi seluruh anggota populasi. Jenisnya meliputi:
Purposive sampling: pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan atau tujuan tertentu.
Snowball sampling: sampel pertama menunjuk sampel berikutnya secara berantai.
Accidental sampling: berdasarkan kebetulan, yaitu siapa pun yang ditemui dan sesuai kriteria dapat menjadi sampel.
Quota sampling: pengambilan sampel dengan jumlah tertentu berdasarkan karakteristik populasi.
Sampling jenuh: semua anggota populasi dijadikan sampel, biasanya karena jumlahnya kecil.
Pemilihan teknik sampling harus mempertimbangkan kesesuaian dengan tujuan penelitian, ketersediaan data, waktu, serta kondisi populasi agar hasil penelitian representatif dan objektif.

Desain Penelitian
Desain penelitian (research design) merupakan rencana atau kerangka dasar yang digunakan peneliti sebagai panduan dalam proses pengumpulan dan analisis data. Desain penelitian berfungsi sebagai pedoman agar penelitian berjalan sistematis dan terarah.
Menurut Widayat (2004), desain penelitian mencakup komponen utama seperti:
1.Judul penelitian,
2.Latar belakang masalah,
3.Tujuan dan hipotesis,
4.Kerangka dasar penelitian, serta
5.Teknik penarikan sampel.

Desain penelitian membantu peneliti menghindari kesalahan umum, seperti mengumpulkan data tanpa perencanaan matang. Dengan desain yang jelas, peneliti dapat menyesuaikan metode, instrumen, dan analisis yang tepat sesuai jenis penelitian, baik itu eksperimen, deskriptif, kualitatif, maupun studi kasus.Desain penelitian yang baik harus memenuhi unsur logika ilmiah, mampu menjawab rumusan masalah, serta memungkinkan peneliti memperoleh data yang relevan dan akurat.
Instrumen Penelitian dan Persyaratannya

Instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data secara sistematis dan terarah. Menurut Suharsimi Arikunto, instrumen penelitian merupakan alat yang dipilih dan digunakan untuk mempermudah kegiatan pengumpulan data. Sedangkan Sumadi Suryabrata menegaskan bahwa instrumen berfungsi untuk merekam secara kuantitatif keadaan dan aktivitas atribut psikologis atau sosial yang diteliti.
Agar data yang diperoleh dapat dipercaya, instrumen penelitian harus memenuhi beberapa persyaratan penting, yaitu:
1.Validitas, yaitu kemampuan instrumen untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.
2.Reliabilitas, yaitu tingkat konsistensi hasil jika instrumen digunakan berulang kali.
3.Praktikabilitas, yaitu kemudahan penggunaan instrumen dalam berbagai kondisi penelitian.
Selain itu, pemilihan dan penyusunan instrumen juga dipengaruhi oleh faktor seperti tujuan penelitian, jenis data, waktu, biaya, dan keterampilan peneliti. Instrumen yang umum digunakan antara lain angket, wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Dalam penelitian kualitatif, pedoman wawancara dan observasi sering digunakan secara fleksibel untuk menyesuaikan dengan dinamika lapangan.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

Sela Ayu Irawati གིས-
Nama:Sela Ayu Irawati
Npm:2313031015

Konsep Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan sistematis yang bertujuan untuk memperoleh jawaban terhadap suatu permasalahan melalui metode yang terukur dan logis. Penelitian ini tidak dilakukan berdasarkan perkiraan atau perasaan subjektif, melainkan berdasarkan fakta dan data yang dapat diuji kebenarannya. Dengan berpikir ilmiah, peneliti dituntut untuk bersikap rasional, kritis, serta analitis dalam mengkaji fenomena yang ada di masyarakat.Menurut para ahli, penelitian ilmiah berawal dari rasa ingin tahu yang tinggi terhadap suatu peristiwa atau masalah. Rasa ingin tahu inilah yang mendorong seseorang untuk mencari jawaban dan menemukan solusi secara sistematis. Hasil dari proses penelitian tersebut kemudian menjadi pengetahuan baru yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia.

Pertimbangan dalam Memilih Masalah Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian, pemilihan masalah merupakan langkah yang sangat penting. Seorang peneliti harus mempertimbangkan beberapa hal, seperti kemampuan dan sumber daya yang dimiliki (workability), tingkat urgensi masalah (critical mass), minat pribadi (interest), nilai teoritis (theoretical value), dan nilai praktis (practical value). Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, peneliti dapat memastikan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki manfaat baik bagi pengembangan ilmu maupun penerapan praktis di masyarakat.

Metode Penelitian Ilmiah
Metode ilmiah adalah cara yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Secara umum, metode penelitian dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu penelitian dasar (basic research) dan penelitian terapan (applied research).
Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori atau konsep baru tanpa memperhatikan penerapan langsung di lapangan.
Penelitian terapan berorientasi pada pemecahan masalah nyata, misalnya melalui penelitian evaluatif, penelitian pengembangan (R&D), dan penelitian tindakan (action research).

Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat bersifat eksploratif, deskriptif, maupun verifikatif, sedangkan berdasarkan sifatnya dapat berupa studi kasus, penelitian historis, eksperimen, studi kelayakan, atau studi komparatif. Setiap jenis penelitian memiliki pendekatan dan tujuan yang berbeda, tergantung pada masalah yang ingin dipecahkan.

Langkah-langkah dan Prosedur Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian ilmiah, terdapat beberapa langkah yang harus ditempuh secara berurutan agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Pada penelitian kuantitatif, langkah-langkahnya meliputi:
Mengidentifikasi dan merumuskan masalah,Menyusun kerangka berpikir,Merumuskan hipotesis,Mengumpulkan dan menganalisis data,Menguji hipotesis,Membahas hasil penelitian, danMenarik kesimpulan.
Sementara itu, penelitian kualitatif memiliki langkah yang lebih fleksibel, dimulai dari identifikasi masalah, studi literatur, penetapan tujuan, pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, analisis data secara induktif, hingga penarikan makna dari fenomena yang diamati.Kedua metode ini sama-sama bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap fenomena, hanya saja penelitian kuantitatif menekankan pada angka dan pengukuran, sedangkan penelitian kualitatif berfokus pada makna dan interpretasi.

Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan memberikan manfaat teoritis dan manfaat praktis.
Manfaat teoritis berkaitan dengan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan atau pengujian teori yang sudah ada.
Manfaat praktis berkaitan dengan penerapan hasil penelitian untuk memecahkan masalah di masyarakat atau meningkatkan kualitas suatu kegiatan, misalnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, atau sosial.
Dengan demikian, penelitian tidak hanya bermanfaat bagi dunia akademik, tetapi juga memberikan dampak positif secara langsung bagi kehidupan nyata.
Secara keseluruhan, penelitian ilmiah merupakan proses yang terstruktur dan sistematis untuk menemukan kebenaran serta solusi terhadap masalah yang dihadapi. Peneliti harus mampu memilih masalah yang relevan, menggunakan metode yang sesuai, dan mengikuti prosedur penelitian dengan benar. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi baik dalam pengembangan teori maupun praktik kehidupan. Oleh karena itu, memahami konsep dan langkah-langkah penelitian ilmiah menjadi bekal penting bagi setiap mahasiswa, pendidik, maupun peneliti agar dapat menghasilkan karya ilmiah yang bermutu dan bermanfaat.

MPPE A2025 -> CASE STUDY

Sela Ayu Irawati གིས-
Nama:Sela Ayu Irawati
Npm:231303105

1.Dalam penelitian ini, populasi adalah seluruh siswa kelas XI di 600 SMA negeri di Provinsi Jawa Barat. Populasi ini dipilih karena peneliti ingin mengetahui efektivitas metode pembelajaran hybrid terhadap hasil belajar matematika secara umum di seluruh SMA negeri di provinsi tersebut.Sedangkan sampel adalah sebagian siswa kelas XI dari beberapa SMA negeri yang dipilih sebagai perwakilan dari seluruh populasi. Sampel digunakan karena jumlah sekolah sangat banyak dan tersebar di berbagai daerah, sehingga tidak mungkin meneliti seluruh populasi secara langsung.

2.Teknik yang tepat adalah Stratified Random Sampling (acak berstrata). Populasi dibagi berdasarkan wilayah (kabupaten/kota), lalu dipilih secara acak sejumlah sekolah dari tiap wilayah secara proporsional. Dari sekolah terpilih, peneliti mengambil beberapa kelas XI secara acak untuk diteliti. Teknik ini memastikan setiap daerah terwakili secara adil.alam penerapannya, peneliti dapat membagi 600 SMA negeri ke dalam 27 strata sesuai jumlah kabupaten/kota di Jawa Barat. Dari setiap strata, peneliti menentukan jumlah sekolah yang akan dijadikan sampel secara proporsional, misalnya 10% dari jumlah sekolah di tiap daerah. Setelah sekolah terpilih, peneliti dapat memilih beberapa kelas XI secara acak sebagai responden penelitian. Dengan cara ini, hasil penelitian akan lebih representatif dan menggambarkan kondisi nyata di seluruh wilayah Jawa Barat.

3.Apabila peneliti hanya mengambil sampel dari sekolah-sekolah di kota besar seperti Bandung dan Bekasi, maka hasil penelitian akan memiliki kelemahan pada validitas eksternal. Artinya, hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan untuk seluruh SMA negeri di Jawa Barat. Hal ini disebabkan karena sekolah di kota besar memiliki kondisi yang berbeda jauh dibanding sekolah di daerah lain. Fasilitas pembelajaran, akses internet, dan kemampuan digital siswa di kota besar biasanya lebih baik, sehingga pelaksanaan pembelajaran hybrid lebih efektif. Sebaliknya, sekolah di daerah terpencil mungkin menghadapi kendala jaringan, perangkat, atau keterbatasan guru dalam menerapkan metode hybrid. Akibatnya, jika sampel hanya diambil dari kota besar, hasil penelitian akan bias dan tidak mencerminkan kondisi sesungguhnya di seluruh provinsi.

MPPE A2025 -> Penugasan mandiri

Sela Ayu Irawati གིས-
Nama:Sela Ayu Irawati
Npm :2313031015

Sampling adalah teknik pemilihan sampel dari populasi yang lebih besar. Tujuan dari sampling adalah untuk menentukan karakteristik populasi dengan menggunakan sampel yang lebih kecil. Ada berbagai macam teknik sampling yang dapat digunakan, termasuk:
1. Simple random sampling: merupakan teknik sampling yang paling dasar dan sederhana. Di sini, setiap individu dalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel.
2. Stratified sampling: merupakan teknik sampling yang mengelompokkan individu dalam populasi ke dalam beberapa strata atau kelompok terlebih dahulu, kemudian mengambil sampel dari setiap stratum secara acak.
3. Systematic sampling: merupakan teknik sampling yang mengambil sampel dengan menggunakan interval tertentu. Misalnya, jika intervalnya adalah 2, maka sampel pertama akan diambil dari individu ke-1, sampel kedua akan diambil dari individu ke-3, dan seterusnya.
4. Cluster sampling: merupakan teknik sampling yang mengambil sampel dengan mengambil beberapa cluster atau kelompok dari populasi, kemudian mengambil sampel dari setiap cluster tersebut.
Dalam riset pendidikan ekonomi, teknik sampling yang sering digunakan adalah stratified sampling. Hal ini karena teknik ini memungkinkan peneliti untuk mengelompokkan individu dalam populasi ke dalam beberapa strata atau kelompok sesuai dengan karakteristik yang diinginkan, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lainnya. Dengan demikian, peneliti dapat memastikan bahwa sampel yang diperoleh representatif terhadap karakteristik populasi yang ingin diteliti. Selain itu, teknik ini juga memungkinkan peneliti untuk mengurangi bias sampling yang mungkin terjadi pada teknik sampling lainnya

ASP A2025 -> CASE STUDY

Sela Ayu Irawati གིས-
Nama: Sela Ayu Irawati
Npm:2313031015

Rendahnya efektivitas implementasi program digitalisasi layanan kesehatan “SehatMandiri” disebabkan oleh beberapa faktor utama. Dari sisi manajerial, banyak Puskesmas belum menggunakan sistem secara penuh karena kurangnya pelatihan dan sosialisasi, serta lemahnya monitoring dari Dinas Kesehatan. Secara teknis, sistem mengalami kendala integrasi data antar fasilitas akibat perbedaan sistem lama dan infrastruktur digital yang belum merata. Selain itu, masih terdapat keterlambatan pelayanan karena kurangnya validasi data otomatis dan kapasitas server yang belum optimal. Dari sisi pelayanan publik, antarmuka aplikasi yang kurang ramah pengguna membuat pasien kesulitan mengakses layanan, sementara ekspektasi masyarakat terhadap layanan cepat semakin tinggi.

Untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja sistem ini, perlu dilakukan audit berbasis data Pendekatan audit dimulai dengan mengumpulkan data dari log sistem, laporan pelayanan Puskesmas, survei kepuasan pengguna, serta data teknis seperti downtime server. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menilai tingkat pemanfaatan sistem, akurasi data, kecepatan pelayanan, dan kepuasan masyarakat. Hasil analisis menjadi dasar untuk memberikan rekomendasi, seperti meningkatkan pelatihan bagi tenaga kesehatan, memperkuat infrastruktur TI, mengembangkan dashboard pemantauan real-time, serta memperbaiki tampilan aplikasi agar lebih mudah digunakan. Dengan audit berbasis data ini, Dinas Kesehatan dapat menilai kinerja “SehatMandiri” secara objektif dan melakukan perbaikan yang tepat sasaran demi mewujudkan layanan kesehatan digital yang efektif, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.