གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rieke Nindita Sari -

MPPE A2025 -> CASE STUDY

Rieke Nindita Sari - གིས-
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

1. Usia termasuk dalam rasio, karena bentuknya angka yang punya nol mutlak dan bisa dibandingkan secara proporsional (misal 20 tahun memang lebih tua dua kali dari 10 tahun). Jenis kelamin termasuk dalam nominal, karena cuma kategori tanpa urutan apa pun. Kemudian Tingkat kepuasan termasuk dalam ordinal, soalnya ada urutan “sangat tidak puas” sampai “sangat puas”, tapi kita nggak tahu jarak antar level itu sama atau tidak. Jumlah mata kuliah termasuk rasio, karena berupa hitungan real yang bisa nol dan bisa dibandingkan secara proporsional. Terakhir prioritas 1–5 termasuk ordinal, karena angka 1–5 menunjukkan urutan kepentingan, bukan angka yang jaraknya sama kayak skala interval.

2. Nggak semua. Soalnya di kuesioner ini ada beberapa variabel yang bukan angka “beneran” untuk statistik parametrik, contohnya jenis kelamin (nominal) dan kepuasan/prioritas yang cuma ordinal. Statistik parametrik itu butuh data interval/rasio dan biasanya butuh asumsi normalitas. Jadi hasil dari kuesioner ini harus dipisah, yang rasio bisa pakai parametrik, tapi yang nominal/ordinal lebih aman pakai teknik nonparametrik.

3. Analisis yang paling masuk akal yaitu korelasi Spearman. Kenapa? Karena variabel kepuasan itu ordinal, sedangkan jumlah mata kuliah itu numerik rasio. Kalau pakai Pearson bakal agak “maksa” karena Pearson butuh dua variabel numerik yang levelnya minimal interval. Spearman cocok buat campuran ordinal–rasio dan nggak terlalu ribet soal distribusi data, jadi hasilnya lebih aman buat konteks penelitian kayak gini.

MPPE A2025 -> Diskusi

Rieke Nindita Sari - གིས-
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Skala pengukuran dalam penelitian adalah aturan atau sistem yang digunakan untuk mengklasifikasikan data agar dapat diukur, dianalisis, dan diinterpretasikan dengan tepat. Ada empat jenis skala utama: nominal (pengelompokan data tanpa urutan, misalnya jenis kelamin), ordinal (data berurutan tapi jarak antar kategori tidak tentu, misalnya peringkat), interval (data dengan urutan dan jarak yang sama antar nilai, tapi tanpa titik nol mutlak, misalnya suhu), dan rasio (sama dengan interval tapi ada nol mutlak, misalnya berat atau tinggi). Pemilihan skala pengukuran yang tepat penting supaya data bisa dianalisis secara akurat sesuai karakteristiknya.

MPPE A2025 -> CASE STUDY

Rieke Nindita Sari - གིས-
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

1. Populasinya adalah semua siswa kelas XI di seluruh SMA negeri di Jawa Barat karena merekalah yang ingin dilihat hasil belajarnya terkait metode hybrid. Sementara itu, sampelnya adalah sebagian sekolah dan siswa kelas XI yang dipilih dari populasi tersebut, karena jelas nggak mungkin meneliti semua siswa di 600 sekolah yang tersebar di 27 kabupaten/kota, jadi peneliti harus mengambil sebagian saja yang dianggap cukup mewakili keadaan populasi.

2. Teknik yang paling pas menurut saya adalah multistage sampling dengan menggabungkan stratifikasi dan cluster. Alasannya, kondisi tiap daerah di Jawa Barat itu beda-beda, ada yang infrastrukturnya kuat seperti Bandung, tapi ada juga yang masih terbatas, jadi kalau langsung ambil sampel sembarangan bisa nggak mencerminkan kondisi sebenarnya. Caranya bisa dimulai dengan membagi Jawa Barat ke dalam strata wilayah (misalnya per kabupaten/kota), lalu dari tiap wilayah dipilih beberapa sekolah secara acak sebagai cluster, dan dari sekolah tersebut barulah dipilih kelas atau siswanya secara acak. Dengan cara ini, setiap daerah tetap punya kesempatan terwakili dan hasilnya lebih adil buat digeneralisasikan.

3. Kalau sampelnya cuma di kota besar kayak Bandung atau Bekasi, hasil penelitiannya bakal bias karena sekolah di kota cenderung punya fasilitas digital yang jauh lebih siap dibandingkan daerah lain. Akhirnya, efektivitas pembelajaran hybrid yang ditemukan bisa terlihat “lebih bagus” daripada kenyataan sebenarnya, dan kesimpulan penelitian nggak bisa dipakai untuk menggambarkan kondisi seluruh SMA negeri di Jawa Barat.

MPPE A2025 -> Penugasan mandiri

Rieke Nindita Sari - གིས-
Dalam buku metode penelitian karya Prof. Dr. Sugiyono cetakan ke 26, 2018 menjelaskan bahwa teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel. terdapat 2 macam, yaitu:

1. Probability sampling
a. Simpel random samplinh
b. Proportionate stratified random sampling
c. Disproportionate stratified random sampling
d. Area (cluster) sampling (sampling menurut daerah)

2. Non probability sampling
a. Sampling sistematis
b. Sampling kuota
c. Sampling insidental
d. Purposive sampling
e. Sampling jenuh
f. Snowball sampling

Dalam riset pendidikan ekonomi, teknik purposive sampling dan simple random sampling adalah yang paling sering digunakan karena masing-masing memiliki landasan teoretis yang kuat: purposive sampling digunakan ketika peneliti membutuhkan responden dengan karakteristik tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian misalnya hanya guru ekonomi, siswa jurusan IPS, atau pengambil kebijakan sehingga sesuai dengan teori judgment sampling yang menekankan pemilihan informan berdasarkan pertimbangan keahlian atau relevansi; sementara simple random sampling banyak dipakai dalam penelitian kuantitatif karena setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih, sesuai prinsip probabilitas dalam teori statistik, sehingga memungkinkan generalisasi hasil penelitian terhadap populasi secara lebih valid dan mengurangi bias pemilihan sampel.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

Rieke Nindita Sari - གིས-
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas obyek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Nugroho, 2018).

Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Fink, 2003).

Teknik Sampling
Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.

Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian pada hakikatnya merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian (Yonita, 2020). Tipe-tipe desain penelitian tersebut, ialah antara lain:
a. Causal Comparative Research
b. Riset Experimental
c. Ethnographic Research
d. Historical Research
e. Action Research
f. Survey Research
g. Correlation Research

Macam-macam Desain Penelitian
a. Study Cross Sectional
b. Study Case Control
c. Study Cohort

Instrumen Penelitian
Instrumen merupakan suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel.