Kiriman dibuat oleh Aulya Syifa Zulkarnaen

MPPE A2025 -> Diskusi

oleh Aulya Syifa Zulkarnaen -
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009
Kelas : 2023 A

Populasi dan sampel adalah konsep dasar yang sangat penting dalam penelitian. Populasi merujuk pada keseluruhan elemen atau objek yang menjadi sasaran penelitian, yang memiliki karakteristik tertentu. Populasi dapat dibedakan menjadi populasi terbatas, yang jumlahnya dapat dihitung, dan populasi tak terbatas, yang jumlahnya tidak dapat dihitung. Selain itu, populasi juga dapat bersifat homogen, di mana semua anggotanya memiliki karakteristik yang sama, atau heterogen, di mana terdapat variasi di antara anggotanya. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang diambil untuk mewakili keseluruhan populasi dalam penelitian. Sampel berfungsi sebagai wakil dari populasi agar peneliti dapat melakukan analisis tanpa harus meneliti seluruh elemen populasi. Dengan kata lain, sampel adalah sebagian dari populasi untuk mewakili seluruh populasi.

Dalam menentukan populasi dan sampel, peneliti perlu memperhatikan beberapa aspek penting untuk memastikan bahwa hasil penelitian akurat dan dapat digeneralisasi. Hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya:
1. Kriteria Inklusi dan Eksklusi
Peneliti harus menetapkan kriteria inklusi (syarat-syarat individu yang dapat dimasukkan ke dalam populasi) dan eksklusi (individu yang tidak termasuk dalam populasi). Ini membantu membatasi populasi agar relevan dengan pertanyaan penelitian.
2. Ukuran Populasi
Penting untuk mengetahui apakah populasi berukuran besar atau kecil, karena ini mempengaruhi metode pengambilan sampel. Populasi kecil mungkin memungkinkan pengambilan sampel keseluruhan, sementara populasi besar membutuhkan teknik sampling tertentu.
3. Ukuran Sampel
Ukuran sampel harus dipertimbangkan dengan baik agar cukup representatif terhadap populasi. Ukuran yang terlalu kecil mungkin tidak mencerminkan populasi, sedangkan ukuran yang terlalu besar bisa tidak efisien dari segi biaya dan waktu. Dalam menentukan sampel bisa menggunakan rumus-rumus statistik, seperti rumus Slovin yang sering digunakan untuk menentukan ukuran sampel yang tepat.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Peneliti harus memilih teknik sampling yang sesuai dengan jenis penelitian dan karakteristik populasi. Ada dua kategori utama:
  • Sampling Probabilitas: Setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih, seperti simple random sampling, stratified sampling, atau cluster sampling. Ini sering digunakan untuk penelitian kuantitatif karena memastikan sampel yang lebih representatif.
  • Sampling Non-Probabilitas: Tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih, seperti purposive sampling, convenience sampling, atau snowball sampling. Ini lebih cocok untuk penelitian eksploratif atau kualitatif.

Nama   : Aulya Syifa Zulkarnaen

NPM   : 2313031009

Kelas   : 2023 A


1. Populasi
Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek atau objek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu, yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari serta disimpulkan. Dengan kata lain, populasi mencakup seluruh elemen yang relevan dengan fokus penelitian, misalnya semua penduduk dalam suatu daerah, siswa di sekolah tertentu, atau produk dari suatu pabrik​(Metodologi Penelitian).

2. Sampel

Sampel adalah subset dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan populasi dalam penelitian. Dalam studi ini, peneliti mungkin memilih sejumlah mahasiswa dari populasi tersebut untuk dijadikan sampel, sehingga data yang diperoleh dapat digunakan untuk menarik kesimpulan tentang populasi secara keseluruhan. Pemilihan sampel harus dilakukan dengan metode yang tepat agar hasil penelitian dapat dianggap valid dan representatif.

Secara ringkas, pemahaman tentang populasi dan sampel sangat penting dalam metodologi penelitian, karena keduanya menentukan keakuratan dan generalisasi hasil penelitian. Penggunaan sampel yang tepat memungkinkan peneliti untuk melakukan analisis yang lebih efisien tanpa harus mengumpulkan data dari seluruh populasi.

3.     Teknik Sampling yang Digunakan

Teknik sampling yang paling umum digunakan dalam penelitian sosial dan ekonomi adalah Sampling Acak Sistematis (Simple Random Sampling). Namun, teknik sampling lain seperti Stratified Sampling, Cluster Sampling, dan Convenience Sampling juga bisa digunakan bergantung pada tujuan dan karakteristik subjek penelitian.

Contoh Implementasi Simple Random Sampling :

  1. Identifikasi Populasi: Identifikasilah semua mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi Universitas Sriwijaya yang potensial untuk ikut serta dalam penelitian.
  2. Membuat Daftar: Buatlah daftar lengkap nama-nama mahasiswa tersebut.
  3. Menetapkan Ukuran Sampel: Tentukan ukuran sampel yang tepat untuk analisis statistik yang efektif tanpa melebihi batasan waktu dan biaya.
  4. Melakukan Sampling: Gunakan metode acak sistematis untuk memilih mahasiswa dari daftar tersebut. Misalkan jika populasi memiliki 1000 nama, maka ambillah contoh setiap 50 nama untuk total 20 responden.

MPPE A2025 -> CASE STUDY 2

oleh Aulya Syifa Zulkarnaen -
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009
Kelas : 2023 A

1. Teori yang Dapat Digunakan sebagai Landasan Teori
  • Teori Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional: Teori ini menjelaskan bahwa pemimpin transformasional mampu meningkatkan motivasi intrinsik, komitmen, dan kreativitas karyawan, sedangkan kepemimpinan transaksional lebih menekankan pada sistem penghargaan dan pengawasan. Dalam konteks startup yang dinamis, perubahan gaya kepemimpinan dapat berdampak langsung pada kinerja karyawan.
  • Teori Perilaku Kepemimpinan: Teori ini menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan ditentukan oleh perilaku pemimpin, seperti orientasi pada tugas dan orientasi pada hubungan, yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
  • Teori Kinerja Karyawan: Kinerja karyawan dipandang sebagai hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai karyawan dalam melaksanakan tugasnya, yang dipengaruhi oleh kemampuan, motivasi, dan kepemimpinan.

2. Kerangka Pikir Penelitian
Kerangka pikir penelitian ini menggambarkan bahwa gaya kepemimpinan merupakan faktor utama yang memengaruhi kinerja karyawan. Perubahan gaya kepemimpinan di perusahaan startup diduga memengaruhi motivasi kerja dan produktivitas, yang pada akhirnya tercermin pada fluktuasi kinerja karyawan.
Secara konseptual, hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
Gaya Kepemimpinan → Motivasi Kerja → Kinerja Karyawan

3. Rumusan Hipotesis
H1: Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan startup.
H2: Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
H3: Gaya kepemimpinan transaksional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
H4: Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja karyawan.
H5: Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.