Nama : Desmala Az Zahra
NPM : 2313031002
Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis adalah konsep abstrak dan rangka acuan yang digunakan untuk memperjelas, memperdalam, dan membatasi ruang lingkup variabel penelitian. Teori yang digunakan berperan sebagai landasan, menjelaskan fenomena yang diamati, dan menghubungkan konsep serta proposisi yang saling terkait secara logis. Fungsi kerangka teori, khususnya dalam penelitian kuantitatif, adalah:
- Menjelaskan persoalan yang akan diteliti.
- Menyusun hipotesis dan instrumen penelitian.
- Membantu dalam menganalisis data serta memberikan rekomendasi solusi setelah penelitian selesai.
Kerangka Pikir
Kerangka pikir adalah sintesis yang merepresentasikan keterkaitan antar variabel yang diteliti serta menjadi dasar dalam merumuskan hipotesis penelitian. Kerangka pikir dibangun berdasarkan pertanyaan penelitian, teori-teori yang relevan, dan hasil penelitian terdahulu. Beberapa fungsi utamanya adalah:
- Menyusun alur pemecahan masalah secara logis dan sistematis.
- Menunjukkan bagaimana peneliti ingin memecahkan masalah berdasarkan teori-teori dan pengalaman empiris yang ada.
- Mengarahkan pada model penelitian yang digunakan dan penentuan indikator instrumen.
Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan sementara atas masalah penelitian yang harus diuji kebenarannya melalui penelitian. Hipotesis biasanya digunakan dalam penelitian kuantitatif dan berfungsi untuk:
- Menjadi tonggak dalam teori yang diangkat pada penelitian.
- Membatasi bagian yang akan diteliti.
- Menyediakan fakta-fakta awal yang akan diuji secara empiris.
- Membantu dalam merancang uji penelitian dan dalam menarik kesimpulan akhir.
Terdapat tiga jenis hubungan dalam penyusunan hipotesis:
1. Asimetris (satu variabel mempengaruhi variabel lain, tetapi tidak sebaliknya).
2. Simetris (dua variabel berhubungan tanpa pengaruh sebab-akibat).
3 Reciprocal (saling mempengaruhi dari kedua variabel).
Hubungan Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
Hipotesis selalu diturunkan dari kerangka teori dan kerangka pikir yang telah dirancang sebelumnya. Pernyataan hubungan antar variabel dalam hipotesis adalah dugaan yang merujuk pada teori dan literatur yang digunakan dalam kerangka teoritis. Dalam penelitian kuantitatif, peneliti menguji teori melalui hipotesis yang diukur secara empiris. Ketepatan hipotesis sangat tergantung pada kekuatan teori yang digunakan sebagai dasar, sehingga teori dan hipotesis harus saling melengkapi agar penelitian berjalan efektif.
Jadi, Kerangka teoritis memperjelas ruang lingkup dan variabel, Kerangka pikir memberikan arahan metodologis dalam menyelesaikan masalah penelitian, Hipotesis berfungsi sebagai dugaan awal yang diuji, didasarkan pada teori dan kerangka pikir. Ada hubungan erat dan saling menunjang antara kerangka teori, kerangka pikir, dan hipotesis, baik dalam menentukan variabel maupun dalam pemilihan metode analisis dan pemecahan masalah penelitian
NPM : 2313031002
Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis adalah konsep abstrak dan rangka acuan yang digunakan untuk memperjelas, memperdalam, dan membatasi ruang lingkup variabel penelitian. Teori yang digunakan berperan sebagai landasan, menjelaskan fenomena yang diamati, dan menghubungkan konsep serta proposisi yang saling terkait secara logis. Fungsi kerangka teori, khususnya dalam penelitian kuantitatif, adalah:
- Menjelaskan persoalan yang akan diteliti.
- Menyusun hipotesis dan instrumen penelitian.
- Membantu dalam menganalisis data serta memberikan rekomendasi solusi setelah penelitian selesai.
Kerangka Pikir
Kerangka pikir adalah sintesis yang merepresentasikan keterkaitan antar variabel yang diteliti serta menjadi dasar dalam merumuskan hipotesis penelitian. Kerangka pikir dibangun berdasarkan pertanyaan penelitian, teori-teori yang relevan, dan hasil penelitian terdahulu. Beberapa fungsi utamanya adalah:
- Menyusun alur pemecahan masalah secara logis dan sistematis.
- Menunjukkan bagaimana peneliti ingin memecahkan masalah berdasarkan teori-teori dan pengalaman empiris yang ada.
- Mengarahkan pada model penelitian yang digunakan dan penentuan indikator instrumen.
Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan sementara atas masalah penelitian yang harus diuji kebenarannya melalui penelitian. Hipotesis biasanya digunakan dalam penelitian kuantitatif dan berfungsi untuk:
- Menjadi tonggak dalam teori yang diangkat pada penelitian.
- Membatasi bagian yang akan diteliti.
- Menyediakan fakta-fakta awal yang akan diuji secara empiris.
- Membantu dalam merancang uji penelitian dan dalam menarik kesimpulan akhir.
Terdapat tiga jenis hubungan dalam penyusunan hipotesis:
1. Asimetris (satu variabel mempengaruhi variabel lain, tetapi tidak sebaliknya).
2. Simetris (dua variabel berhubungan tanpa pengaruh sebab-akibat).
3 Reciprocal (saling mempengaruhi dari kedua variabel).
Hubungan Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
Hipotesis selalu diturunkan dari kerangka teori dan kerangka pikir yang telah dirancang sebelumnya. Pernyataan hubungan antar variabel dalam hipotesis adalah dugaan yang merujuk pada teori dan literatur yang digunakan dalam kerangka teoritis. Dalam penelitian kuantitatif, peneliti menguji teori melalui hipotesis yang diukur secara empiris. Ketepatan hipotesis sangat tergantung pada kekuatan teori yang digunakan sebagai dasar, sehingga teori dan hipotesis harus saling melengkapi agar penelitian berjalan efektif.
Jadi, Kerangka teoritis memperjelas ruang lingkup dan variabel, Kerangka pikir memberikan arahan metodologis dalam menyelesaikan masalah penelitian, Hipotesis berfungsi sebagai dugaan awal yang diuji, didasarkan pada teori dan kerangka pikir. Ada hubungan erat dan saling menunjang antara kerangka teori, kerangka pikir, dan hipotesis, baik dalam menentukan variabel maupun dalam pemilihan metode analisis dan pemecahan masalah penelitian