གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Andani Tanemu

MPPE C2025 -> Diskusi

Andani Tanemu གིས-
Andani Tanemu 2313031078
Populasi adalah keseluruhan kelompok individu atau objek yang menjadi fokus penelitian, sementara sampel adalah bagian dari populasi yang diambil untuk mewakili karakteristik populasi tersebut.

Dalam menentukan populasi dan sampel, peneliti harus memperhatikan beberapa hal, seperti:

1. Definisi Populasi: Memastikan populasi didefinisikan dengan jelas dan spesifik.
2. Metode Sampling: Memilih metode yang tepat (acak, purposive, dll.) untuk menghindari bias.
3. Ukuran Sampel: Menentukan ukuran sampel yang cukup untuk menjamin validitas dan generalisasi hasil.
4. Ketersediaan Data: Memastikan akses ke populasi dan sampel yang diinginkan.
5. Variabilitas: Memperhatikan variabilitas dalam populasi untuk memastikan sampel mencerminkan keragaman tersebut
Andani Tanemu 2313031078

A. Populasi

1. Pengertian Populasi
Menurut Sugiyono (2010) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Secara ringkas Endra (2017) menyebutkan bahwa populasi adalah seluruh subyek atau obyek dengan karakteristik tertentu yang akan diteliti.
Menurut Arifin (2012) , populasi adalah keseluruhan obyek yang diteliti, baik berupa orang, benda, kejadian, nilai maupun berbagai hal yang terjadi.

Berdasarkan hal tersebut dapat didefinisikan bahwa populasi adalah seluruh subyek orang ataupun obyek benda yang ditetapkan oleh peneliti untuk menjadi sasaran penelitian.

2. Jenis Populasi
a. Berdasarkan Jumlah Populasinya
Menurut (Mukadis, 2016:185) Secara umum populasi dibagi menjadi dua yaitu populasi terhingga (finite population) dan populasi tak terhingga (infinite population).
b. Berdasarkan Subjeknya
Menurut (Sukardi, 2016:55), Populasi dibedakan menjadi 2 macam yaitu Populasi target dan Populasi Akses.

B. Sampel
1. Pengertian Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang memiliki ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti. Atau, sampel dapat didefinisikan sebagai anggota populasi yang dipilih dengan menggunakan prosedur tertentu sehingga diharapkan dapat mewakili populasi (Martono, 2011:74).

2. Teknik sampling
Teknik sampling adalah cara untuk pengambilan sampel (pemilihan dan penetapan Sebagian objek/subjek suatu populasi) yang akan dijadikan sumber data dalam penelitian (Mukadis, 2016:190).

Menurut Riduwan & Akdon (2015:241) ada dua macam teknik sampling dalam penelitian yang umum dilakukan yaitu Probability Sampling dan Non Probability Sampling.

1. Teknik Probability Sampling Probability
Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Probability Sampel terdiri dari:
a. Simple random sampling
Simple Random Sampling Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.
b. Proportionate stratified random sampling
Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata
secara proporsional.
c. Disproportionate stratified random sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional.
d. Area sampling (sampling daerah atau klaster)
Teknik pengambilan sampel daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas.

2. Non - Probability Sampling
Teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur
(anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Non- Probability Sampling terdiri dari:
a. Sampling sistematis
yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
b. Sampling kuota yaitu teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.
c. Sampling incidental yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan,
yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
d. Purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
e. Sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.
f. Snowball sampling yaitu teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar.

Sumber:
Imansari, N., & Kholifah, U. (2023). Buku Ajar Metodologi Penelitian. Jawa Timur: UNIPMA Press Universitas PGRI Madiun.

Amin, N.F., Garancang, S., & Abunawas, K. (2023). Konsep Umum Populasi Dan Sampel Dalam Penelitian. Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 15-31.

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

Andani Tanemu གིས-
Andani Tanemu
2313031078

Bab 3 membahas bahwa penelitian berangkat dari masalah yang membutuhkan penjelasan. Kerangka teoritis berisi konsep, definisi, dan hubungan antarkonsep yang digunakan sebagai dasar dalam menjelaskan fenomena. Teori berfungsi memperjelas variabel, memprediksi fakta, merumuskan hipotesis, menyusun instrumen, serta menjadi acuan dalam pembahasan hasil.

Kerangka pikir adalah alur logis yang menunjukkan bagaimana teori dan temuan terdahulu digunakan untuk memecahkan masalah penelitian. Kerangka pikir disusun dengan menentukan teori yang relevan, menjelaskan hubungan antar variabel secara deduktif, memberikan argumen teoritis, lalu merumuskan model penelitian.

Hipotesis adalah dugaan sementara tentang hubungan antar variabel yang perlu dibuktikan. Hipotesis dapat berupa hubungan asimetris (pengaruh satu arah), simetris (muncul bersamaan tanpa sebab-akibat), atau reciprocal (saling memengaruhi). Hipotesis berfungsi memberi batasan penelitian, memandu pengumpulan data, dan menjadi dasar penarikan kesimpulan.

Secara keseluruhan, Bab 3 menjelaskan bahwa kerangka teori memberi dasar, kerangka pikir memberi alur penalaran, dan hipotesis menjadi pernyataan dugaan yang diuji dalam penelitian.