Posts made by Igha Mawardhani

AUDITING B2026 -> Diskusi

by Igha Mawardhani -
Nama : Igha Mawardhani
NPM 2313031043

Pemeriksaan kas dan setara kas dilakukan untuk memastikan bahwa saldo kas yang tercantum dalam laporan keuangan benar-benar ada, dimiliki perusahaan, dan dicatat secara wajar. Auditor biasanya melakukan pemeriksaan fisik kas, konfirmasi saldo bank, rekonsiliasi bank, serta pengujian atas transaksi penerimaan dan pengeluaran kas. Dalam proses audit, pertimbangan utama yang diperhatikan adalah keberadaan kas, kelengkapan pencatatan, hak kepemilikan, serta risiko kecurangan karena kas merupakan aset yang paling likuid dan paling rentan disalahgunakan.

Audit kas dan setara kas juga memiliki hubungan yang erat dengan audit piutang. Hal ini karena sebagian besar penerimaan kas berasal dari pelunasan piutang pelanggan. Oleh sebab itu, auditor perlu mencocokkan catatan penerimaan kas dengan saldo piutang untuk memastikan tidak terjadi salah saji atau kecurangan, seperti praktik lapping yang dapat memengaruhi kedua akun tersebut sekaligus. Penelitian menunjukkan bahwa audit kas dan piutang berperan penting dalam meningkatkan keandalan laporan keuangan serta memperkuat pengendalian internal perusahaan.

Daftar Pustaka
Anggit Jelita Fisdiana, & Acynthia Ayu Wilasittha. (2025). Audit Kas dan Setara Kas: Evaluasi Prosedur Audit dan Rekomendasi Perbaikan Sistem Kas untuk Perusahaan Balai Lelang. LAND Journal, 6(2).

AUDITING B2026 -> Diskusi

by Igha Mawardhani -
Nama : Igha Mawardhani
NPM : 2313031043

Dalam pemeriksaan biaya dibayar di muka, auditor terlebih dahulu memeriksa rincian saldo dan mencocokkannya dengan bukti pembayaran serta dokumen pendukung yang relevan. Selanjutnya, auditor memastikan bahwa perhitungan alokasi biaya ke setiap periode telah dilakukan dengan benar dan transaksi dicatat pada periode yang tepat. Auditor juga menilai apakah penyajian biaya dibayar di muka dalam laporan keuangan sudah sesuai dengan standar akuntansi.

Pertimbangan utama dalam pemeriksaan biaya dibayar di muka adalah memastikan bahwa biaya tersebut masih memberikan manfaat ekonomi di masa mendatang sehingga layak diakui sebagai aset. Hal ini penting karena kesalahan dalam pengakuan atau alokasi biaya dapat menyebabkan aset, beban, dan laba perusahaan disajikan secara tidak wajar dalam laporan keuangan.

AUDITING B2026 -> Brainstorming

by Igha Mawardhani -
Nama : Igha Mawardhani
NPM : 2313031043

Menurut pandangan saya, proses audit dan risiko audit memiliki hubungan yang sangat erat karena seluruh tahapan audit pada dasarnya dirancang untuk mengidentifikasi, menilai, dan meminimalkan risiko terjadinya salah saji material dalam laporan keuangan. Dalam praktiknya, auditor tidak mungkin memeriksa seluruh transaksi perusahaan secara menyeluruh, sehingga auditor harus menggunakan pendekatan berbasis risiko (risk-based auditing) agar pemeriksaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Secara teori, hubungan tersebut dijelaskan melalui Audit Risk Model, yaitu:

AR= IR × CR × DR

Model tersebut menunjukkan bahwa risiko audit (Audit Risk/AR) dipengaruhi oleh risiko bawaan (Inherent Risk/IR), risiko pengendalian (Control Risk/CR), dan risiko deteksi (Detection Risk/DR). Risiko bawaan muncul karena karakteristik bisnis atau kompleksitas transaksi, risiko pengendalian terjadi akibat lemahnya sistem pengendalian internal, sedangkan risiko deteksi berkaitan dengan kemungkinan prosedur audit gagal menemukan salah saji material. Dari ketiga risiko tersebut, risiko deteksi menjadi bagian yang paling dapat dikendalikan auditor melalui perencanaan dan pelaksanaan prosedur audit yang tepat.

Menurut saya, proses audit yang baik harus selalu dimulai dengan penilaian risiko (risk assessment). Auditor perlu memahami kondisi perusahaan, lingkungan bisnis, serta efektivitas pengendalian internal sebelum menentukan jenis, waktu, dan luas pengujian audit. Jika tingkat risiko dinilai tinggi, maka auditor perlu memperluas prosedur audit, meningkatkan jumlah sampel, dan melakukan pengujian yang lebih mendalam. Sebaliknya, apabila risiko relatif rendah dan pengendalian internal perusahaan dinilai efektif, maka auditor dapat mengurangi tingkat pengujian substantif.

Hasil riset dan literatur audit juga menunjukkan bahwa pendekatan audit berbasis risiko mampu meningkatkan kualitas audit karena auditor lebih fokus pada area yang memiliki potensi salah saji terbesar. Pendekatan ini membantu auditor menggunakan sumber daya secara lebih efisien serta mengurangi kemungkinan pemberian opini audit yang tidak tepat. Oleh karena itu, menurut saya hubungan antara proses audit dan risiko audit bersifat saling memengaruhi, karena semakin baik auditor mengelola risiko audit, maka semakin tinggi pula kualitas dan keandalan hasil pemeriksaan yang dihasilkan.

AUDITING B2026 -> Brainstorming

by Igha Mawardhani -
Nama : Igha Mawardhani
NPM : 2313031043

Menurut pendapat saya, kertas kerja pemeriksaan memiliki posisi yang sangat penting dalam kegiatan auditing karena menjadi media dokumentasi yang menggambarkan seluruh proses pemeriksaan yang dilakukan auditor. Melalui kertas kerja, auditor dapat menunjukkan bahwa prosedur audit telah dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan berdasarkan bukti yang memadai. Kertas kerja juga berfungsi sebagai dasar dalam menyusun kesimpulan dan opini audit sehingga setiap hasil pemeriksaan memiliki landasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Selain sebagai alat dokumentasi, kertas kerja pemeriksaan membantu auditor dalam menjaga konsistensi proses audit, mempermudah evaluasi terhadap temuan pemeriksaan, serta mendukung pengawasan dan peninjauan kembali oleh pihak yang berwenang. Menurut saya, tanpa adanya kertas kerja pemeriksaan yang baik, kualitas audit akan sulit dinilai karena tidak terdapat bukti tertulis yang menunjukkan bagaimana auditor memperoleh dan menganalisis informasi selama proses pemeriksaan berlangsung.

AUDITING B2026 -> Summary

by Igha Mawardhani -
Nama Igha Mawardhani
NPM : 2313031043

Menurut saya, tes transaksi dalam auditing merupakan prosedur pemeriksaan yang dilakukan auditor untuk menilai apakah transaksi keuangan suatu perusahaan telah dilaksanakan, dicatat, dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui tes transaksi, auditor dapat mengevaluasi keakuratan pencatatan, keabsahan bukti transaksi, serta efektivitas pengendalian internal yang diterapkan perusahaan. Prosedur ini menjadi penting karena setiap transaksi yang diproses perusahaan akan memengaruhi kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. Dengan melakukan pengujian terhadap transaksi secara sistematis, auditor dapat mengidentifikasi kemungkinan terjadinya kesalahan pencatatan, ketidaksesuaian prosedur, maupun indikasi kecurangan yang berpotensi menimbulkan salah saji material. Oleh sebab itu, tes transaksi tidak hanya berfungsi sebagai alat verifikasi data keuangan, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan keandalan informasi keuangan dan mendukung terciptanya tata kelola perusahaan yang lebih baik.