Nama : Igha Mawardhani
NPM : 2313031043
Nama : Igha Mawardhani
NPM : 2313031043
Nama : Igha Mawardhani
NPM : 2313031043
Jurnal ini membahas perbedaan mendasar antara teori (theory), kerangka teori (theoretical framework), dan kerangka konseptual (conceptual framework) yang sering kali membingungkan mahasiswa dan peneliti, khususnya dalam penyusunan proposal dan tesis. Melalui pendekatan systematic literature review dan pengalaman praktis penulis dalam mengajar metode penelitian, artikel ini bertujuan memperjelas makna, fungsi, serta cara penggunaan ketiga konsep tersebut dalam penelitian akademik.
Teori dijelaskan sebagai seperangkat konsep, definisi, dan proposisi yang saling berhubungan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena berdasarkan data empiris. Teori bersifat abstrak, umum, dan dikembangkan melalui proses penelitian yang panjang. Sementara itu, kerangka teori merupakan sintesis dari teori-teori relevan yang digunakan peneliti sebagai landasan analisis dan interpretasi data. Kerangka teori berfungsi sebagai “lensa” atau struktur analitis yang membantu peneliti memahami makna data secara ilmiah dan sistematis.
Adapun kerangka konseptual memiliki cakupan yang lebih luas, mencakup keseluruhan pemikiran peneliti tentang penelitian, mulai dari perumusan masalah, tujuan, metodologi, hingga pelaporan hasil. Jurnal ini menegaskan bahwa kerangka teori adalah bagian dari kerangka konseptual, sehingga keduanya tidak dapat digunakan secara bergantian.
Kesimpulannya, artikel ini menekankan pentingnya pemahaman yang tepat tentang teori, kerangka teori, dan kerangka konseptual agar penelitian memiliki dasar ilmiah yang kuat, analisis yang mendalam, serta kontribusi akademik yang jelas, terutama pada penelitian tingkat pascasarjana.
Nama : Igha Mawardhani
NPM : 2313031043
Nama : Igha Mawardhani
NPM: 2313031043
1. Kesesuaian Teknik Pengumpulan Data dengan Pendekatan Kuantitatif
Teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) dengan skala Likert sudah sesuai dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif menekankan pada pengukuran variabel secara angka dan analisis statistik. Skala Likert memungkinkan sikap, persepsi, dan motivasi guru diukur secara terstruktur dan dapat diolah secara statistik, sehingga hasil penelitian dapat diuji dan digeneralisasikan.
2. Kelebihan dan Kelemahan Penggunaan Angket
Kelebihan:
Kelemahan:
3. Teknik Analisis Statistik yang Paling Tepat
Untuk menjawab dua tujuan penelitian tersebut, teknik analisis yang tepat adalah:
4. Potensi Bias dan Masalah Validitas serta Cara Mengatasinya
Beberapa potensi bias dan masalah validitas yang mungkin muncul antara lain:
Nama : Igha Mawardhani
NPM : 2313031043
1. Jenis Skala Pengukuran pada Setiap Item Kuesioner
2. Apakah Seluruh Data Dapat Dianalisis dengan Statistik Parametrik?
Tidak, seluruh data tidak dapat langsung dianalisis menggunakan statistik parametrik.
Statistik parametrik mensyaratkan data minimal berskala interval atau rasio serta berdistribusi normal. Dalam kuesioner ini, sebagian besar data berskala nominal dan ordinal, seperti jenis kelamin, tingkat kepuasan, dan urutan prioritas. Data jenis ini lebih tepat dianalisis menggunakan statistik nonparametrik, kecuali jika data ordinal (misalnya kepuasan) diolah dengan asumsi tertentu dan memenuhi syarat tambahan.
3. Metode Analisis Hubungan Kepuasan dan Jumlah Mata Kuliah
Metode analisis yang paling tepat adalah korelasi Spearman Rank.
Alasannya:
Metode ini dapat menunjukkan apakah terdapat hubungan antara tingkat kepuasan layanan akademik dengan jumlah mata kuliah yang diambil mahasiswa, tanpa melanggar asumsi statistik.