གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nur Ayu Dila 2313031055

ASP B2025 -> CASE STUDY 2

Nur Ayu Dila 2313031055 གིས-
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

Audit kinerja berbasis risiko pada sistem IzinCerdas dimulai dengan mengidentifikasi risiko utama yang menyebabkan rendahnya kinerja layanan, yaitu keterlambatan penerbitan izin, ketidakjelasan status proses, serta potensi penyalahgunaan wewenang. Risiko tersebut dinilai dari tingkat dampak dan kemungkinan terjadinya untuk menentukan fokus audit. Area yang menjadi prioritas meliputi proses verifikasi dan persetujuan izin, mekanisme pembaruan status, pemenuhan standar waktu pelayanan, serta efektivitas kontrol akses dan audit trail di dalam sistem.

Pelaksanaan audit dilakukan dengan menelaah SOP dan konfigurasi sistem, menganalisis log aktivitas untuk melihat pola keterlambatan dan perubahan data, serta menguji integritas data izin dalam setiap tahap proses. Auditor juga melakukan walkthrough dan wawancara untuk memahami potensi celah manual yang dapat dimanfaatkan untuk melewati prosedur standar. Evaluasi kontrol internal teknologi informasi sangat penting untuk memastikan bahwa proses digital berjalan sesuai ketentuan, dapat ditelusuri, dan tidak memberi ruang bagi manipulasi atau intervensi tidak sah.

Untuk mendeteksi penyimpangan, teknologi digital dimanfaatkan melalui analitik data yang mampu menemukan pola tidak wajar dalam waktu proses, perilaku petugas, maupun status izin. Audit trail otomatis membantu melacak setiap perubahan secara detail, sementara dashboard kinerja real-time memudahkan pemantauan SLA dan identifikasi proses yang macet. Machine learning dapat digunakan untuk mendeteksi anomali seperti persetujuan di luar jam kerja atau lonjakan izin tertentu, sedangkan geotag dan timestamp memperkuat verifikasi kegiatan lapangan. Kombinasi teknologi ini memungkinkan auditor menemukan kelemahan sistem dan potensi fraud secara lebih cepat, tepat, dan terukur.

ASP B2025 -> CASE STUDY

Nur Ayu Dila 2313031055 གིས-
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

Efektivitas SehatMandiri rendah karena banyak Puskesmas belum memanfaatkan seluruh fitur sistem sehingga proses pelayanan masih bercampur antara manual dan digital. Integrasi data juga belum optimal sehingga muncul ketidaksinkronan data antar fasilitas akibat standar input yang berbeda dan lemahnya kontrol kualitas data. Selain itu, keterlambatan pelayanan meningkat karena sistem kemungkinan mengalami error, jaringan lambat, atau alur kerja digital belum berjalan lancar. Kesiapan SDM juga menjadi faktor penting, terutama karena kurangnya pelatihan dan resistensi terhadap penggunaan sistem baru. Terakhir, tidak adanya monitoring rutin dan indikator kinerja membuat masalah tidak terdeteksi sejak awal sehingga perbaikan tidak cepat dilakukan.

Pendekatan Audit Kinerja Berbasis Data
1. Analisis penggunaan sistem, yaitu mengevaluasi log sistem seperti jumlah login, fitur yang digunakan, serta error dan downtime untuk mengetahui tingkat adopsi setiap Puskesmas.
2. Audit kualitas data, memeriksa akurasi, kelengkapan, dan konsistensi data antar fasilitas untuk menemukan sumber ketidaksinkronan.
3. Analisis keluhan masyarakat, yaitu mengelompokkan jenis keluhan dan menghubungkannya dengan masalah teknis atau hambatan penggunaan sistem.
4. Perbandingan kinerja layanan, yaitu membandingkan waktu pelayanan, antrean, keberhasilan janji online sebelum dan sesudah penerapan SehatMandiri.
5. Survei tenaga kesehatan, mengidentifikasi kendala utama seperti minim pelatihan, masalah jaringan, atau SOP yang belum menyesuaikan digitalisasi.
6. Pembuatan dashboard audit, yaitu menampilkan indikator seperti tingkat adopsi, error rate, kualitas sinkronisasi data, dan tren keluhan sebagai dasar perbaikan berkelanjutan.

MPPE B2025 -> Diskusi

Nur Ayu Dila 2313031055 གིས-
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

Skala pengukuran merupakan perangkat penting dalam penelitian kuantitatif yang berfungsi untuk menerjemahkan variabel ke dalam bentuk angka sehingga dapat dianalisis secara objektif. Melalui skala ini, peneliti dapat menilai karakteristik variabel, membedakan kategori data, serta menentukan jenis analisis statistik yang paling sesuai. Penggunaan skala pengukuran juga memastikan bahwa data yang diperoleh tersusun dengan jelas, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam proses analisis maupun penarikan kesimpulan.
Skala pengukuran terdiri dari empat jenis utama, yaitu:
1. Skala Nominal, yaitu skala yang digunakan untuk membedakan objek ke dalam kategori tertentu tanpa memberikan urutan. Contohnya jenis kelamin atau program studi.
2. Skala Ordinal, yaitu skala yang menyusun data berdasarkan tingkatan, namun tidak menggambarkan jarak yang sama antar tingkat. Misalnya tingkatan setuju atau tidak setuju.
3. Skala Interval, yaitu skala yang memiliki jarak yang sama antar nilai, tetapi tidak memiliki titik nol absolut. Contohnya skor tes atau suhu.
4. Skala Rasio, yaitu skala yang memiliki karakteristik skala interval namun dilengkapi nol absolut, misalnya pendapatan, usia, atau tinggi badan.

Rancangan data penelitian:
Judul Penelitian: Pengaruh Perilaku Shopaholic dan Lingkungan Sebaya terhadap Gaya Hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung
Adapun variabel yang diteliti meliputi:
• Variabel X1: Perilaku Shopaholic
• Variabel X2: Lingkungan Sebaya
• Variabel Y: Gaya Hidup Mahasiswa
Instrumen utama penelitian berupa kuesioner dengan menggunakan skala Likert lima tingkat, yaitu:
• Sangat Setuju (SS) = 5
• Setuju (S) = 4
• Netral (N) = 3
• Tidak Setuju (TS) = 2
• Sangat Tidak Setuju (STS) = 1
Skala Likert termasuk ke dalam skala ordinal, karena mengukur tingkat persetujuan responden terhadap pernyataan pada setiap indikator variabel. Namun, dalam penelitian kuantitatif, terutama yang menggunakan analisis statistik parametrik seperti regresi linier, skala Likert ini sering diperlakukan sebagai skala interval agar data dapat diolah secara numerik dengan lebih akurat.

ASP B2025 -> Diskusi

Nur Ayu Dila 2313031055 གིས-
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

Berikut langkah-langkah dalam mengembangkan laporan audit kinerja sektor publik:
1. Perencanaan Audit
Menentukan tujuan, ruang lingkup, indikator kinerja, metode, serta jadwal audit.
2. Pengumpulan Data dan Bukti
Mengumpulkan informasi melalui dokumen, wawancara, survei, dan observasi untuk memperoleh bukti yang relevan dan andal.
3. Analisis dan Evaluasi Kinerja
Membandingkan hasil program dengan target, standar, atau praktik terbaik untuk menilai ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.
4. Penyusunan Temuan Audit
Merumuskan temuan berdasarkan kondisi, kriteria, penyebab, dan dampak masalah yang teridentifikasi.
5. Penyusunan Rekomendasi dan Diskusi dengan Manajemen
Memberikan saran perbaikan dan mendiskusikannya dalam pertemuan dengan pihak manajemen untuk memastikan kesepahaman.
6. Penyusunan dan Penyampaian Laporan Audit
Menyusun laporan akhir dan menyerahkannya kepada pihak terkait, termasuk rencana tindak lanjut untuk perbaikan kinerja.