Nama : Dela Novita
NPm : 2323031023
Populasi dan Sampel
1. Populasi
Menurut Sugiyono, populasi adalah keseluruhan wilayah generalisasi yang mencakup objek atau subjek yang memiliki ciri dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dikaji dan diambil kesimpulannya. Populasi tidak hanya terbatas pada manusia, tetapi juga dapat berupa benda, makhluk hidup, atau fenomena alam lainnya yang relevan dengan penelitian. Dengan demikian, populasi bukan hanya sekadar jumlah individu yang ada, tetapi juga meliputi seluruh sifat dan karakteristik yang melekat pada objek atau subjek tersebut.
Secara sederhana, populasi merupakan keseluruhan unsur yang menjadi sasaran penelitian dengan tujuan memperoleh pemahaman atau gambaran umum dari fenomena yang diteliti.
2. Sampel
Sampel adalah bagian kecil dari populasi yang memiliki karakteristik serupa dan dipilih untuk dijadikan objek penelitian. Apabila jumlah populasi terlalu besar sehingga tidak memungkinkan untuk diteliti secara keseluruhan karena keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga, maka peneliti dapat menggunakan sebagian populasi sebagai sampel. Hasil penelitian yang diperoleh dari sampel tersebut kemudian digunakan untuk menggambarkan kondisi populasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, sampel yang diambil harus benar-benar mewakili populasi (representatif) agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan dengan tepat.
Analisis Berdasarkan Artikel Pendukung
1. Populasi
Berdasarkan pandangan Malhotra (1996), populasi merupakan kumpulan keseluruhan elemen yang memiliki kesamaan karakteristik dan menjadi fokus perhatian peneliti. Populasi dapat terdiri atas individu, peristiwa, ataupun benda yang menjadi pusat kajian penelitian. Dengan demikian, populasi dapat diartikan sebagai keseluruhan kelompok yang dijadikan dasar dalam pengambilan kesimpulan penelitian.
2. Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih dengan tujuan untuk diteliti dan dijadikan dasar dalam menarik kesimpulan mengenai keseluruhan populasi. Namun, dalam praktik penelitian, sering kali muncul kesalahan dalam penentuan sampel, antara lain:
a.Tidak akurat dalam menentukan jumlah anggota populasi yang sebenarnya.
b. Menggunakan ukuran sampel yang terlalu kecil untuk mewakili setiap subkelompok sehingga hasil analisis statistik menjadi tidak valid.
c. Tidak menerapkan teknik stratified sampling saat dibutuhkan.
d. Mengubah prosedur pengambilan sampel tanpa dasar metodologis yang jelas.
e. Menggunakan rumus yang tidak sesuai untuk menentukan ukuran sampel.
f. Memilih anggota sampel yang tidak sejalan dengan tujuan penelitian.
g. Mengurangi jumlah sampel dari hasil perhitungan yang telah ditentukan.
h. Mengambil kelompok eksperimen dan kontrol dari populasi yang berbeda sehingga hasil penelitian menjadi biasa.
Kesalahan-kesalahan tersebut dapat menyebabkan hasil penelitian tidak akurat dan tidak dapat digeneralisasikan dengan baik terhadap populasi.