Kiriman dibuat oleh Dela Novita

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Dela Novita -
Nama : Dela Novita
Npm: 2313031023

1. Pengertian Data dan Pengumpulan Data
Bab 5 menjelaskan bahwa data adalah seluruh informasi yang dikumpulkan peneliti untuk menjawab rumusan masalah penelitian.
Pengumpulan data dilakukan secara sistematis, menggunakan teknik dan instrumen tertentu agar hasilnya valid dan reliabel.

2. Jenis–Jenis Data
Data dalam penelitian dapat dibedakan menjadi:
a. Data Kuantitatif
Data berbentuk angka dan dapat diukur secara statistik.
b. Data Kualitatif
Data berbentuk kata, narasi, opini, atau deskripsi, yang memberikan pemahaman mendalam terhadap fenomena.

3. Teknik–Teknik Pengumpulan Data
beberapa teknik yang digunakan dalam penelitian pendidikan, yaitu:
1) Observasi (Pengamatan)
Teknik mengumpulkan data melalui pengamatan langsung terhadap objek/aktivitas.
Biasanya digunakan untuk melihat perilaku, proses pembelajaran, atau situasi kelas.
2) Wawancara (Interview)
Proses tanya jawab antara peneliti dan informan untuk menggali informasi mendalam.
Dapat bersifat terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak terstruktur.
3) Angket/Kuesioner
Instrumen berupa daftar pertanyaan tertulis untuk memperoleh data dari responden dalam jumlah besar.
Cocok untuk penelitian kuantitatif.
4) Dokumentasi
Teknik mengumpulkan data dari dokumen seperti arsip sekolah, foto, data akademik, jurnal, atau laporan.
Digunakan untuk melengkapi data observasi dan wawancara.
4. Instrumen Pengumpulan Data
Peneliti perlu menyiapkan instrumen sesuai teknik yang digunakan, seperti:
Lembar observasi, Pedoman wawancara,Angket,Lembar dokumentasi,Instrumen harus disusun berdasarkan indikator variabel, sehingga data yang terkumpul sesuai tujuan penelitian.

5. Syarat Instrumen: Validitas dan Reliabilitas
Agar data yang dikumpulkan berkualitas, instrumen harus memenuhi dua syarat utama:
a. Validitas
Menunjukkan bahwa instrumen benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur.
b. Reliabilitas
Menunjukkan bahwa instrumen memberikan hasil yang konsisten bila digunakan berulang-kali.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Dela Novita -
Nama : Dela Novita
Npm :2313031023

1. Pengertian Teknik Sampling
Bab 4 menjelaskan bahwa sebelum penelitian dilakukan, peneliti harus mengetahui bagaimana cara mengumpulkan data, salah satunya melalui sampling.
Sampling adalah teknik untuk mengambil sebagian unit dari populasi sebagai sampel yang mewakili seluruh populasi.

2. Macam–Macam Teknik Sampling
Bab ini membagi teknik sampling menjadi dua kelompok besar:
A. Probability Sampling (Setiap anggota populasi punya kesempatan yang sama)
Simple Random Sampling – pengambilan sampel secara acak.
Stratified Random Sampling – sampel diambil berdasarkan strata/kelompok tertentu.
Cluster Sampling – pengambilan sampel berdasarkan kelompok wilayah/cluster.
Systematic Sampling – memilih sampel berdasarkan interval tertentu.

B. Non-Probability Sampling (Tidak semua anggota punya peluang yang sama)
Purposive Sampling – sampel dipilih berdasarkan tujuan tertentu.
Accidental Sampling – sampel diambil dari siapa saja yang ditemui.
Quota Sampling – sampel diambil berdasarkan kuota tertentu.
Snowball Sampling – sampel diperoleh melalui rekomendasi dari sampel sebelumnya.

3. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rencana atau blueprint penelitian yang menggambarkan hubungan antar variabel, teknik pengukuran, serta cara mengumpulkan dan menganalisis data.
Desain penelitian memberikan gambaran tentang:
Hubungan antar variabel.
Cara pengumpulan data.
Cara mengukur variabel.

Jenis–Jenis Desain Penelitian yang Dibahas
Beberapa desain penelitian yang dipaparkan antara lain:
Causal Comparative Research (penelitian sebab-akibat)
Experimental Research (eksperimen)
Descriptive Research (deskriptif)
Correlation Research (korelasi)
Action Research (penelitian tindakan)

4. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat pengumpul data, seperti:
Angket/kuesioner
Pedoman wawancara
Lembar observasi
Tes
Instrumen harus memenuhi syarat:
Validitas → instrumen mengukur apa yang seharusnya diukur.
Reliabilitas → instrumen memberikan hasil yang konsisten.
Praktikabilitas → mudah digunakan dalam pengumpulan data.

5. Persyaratan dalam Penelitian
Dalam Bab 4 ditegaskan bahwa peneliti harus memahami:
Cara menentukan sampel
Cara merancang desain penelitian
Cara memilih dan membuat instrumen yang sesuai
Cara memastikan validitas dan reliabilitas alat ukur

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Dela Novita -
Nama ; Dela Novita
Npm : 2313031023

Kerangka Teori, Kerangka Berpikir, dan Hipotesis
1. Kerangka Teori
Kerangka teori adalah kumpulan konsep, definisi, dan teori yang relevan dengan variabel penelitian. Bagian ini berfungsi sebagai landasan untuk menjelaskan fenomena serta menghubungkan variabel yang diteliti.
Isi pentingnya:
Menjelaskan teori-teori yang mendukung penelitian.
Menyusun teori secara sistematis dari konsep yang umum ke khusus.
Menunjukkan mengapa variabel tersebut layak diteliti.
Kerangka teori harus bersumber dari literatur ilmiah seperti buku, jurnal, dan penelitian sebelumnya.
Kerangka teori memperkuat posisi penelitian agar tidak berdiri sendiri tanpa dasar ilmiah.

2. Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir adalah alur penalaran yang logis, menggambarkan bagaimana variabel-variabel dalam penelitian saling berhubungan.
Poin penting:
Disusun berdasarkan teori yang telah dipaparkan pada kerangka teori.
Menunjukkan urutan logis dari latar belakang → teori → hubungan antar variabel.
Berisi alur pikir yang mengarah pada rumusan hipotesis.
Biasanya dapat divisualisasikan dalam bentuk bagan atau diagram hubungan antar variabel.
Kerangka berpikir menjadi jembatan antara teori dan hipotesis.

3. Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang kebenarannya masih perlu diuji melalui penelitian.
Ciri-ciri hipotesis yang baik:
Dirumuskan secara jelas dan operasional.
Dapat diuji secara empiris.

Berdasarkan teori yang kuat (bukan asumsi pribadi).
Jenis hipotesis menurut bab ini:
Hipotesis Deskriptif – memprediksi keadaan suatu variabel.
Hipotesis Komparatif – membandingkan dua kelompok atau lebih.
Hipotesis Asosiatif – menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih.
Hipotesis hanya digunakan pada penelitian kuantitatif, sedangkan penelitian kualitatif tidak memerlukan hipotesis formal.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Dela Novita -
Nama : Dela Novita
Npm: 2313031023

1. Pengertian Masalah Penelitian
Bab 2 menjelaskan bahwa masalah penelitian adalah kesenjangan antara kondisi ideal (seharusnya) dengan kondisi nyata yang terjadi di lapangan. Masalah harus jelas, penting, dan dapat diteliti.

2. Sumber Munculnya Masalah Penelitian
Masalah dapat muncul dari berbagai sumber, seperti:
Pengalaman pribadi, Diskusi dengan orang lain,Studi literatur, Fenomena sosial yang berkemban,Evaluasi program atau kebijakan

3. Ciri Masalah yang Layak Diteliti
Masalah yang baik harus:
Signifikan (penting untuk diteliti), Layak dari segi waktu, biaya, dan kemampuan Jelas ruang lingkupnya, Dapat diuji secara ilmiah, Tidak bertentangan dengan etika penelitian

4. Cara Merumuskan Masalah
Rumusan masalah harus dituangkan dalam bentuk pertanyaan penelitian yang jelas, spesifik, dan terarah.
Contohnya:
Apakah terdapat hubungan antara X dan Y?
Bagaimana pengaruh X terhadap Y?
Bagaimana proses pelaksanaan suatu program?
Rumusan masalah yang baik akan menentukan tujuan, hipotesis, dan arah penelitian.

5. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Dijelaskan bahwa setelah merumuskan masalah, peneliti harus menyusun:
Tujuan penelitian (jawaban dari rumusan masalah), dan Manfaat penelitian (teoritis & praktis).

6. Kesalahan Umum dalam Merumuskan Masalah
Bab 2 juga menegaskan beberapa kesalahan yang sering terjadi, misalnya:
Rumusan masalah terlalu luas, Menggunakan bahasa yang tidak jelas, Menanyakan hal yang tidak dapat diukur, Rumusan masalah tidak relevan dengan metode yang akan digunakan

Bab 2 menekankan bahwa perumusan masalah adalah tahap paling penting dalam penelitian, karena menentukan arah penelitian selanjutnya. Masalah harus jelas, layak diteliti, memiliki dasar teori yang kuat, berasal dari fenomena nyata, serta dirumuskan dalam bentuk pertanyaan yang spesifik.

MPPE A2025 -> Diskusi

oleh Dela Novita -
Nama : Dela Novita
NPM : 2313031023

langkah-langkah atau prosedur penelitian yang digunakan :
1. Identifikasi dan perumusan masalah penelitian
2. Melakukan studi literatur atau kajian teori
3. Menetapkan tujuan serta manfaat penelitian
4. Menyusun kerangka teori dan kerangka berpikir
5. Merumuskan hipotesis (apabila penelitian bersifat kuantitatif)
6. Menentukan metode penelitian yang digunakan
7. Menentukan populasi, sampel, dan teknik sampling
8. Menetapkan teknik serta instrumen pengumpulan data
9. Melakukan pengumpulan data di lapangan
10. Melakukan analisis dan interpretasi data
11. Menyusun hasil penelitian
12. Menarik kesimpulan dan memberikan saran