Kiriman dibuat oleh Raihan Padri Ramadhani

PBSI TSM A 2023-2024 -> DISKUSI VI -> Diskusi VI -> Re: Diskusi VI

oleh Raihan Padri Ramadhani -
Raihan Padri Ramadhani
2313041007

Izin menjawab pak, perbedaan fokus kajian Sigmund Freud dan Carl Gustav Jung dalam psikologi sastra.

Freud menganggap bahwa alam bawah sadar sebagai bagian yang terdalam pikiran manusia, yang terdiri dari 3 komponen utama, yaitu id, ego, dan superego. Sementara Jung, mengembangkan konsep arketipe didalam teorinya tentang alam bawah sadar. Jung memandang alam bawah sadar sebagai lapisan yang lebih luas dan kompleks dibandingkan Freud. Hal ini tidak hanya mencakup aspek pribadi (alam bawah sadar pribadi), tetapi juga aspek yang lebih universal dan kolektif (alam bawah sadar kolektif). Jung menganggap bahwa motivasi manusia tidak hanya berdasarkan dari dorongan seksual dan agresif, tetapi dari keinginan untuk menggapai keseimbangan psikologis.

Dengan demikian, fokus kajian Freud dan Jung dalam psikologi sastra itu berbeda. Freud berfokus dalam struktur alam bawah sadar sebagai bagian yang terdalam pikiran manusia, sedangkan Jung berfokus pada konsep arketipe yang lebih luas dan kompleks. Freud menjelaskan teori libido dan teori naluri kematian, sedangkan Jung menjelaskan konsep arketipe dalam teorinya tentang alam bawah sadar.

PBSI TSM A 2023-2024 -> DISKUSI III -> DISKUSI III -> Re: DISKUSI III

oleh Raihan Padri Ramadhani -
Raihan Padri Ramadhani (2313041007)

Izin menjawab pak, sebagai mahasiswa tingkat akhir dengan fokus pada sastra, saya akan memilih teori mimetik untuk membedah puisi atau novel. Alasan utamanya adalah bahwa teori mimetik berfokus pada representasi dunia nyata dalam karya sastra, yang sesuai dengan minat saya dalam menganalisis bagaimana karya sastra mencerminkan kehidupan manusia dan realitas sosial. Melalui pendekatan ini, saya dapat menggali makna-makna yang tersembunyi dalam karya sastra dan menganalisis bagaimana penulis menggunakan bahasa untuk merepresentasikan realitas, karakter, dan situasi dalam karya mereka. Dengan demikian, teori mimetik memungkinkan saya untuk memahami kedalaman dan kompleksitas sebuah karya sastra dengan lebih baik.
Izin menjawab pak,
Saya Raihan Padri Ramadhani dengan NPM, 2313041007. Menurut saya:
1. Kualitas sastra dari sebuah teks sastra dapat dijelaskan melalui makna, dan keindahan dari sastra tersebut. Makna dari sastra yang di sampaikan tersebut juga mempengaruhi keindahan dan kualitas sastra di dalamnya.

2. Pengalaman, dan sudut pandang pengarang. Pengalaman dan sudut pandang dari si pengarang lah yang dapat menentukan makna dari teks sastra tersebut.

3. Peran yang diberikan pembaca adalah selain sebagai penikmat karya sastra tersebut, pembaca juga bisa sebagai penilai karya sastra. Selain itu, pembaca juga bisa memiliki interaksi dengan pengarang melalui karya sastra.

4. Status yang di berikan pada media teks bahasa adalah sebagai sarana menyampaikan pesan, emosi, makna, dan ide-ide teks pengarang.