Posts made by Nur Hasanah

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri pak.
Nama: Nur Hasanah
NPM: 2313053061
Kelas: 6B
Izin menjawab diskusi diatas pak,
1. Menurut saya, model 222 (kamar ganda) lebih menghadirkan tantangan yang besar dalam hal pengawasan dari guru dibandingkan dengan model 221. Dalam model 222 guru tidak bisa memberikan pengawasan langsung kepada semua kelompok siswa di ruangan berbeda, ketika guru berada di ruangan pertama, otomatis kelompok siswa yang berada di ruangan kedua tidak bisa diawasi secara langsung. Oleh karena itu, guru perlu membangun ritme perpindahan yang teratur, seperti memberikan penjelasan singkat di satu ruangan, memberikan tugas, lalu melakukan hal yang sama di ruangan lainnya. Setelah itu guru kembali mengecek perkembangan siswa di masing-masing ruangan, namun hal ini membuthkan tenaga yang cukup besar dari guru.
2. Strategi yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi “benang merah” di seluruh tingkat kelas tanpa mengaburkan kedalaman konten yang akan dibahas yaitu dengan cara menyesuaikan isi pembelajaran dengan kemampuan dan tujuan masing-masing kelas. Boleh menggunakan tema yang sama, namun pembahasannya disesuaikan untuk mencapai tujuan masing-masing. Sebagai contoh dengan tema energi, di kelas rendah mempelajari mengenai jenis-jenis energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan di kelas tinggi sudah mempelajari yang lebih kompleks seperti perubahan bentuk energi.
3. Menurut saya, penggunakan LKS di kelas rangkap sangat membantu, terutama jika guru menggunakan model 222. Kehadiran LKS disini dapat membantu siswa belajar mandiri ketika guru harus membagi perhatian. Namun, dengan adanya LKS ini tidak menggugurkan kewajiban guru untuk mendampingi siswa. Siswa masih perlu dibimbing kerika ada materi konkret yang mungkin sulit dimengerti oleh siswa. Agar tetap objektif dan tidak menimbulkan perbedaan pemahaman antara satu siswa dengan siswa lain, guru perlu memberikan panduan yang jelas, mengecek hasil diskusi, serta menutup pembelajaran dengan penjelasan yang sama dari materi yang mereka pelajari di hari tersebut.
Sekian terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri pak.
Nama: Nur Hasanah
NPM: 2313053061
Kelas: 6B
Izin menjawab diskusi diatas pak,

1. Guru dapat menggunakan cara yang sederhana untuk menandakan transisi agar siswa tetap merasa diperhatikan. Misalnya guru menyampaikan “ibu ke kelompok 1 dulu ya anak-anak selama 15 menit” setelah itu lanjut ke kelompok-kelompok lain secara bergantian. Dengan begitu, siswa tidak merasa diabaikan oleh guru ketika guru berada di kelompok lain. Lalu guru bisa menuliskan Langkah-langkah yang harus dikerjakan oleh siswa selama pembelajaran, jadi ketika guru pindah ke kelompok lain, siswa akan langsung tahu apa yang harus mereka lakukan saat itu. Dan untuk menjaga ketertiban setiap kelompok, guru bisa menunjuk salah satu anggota kelompok untuk menjadi penanggung jawab dan menjaga ketertiban teman-teman kelompoknya.
2. Agar tutor sebaya tidak salah memberikan pemahaman ke temannya, guru perlu memberikan pembekalan terlebih dahulu. Bila perlu guru Menyusun terkait materi apa yang harus disampaikan tutor ke temannya, soal latihanm dan berikan juga kunci jawaban untuk menghindari perbedaan pemahaman. Diluar itu, guru juga perlu mengecek kembali materi bersama seluruh siswa di kelas untuk memastikan tidak ada perbedaan pemahaman.
3. Agar lembar kerja siswa tidak hanya membuat siswa sekedar mengerjakan tugas, isinya harus dirancang lebih menarik dan bermakna bagi siswa. Guru hendaknya memberikan masalah kontekstual di lembar kerja, lalu pertanyaan yang diberikan jangan yang singkat singkat saja. Dengan demikian, diharapkan siswa tidak hanya menjawab soal saja, tetapi juga memahami materi yang mereka pelajari di hari itu.

Sekian terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri, bapak

Nama: Nur Hasanah
NPM: 23130503061
Kelas: 6B

Izin menjawab diskusi diatas pak,

1. Menurut saya, mata kuliah kajian pembelajaran tematik itu penting untuk dilaksanakan, terutama bagi calon guru sekolah dasar. Karena pada dasarnya pembelajaran tematik mengajarkan kita bagaimana guru menggabungkan mata pelajaran dalam satu tema supaya lebih mudah dipahami oleh peserta didik.

2. Menurut saya, pembelajaran terpadu masih sangat relevan dengan kurikulum saat ini. Kurikulum Merdeka memuat pembelajaran terpadu tidak hanya saat pembelajaran di kelas saja, tetapi juga diluar kelas seperti proyek P5. Ketika di dalam kelas ada mata pelajaran yang menggunakan pembelajaran terpadu yaitu IPAS, mata pelajaran ini menggabungkan antara materi IPA dengan IPS. Dengan adanya pembelajaran terpadu, peserta didik akan lebih mudah mengaitkan materi yang mereka pelajari dari satu mata pelajaran ke mata pelajaran lainnya.

Skian terima kasih bapak,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri, bapak

Nama: Nur Hasanah
NPM: 23130503061
Kelas: 6B

Izin menjawab diskusi diatas pak,
Dalam pelaksanaannya pembelajaran terpadu harus memegang beberapa prinsip utama, antara lain:
1. Keaslian (Authenticity)
Prinsip keaslian yang dimaksud yaitu pembelajaran harus berangkat dari situasi nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Materi disampaikan tidak secara abstrak, melainkan dikaitkan dengan pengalaman mereka. Dengan ini, peserta didik akan mendapat pengalaman langsung dari pembelajaran mereka, mereka tidak hanya memahami teori saja tetapi juga langsung melakukannya di dunia nyata.
2. Kebermaknaan (Meaningfulness)
Prinsip kebermaknaan menekankan bahwa pembelajaran harus memberikan arti bagi peserta didik. Artinya, peserta didik tidak hanya menghafal informasi terkait pembelajaran mereka, tetapi mereka harus tau mengapa materi tersebut penting untuk dipelajari.
3. Keterkaitan (Connectdness)
Pada prinsip ini, pembelajaran menggabungkan berbagai konsep dari beberapa mata pelajaran yang dihubungkan menjadi satu kesatuan yang utuh. Materi yang diajarkan terhubung satu sama lain antara satu topik ke topik lainnya.
4. Kemandirian (Independence)
Kemandirian berarti pembelajaran memberi ruang bagi peserta didik untuk aktif dan bertanggungjawab terhadap proses belajar mereka sendiri. Peserta didik diberi kesempatan untuk mencari informasi sendiri, mengemukakan pendapat, dan menyelesaikan masalah tugas mereka secara mandiri.
5. Inkuiri
Inkuiri menekankan proses pembelajaran yang berbasis pada penemuan. Pembelajaran tidak hanya berpusat pada penjelasan guru, tetapi pada eksplorasi yang dilakukan oleh peserta didik.

Sekian terima kasih bapak,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri, bapak

Nama: Nur Hasanah
NPM: 23130503061
Kelas: 6B

Izin menjawab diskusi diatas pak,

Kesiapan SDM
Guru-guru saat ini memiliki kesiapan yang berbeda-beda terkait mental dan kompetensi untuk mengajar lintas disiplin ilmu. Ada guru yang sudah siap melakukan pembelajaran terpadu yang sesuai dengan kurikulum saat ini. Namun tidak banyak juga guru yang masih lebih fokus pada mata pelajaran yang sesuai dengan disiplin ilmu nya. Namun, mau bagaimanapun guru harus siap terhadap apapun yang perlu mereka lakukan dalam pembelajaran, terlebih saat ini kurikulum fleksibel sesuai dengan perkembangan zaman.

Efektivitas Ujian
Walaupun sekolah bisa menggunakan tema integrasi yang berbeda, namun asesmen menilai kemampuan dasar para peserta didiknya. Seperti kemampuan literasi dan numerasi. Jadi, meskipun peserta didik belajar dengan tema yang berbeda-beda, ujian yang dilakukan tetap mengukur kemampuan mereka secara adil.

Implementasi di Indonesia
Jika dilihat, kurikulum merdeka sudah mencerminkan pembelajaran terpadu melalui P5. Karena pada proyek P5, peserta didik belajar melalui proyek yang menggabungkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema yang tentunya sesuai dengan pembelajaran terpadu.

Sekian terima kasih bapak,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh