གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Antin Mutia Putri

PEMBELAJARAN PGSD PKN SD 4G -> forum diskusi

Antin Mutia Putri གིས-
Nama : Antin Mutia Putri
NPM : 2313053213

Menurut saya penggunaan model pembelajaran tematik di sekolah dasar saat ini tujuannya adalah untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh dan bermakna bagi siswa. Model ini menggabungkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema tertentu, sehingga siswa bisa mengetahui keterkaitan antara berbagai ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini juga lebih sesuai dengan cara berpikir anak usia sekolah dasar yang masih berpikir secara holistik dan konkret.

Salah satu keunggulan dari pembelajaran tematik adalah mendorong siswa untuk lebih aktif dan terlibat dalam proses belajar. Dengan pembelajaran yang dikaitkan pada tema yang dekat dengan kehidupan mereka, siswa lebih mudah memahami materi dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta keterampilan sosial. Selain itu, guru juga bisa lebih kreatif dalam menyusun kegiatan belajar yang menyenangkan dan variatif, sehingga suasana belajar menjadi lebih menarik dan tidak membosankan.

Namun, pembelajaran tematik juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah ketika integrasi antarmata pelajaran tidak dirancang dengan baik, materi dari salah satu bidang bisa menjadi kurang mendalam atau bahkan terabaikan. Selain itu, tidak semua guru memiliki keterampilan yang cukup untuk merancang pembelajaran tematik yang efektif, sehingga bisa menyebabkan tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan optimal. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan dan pendampingan yang baik bagi guru agar penerapan model ini berjalan maksimal.
Nama : Antin Mutia Putri
NPM : 2313053213

Analisis jurnal 2

Jurnal tersebut membahas tengtang pentingnya penegakan hukum terhadap pelanggaran etika di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, untuk membentuk moral bangsa. Banyaknya pelanggaran etika yang terjadi disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang hukum dan minimnya pendidikan moral di masyarakat, yang berdampak pada rendahnya moral bangsa dan perkembangan Indonesia. Oleh karena itu, penegakan hukum yang lebih tegas perlu dilakukan untuk mencegah pelanggaran etika dan memperbaiki keadaan ini.

Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika, diperlukan upaya hukum yang melibatkan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah. Penegakan hukum dapat dimulai dengan pembentukan undang-undang yang mengatur etika masyarakat, serta penerapan moral di setiap individu. Sebagai masyarakat Indonesia yang menghargai nilai moral, keadaan ini harus segera diatasi demi menciptakan bangsa yang lebih baik dan bermoral tinggi.
Nama : Antin Mutia Putri
NPM : 2313053213

Analisis jurnal 1 :

Jurnal tersebut menjelaskan bahwa konflik antara individualisme dan kolektivisme merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat manusia. Meskipun konflik ini telah ada sepanjang sejarah dan masih berlanjut hingga saat ini, keberadaan korupsi semakin memperburuk dinamika tersebut. Pendekatan filsafat moralitas menunjukkan bahwa, alih-alih mengakhiri konflik tersebut, penting untuk mencari cara untuk menggabungkan kedua potensi yang bertentangan ini, dengan hati nurani dan perilaku etis sebagai kunci solusi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, kesadaran moralitas dan norma etika memegang peranan penting. Hati nurani yang mencerminkan kebebasan individu dan kreativitas dapat menjadi sumber daya yang kuat untuk menyelesaikan konflik ini. Di sisi lain, norma etika yang baik dapat mengarahkan kreativitas individu untuk berkontribusi pada perkembangan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, membangun masyarakat yang memiliki kesadaran moralitas individu yang tinggi serta norma-norma etika yang baik adalah langkah penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih berkeadilan dan berkembang.
Nama: Antin Mutia Putri
NPM : 2313053213

Analisis video 4 :

Video tersebut merupakan Film Pendek Korupsi - Pelajar Anti Korupsi menyampaikan pesan penting tentang perlunya membangun karakter pelajar yang peka terhadap bahaya korupsi sejak usia dini. Pesan utama film ini adalah bahwa korupsi bukan hanya tentang uang, tetapi juga mencakup aspek kejujuran dan integritas dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku koruptif seringkali berawal dari tindakan kecil seperti menyontek atau memanipulasi keadaan untuk keuntungan pribadi.

Sebagai pelajar, kita harus menyadari bahwa korupsi bukan hanya merugikan orang lain, tetapi juga menghancurkan masa depan kita sendiri. Film ini memberikan inspirasi untuk menjadi individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berpegang pada nilai moral, jujur, dan bertanggung jawab. Perubahan besar dimulai dengan langkah kecil dan kesadaran diri yang tinggi.

Pendidikan di Indonesia perlu memberikan perhatian lebih pada penanaman nilai antikorupsi, baik melalui kurikulum maupun kesadaran masyarakat. Dengan menanamkan nilai-nilai ini sejak dini, pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap keadilan sosial dan berkomitmen untuk menciptakan perubahan positif. Langkah ini sangat penting untuk menciptakan bangsa yang lebih bersih dan berintegritas di masa depan.