Posts made by Marsya Aulia

Nama: Marsya Aulia
NPM: 2313053218
Kelas: 3G

Analisis yang saya dapatkan dari video "Perbedaan Pendidikan Dasar di Jepang dan Indonesia" tersebut, sebagai berikut :

1. Kebersihan sejak dini, pengelolaan sampah yang tidak diterapkan di dalam sinkronisasi Indonesia. Sama halnya dengan Jepang, Jepang memiliki keharusan yang mengharuskan peserta didiknya untuk bertanggung jawab atas kebersihan kelas. Hal ini dilakukan agar setiap peserta didik mampu bekerja sama, berbagai tanggung jawab, dan peka dengan kondisi lingkungan yang kotor.
2. Makan bersama, jika di Indonesia sekolah-sekolah memiliki kantin Sehingga peserta didik dapat membeli makanan-makanan yang berbagai macam, berbeda dengan sekolah di Jepang. Pendidikan di Jepang juga mengatur makanan di sekolah, mereka sangat peduli terhadap kandungan gizi dari makanan untuk peserta didiknya. Kegiatan makan bersama ini bertujuan untuk membangun hubungan positif antara siswa dengan siswa dan juga siswa dengan guru.
3. Mata pelajaran yang sedikit, di Indonesia setiap sekolah memiliki mata pelajaran yang sangat banyak, berbeda dengan sekolah yang ada di Jepang. Sekolah di Jepang memiliki mata pelajaran yang tergolong sedikit dan hanya diajarkan di hari-hari tertentu saja.
4. Pendidikan karakter, jika di Indonesia ujian merupakan hal yang harus dilakukan agar lulus ataupun naik kelas. Hal itu berbeda dengan Jepang, pendidikan dasar di Jepang tidak melibatkan ujian seperti yang ada di Indonesia, untuk 3 tahun awal pendidikan, mereka akan fokus dalam mempelajari karakter pendidikan. Karena menurut pemerintah Jepang, pendidikan karakter dapat menjadi dasar yang baik untuk para siswa.
5. Membaca terlebih dahulu, di Indonesia minat membaca warganya sangat rendah hal ini terjadi karena warga Indonesia jarang membaca buku saat di sekolah. Hal ini sangat berbeda dengan Jepang di sana mereka membiasakan para siswanya untuk membaca buku terlebih dahulu selama 10 menit sebelum masuk ke dalam pembelajaran. Maka dari itu negara Jepang memiliki minat baca yang tinggi.
6. Perlengkapan sekolah, Jepang sangat memperhatikan perlengkapan sekolah yang dipakai siswanya. Di Jepang semua peralatan sekolah tidak ada yang berbeda karena semua peralatan sekolah didapat dari sekolah tempat mereka bersekolah. Perlengkapan sekolah tersebut disamakan untuk menghindari adanya kesenjangan sosial. Berbeda dengan pendidikan Indonesia untuk peralatan sekolah setiap anak masih berbeda-beda.
7. Seragam sekolah, jika di Indonesia memiliki berbagai macam seragam sekolah. Berbeda dengan Jepang, seragam sekolah di Jepang hanya ada satu jenis saja meskipun setiap sekolah memiliki seragam yang berbeda-beda.

Meskipun sistem pendidikan Jepang memiliki banyak kelebihan namun tidak terlepas dari kekurangan yang ada, sistem pendidikan di Jepang memiliki tekanan belajar yang sangat tinggi sehingga membuat para pelajar menjadi stres dan bahkan bunuh diri.
Nama: Marsya Aulia
NPM: 2313053218
Kelas: 3G

Analisis video yang berjudul "Potret Pendidikan di Dusun Terpencil."

Video ini menampilkan bagaimana potret SD Negeri Glak, Kabupaten Sikka, NTT yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah dikarenakan SD ini terpaksa harus melakukan kegiatan belajar mengajar di teras kelas karena kekurangan ruang kelas.

Sekolah tersebut memiliki 6 ruangan namun yang dipakai untuk kegiatan pembelajaran hanya 5 ruangan saja karena satu ruangan digunakan untuk ruang guru, bahkan perpustakaan saja sekolah tersebut tidak ada.

Namun batasan tersebut tidak menghalangi semangat anak-anak untuk bersekolah meskipun mereka harus berjalan hingga 2 Km menuju sekolah.

Pada saat pandemi covid-19, ketika sekolah-sekolah melakukan pembelajaran dare sekolah ini tidak bisa melakukan pembelajaran secara dare dikarenakan di daerah terpencil tersebut belum ada jaringan komunikasi sehingga pihak sekolah pun tetap melakukan pembelajaran tatap muka demi kegiatan belajar mengajar terus berlangsung.

Potret ini menampilkan betapa kurangnya perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah yang ada di daerah terpencil. Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan dan lebih memperhatikan sarana dan prasarana yang ada di sekolah, karena ruang kelas itu sangat berpengaruh sekali dengan konsentrasi belajar siswa. Untuk akses komunikasi juga seharusnya pemerintah lebih memperhatikan daerah-daerah terpencil agar masyarakat yang ada di daerah terpencil dapat merasakan hal yang sama seperti masyarakat di daerah yang lebih luar.

Kepala sekolah di sekolah ini juga berharap agar pemerintah dapat membangunkan satu kelas lagi agar para siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan aman.
Nama: Marsya Aulia
NPM: 2313053218
Kelas: 3G

Analisis video yang berjudul "Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan."

Video ini menceritakan bagaimana pengalaman pengajar muda bernama Martencis Veronica Siregar yang bergabung dalam gerakan Indonesia mengajar. Ia di tempatkan di Desa Tanjung Matol, Nunukan, Kalimantan Utara. Ia mengajar di SDN 11 Sembakung.

Dalam pengalamannya Martencis menceritakan bahwa di Desa Tanjung Matol ini anak-anak masih memiliki sedikit minat untuk melanjutkan sekolah, setelah lulus dari sekolah dasar. Orang tua di sana juga masih kurang sadar akan pentingnya pendidikan dan juga di desa ini masih banyak praktik-praktik pernikahan dini seperti setelah lulus SD tidak melanjutkan sekolah malah malah menikah. Kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak inilah yang menjadi persoalan di Desa Tanjung Matol.

Martencis juga berusaha untuk menyadarkan orang tua yang ada di sana tentang betapa pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Dia juga berusaha membuat anak-anak di Tanjung Matol ini mau bersekolah, belajar agar menjadi bekal untuk masa depannya nanti. Martencis juga selalu berusaha untuk membuat pembelajaran tidak membosankan bagi anak sehingga anak selalu bersemangat saat pembelajaran berlangsung.

Di sekolah SDN 11 Sembakung memiliki program yaitu kepala sekolahnya memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi dengan mengajak siswa tersebut untuk berjalan-jalan keluar Tanjung Matong. Hal ini dilakukan untuk menambah motivasi belajar pada siswa agar mereka lebih rajin sekolah dan lebih giat lagi dalam belajar, karena di sana masih kurang sekali motivasi belajar pada siswa.

Disana juga banyak orang-orang  hebat, banyak orang-orang yang memiliki motivasi untuk memajukan pendidikan, agar kelak masa depan anak-anak Tanjung matol dapat diukir. Karena para pendidik di sana adalah penerus tongkat estafet pendidikan anak-anak Tanjung Matol.
Nama: Marsya Aulia
NPM: 2313053218
Kelas: 3G

Perbedaan kriteria hard skill dan kriteria soft skill

Hard skill merupakan keterampilan yang bersifat konkret dan dapat diukur secara objektif keterampilan ini biasanya diperoleh melalui pendidikan formal pelatihan atau pengalaman kerja yang khusus. Contoh dari hard skill meliputi kemampuan teknis dalam bidang seperti program komputer, penggunaan perangkat lunak tertentu, keahlian dalam bahasa asing, analisis data, atau pengetahuan dalam bidang ilmu pengetahuan khusus seperti kedokteran ataupun teknik.

Sedangkan soft skill merupakan keterampilan non-teknis yang melibatkan aspek interpersonal, kepemimpinan, komunikasi, kerjasama, adaptabilitas, kreativitas, dan juga pemecahan masalah. Keterampilan ini lebih terkait dengan sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Contoh soft skill meliputi kemampuan komunikasi efektif, kerjasama tim, kepemimpinan, empati, negosiasi, ketahanan mental, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
Nama: Marsya Aulia
NPM: 2313053218
Kelas: 3G

Hasil analisis dari video yang telah saya saksikan yaitu pendidikan moral bangsa ini lama-kelamaan mengalami kemerosotan. Semakin ke sini para generasi muda semakin tidak memiliki nilai moral yang baik seperti tidak menaati peraturan yang ada, tidak menghormati orang yang lebih tua, tidak meminta maaf ketika melakukan kesalahan, tidak sopan dan santun kepada orang yang lebih tua. Bahkan lingkungan yang tidak mendukung perkembangan moral itu dapat mempengaruhi perilaku seorang anak, Contohnya seperti yang ada di dalam video seorang anak yang tidak pernah merokok dan minum-minuman beralkohol, dia ketika itu mencoba melakukan hal-hal itu karena dipengaruhi oleh temannya sendiri . hal ini merupakan contoh dari kemerosotan moral yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Kemerosotan moral ini harus segera ditangani dengan cara memberikan pendidikan moral di dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga.