Posts made by Batin Kiani

PEMBELAJARAN PGSD PKN SD 4G -> forum diskusi

by Batin Kiani -
Nama: Batin Kiani
Npm: 2353053017

Dari banyaknya model pembelajaran tersebut,Model pembelajaran discovery learning sangat tepat. karena dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan peserta didik kelas rendah dalam memecahkan masalah. Model ini juga dapat membuat siswa lebih aktif dan kreatif.

Alasan menggunakan model discovery learning:
1.Menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.
2.Membantu siswa memahami kenyataan di lapangan.
3.Membantu siswa menemukan pola atau situasi tertentu secara konkret dan abstrak.
4.Membantu siswa merumuskan strategi tanya jawab.
5.Membantu siswa membentuk cara kerja sama yang efektif.

Dampak dari model discovery learning sendiri,yaitu:
1.Meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.
2.Meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
3.Membantu siswa memperkuat konsep pada dirinya
4.Membantu siswa belajar untuk mandiri.
5.Membantu siswa belajar untuk menganalisis, mensintesa, dan mengevaluasi konsep.
6.Membantu siswa memahami informasi tambahan yang didapat.
7.Membantu siswa belajar untuk merumuskan strategi tanya jawab.
8.Membantu siswa membentuk cara kerja sama yang efektif.
9.Membantu siswa belajar untuk saling berbagi informasi, mendengar, dan mengaplikasikan ide

PEMBELAJARAN PGSD PKN SD 4G -> forum diskusi

by Batin Kiani -
Nama: Batin Kiani
Npm: 2353053017

Keunggulan model pembelajaran tematik:
1.Siswa lebih mudah memahami konsep karena mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

2.Siswa lebih bersemangat karena materi yang dipelajari nyata dan bermakna.

3.Siswa dapat melihat hubungan antara berbagai konsep.

4.Siswa dapat menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks yang lebih bermakna.

5.Siswa dapat mengembangkan keterampilan sosial, seperti bekerja sama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.

6.Siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir.

7Kegiatan belajar lebih bermakna bagi siswa sehingga hasilnya dapat bertahan lama.

Kekurangan model pembelajaran tematik:
1.Pembelajaran menjadi lebih kompleks dan menuntut guru untuk mempersiapkan diri.

2.Persiapan yang harus dilakukan oleh guru pun lebih lama.

3.Penyediaan alat, bahan, sarana dan prasarana harus tersedia sesuai dengan pokok-pokok mata pelajaran yang disajikan.

4.Perencanaan dan pelaksanaan evaluasi yang lebih banyak menuntut guru untuk melakukan evaluasi proses.

5.Guru dituntut memiliki keterampilan yang tinggi.

PEMBELAJARAN PGSD PKN SD 4G -> Aktivitas 1

by Batin Kiani -
Nama: Batin Kiani
Npm: 2353053017

Dalam pembelajaran PKN, penggunaan metode pembelajaran yang interaktif dan melibatkan siswa dapat menjadi cara efektif untuk mengembangkan pemahaman dan minat siswa terhadap nilai-nilai kewarganegaraan. Metode seperti diskusi kelompok atau simulasi dapat membantu meningkatkan partisipasi dan keterampilan sosial siswa. Namun, metode tersebut juga memiliki kekurangan, seperti membutuhkan waktu yang lebih banyak dalam persiapan dan pemahaman materi yang mendalam oleh guru. Meskipun demikian, metode pembelajaran dalam PKN dapat diadaptasi untuk berbagai jenis siswa dan tingkat pendidikan. Dengan menggunakan metode ini, diharapkan siswa dapat menjadi warga negara yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang hak dan kewajiban serta aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Contoh Metode yang tepat untuk pembelajaran kurikulum 13, yaitu:
1. Metode Role Playing : Peserta didik dapat memainkan peran sebagai tokoh penting dalam sejarah atau pejabat pemerintah. Mereka dapat mengenakan kostum sesuai karakter yang diperankan, berinteraksi dengan teman sekelas, dan memecahkan masalah sebagaimana yang dilakukan tokoh tersebut. Dengan metode ini, peserta didik tidak hanya mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah dan tugas-tugas pemerintahan, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi dan kreativitas mereka.
2. Metode Diskusi Kelompok : Dengan metode ini, peserta didik diberikan masalah nyata yang berkaitan dengan isu sosial atau politik dan diminta untuk mencari solusi bersama dalam kelompok. Kelompok tersebut mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, sehingga membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka.
3. Metode Simulasi : Dalam simulasi, peserta didik berperan sebagai anggota parlemen, wartawan, atau bahkan presiden. Mereka mempelajari prosedur legislasi, melaporkan berita politik, atau memimpin negara dengan peraturan yang telah ditentukan. Dengan cara ini, peserta didik tidak hanya akan memahami mekanisme dan dinamika politik secara lebih mendalam, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan negosiasi, kepemimpinan, dan keterampilan administrasi.
4. Metode Proyek Kolaboratif : metode proyek kolaboratif adalah pilihan yang tepat. Peserta didik diberi tugas untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini akan melibatkan kerjasama tim, menghormati perbedaan pendapat, dan belajar mengatasi hambatan dalam mencapai tujuan bersama.
5. Metode Media dan Teknologi Interaktif : media dan teknologi interaktif dapat menjadi metode yang menarik. Peserta didik dapat membuat video, presentasi, atau blog tentang isu-isu sosial yang mereka minati. Dengan metode ini, peserta didik diarahkan untuk menjadi produsen informasi yang terampil dan tanggap terhadap perkembangan teknologi.
Nama:Batin Kiani
Npm:2353053017

Jurnal ini membahas kemerosotan moral dan etika di Kampung Cijambe Girang, Sukabumi, akibat lemahnya pendidikan moral, dampak negatif teknologi, dan kurangnya penegakan hukum. Moral, etika, dan hukum dinilai saling terkait dan penting untuk menjaga keharmonisan sosial.

Penulis mengusulkan solusi seperti pendidikan karakter, seminar kesadaran hukum, pembentukan lembaga pengawas etika, serta penerapan undang-undang yang jelas. Integrasi moral ke dalam hukum dianggap penting untuk mencegah pelanggaran etika yang mengancam identitas bangsa.

Pesannya adalah moral dan etika merupakan fondasi kehidupan bermasyarakat yang harus dijaga melalui pendidikan, regulasi, dan kesadaran kolektif demi masyarakat yang harmonis dan berkeadilan.
Nama:Batin Kiani
Npm:2353053017

Jurnal ini membahas konflik antara individualisme dan kolektivisme, terutama ketika kepentingan individu bertentangan dengan kepentingan masyarakat, seperti dalam pembebasan tanah. Modernisasi dan kemajuan teknologi menciptakan ambisi material, tetapi kurangnya pendidikan etis di negara berkembang sering memicu korupsi, terutama di pemerintahan. Konflik ini berubah menjadi persaingan kekuasaan, dengan demokrasi kerap dikuasai politik uang, menghasilkan pemimpin yang lebih fokus pada keuntungan pribadi daripada kepentingan umum.

Jurnal ini menegaskan bahwa konflik tersebut tidak perlu diakhiri, tetapi dikelola melalui kesadaran moral dan etika. Kesadaran moral mendukung kebebasan dan kreativitas individu, sedangkan etika membimbing kreativitas untuk kemajuan masyarakat.