Posts made by Hesti Badria

Nama : Hesti Badria
NPM : 2313053206

Video tersebut menceritakan pengalaman seorang pengajar dalam program Indonesia Mengajar di sebuah desa di Kalimantan Utara, di mana pendidikan dianggap sebagai cahaya harapan bagi masyarakat. Ia menghadapi tantangan berat, seperti menentang tradisi pernikahan dini dan memotivasi anak-anak agar tetap semangat belajar. Keberhasilannya tidak hanya hasil kerja keras pribadi, tetapi juga berkat dukungan dari orang-orang sekitar. Selain mengajar, ia juga belajar banyak dari kehidupan di desa, melihat perjuangan keras para ibu, orang tua, dan guru setempat, yang membuka wawasan dan memberikan pengalaman berharga baginya.
Nama : hesti badria
Npm : 2313053206

Video ini mengisahkan kondisi SD Negeri Glak di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan. Sekolah ini hanya memiliki enam ruangan, lima di antaranya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, sementara satu ruangan dijadikan ruang guru. Akibatnya, beberapa siswa harus belajar di teras kelas, dan sekolah juga tidak memiliki perpustakaan. Selama pandemi COVID-19, sekolah ini tidak dapat melaksanakan pembelajaran daring karena tidak ada jaringan telekomunikasi, sehingga pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka.

Meski penuh keterbatasan, semangat belajar siswa tetap tinggi. Pihak sekolah berharap pemerintah segera menyediakan fasilitas yang memadai, seperti ruang kelas, perpustakaan, dan infrastruktur telekomunikasi, untuk mendukung pendidikan yang layak. Dukungan pemerintah sangat dibutuhkan agar siswa dan guru dapat belajar dan mengajar di lingkungan yang lebih baik, sesuai dengan hak atas pendidikan yang layak.
Nama : Hesti Badria
NPM : 2313053206

Pendidikan dasar di Jepang dan Indonesia memiliki perbedaan signifikan, terutama dalam pembentukan karakter dan kebiasaan siswa. Di Jepang, siswa dilatih untuk menjaga kebersihan sekolah, menciptakan rasa tanggung jawab dan kerja sama, serta makan siang bersama guru untuk mempererat hubungan. Sebaliknya, di Indonesia, kebiasaan ini belum diterapkan secara konsisten, dan perhatian pada gizi siswa juga kurang optimal.

Dari sisi kurikulum, Jepang menekankan kesederhanaan dengan mata pelajaran yang lebih sedikit namun mendalam, serta fokus pada pendidikan karakter di tiga tahun pertama tanpa ujian. Di Indonesia, jumlah mata pelajaran lebih banyak dan ujian sudah menjadi bagian dari evaluasi sejak dini. Jepang juga mendorong kebiasaan membaca di sekolah dan menyeragamkan perlengkapan siswa untuk mengurangi kesenjangan sosial, sedangkan Indonesia masih menghadapi tantangan rendahnya minat baca dan perbedaan perlengkapan yang mencerminkan kondisi ekonomi siswa.
Nama : Hesti Badria
NPM : 2313053206

Film pendek ini mengangkat tema korupsi kecil-kecilan yang terjadi di lingkungan sekolah, dengan latar SMK 3 Wonosari. Cerita berfokus pada seorang siswa yang memiliki kebiasaan memalsukan nota pengeluaran, seperti mencatat angka lebih besar dari jumlah sebenarnya demi keuntungan pribadi. Tindakan ini mencerminkan bagaimana korupsi sering dimulai dari perilaku kecil yang dianggap remeh, padahal tetap merupakan pelanggaran moral. Film ini ingin menunjukkan bahwa korupsi sekecil apapun tetap salah dan memiliki dampak buruk tidak hanya pada masyarakat tetapi juga pada pelakunya.

Perubahan dalam cerita terjadi ketika siswa tersebut mengalami sakit dan mendapatkan pencerahan dari percakapan tentang dampak buruk korupsi. Ia tersadar bahwa tindakannya tidak hanya merugikan orang lain tetapi juga memengaruhi dirinya secara fisik dan spiritual. Dorongan untuk berubah semakin kuat ketika ia diingatkan bahwa uang yang diperoleh dengan cara tidak jujur dapat membawa keburukan. Akhirnya, siswa tersebut bertobat, meminta maaf, dan mengembalikan uang hasil manipulasi, menunjukkan bahwa kesadaran moral bisa memotivasi seseorang untuk memperbaiki kesalahan.

Film ini menyampaikan pesan bahwa kejujuran dan tanggung jawab harus ditanamkan sejak dini, bahkan dalam hal-hal kecil. Dengan pendekatan yang sederhana dan relevan bagi kehidupan pelajar, film ini mengajarkan bahwa integritas adalah fondasi penting untuk mencegah korupsi. Perubahan karakter utama menjadi contoh bahwa tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri serta berkontribusi menciptakan masyarakat yang lebih bermoral.
Nama : Hesti Badria
NPM : 23113053206

Saya menganalisi bahwasanya jurnal ini membahas konflik antara individualisme dan kolektivisme dalam masyarakat, yang merupakan sifat dasar manusia dan harus dikelola untuk mencapai keseimbangan. Konflik ini muncul karena adanya kepentingan individu yang sering bertentangan dengan kepentingan kolektif masyarakat. Jika tidak dikelola dengan baik, konflik ini dapat merusak tatanan sosial, terutama ketika kepentingan pribadi dan korupsi mendominasi. Kesadaran moral diidentifikasi sebagai kunci untuk mengendalikan konflik ini, menciptakan individu yang bertanggung jawab dan harmonis dengan masyarakat.

Pendidikan dianggap sebagai sarana penting untuk menanamkan nilai moral dan etika pada individu. Dengan pendidikan yang baik, diharapkan dapat lahir individu yang etis dan produktif. Jurnal ini juga mengusulkan agar individualisme dan kolektivisme disinergikan, dengan individualisme memberikan ruang untuk kreativitas dan kebebasan, sementara kolektivisme memperkuat solidaritas dan tujuan bersama. Kepemimpinan dengan kesadaran moral sangat penting untuk menjaga keseimbangan hak dan kewajiban dalam masyarakat, serta mengelola konflik sosial demi kesejahteraan bersama.