Posts made by Tina Selviani

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan Bapak,
Nama : Tina Selviani
NPM : 2313053052
Kelas : 6B
Izin menjawab pertanyaan diskusi.
Menurut saya, mata kuliah kajian pembelajaran tematik sangat penting bagi calon guru SD karena membantu kita memahami cara menggabungkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema. Dalam pelaksanaannya di sekolah dasar saat ini, pembelajaran tematik sudah diterapkan terutama pada kelas rendah. Contohnya, saat tema “Lingkungan”, siswa bisa belajar IPA tentang tumbuhan, Bahasa Indonesia membuat cerita, dan Matematika menghitung jumlah tanaman dalam satu kegiatan.
Menurut saya juga pembelajaran terpadu masih sangat relevan dengan kurikulum saat ini, termasuk Kurikulum Merdeka. Karena pembelajaran sekarang menekankan pada pemahaman, proyek, dan pengalaman nyata siswa. Jadi, pembelajaran terpadu tetap sesuai dan mendukung tujuan pendidikan saat ini.
Demikian pendapat saya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan Bapak,
Nama : Tina Selviani
NPM : 2313053052
Kelas : 6B
Izin menjawab pertanyaan diskusimengenai Kurikulum Terpadu.

  • Kesiapan SDM
Menurut saya, kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum terpadu masih perlu ditingkatkan. Secara mental, sebagian guru sudah mulai terbuka terhadap pembelajaran lintas disiplin, terutama sejak adanya Kurikulum Merdeka. Namun, dari sisi kompetensi, masih diperlukan pelatihan berkelanjutan agar guru mampu merancang pembelajaran yang benar-benar mengintegrasikan berbagai mata pelajaran secara utuh, bukan sekadar menggabungkan materi. Guru juga dituntut kreatif dan kolaboratif agar integrasi berjalan efektif.

  • Efektivitas Ujian
Jika setiap sekolah menggunakan tema integrasi yang berbeda, maka standar asesmen tetap dapat dilakukan dengan mengacu pada pencapaian pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan secara nasional. Artinya, yang diukur bukan temanya, tetapi kompetensi dan kemampuan berpikir siswa. Oleh karena itu, asesmen perlu dirancang berbasis kompetensi dan literasi, bukan sekedar hafalan materi. Dengan demikian, meskipun pendekatan temanya berbeda, standar kemampuan siswa tetap dapat diukur secara objektif.

  • Implementasi di Indonesia (P5)
Menurut saya, Kurikulum Merdeka melalui P5 sudah mencerminkan prinsip kurikulum terpadu karena pembelajaran dilakukan secara kontekstual, berbasis proyek, dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam satu kegiatan. P5 juga mendorong kolaborasi, kreativitas, dan penguatan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila. Namun dalam praktiknya, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu, kesiapan guru, dan pemahaman yang belum merata. Oleh karena itu diperlukan pendampingan dan evaluasi berkelanjutan agar pelaksanaannya semakin optimal.

Demikian pendapat saya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan Bapak,
Nama : Tina Selviani
NPM : 2313053052
Kelas : 6B
Izin menjawab bapak
Menurut saya, dalam pelaksanaan pembelajaran terpadu terdapat beberapa prinsip penting yang harus diperhatikan agar pembelajaran tidak kehilangan esensi pendidikannya. Prinsip tersebut meliputi keaslian, kebermaknaan, keterkaitan, kemandirian, dan inkuiri.
Prinsip keaslian menekankan bahwa pembelajaran harus dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa sehingga materi tidak terasa abstrak. Kebermaknaan berarti siswa memahami alasan mengapa mereka mempelajari suatu materi. Selain itu, keterkaitan menunjukkan bahwa antar konsep harus saling berhubungan secara logis dan terencana, bukan sekadar digabungkan.
Prinsip kemandirian dan inkuiri juga sangat penting karena mendorong siswa untuk aktif mencari dan menemukan informasi sendiri, bukan hanya menerima penjelasan dari guru. Dengan demikian, pembelajaran terpadu tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir dan pengalaman belajar siswa.
Sebagai calon guru sekolah dasar, saya berpendapat bahwa penerapan prinsip-prinsip tersebut dapat dilakukan melalui pembelajaran tematik yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan kontekstual.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Izin memperkenalkan diri bapak
nama: Tina Selviani
NPM: 2313053052
kelas: 6B

izin menjawab diskusi
Mrnrut saya berdasarkan video tersebut, pembelajaran yang dilaksanakan menunjukkan karakteristik kelas rangkap, yaitu satu guru mengajar dua tingkat kelas sekaligus dalam satu ruangan, yakni kelas 5 dan kelas 6. Penggabungan ini terjadi karena guru kelas 5 berhalangan hadir, sehingga guru mengambil alih pembelajaran kedua kelas secara bersamaan. Meskipun berada dalam satu ruang yang sama, proses pembelajaran tetap berjalan tertib, diawali dengan salam, doa, presensi, serta penyampaian tujuan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa dalam kelas rangkap, pengelolaan kelas harus tetap terstruktur agar siswa dari kedua tingkat tetap merasa diperhatikan dan pembelajaran berlangsung kondusif.

Selain itu, materi yang diberikan kepada masing-masing kelas tetap disesuaikan dengan jenjangnya. Kelas 5 mempelajari tentang ketampakan alam yang meliputi wilayah daratan dan perairan, sedangkan kelas 6 mempelajari tentang gerhana bulan dan gerhana matahari. Perbedaan materi ini menegaskan bahwa dalam kelas rangkap, kurikulum tidak disamaratakan, tetapi tetap mengikuti kompetensi dasar tiap tingkatan. Guru juga menyampaikan tujuan pembelajaran secara jelas kepada masing-masing kelas agar siswa memahami arah dan capaian belajar yang harus diraih pada hari tersebut.

Karakteristik lain yang terlihat adalah pengelolaan waktu dan perhatian guru yang dilakukan secara bergantian. Guru memberikan tugas diskusi kelompok kepada satu kelas, kemudian berpindah memberikan penjelasan kepada kelas lainnya. Strategi ini membuat kedua kelas tetap aktif meskipun guru tidak selalu berada di depan mereka. Pembagian kelompok kecil, maksimal empat orang, juga membantu meningkatkan kerja sama, tanggung jawab, dan kemandirian siswa. Dengan demikian, pembelajaran tetap berjalan efektif walaupun dalam kondisi kelas gabungan.

Selain manajemen waktu yang baik, guru juga menggunakan metode dan media pembelajaran yang variatif, seperti diskusi kelompok, presentasi hasil kerja, serta penggunaan diorama sebagai alat peraga untuk menjelaskan proses terjadinya gerhana. Kegiatan presentasi di akhir pembelajaran menjadi bentuk evaluasi sekaligus melatih keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat. Dari keseluruhan proses tersebut dapat disimpulkan bahwa kelas rangkap menuntut kemampuan guru dalam mengatur strategi pembelajaran, menjaga fokus dua kelompok siswa sekaligus, serta menciptakan suasana belajar yang tetap aktif, terarah, dan bermakna.